Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tempur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tempur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2011

Messerschmitt Bf 110

Messerschmitt Bf 110

Pesawat tempur paling penting kedua yang didesain oleh Willy Messerschmitt, Bf 110 dibuat karena kebutuhan Reichsluftfahrtministerium akan pesawat tempur jarak jauh atau destroyer (Zerstorer) berkapasitas senjata besar pada 1934. Dari konfigurasi monoplane sayap (terpasang) rendah (di bodi pesawat) kantilever, pesawat tempur dua-kursi ini mempunyai bodipesawat bagian-oval, kanopi transparan panjang, ekor pesawat terpasang-tinggi (pada bodi) dengan plat sirip dan kemudi diujungnya, roda pendaratan yang dapat ditarik masuk, dan dua mesin in-line Daimler-Benz DB 600. Ketika purwarupa pesawat ini terbang pertama kali pada 12 Mei 1936, pesawat ini mampu mendemonstrasikan kecepatan memutar/membelok yang sangat memuaskan. Akan tetapi, tes selanjutnya menunjukkan bahwa pesawat ini mungkin akan menghadapi masalah pada saat pertempuran, karena walaupun kecepatannya sangat tinggi, tetapi manuverabilitinya tidaklah cukup baik.

Bf 110A-0 pre-produksi yang bertenaga dua mesin 454.5kW Junkers Jumo 210B, menunjukkan kemunduran performa. Produksi awal Bf 110B mempunyai mesin similar tetapi telah ditingkatkan tenaganya. Hanya sedikit pesawat versi ini yang dibuat sebelum mesin 820kW DB 601A digunakan untuk pesawat yang lebih bertenaga Bf 110C. Sayangnya Luftwaffe tidak mungkin mengevaluasi Bf 110 dalam Perang Sipil Spanyol, dengan hasil bahwa ketika Bf 110C mengawal bomber yang menghancurkan Polandia pada awal PD II, mereka dipercaya telah mendapatkan senjata baru yang sangat berharga. Kepercayaan ini semakin kuat ketika sebelum Natal 1939, Bf 109 dan 110 menghancurkan 12 dari 22 Wellingtons yang melakukan pengintaian di Heligoland Bight.

Bf 110C dan Bf 110D (yang berjarak jangkau lebih) diluncurkan dengan penuh kepercayaan diri melawan Inggris pada musim panas 1940. Akan tetapi sebelum Battle of Britain mencapai puncaknya, sangat terlihat bahwa Bf-110 bukanlah tandingan pesawat tempur kursi-tunggal RAF yang mempunyai manuverabilitas sangat tinggi.

Walaupun kegagalan perannya, Bf 110 telah membuktikan diri sebagai pesawat yang paling berharga dan paling sukses sebagai pesawat tempur-malam sebelum pesawat yang lebih canggih dibuat. Bf 110E bermesin DB 601N dan Bf 110F bermesin DB 601E menjadi inti dari berbagai operasi. Dalam beroperasi pesawat ini dipandu dengan radar Wiirzburg agar posisinya tepat pada malam hari.

Pesawat tempur-malam tiga kursi Bf 110 diikuti dengan produksi Bf 110G bermesin DB 605B yang versi awalnya digunakasn sebagai bomber-tempur. Akan tetapi varian empat-kursi Bf110G-4a, -4b, -4c, dan -4d yang dilengkapi dengan radar yang berbeda digunakan untuk operasi pada malam hari. Produksi akhir dari Bf 110 adalah versi Bf 110H, yang secara umum sama dengan Bf 110G tetapi mempunyai persenjataan yang lebih banyak. Selama awal 1944 hampir 60% dari seluruh angkatan pesawat tempu-malam Jerman terdiri atas varian Bf 110. Total 6.000 pesawat ini telah dibuat sebelum produksi berakhir.

Specifications
Model: Messerschmitt Bf 110G/R3 Zerstorer (Destroyer)
Length: 42.81 ft; 13.05 m
Width: 53.31 ft; 16.25 m
Height: 13.71 ft; 4.18 m
Engine(s): 2 x Daimler-Benz DB 601B-1 inverted V-12 piston engines generating 1,474hp.
Empty Weight: 11,222 lbs; 5,090 kg
MTOW: 21,804 lbs; 9,890 kg
Max Speed: 342 mph; 550 km/h; 297 kts
Max Range: 1,305 miles; 2,100 km
Ceiling: 26,247 ft; 8,000 m; 5.0 miles
Climb Rate: 2,170 ft/min (661m/min)
Hardpoints: 2
Armament: 2 x 30mm cannons in nose; 2 x 20mm cannons in nose; 2 x 7.92mm machine guns in rear cockpit
Crew: 2
Operators; Nazi Germany

MESSERSCHMITT GMBH

MESSERSCHMITT GMBH

Didirikan oleh Willi Messerschmitt di Bamberg pada 1923 dengan nama Messerschmitt Flugzeugbau; menjadi GmbH pada 28 April 1926. Merger dengan Bayerische Flugzeugwerke pada 8 September 1927, tetapi direkonstitusi pada Juni 1931 ketika BFW bangkrut. BFW dibentuk kembali pada 1933 dan di namai kembali dengan Messerschmitt AG pada 11 Juli 1938. Bergabung dengan Bolkow menjadi Messerschmitt Bolkow GmbH pada 1968 dan kemudian dengan Hamburger Flugzeugbau untuk membentuk Messerschmitt-Bolkow- Blohm pada 14 Mei 1969.

