Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Selam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

I-15

Sebelum I-400 dibuat, ada juga kapal selam yang memiliki kemampuan sama, tetapi hanya saja daya angkut dan jenis pesawat yang diangkut berbeda yaitu I-15

Berat: 2.584 tons permukaan, 3.654 tons selam
Panjang: 108.7 m
Lebar : 9,3 m
Tinggi : 5,1 m
Mesin : 2 diesels: 12.400 hp (9,200 kW)
Electric motors : 2.000 hp (1,500 kW)
Kecepatan : 23,5 knots (44 km/h) permukaan, 8 knots (15 km/h) selam
Jarak: 14.000 nautical miles (26.000 km) pada 16 knots (30 km/h)
Kedalaman selam : 100 m (330 ft)
Awak : 94 officers dan enlisted men
Senjata :

6 × 533 mm torpedo tubes depan
17 torpedo
1 × 140 mm 50 calibre gun
Pesawat yang diangkut : 1 Yokosuka E14Y seaplane

Kapal selam ini agaknya memang lebih sukses dibanding sang adik, karena terjun saat medan pertempuran masih berlangsung, sedangkan sang adik I-400 mengalami kisah tragis dengan diambil alih oleh Angkatan Laut AS

I-400

I-400

Beberapa lama setelah serangan Pearl Harbour, Taisho Isoroku Yamamoto, Commander-in-Chief Angkatan Laut Jepang memimpikan untuk menyerang kota besar pada pantai timur Amerika serikat dengan pesawat angkatan laut. Ia menugaskan Daisha Kameto Kuroshima untuk membuat studi kemungkinan untuk menggunakan armada kapal selam pengangkut pesawat. Sebelum hal ini dinyatakan secara formal, rencana tadi sudah dianalisa oleh Shoso Yoshio Suzuki dan Chusa Tatsunosuke Ariizumi.

Kegunaan dari kapal selam ini adalah untuk mengangkut pesawat serang khusus untuk semua tujuan dan kegunaan, seperti kapal induk bawah laut. Untuk standar persenjataan Perang Dunia II, kapal selam ini merupakan Ultimate Stealth Weapon.

Sebelumnya ada juga beberapa kapal selam pengakut pesawat lain yang hanya bisa mengangkut pesawat kecil, seperti Type 91, Type 96, atau Yokosuka E14Y Type 0. Meskipun begitu, I-400 mengambil konsep yang lebih banyak. Pesawat yang diangkut I-400 didesain dan dibangun untuk kegunaan ofensif.Meskipun begitu, pesawat berjenis ini membutuhkan catapult rail (pelontar pesawat pada dek kapal induk) lebih panjang. I-400 pun memenuhi standar itu.

Pada 13 Januari 1942, rencana Taisho Yamamoto dinyatakan di pusat komando armada laut. Bunyinya sebagai berikut.
1. Pesawat serang bisa mengangkut 1 torpedo atau bom seberat 800kg.
2. Kapal selam pengakut bisa membawa lebih dari 2 pesawat dan melaut lebih dari 40.000 mil laut.

40.000 mil laut itu sama dengan perjalanan bolak-balik dari Jepang ke pantai barat Amerika serikat tanpa pengisian bahan bakar.

Kapal selam ini dibuat dalam beberapa seri, yaitu:
I-400 (produksi dimulai 18 Jan 1943 sampai 30 Des 1944)
I-401 (produksi dimulai 25 April 1943)
I-402 (produksi dimulai 2 Okt 1943)
I-403 (produksi dimulai 29 Sep 1943)
I-404 (produksi dimulai Feb 1944)

1944. Jepang mengetahui apabila Jerman telah kalah, maka sekutu akan menuju Pasifik melewati Terusan Panama. Maka penting sekali untuk menghancurkan Terusan Panama. Kunci suksesnya akan didapat dengan menggunakan kapal selam kelas I-400.[

I-400 mengangkut 3 pesawat Aichi M6A1 Seiran, yang disimpan dalam Hangar Tube.

Berat : 3.530 ton (permukaan), 5.223 ton (menyelam)
Panjang : 122 meter
Lebar : 12 meter
Daya muat pesawat : 7 meter
Mesin : 4x mesin diesel, 2x electric motor
Generator : 2x diesel tambahan
Kecepatan maks. : 18,7 knot (permukaaan), 6.5 knot (selam)
Jarak Jangkau : 37.500 mil laut kecepatan 14 knot permukaan,
30.000 mil laut kecepatan 16 knot permukaan.
60 mil laut, kecepatan 3 knot selam (electric motor)
Kedalaman menyelam : 100 - 200 meter.
Awak kapal : 21 Officer, 170 tamtama.
Persenjataan : Meriam 1x14cm (belakang),
Type 11 senjata belakang,
10x25mm Type 96 AA gun (3 Triple mounts, 1 single)
Tabung Torpedo : 8x533 mm (hanya depan)
Kapasitas Torpedo : 20 x Type 95
Pesawat : 3 buah Seiran M6A1

Penyerangan ke Terusan Panama merupakan tugas yang cukup berat. Hal ini dikarenakan penjagaannya yang amat ketat. Untuk itu, dibentuk divisi grup kapal selam pengangkut pesawat bernama 631 Kukotai. Divisi ini terdiri dari I-400, I-401, I-13, dan I-14. Patut diketahui, I-13 dan I-14 juga mempunyai kemampuan mengangkut pesawat serang, hanya saja daya angkutnya dibawah I-400 dan I-401. I-400 dan I-401 masing-masing mengangkut 3 Seiran, sedangkan I-13 dan I-14 masing-masing mengangkut 2 Seiran.  

Sayangnya karena Jepang terlanjur menyerah akibat serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, maka divisi 631 Kukotai pun berbalik arah. 1-13 mengalami kerusakan berat karena serangan pesawat AS. I-400 sendiri pun akhirnya dikuasai. Para awaknya diperintahkan untuk menyerah kepada kapal perusak. Akhirnya, kapal selam berteknologi paling canggih pada zamannya ini pun jatuh ke tangan amrik..

Rabu, 16 November 2011

Kapal selam kelas Virginia (SSN-774)

Kapal selam kelas Virginia (SSN-774)

Kapal selam kelas Virginia (SSN-774) merupakan kapal selam terbaru Amerika yang tercanggih saat ini. Virginia berharga lebih murah dibanding pendahulunya yakni kapal selam kelas Seawolf dimana produksinya hanya dibuat tiga buah. Virginia dilengkapi lapisan metal yang mampu menahan tekanan hingga kedalaman 800 kaki.

Virginia dapat menyerang sasaran darat maupun laut. Untuk menyerang sasaran darat, Virginia dilengkapi rudal jelajah Tomahawk , Virginia dilengkapi selusin peluncur vertikal (VLS- Vertical Launching System). Virginia dapat meluncurkan 16 Tomahawk secara salvo.
Sedangkan target-target di lautan berupa kapal permukaan ataupun kapal selam Virginia mempunyai torpedo Mk-48. Virginia dilengkapi dengan ranjau laut Mk60 CAPTOR

Class

Name: Virginia
Builders: General Dynamics Electric Boat, Northrop Grumman Newport News
Operators: Naval flag of United States United States Navy
Preceded by: Seawolf class attack submarine
In commission: 2004-10-23
Building: 3
Planned: 30
Completed: 5
Active: 5
General characteristics
Class and type: Attack submarine
Displacement: 7,900 tonnes (7,800 long tons)
Length: 377 feet (115 m)
Beam: 34 feet (10 m)
Propulsion: S9G reactor
Speed: >25 knots (46 km/h)
Range: unlimited except by food supplies
Test depth: > 800 ft (244 m)
Complement: 134
Armament:
-12xVLS (BGM-109 Tomahawk cruise missile) &
-4x533mm torpedo tubes (Mk-48 torpedo)
Notes: Ships in class include: Virginia, Texas, Hawaii, North Carolina, New Hampshire, New Mexico, Missouri, California, Mississippi, Minnesota, North Dakota

Kecanggihan Virginia terlihat pada beberapa desain baru yang diterapkan. Virginia bisa menjalankan fungsi infiltrasi dengan membawa kapal selam mini yang biasa digunakan unit khusus Amerika, U.S. Navy SEAL. Kapal selam mini ini dibawa di punggung Virginia lengkap dengan unit SEAL. Virginia juga dilengkapi Lockout Trunk yang berfungsi sebagai tempat keluar masuk Navy SEAL.

Jumlah sonar yang dibawa Virginia tergolong banyak, yakni tujuh buah ditambah dengan sonar tarik. Sonar tarik ini berfungsi menghapus kelemahan kapal selam pada umumnya yakni bagian ekor dimana tidak terdapat sensor.
Baling-baling Virginia dilengkapi dengan propulsor duct sebagai pelindung. Benda ini berbentuk tabung yang melindungi sekeliling baling-baling ekor.

Rudal tomahawk ini buat jarak jauh , mempunyai sistem akurasi yang baik untuk menyerang berbagai sasaran . Saat ini kemungkinan besar angkatan laut amerika serikat akan memakai misil ini untuk kepentingan AS . misil ini dapat memborbardir kemampuan udara musuh sekaligus pertahanannya

Selasa, 14 Juni 2011

Kapal Selam Changbogo

Kapal Selam Changbogo

Secara teknis, Changbogo Class adalah lisensi dari U-209/1200 yang dibuat oleh pabrik Daewoo Shipbuilding Korea Selatan. Daewoo Shipbuilding sudah membuat 9 kapal selam sejenis untuk angkatan laut Korea Selatan. U-209 sendiri didesain untuk menghancurkan kapal selam lawan, kapal permukaan, melindungi pangkalan kawan, dan misi pengintaian. Secara umum Changbogo Class serupa dengan Atilay Class Submarine milik Turki yang memiliki penekanan pada penggunaan sistem sensor dan persenjataan buatan Jerman.

Pada saat menyelam, kapal selam ini dapat menyelam sampai kedalaman 250 m. Dengan dilengkapi dengan 4 MTU mesin diesel, kapal selam ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 21 knots (posisi menyelam) dan 11 knots (posisi permukaan). Kapal ini dapat membawa 8 buah 533mm/21 inch torpedo di haluan dan dipersenjatai dengan total 14 torpedo atau 28 ranjau laut. Kapal selam ini juga mampu untuk beroperasi secara terus menerus selama 2 bulan dengan 40 orang kru. Di bawah ini merupakan tabel spesifikasi teknis dari Changbogo Class :

Entered service : 1993
Crew: 33 men
Diving depth (operational) : 250 m

Dimensions and displacement

Length : 56 m
Beam : 6.2 m
Draught : 5.5 m
Surfaced displacement : 1 100 tons
Submerged displacement : 1 285 tons

Propulsion and speed

Surfaced speed : 11 knots
Submerged speed : 22 knots
Diesel engines : 4 x 3 810 hp
Electric motors : 1 x 4 595 hp

Armament

Torpedoes : 8 x 533-mm bow tubes for 14 torpedoes
Other : 28 mines in place of the torpedoes

Minggu, 24 April 2011

HMS Ambush

HMS Ambush

HMS Ambush, Kapal Selam Terbesar Buatan Inggris
Inggris meluncurkan kapal selam terbarunya HMS Ambush pada Kamis (16/12/10) di Barrow-in-Furness di Cumbria. Kapal selam berbiaya 1,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp 22,5 triliun itu diklaim sebagai kapal selam terbesar yang pernah dibuat Inggris.

Kapal selam bernama Ambush ini memiliki ukuran 50 persen lebih besar dari pendahulunya, Swiftsure dan Trafalgar. Panjangnya lebih kurang 291 kaki, setara dengan panjang lapangan sepak bola.

Hebatnya, kapal selam ini mampu mengubah air laut menjadi oksigen dan air tawar sehingga mampu mempertahankan 98 kru-nya tetap hidup. Selain itu, kapal selam ini juga nyaris tak bersuara sehingga tak mudah dideteksi musuh.
Sonar dan radar kapal selam Ambush bisa mendeteksi kapal lain yang berjarak 3.000 nautikal mil (5.556 kilometer). Jadi, jika berada di wilayah laut yang memisahkan Inggris dengan Perancis, kapal selam ini bisa mendeteksi kapal yang berada di New York, AS.

Kapal selam ini tak butuh pengisian ulang bahan bakar dan bisa menyerang menggunakan misilnya hingga sejauh 1.000 mil (1.609 kilometer). Yang terhebat, misi kapal selam biasanya hanya 10 minggu, tetapi secara teori kapal selam ini bisa bertahan di dalam air tanpa perlu muncul ke permukaan seumur hidupnya, 25 tahun.
Ambush nantinya akan membawa 38 misil, yakni misil penjelajah Tomahawk yang punya daya jelajah hingga 1.240 mil (1.996 kilometer). Selain itu, kapal selam ini juga akan dilengkapi dengan torpedo kelas berat untuk menghancurkan kapal dan kapal selam lain.

Mesinnya yang bertenaga nuklir bisa menggerakkan kapal dengan kecepatan hingga 20 knot, memungkinkan kapal menempuh jarak 500 mil (805 kilometer) sehari. Saking besarnya, energi nuklirnya dikatakan bisa menghidupi seluruh kota Southampton.
Ambush akan diluncurkan dan dinamai secara resmi oleh Lady Anne Soar, istri Kepala Panglima Angkatan Laut Sir Trevor Soar. Selanjutnya, kapal selam berukuran 7.400 metrik ton ini akan diujicobakan.

Sekadar diketahui, kapal selam ini bisa membawa 98 kru. Selain itu, Ambush juga dilengkapi gudang yang bisa menyimpan makanan untuk kebutuhan selama tiga bulan, terdiri dari 18.000 sosis dan 4.200 bungkus sereal Weetabix.

Sabtu, 09 April 2011

Kapal selam kelas Sjöormen

Kapal selam kelas Sjöormen (Sea Serpent)

Kapal selam kelas Västergötland pertama kali diperkenalkan oleh AL Swedia pada 1987, ditujukan mengemban misi penyerangan di lingkungan perairan yang dingin laut Baltik. AL Swedia mengakuisisi empat kapal selam dari kelas ini antara tahun 1987 dan 1990. HMS Västergötland diluncurkan 19 Juli 1986 dan bertugas 27 November 1987, HMS Helsingland (31 Agustus 1987/20 Oktober 1988), HMS Södermanland (12 April 1988/21 April 1989) dan Östergötland (9 Desember 1988). Kedua kapal selam terakhir diremajakan menjadi kelas Södermanland 2003 – 2004 dan masih aktif bertugas di AL Swedia.

Kapal selam Archer didisain oleh perusahaan Swedia, Kockums AB, berlunas tunggal, dobel kompartemen, kapal selam optimum meredam suara dan gelombang magnetik. Kapal selam dilengkapi sistem Air Independent Propulsion (AIP), membuat kapal selam mampu menyelam lebih lama dan menghasilkan bunyi lebih senyap. Hal ini menjadikan kapal selam mempunyai kemampuan siluman.

Spesifikasi
Panjang: 60,5 meter
Lebar: 6,1 meter
Tinggi: 11,8 meter
Bobot: 1400 ton (dipermukaan), 1500 ton (saat menyelam)
Persenjataan: 9 torpedo
Sistem: Aktif dan passif sonar, sistem kontrol komando dan senjata, AIP, sistem navigasi terintegrasi
Awak: 28 orang

Kamis, 10 Maret 2011

U-Boat type VIIC

U-Boat type VIIC Kapal Selam AL Nazi

U-Boat type VIIC. Merupakan sub varian kapal selam yang paling banyak di pakai AL Nazi (Krigsmarine) selama PDII. Mosnter bahwa laut Bangsa Aria ini terlibat dalam pertempuran Atlantik. Sub varian pertama dari keluarga besar kapal selam Type VII adalah Type VIIA yang di produksi sekitar 10 unit begitu PD I usai. Generasi penerusnya, yaitu type VIIB, punya beberapa perbedaan. Badannya berukuran lebih panjang dua meter ketimbang sang pendahulu. Al Hasil daya tampung BBM dan torpedo jadi lebih besar . Demikian pula dengan urusan mesin. Lebih bertenaga. Perombakan kembali di lakukan ketika VIIC mulai diracik pada tahun 1936. Kali ini penambahan dua terpedo ekstra satu-satunya perubahan. Di perkirakan tak kurang dari 700 unit U-Boat type VII pernah dibuat.

Kehidupan kru U-Boat type II tergolong keras penyebabnya tak lain karena kapal tak di lengkapi dengan sistem pengondisian udara yang mumpuni. Saat kapal di gelar di daerah tropis macam karibia, suhu di dalam ruang mencapai 35 derajat celcius, sebaliknya ketika ia mondar-mandir di wilayah pantai timur Amerika, suhu ruang bisa anjlok hingga 1 Derajat Celcius.

U-Boat type VII punya propeller kembar bersumber tenaga disel. Dengan modal tersebut maka kapa; bisa diajak berlayar hingga kecepatan 17,5 knots. Keampuhan yang pada masanya dianggap lebih dari cukup buat mengejar konvoi kapal suplai sekutu.

Ruang mesin terbilang sempit untuk ukuran sekarang. Padahal situ terdapat dua mesin diesel serta sebuah mesin elektrik. Sementara itu pipa saluran udara disusupkan melalui anjungan. Lantas diteruskan ke atas hingga menyerupai tiang yang cukup tinggi. Ini semua adalah trik agar kapal selam bisa bernafas di kedalaman yang dirasa aman. Mesin dieselnya di fungsikan ketika berlayar sedangkan motor elektrik baru aktif saat kapal menyelam.

Pada bagian atas anjungan terdapat semacam pos pengamatan. Bagian ini lazim disebut dengan nama conning tower. Saat berlayar di permukaan, umumnya empat orang akan di tempatkan di conning tower. Mereka mendapat tugas mengamati kemungkinan adanya target di keempat penjru dengan bantuan teropong. Cara model begini memang harus di pakai. Pasalnya type VII tak memiliki radar sama sekali.

Ruang kendali sepanjang enam meter di tempatkan di belakang kompartemen perwira. Bila di bedah jauh, dibagian tengah ruangan terdapat tabung silinder yang dilengkapi tangga. Ini merupakan jalan menuju ruang bagian dalam conning tower. Disini terdapat mesin telegraph, pos helmet, dan periskop serang.

U-Boat type VIII punya empat tabung torpedo di bagian haluan. Sementara sebuah lagi di taruh di bagian depan kapal. Sisanya yaitu sebuah torpedo di tempatkan di bagian belakang.

Dari semua senjata yang di usung, sesungguhnya kunci keberhasilan armada U-boat hanya satu. Mereka punya bayangan (Silhouette) yang amat rendah ketika mereka akan menghabisi targetnya di malam hari atau saat laut bergelombang . lawan di tanggung bakal kesulitan untuk mengetahui posisi U-Boat.

Rabu, 09 Maret 2011

Kapal selam kelas Lada

Kapal selam kelas Lada

Kementerian Pertahanan Rusia merencanakan menyelesaikan uji pelayaran kapal selam diesel baru kelas Lada tahun ini. Kapal selam akan dilengkapi sistem sonar terbaru sebelum uji pelayaran dilakukan.

Kapal selam kelas Lada pertama direncanakan dioperasikan Angkatan Rusia tahun 2010 dan secara gradual menggantikan kapal selam diesel kelas Kilo. AL Rusia berencana mengoperasikan hingga 8 kapal selam kelas Lada dimasa datang.

Black Holes julukan kapal selam kelas Lada karena kemampuannya menghindari deteksi, serta salah satu diantara kapal selam diesel-elektrik tersenyap di dunia

Kapal selam diesel Project 677 dikembangkan oleh biro disain Rubin, fitur yang dikembangkan selaput anti sonar untuk lambung kapal, kemampuan jelajah ditingkatkan, persenjataan anti kapal permukaan dan anti kapal selam, termasuk sistim misil jelajah Club-S. Untuk versi ekspor Project 677 dikenal dengan Amur 1650.

Konstruksi kapal selam dimulai dibangun tahun 1997 di galangan kapal St. Petersburg . Dua kapal selam Lada lainnya, Kronshtadt dan Sevastopol sedang dibangun di galangan yang sama.

Jumat, 21 Januari 2011

Kapal Selam RESOLUTION

Kapal Selam RESOLUTION

Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir, inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas lafayette sebagai basis untuk membangun kapal selam Resolution. Keputusan tadi dibuat lantaran Paman Sam melimpahkan sejumlah rudal balistik Polaris pada era 60-an sebanyak setengah lusin kelas Resolution rencananya akan di bangun. Sayang, angan-angan itu tak mulus terwujud. Tahun 1964 terjadi perubahan politik di dalam negeri inggris. Kapal keenam batal untuk dibuat. Sementara sisa nyta yang telah terlanjur jadi, diubah tugasnya menjadi kapal selam serang.

Spesifikasi
Kru : 143 orang.
Bobot Selam : 8.400 ton
Bobot Permukaan : 7.500 ton
Panjang (P) : 129,5 Meter
Beam (b) 10,1 Meter
Drought : 9,1 Meter
Mesin : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo

Kapal Selam Walrus

Kapal Selam Walrus

Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985. Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini

Spesifikasi
Kru : 50 orang.
Bobot Selam : 2.800 ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P) : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4 Meter
Drought : 7 Meter
Mesin : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan : Empat Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan

Rabu, 05 Januari 2011

Alfa class Nuclear Submarine

Alfa class Nuclear Submarine

KS kelas Alfa(project 705) merupakan kapal selam nuklir penyerang buatan Uni Soviet. Pada masanya, KS ini adalah KS tercepat dan memiliki kemampuan menyelam paling dalam. Hal ini dimungkinkan berkat pemakaian reaktor nuklir berkekuatan tinggi, hull berbahan titanium, dan desain yang mampu meminimalisir hambatan(drag) dengan baik.

Proyek KS ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1957, atau hanya 4 tahun setelah kapal selam nuklir pertama operasional. Tujuannnya jelas, menciptakan kapal selam pemburu yang mampu mengejar dan menghabisi armada kapal induk Amerika yang merupakan ancaman terbesar bagi AL Soviet pada waktu itu. Pemakaian bahan titanium dapat menghemat ketebalan dinding dan bobot hull, sehingga diharapkan KS ini hanya memiliki bobot 1500 ton. Namun pada 1963, desain KS ini mengalami perubahan desain. Hal ini berefek pada bertambahnya jumlah kompartemen, jumlah kru, dan bobot yang sekarang menjadi 2.300 ton. Meskipun begitu, KS ini mampu mencapai rekor kecepatan maksimal 44,7 knot. Sebuah kecepatan yang luar biasa, mengingat KS nuklir zaman sekarang pun hanya bisa mencapai kecepatan ± 35 knot saja.

Mengetahui ancaman yang sangat letal ini, tentu saja Amerika tidak tinggal diam. Negara ini lalu mengembangkan arsenal ASW secara besar-besaran, termasuk program ADCAP bagi torpedo Mk.46 dan Mk.48.
Walaupun begitu, rupanya kecepatan bagai pedang bermata 2 bagi KS ini. Dalam kecepatan tinggi, KS ini sangat berisik sehingga mudah terdeteksi perangkat sonar pasif. Hal ini sebenarnya bisa dieliminir dengan mengurangi kecepatannya. Akan tetapi, tentu saja KS ini akan kehilangan keunggulannya jika memilih alternatif itu. Perangkat sensor yang rumit dan reaktor yang kurang reliable karena masih menggunakan metal cair sebagai pendingin merupakan kelemahan lain KS ini. Untuk reaktornya, KS ini memerlukan pemanas tambahan untuk menjaga agar pendinginnya tidak ‘membeku’. Hal ini pun masih harus dipantau secara khusus jika tidak mau mengalami kerusakan reaktor. Untuk meminimalisir resiko, reaktor pun harus terus dihidupkan meskipun KS sedang merapat di dok! Rumitnya mengurus reaktor ini pun dapat dilihat di statistik, dimana 4 dari 7 KS yang diproduksi harus mengalami masalah pada bagian ini.

Saat ini, AL Rusia sendiri sudah memensiunkan kapal ini. Alfa class terakhir dipensiunkan pada 1995, di mana sebelumnya kapal ini bertugas sebagai kapal selam uji. Perannya kini dilanjutkan oleh Akula I, II, dan III sebagai tulang punggung armada kapal selam pemburu AL Rusia.

Displacement (tons):
2,310-2,900 tons Surfaced
3,800-4,320 tons Submerged
Speed (kts):
14 knots surfaced
43-45 knots submerged
Endurance:
1,175 full power hours
30-50 days stores endurance
Operating Depth
1,150-2,000 feet Maximum Safe Depth
1,400-3,900 feet Never-Exceed Depth
1,700-?,??? feet Crush Depth
Dimensions (m):
79.5-81.4 meters long
9.5 meters beam
6.9-7.6 meters draft
Propulsion:
1 liquid-metal nuclear reactors
(155 MWt Type: OK-550 or BM-40A)
[2 units re-engined with VM-4 reactor from Project 671B]
2 steam turbines; 40-47,000 shp
1 5 bladed propeller
Crew:
31-45
Armament:
Missiles:
• 21 81R (SS-N-15) or
• 12 Vodopad (SS-N-16)
Torpedoes: 6 533mm bow TT
• 18 53-65K, SET-65 torpedoes or
• 20 VA-111 torpedoes or
• 21 SS-N-15/81R or
• 24 mines
Systems:
• Topol MRK.50 [Snoop Tray] Surface Search radar
• Sozh Navigation system radar
• MG-21 Rosa Underwater communications
• Molniya Satellite communications
• Vint & Tissa Communications antennas
• Accord Combat direction system
• Leningrad-705 Fire control system
• Okean active/passive Sonar
• MG-24 Luch mine detection sonar
• Bukhta ESM/ECM
• Yenisei Sonar intercept receiver
• Khrom-KM IFF

Rabu, 08 Desember 2010

LE REDOUTABLE (Prancis)

LE REDOUTABLE

Dari namanya saja sudah bisa ditebak kala selam yang saru ini adalah buatan Francis, mulai diracik pada awal era 60-an dan berhasil dirampungkan tahun 1971, le Redoutable, merupakan simbol pertama kekuatan tahun 1971, le Redoutable merupakan simbol pertama kekuatan balistik laut AL Prancis. Biasis yang di pakai untuk pengembangannya adalah kapal selam AL AS dari kelas Lafayette. Sebagai senjata utamanya La Redoutable mengusung 16 rudal balistik buatan lokal pada bagian punggung. Tipikal rudal yang balistik buatan lokal pada bagian punggungnya. Tipikal rudal yang di bawa beragam sejalan dengan perkembangan kemampuannya. Mulai dari M1 yang masih punya jarak jangkau terbatas hingga M20 berhulu ledak thermo-nuklir

Spesifikasi
Kru : 135 orang.
Bobot Selam : 9.000 ton
Bobot Permukaan : 8.000 ton
Panjang (P) : 128 Meter
Beam (b) : 10,6 Meter
Drought : 10 Meter
Mesin : Sebuah reaktor , sebuah motor listrik Dengan baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 16 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo

DAPHNE

DAPHNE

Ini adalah prinsip orang Prancis buat meracik sebuah Kapal Selam di era 50-an. Mengorbankan kecepatan agar bisa menyelem lebih dalam serta mengusung senjata lebih berat. Nah, prinsip semacam itulah yang lantas diterapkan pada kapal selam Daphne. Karakter khas yang disandang adalah soal pemasangan torpedo, sebanyak 12 tabung terpasang eksternal. Perinciannya, delapan menghadap depan sisanya menghadap ke belakang. Sistem seperti tadi di percaya mengurangi beban awak kerja awak. Tercatat AL Prancis pernah mengoprasikan 11 unit kepal selam tipe ini sebelum di pensiunkan pada tahun 1990.

Spesifikasi :
Kru : 45 orang.
Bobot Selam : 1.045 ton
Bobot Permukaan : 870 ton
Panjang (P) : 57,8 Meter
Beam (b) : 6,8 Meter
Drought : 4,6 meter
Mesin : Dua Generator Disel dan Dua motor elektrik
Kecepatan selam Mks : 16 knots Knots
Kecepatan permukaan Mks : 13,5 Knots
Persenjataan : Delapan Tabung Terpedo Di Bagian Depan Dan Empat Lainnya Di Belakang

Minggu, 05 Desember 2010

Kapal selam kelas AMUR

Kapal selam kelas AMUR (1650/950)

Berdasarkan pengalaman jangka panjang mengoperasikan kapal selam diesel-electric, seperti : projects 613 ("Whiskey"), 641 ("Foxtrot"), 641Б ("Tango"). Dan yang terakhir kelas “Kilo”, AL Rusia melanjutkan proyek kapal selam generasi ke-4 terbarunya dengan nama Proyek 677, atau kelas "Amur" (“Amur 1650” dan “Amur 950”)..

Kapal selam ini didesain oleh Rubin Design Bureau dan dibangun di galangan Admiralty Shipyards, di St. Petersburg.

Versi ekspornya diberi nama Amur 1650. Kapal selam dilengkapi lapisan anti-sonar di lambungnya. Amur 1650 merupakan jenis kapal selam penjelajah dengan persenjataan rudal antikapal dan antikapal selam.

Setelah Amur 1650, Rusia juga akan memroduksi Lada-class yang lain. Yakni Kronshtadt dan Petrozavodsk. Kedua kapal juga akan dibangun oleh Admiralty Shipyards.

Ciri Khusus
Ciri khusus kapal selam "Amur" adalah penempatan missile pada peluncur vertikal dan loading amunisi dengan cepat, termasuk tembakan salvo. Amunisi Amur terdiri dari :

• 10 vertical missil containers dengan cruise missil a/l: anti-kapal 3М-54E1 dan 3М-14E untuk sasaran permukaan; kesemua tipe peluncur missil ukurannya universal.
• 4 tabung torpedo ukuran universal (plus tambahan 2 tabung torpedo) memberikan kemampuan serang bawah permukaan ataupun target permukaan dari jarak dekat.

Amur 950/1650 mampu menembak sampai 10 missil kurang dari 2 menit. Untuk pertahanan Amur juga dilengkapi dengan "umpan sonar" berukuran kecil yang ditempatkan dibadan kapal. Dalam melakukan patroli kapal selam dapat bertugas secara efisien disetiap misi yang dilakukan.

Kapal selam kelas Amur ini juga telah dilengkapi dengan sistem tempur terbaru dan memenuhi semua kebutuhan combat-crew di dalamnya.

Spesifikasi : Amur 1650 | Amur 950
Number of torpedo tubes : 6 | 4pcs
Number of vertical missile launchers : - | 10pcs
Missile, torpedo and amine ammunition. (calibre, mm) : 18 (533) | 16 (533)pcs
Normal displacement : 1765 | 1150m3
Overall dimensions, m (length/width) : 66,8/58.8 | 7,1/5,65
Full underwater speed : 21 | 20kts
Submerged range at economical cruising speed of 3-4 knots : 650 | 350miles
Range of cruise in snorkel mode at speed of 7 knots : 6000 | 3000miles
Maximum diving depth : 300 | 300m
Endurance : 45 | 30days
Crew : 35 | 18men

Catatan Moderator :
Amur pernah diajukan TNI AL ke Dephan sebagai kapal selam yang ingin dimilikinya. Saat itu rencana pembelian kapal selam ke Russia sebanyak enam kapal selam, yang terdiri dari dua kapal selam kelas Kilo dan sisanya kelas Amur. Namun sayang keputusan terakhir yang diberitakan hanya 1 buah kapal selam kelas kilo yang jadi dibeli.

Selasa, 23 November 2010

Kapal Selam Serang Kelas Scorpene

Kapal Selam Serang Kelas Scorpene

Jika ditelisik asal usulnya, maka kapal selam serang kelas Scorpene terbilang unik. Betapa tidak. Leluhurnya saja ada tiga, yakni kapal selam kelas Agosta, Daphne dan Le Triomphant. Jika Agosta dan Daphne merupakan kapal selam konvensional bertenaga disel maka Le Triomphant kapal selam bertenaga nuklir yang mengusung rudal balistik.
Perancangnya mengklaim Scorpene merupakan bentuk pengejawantahan langkah aplikasi teknologi terkini kapal selam bertenaga nuklir kepada kapal selam bertenaga disel. Berkat rancang bangunnya yang menganut sistem modular maka Scorpene mudah dibangun dalam aneka varian. Pola rancang bangun macam ini telah lebih dulu diadopsi kapal selam tipe U-209 karya Howaldtswerke Deutsche Werft AG (HDW), Jerman. Sebagai catatan salah satu varian kapal selam kelas 209 juga dimiliki TNI AL.
Sebagaimana halnya kapal selam modern pada umumnya Scorpene juga mengadopsi bentuk konstruksi rangka badan model ‘tetes air mata’ berlunas tunggal (single teardrop hull form). Model rangka badan ini pertama kali dipakai kapal selam riset AL AS USS Albacore dan kemudian jadi acuan bentuk konstruksi rangka badan kapal selam masa kini. Bentuk konstruksi ini dianut semua varian Scorpene.
Namun dalam perkara ukuran dimensional dan bobot operasional mereka berbeda. Untuk varian baku (basic) panjang 66,4 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi garis air (draft) 5,8 meter. Sementara varian basic-AIP yang diklaim kedap sonar (stealth) panjang badan mencapai 76,2 meter, lebar 7,1 meter, dan draft 6,65 meter. Tetapi untuk varian compact yang sekilas tampilannya lebih kecil, ukuran panjang, lebar, dan draftnya memang sedikit lebih pendek, yakni 59,4, 5,6, dan 5,2 meter.
Itu baru soal panjang badan total. Dalam hal bobot kapal baik di saat terapung di permukaan laut maupun kala melayang di bawah permukaan laut kondisinya pun setali tiga uang. Ketiga varian Scorpene ini tetap saja tak bisa akur. Bobot apung varian babisa akur. Bobot apung varian basic 1.700 ton, basic-AIP 2.000 ton, dan varian compact 1.450 ton. Sedangkan bobot layangnya 1.790 hingga 2.010 ton tergantung kepada tipe varian dan modifikasi peralatan operasionalnya. Yang unik justru adalah meski bobot layang ketiganya berbeda, tapi kecepatan maksimum berlayar di permukaan lautnya identik, yakni 12 knot.
Hanya saja dalam soal kecepatan maksimum di bawah permukaan laut yang bisa akur hanya varian basic dan basic-AIP yakni sama-sama 21 knot. Sedangkan varian compact hanya 15 knot.
Badan Scorpene generasi awal terbuat dari lapisan baja yang tahan tekanan tinggi (high yield stress steel) tipe 80HLES. Berkat bahan baja yang juga dipakai kebanyakan kapal selam bertenaga nuklir AL Perancis ini semua varian Scorpene sanggup menyelam hingga kedalaman 300 meter. Khusus untuk varian compact, mengingat struktur rangka badannya agak beda dari kedua saudara tuanya, maka kemampuan selamnya terbatas hanya mencapai 200 meter.

Pada Scorpene generasi terkini kabarnya sudah mengadopsi lapisan baja tahan tekanan tinggi tipe 100HLES. Daya tahannya sekitar 25 persen di atas 80HLES. Dengan begitu diperkirakan Scorpene generasi terkini sanggup me-nyelam pada kedalaman lebih dari 350 meter.
Guna mendukung kinerja seperti ini Scorpene butuh tenaga listrik dan tenaga propulsi yang cukup besar. Hingga kini pabrikannya masih merahasiakan jenis mesin disel penghasil tenaga listrik yang dipakai. Tapi diduga ada dua mesin disel besar atau empat mesin disel kecil tipe turbocharged bersemayam di ruang mesinnya. Tiap tipe kumpulan mesin diyakini sanggup menghasilkan tenaga hingga 2.500 kilo Watt. Tenaga listrik ini akan menyusut jika Scorpene bergerak pada kecepat-an lambat atau bahkan sangat lambat.
Saat kecepatan jelajahnya delapan knot penyusutan tenaga gerak Scorpene 25 persen sedangkan jika kecepatannya empat knot penyusutan 10 persen. Jika sampai terjadi kondisi darurat maka ada generator tenaga listrik yang bisa memasok tenaga listrik 2.900 kilo Watt selama dua hari. Sedangkan untuk sistem propulsinya Scorpene mengandalkan satu motor magnet permanen berdaya 3,5 Mega Watt lansiran Leumont Industries.
Berkat berbagai mesin peng-hasil tenaga gerak ini Scorpene diklaim bisa beroperasi di lautan selama 45 hari tanpa henti dan menempuh jarak jelajah hingga 6.400 mil laut tanpa harus kembali ke pangkalan barang seharipun.
Dalam setahun Scorpene bisa berlayar selama 240 hari. Jika perlu Scorpene bisa berkeliaran di bawah permukaan laut tanpa terdeteksi suaranya oleh perangkat sonar musuh (non snorting endurance) selama hampir lima hari dengan kecepatan jelajah empat knot berkat keberadaan satu jenis baterai berkerapatan tinggi (high density battery).
Agar lebih sulit terdeteksi seluruh dinding bagian dalam Scorpene dilapisi bahan khusus yang bisa meredam kebisingan suara yang dihasilkan mesin disel penghasil tenaga gerak dan mesin penggerak tuas pemutar baling-baling tunggal berbilah tujuh.
Agar bisa bekerja maksimal, Scorpene varian basic dan basic-AIP butuh 31 personil untuk mengoperasikannya selama 24 jam. Sedangkan varian compact cuma butuh 22 orang. Selain personil pengawak, Scorpene varian basic masih sanggup menampung tambahan muatan sebanyak enam orang.
Jumlah total ini jauh lebih sedikit ketimbang jumlah awak kapal selam bertenaga nuklir yang butuh 45-50 awak. Sementara teknologi kapal selam negara berkembang umumnya berbasis pada teknologi kapal selam dari era 1960 dan 1970-an. Konsorsium DCNS-Izar mengintegrasikan teknologi kapal selam bertenaga nuklir produk dekade 1990-an kepada kapal selam bertenaga disel yang terkenal mudah dan murah pengoperasiannya.

Disesaki peralatan canggih
Guna memantau kondisi perairan di sekelilingnya Scorpene dibekali perusahaan elektronik Perancis, Sagem, dengan periskop serang yang dapat keluar dari dan masuk ke dalam menara kapal selam (hull penetrating attack periscope) tipe CKO-48/CHO-98 plus perangkat pengamat berbasis teknologi elektronik-optik ber-ujud tiang statis pada menara kapal selam (non penetrating optronics surveillance mast) dari Thales Optronic Systems.
Semua kegiatan operasi kapal dikendalikan IPMS (Integrated Platform Management System - Sistem Manajemen Landasan Terpadu) yang dilengkapi perangkat lunak komputer kedap usikan elektronik dan layar tayang nan lebar. Alat ini buatan CAE Shipmaster. Dengan memadukan aneka peralatan kendali operasi di bawah IPMS maka perancang Scorpene mengklaim barang ciptaannya dapat dikendalikan oleh hanya satu awak.
Hidung pengendus Scorpene banyak ragamnya. Secara garis besar terdiri dari seperangkat sensor bawah permukaan laut (subsurface sensors) dan sensor atas permukaan laut (above water sensors). Perangkat sensor bawah permukaan laut dilansir Thales, tersusun dari sejumlah sistem array. Meliputi array silindris jarak jauh (long range cylindrical array), array penyergap aktif (active intercept array), array penje-jak pasif yang sinyalnya dapat ter-distribusi (distributed passive ranging array), array pendeteksi keberadaan ranjau (mine detection array), dan flank and towed arrays. Sementara perangkat sensor atas permukaan laut mencakup radar tipe 1007 buatan Kelvin-Hughes yang bekerja pada pita gelombang I dan peralatan penghimpun data intelijen secara elektronik (ESM) tipe AR900 lansiran Condor Systems.
Seluruh sistem senjata yang bermukim dalam perut Scorpene sepenuhnya dikendalikan oleh sistem pengendali tempur terpadu taktis SUBTICS. Merupakan kependekan dari SUBmarine Tactical Integrated Combat System, perangkat kendali dijital buatan Underwater Defence Systems International ini sudah dipantek di semua kapal AL Perancis. Oleh perancangnya SUBTICS diklaim mampu mengolah semua data hasil deteksi sekaligus melakukan melacak dan menentukan lokasi sasaran seraya menentukan plus mengendalikan senjata yang dianggap cocok untuk menghancurkan sasaran itu. Basis SUBTICS adalah sistem perhitungan algoritma tingkat lanjut yang dikembangkan guna menganalisa gerakan setiap obyek di sekitar kapal yang dianggap berbahaya sembari memadu semua data hasil kegiatan deteksi dan pelacakan.

AIP-MESMA
Dari ketiga varian Scorpene maka basic-AIP terbilang unik. Pasalnya, varian ini mengadopsi teknologi AIP (Air Independent Propulsion – Propulsi Bebas Uda-ra) yang membuat Scorpene tetap bisa mengisi ulang baterai motor penghasil tenaga listrik tanpa harus muncul ke permukaan laut. Selama ini dengan mengandalkan bahan kedap suara selaku bahan pelapis bagian interior serta baling-baling berderajat kebisingan rendah kapal selam bertenaga disel bisa aman berlayar di bawah permukaan laut karena sukar terdeteksi peralatan sonar musuh. Meski begitu tetap saja ia rentan dipergoki kehadirannya saat harus mengisi ulang baterai generator listrik. Hal itu karena kapal selam harus muncul ke permukaan laut (kehadirannya dapat terdeteksi pesawat patroli bahari) dan tingkat kebisingan yang dihasilkan mesin disel saat mengisi ulang baterai lebih tinggi ketimbang takaran normal.
Untuk mengatasi masalah tersebut kini kapal selam dilengkapi sistem propulsi bebas udara (AIP). Ada banyak ragam sistem AIP. Mulai dari mesin Stirling, sel bahan bakar, hingga mesin disel sirkuit tertutup dan mesin sirkuit MES-MA. Sistem AIP yang disebutkan terakhir ini diadopsi Scorpene sehingga lahir varian basic-AIP. Kata MESMA merupakan kependekan dari Module d’Energie Sous-Marine Autonome. Sistem sirkuit tertutup ini memanfaatkan uap bahan bakar (hasil pemanasan campuran minyak solar dan oksigen cair) untuk menggerakkan turbin. Pada gilirannya turbin menghasilkan tenaga listrik 200 kilo Watt. Produk samping berupa gas karbon dioksida akan dikeluarkan dari badan kapal ke perairan di sekitarnya. Berkat sistem AIP tipe MESMA Scorpene dapat berkeliaran di bawah permukaan laut tanpa henti selama 18 hari.
Sekilas tampilan Scorpene varian basic dan basic-AIP yang mengadopsi MESMA tak begitu jauh berbeda. Perbedaan hanya terletak pada ukuran panjang badan kapal dan bobot saat menyelam varian basic-AIP yang sedikit di atas varian basic. Selain kedua faktor tersebut, boleh dikata kinerja keduanya nyaris identik. Sistem Senjata Pamungkas Ganda
Layaknya kapal selam bertenaga nuklir Scorpene juga mengadopsi sistem kendali senjata mutakhir. Maka selain torpedo sebagai sista utama, Scorpene bisa menembakkan rudal balistik. Demi pertimbangan kepraktisan dan tentu juga faktor harga jual, perancang Scorpene memasang jenis rudal balistik berbasis di kapal selam yang dapat ditembakkan melalui tabung peluncur torpedo. Dengan begitu selain tidak perlu ada ruang khusus untuk menyimpan rudal dengan posisi berjajar vertikal (guna memudahkan penembakan) di dalam badan kapal juga jumlah rudal yang dibawa bisa lebih banyak bila disimpan dalam posisi berjajar horisontal.
Perancang Scorpene masih mempercayakan tabung peluncur torpedo tipe konvensional yang bekerja dengan mekanisme pompa turbin udara (air turbine pump) sebagai sarana peluncur torpedo. Pada haluan Scorpene ada enam tabung peluncur berdiameter 533 milimeter yang bisa dipakai menembakkan torpedo, rudal balistik, atau pun ranjau laut. Tidak jauh dari posisi tabung peluncur torpedo terdapat rak tempat 12 torpedo cadangan atau 30 ranjau laut.
Jenis torpedo andalan Scorpene adalah tipe F17 Black Shark berbobot 1,5 ton lansiran kon-sorsium DCNS-Whitehead Alenia Sistemi Subacquei (WASS). Sebelum Scorpene, Black Shark telah dipakai pada kapal selam bertenaga nuklir kelas Barracuda. Black Shark hasil pengembangan torpedo kelas ringan MU-90/IMPACT produksi Eurotorp. Semula dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan AL Italia mempersenjatai kapal selam baru kelas U-212A. Awalnya dinamai torpedo A-184 Advanced (1997). Pertama kali muncul pada 20 November 2004 dan segera dipesan AL Italia, Perancis dan ketiga negara operator Scorpene. Jangkauan jelajah Black Shark 50 kilometer yang dapat dicapai dalam tempo 15 menit dengan kecepatan jelajah maksimum 52 knot. Khusus Scorpene milik Malaysia, dipakai Black Shark varian baru yang lebih ringan, jangkauan jelajahnya 30 kilometer, kecepatan jelajah maksimum 35 knot, dan bisa beraksi di kedalaman 600 meter.
Motor penghasil tenaga gerak Black Shark tipe brushless axial flux tipe PB50. Tenaganya dipasok baterai alumunium-perak ok-sida (Al-AgO) buatan SAFT Batteries, Perancis. Baterai tipe ini dua kali lebih kuat ketimbang baterai perak-seng (Ag-Zn) yang saat ini dipakai kebanyakan torpedo. Masa pakai baterai Al-AgO mencapai 12 tahun berkat adanya sistem manajemen elektrolit. Sedangkan agar handal menyasar semua jenis sasaran Black Shark mengadopsi pemandu arah gerak akustik pasif / aktif tipe ASTRA (Advanced Sonar Transmitting & Receiving Architecture), sensor penjejak multi sasaran, sistem jaringan pemandu berbasis teknologi serat optik, dan alat penetralir peralatan gelar perang elektronik musuh. ASTRA beroperasi pada gelombang suara frekuensi pasif 15 kHz dan frekuensi aktif/pasif 30 kHz. Berkat kemampuan operasi ganda ini, Black Shark mampu membedakan sinyal elektromagnetik dari sasaran dengan sinyal elektromagnetik dari peralatan akustik pengecoh.
Sebagai alternatif Black Shark, tersedia torpedo Mk.48 ADCAP (ADvanced CAPabilities) yang berbobot 1,68 ton dan keluaran tahun 1989. Torpedo ini hasil pengembangan Mk.48. Sista bawah permukaan air sepanjang 5,8 meter dan berdiamater 533 milimeter ini dapat beraksi dengan atau tanpa bantuan kawat pemandu serta mengandalkan sistem pemandu arah gerak pasif/aktif (active/passive homing device). Meski terbilang sista konvensional tapi karena mampu beraksi pada kedalaman 900 meter dengan kecepatan jelajah hingga 55 knot serta sanggup menjangkau sasaran hingga sejauh 38 kilometer torpedo Mk.48 ADCAP dipercaya AL AS memperkuat kapal selam bertenaga nuklir kelas Los Angeles, Ohio, dan Sea Wolf. Di luar AS, Australia banyak mengakuisisi torpedo berhulu ledak seberat 295 kilogram ini.
Selain torpedo kelas berat, Scorpene juga dimodali rudal balistik untuk melumat sasaran kapal perang permukaan laut. Yang terpilih rudal Exocet varian SM39 Blok 2 buatan MBDA, Perancis. Rudal sepanjang 4,7 meter, ber-diameter 350 milimeter, dan dengan lebar rentang sirip 1,1 meter ini mulai dikembangkan Aerospatiale pada tahun 1975. Sistem pemandu arah gerak rudal subsonik berhulu ledak seberat 165 kilogram ini terdiri atas alat navigasi inersial dan radar pencari sasaran aktif berfasa terminal (active radar seeker for the terminal phase). Untuk meluncurkan SM39 yang berbobot mati 0,66 ton ke permukaan laut dengan kecepatan jelajah Mach 0,93 dapat dipakai tabung peluncur torpedo konvensional. Jangkauan jelajah SM39 ka-barnya bisa mencapai hingga 50 kilometer

Minggu, 21 November 2010

LOS ANGELES submarine

LOS ANGELES submarine

Kode resmi yang disandang oleh kapal selam kelas Los Angeles adalah SSN, artinya monster laut bikinan AS ini tergolong sebagai mesin penyerang (attack). Kalau dibedah tugas yang disandang bisa beragam. Menghantam target darat dengan rudal Tomahawk. Menjebol kapal perang lawn dengan bermodalkan Harpoon. Serta melahap kapal selam lawan dengan torpedo Mk48 atau ADCAP (Advanced Capability). Itulah deretan kesaktian Los Angeles. Predikat hebat juga melekat pada jumlah unit yang dibuat. Sejak di operasikan pertama kali pada 13 November 1976 sebanyak 52 buah kapal telah di luncurkan

Spesifikasi
Kru : 127 orang.
Bobot Selam : 6,927 ton
Bobot Permukaan : 6.080 ton
Panjang (P) : 109 Meter
Beam (b) : 10,1 Meter
Drought : 9,8 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S6G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 31 Knots
Persenjataan : empat tabung Toperdo Multi fungsi

OHIO submarine

OHIO submarine

Bila Soviet berjaya dengan Typhoon maka AL AS cukup bangga dengan kehadiran kapal selam nuklir kelas Ohio. Lantaran rival, jadi sah-sah saja kalau ia juga menerapkan taktik operasi yang sama dengan typhoon. rudal-rudal Triden yang di usung Ohio bisa di pakai menghantam seluruh kota besar Soviet. Dan untuk itu posisi kapal selam tak harus berada pada dekat dengan di wilayah lawan. Ide pembuatan Ohio muncul pada era 70-an. Kala AL AS berniat untuk meracik kapal selam baru buat pengganti pendahulunya yaitu kelas George Washington dan Ethan Allen. Maklum, kedua jenis kapal selam tadi tak bisa dimuati oleh rudal balistik Trident.

Spesifikasi

Kru : 160 orang.
Bobot Selam : 18.750 ton
Bobot Permukaan : 16.764 ton
Panjang (P) : 170,7 Meter
Beam (b) : 12,8 Meter
Drought : 11,1 Meter
Mesin : Sebuah reaktor S8G dengan baling baling tunggal
Kecepatan Mks : 20 Knots
Persenjataan : 24 pelontar vertikal rudal balistik; empat tabung torpedo

Kapal Selam kelas Akula

Akula class submarine rusia

Kapal selam Shchuka-B Proyek 971 dalam perjalanan di Laut Baltik
K-152 Nerpa (bahasa Rusia: К-152 «Нерпа») adalah sebuah kapal selam penyerang tenaga nuklir dari Shchuka-B Proyek 971 (NATO: Akula II). Pembuatannya telah dimulai sejak tahun 1991, tetapi ditunda disebabkan oleh kekurangan dana. K-152 Nerpa telah diluncurkan pada bulan Oktober 2008 dan akan disewakan kepada Angkatan Laut India pada tahun 2009 dan dinamakan sebagai INS Chakra. Nerpa adalah kata Rusia untuk anjing laut Baikal, sedangkan chakra pula adalah kata Sansekerta yang berarti piring, roda atau tenaga kisaran.

Ketika K-152 Nerpa menjalani ujian di Laut Jepang pada tanggal 8 November 2008, sebuah musibah terjadi dan menyebabkan kematian 20 orang anak kapal dan mencederai 21 orang yang lain.Sistem pemadam kebakaran telah membebaskan gas freon di bagian haluan kapal selam, dan melemaskan para spesialis dari kalangan sipil dan ABK AL.

Kecepatan mencapai 12 knot dengan spesifikasi senjata tempur 4 x 650 mm and 4 x 533-mm torpedo tubes for up to 40 torpedoes or missiles OR Up to 42 mines in place of torpedoes.

Pembuatan
Pembuatan telah dimulai di galangan kapal Komsomolsk-on-Amur pada tahun 1991, akan tetapi pembuatannya tertunda disebabkan oleh kekurangan dana setelah krisis ekonomi pada awal tahun 1990-an.[3][4] Setelas sebuah jangka waktu yang lama, kapal yang separuh siap ini disimpan, K-152 Nerpa telah dilengkapi di galangan kapal Vostok di kota tertutup di Bolshoy Kamen, Krai Primorsky.[3] Kapal ini diluncurkan pada bulan Oktober 2008 Laporan media India mencurigai pembuatan kapal selam ini diteruskan setelah mendapat suntikan dana dari India. Hingga tahun 2008, kapal selam ini dimiliki oleh Angkatan Pasifik.
Alexander Golts, penyunting surat kabar pertahanan Yezhednevny Zhurnal, telah menyatakan pada awal 1980-an, galangan kapal Amur tidak putus-putusnya membangun kapal selam, akan tetapi sejak tahun 1993 hingga tahun 2008 hanya membuat sebuah kapal selam. "Para spesialis yang tua telah pergi, sedangkan spesialis yang baru kekurangan profesionalisme."

Rabu, 13 Oktober 2010

Kapal Selam kelas Typhoon


Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer.
Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda.
Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan air tawar
serta untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.

Typhoon adalah nama kapal selam buatan Rusia. "Belut Laut Besi" ini lahir pada bulan Agustus 1980.
NATO menyebut kapal selam ini dengan sebutan "Typhoon". Sedangkan Rusia menyebut kapal selam ini sebagai "Shark".
Kapal selam ini merupakan kapal selam terbesar di dunia. Dengan panjang 170 meter, lebar 23 meter dan berat sekitar 30 ribu ton.
Kapal selam ini dapat bergerak dengan kecepatan di permukaan air 24 Knots atau sekitar 44,5 Km per jam.
Sedangkan kecepatan di dalam air sekitar 50 Km per jam.
Kapal selam raksasa ini dibangun di galangan kapal selam terbesar di dunia, Severodvinsk.
Para insinyur-insinyur komunis menggarap rudal balistik nuklir super jauh sebagai persenjataan pada kapal selam ini.
Oleh karena itu konsekuensi nya kapal selam ini harus berukuran tambun atau besar.
Rudal-rudal balistik nuklir ini dapat diluncurkan untuk menghantam kota-kota penting di Amerika Serikat hanya dari perairan yang masih berada di bawah kontrol Uni Soviet (Rusia).
Kedigdayaan Typhoon tak hanya sebatas dimensi dan kapasitas angkut senjata saja,
tetapi kabarnya kapal selam ini juga mempunyai bodi rangkap yang berfungsi untuk menangkis torpedo ringan lawan.

Kapal selam Typhoon mampu melaju 24 knots karena dilengkapi dengan dua unit reaktor dengan dua unit baling-baling.
Typhoon dapat membawa 20 peluru kendali balistik nuklir dan mampu menyelam sampai kedalaman 400 meter.
Kapal selam ini hanya diproduksi sebanyak 6 buah dan digunakan oleh Rusia sejak tahun 1980.
Karena biaya operasional kapal selam Typhoon sangat mahal, maka kapal selam jenis ini sekarang sudah dipensiunkan.

Spesifikasi
Jumlah Kru : 150 orang
Bobot Selam : 25.000 - 30.000 ton
Panjang : 170 Meter
Lebar : 23 Meter
Drought : 11,5 Meter
Mesin : Dua unit reaktor dengan dua unit baling-baling
Kecepatan Maks : 24 Knots (sekitar 44,5 Km per jam)
Persenjataan : 20 unit rudal balistik SS-N-20 Stugeorr delapan unit tabung torpedo

Kapal Selam Kelas Kilo 636

Kapal Selam Kelas Kilo 636

Kapal selam yang dipesan TNI-AL nantinya merupakan kapal selam bertenaga diesel elektik yang telah dimodernisasi dari kelas Kilo. Ada 2 type dari kelas Kilo yang diprosuksi Russia, yang dipilih TNI-AL type 636/ project 636. Berikut ulasannya.

Sejarah
Kilo adalah nama kelas yang diberikan NATO untuk kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia. Versi asli dari kapal selam ini di Rusia dikenal dengan nama Project 877. Kapal selam kelas ini juga memiliki versi yang lebih baru yang dikenal dengan nama Improved Kilo dan di Rusia dikenal dengan Project 636.
Berfungsi sebagai anti kapal permukaan dan anti kapal selam dan beroperasi di perairan dangkal. Kapal selam kelas kilo mampu beroperasi dengan tenang. Project 636 dikenal sebagai salah satu kapal selam yang menghasilkan suara terlemah di dunia.
Kapal selam pertama kelas kilo untuk angkatan laut Uni Sovyet beroperasi pada tahun 1982. Angkata laut Rusia masih memiliki kapal selam kelas ini. Angkatan laut Rusia per tahun 2000 dilaporkan memiliki 14 buah kapal selam kelas ini termasuk 7 cadangan. 21 buah diekspor ke beberapa negara : Aljazair (2 kelas Kilo), China (2 kelas Kilo, 2 kelas Improved Kilo, dan 8 kelas Improved Kilo dalam pesanan), India (10 kelas Kilo), Iran (3 kelas Kilo), Polandia (1 kelas Kilo - ORP Orzel (kelas Kilo), Rumania (1 kelas Kilo, dalam keadaan tidak operasional) dan Indonesia (1 kelas Improved Kilo dalam pesanan).

Spesifikasi
Ada beberapa varian kelas Kilo sehingga spesifikasi berikut mungkin tidak cocok untuk semua varian. Berikut adalah spesifikasi secara kasar.
• Bobot : 2.300-2.350 ton ketika mengapung. 3.000-4.000 tons ketika menyelam.
• Dimensi : Panjang : 70-74 meter.
• Beam: 9.9 meter.
• Draft: 6.2-6.5 meter.
• Kecepatan maksimum: 10-12 knot ketika mengapung. 17-25 knot ketika menyelam.
• Sistem propulsi : Diesel elektrik.
• Kedalaman maksimum : 300 meter (operasional : 240-250 meter).
• Ketahanan : 400 mil ketika menyelam dengan kecepatan 3 knot. 6.000 mil ketika mengapung dengan kecepatan 7 know.(7.500 mil pada kelas Improved Kilo). 45 hari di laut.
• Persenjataan Pertahanan udara : 8 roket permukaan ke udara SA-N-8 Gremlin atau SA-N-10 Gimlet.
• Torpedo : 18 torpedo atau 24 ranjau, enam buah tabung torpedo 533mm.