Messerschmitt berhasil membuat S-16 powered glider yang terbang pada 1924; Airliner mesin tunggal M-18 tiga penumpang yang dibuat untuk Nordbayerische Verkehrsflug AG dan lainnya pada 1925. Kemudian M-20 dan M-20b untuk Lufthansa pada 1928, serta pesawat yang sangat sukses M-23 pesawat sport dua-kursi pada 1929.

Setelah dinamai ulang pada 1938, Messerschmitt melanjutkan produksinya yaitu pesawat tempur BFW Bf 108 dan Bf 109, serta pesawat tempur jarak jauh mesin ganda Bf 110. Pesawat tempur Me-163 bertenaga roket pertama kali terbang pada 1941, dan Pesawat tempur bermesin jet ganda Me-262 pada 18 Juli 1942. Bf-110 dikembangkan menjadi pesawat tempur-bomber Me-210 pertama kali terbang pada 2 September 1939, dibuat sampai 1944 dan Me-410 yang terbang pertama kali pada akhir 1942. Pesawat angkut tentara/cargo Me 321 Gigant (dengan bentang sayap 54,68 m) diperkenalkan pada 1941; 175 pesawat dibuat bersama dengan 201 pesawat Me 323 bermesin radial Gnome- Rhone.

Setelah perang berakhir, Messerschmitt direkonstitusi menjadi Flugzeug-Union Sud dengan Heinkel pada Agustus 1956, membangun Fouga Magister di bawah lisensi dan menjadi bagian dalam program Fiat G.91, Lockheed F-104G, Transall C.160 dan Bell UH-1D.

Purwarupa pertama terbang dan kemudian mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan pilot Hans Hackmack tewas pada 26 Februari 1928. Purwarupa kedua terbang pada 3 Agustus 1928. 14 Pesawat dibuat untuk Lufthansa, 11 di antaranya hancur baik karena kecelakaan ataupun tertembak musuh.

Specification
MODEL: M 20b
CREW: 2
PASSENGERS: 8-10
ENGINE: 1 x BMW-VI, 500kW
WEIGHTS:
Take-off weight 4800 kg 10582 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 25.5 m; 83 ft 8 in
Length: 15.9 m; 52 ft 2 in
Height: 4.2 m; 13 ft 9 in
Wing area: 65.0 m2; 699.65 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 220 km/h; 137 mph
Cruise speed: 180 km/h; 112 mph
Ceiling: 5000 m; 16400 ft
Range w/max.fuel: 1000 km; 621 miles

Kamis, 17 November 2011

Messerschmitt Bf 108 Taifun

Messerschmitt Bf 108 Taifun

Pesawat monoplane kabin empat-kursi Messerschmitt Bf 108 pada awalnya dibuat sebagai M 37 oleh perusahaan Bayerische Flugzeugwerke (yang menjadi Messerschmitt pada 1935) untuk Challenge de Tourisme Internationale pada 1934. Produksi sebagai Bf 108 Taifun dimulai pada 1934.

Dioperasikan oleh Luftwaffe selama PD II sebagai pesawat komunikasi dan transport personel. Pesawat ini bermesin 179kW Argus As.10C.

Specification
MODEL: Bf 108B
CREW: 1
PASSENGERS: 3
ENGINE: 1 x Argus As 10C, 179kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 1385 kg; 3053 lb
Empty weight: 880 kg; 1940 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 10.50 m; 34 ft 5 in
Length: 8.30 m; 27 ft 3 in
Height: 2.30 m; 7 ft 7 in
Wing area: 16.40 m2; 176.53 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 300 km/h; 186 mph
Ceiling: 5000 m; 16400 ft
Range: 1000 km; 621 miles

Su-27 FLANKER

Su-27 FLANKER

Pada pertengan 1970an, F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon membuat Blok Timur berada pada kesulitan. Peluncuran Su-27 Flanker dan MiG-29 Fulcrum pada pertengahan 1980an, membuat keadaan menjadi berimbang. Didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire dan kemampuan untuk membawa sampai 10AAM. Su-27 yang mempunyai manuverabilitas hebat merupakan salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Purwa rupa pertama “Flangker-A” terbang pada 20 Mei 1977 dan diresmikan sebagai “Flanker B” pada 1984. Pengembangan pesawat tempur Su-27 telah selesai pada awal 1980an, dan sesudahnya membuat lebih dari 40 rekor dunia untuk kecepatan altitude dan take-off. Pesawat ini merupakan pelopor dari sebuah jenis/keluarga pesawat termasuk pesawat latih Su-27UB, pesawat tempur Su-33, pesawat multi-misi Su-37 dan pesawat spesialis dua tempat duduk Su-32FN. Su-27UB adalah versi Su-27 dengan 2 tempat duduk yang pertama kali terbang pada Maret 1985.

Su-27 tidak hanya beroperasi di Rusia dan negara-negara CIS, tetapi juga di China dan Vietnam. Cina juga memebeli lisensi untuk produksi pesawat Su-27 sendiri. Pada 1997 Sukhoi menandatangani kontrak dengan Vietnam seharga $180 juta untuk mensuplai 6 Su-27 (2 Su-27SK dan 4 Su-27UB). Sukhoi mengirim 4 di antaranya oada 1996 dan 2 hancur karena kapal pengangkutnya menabrak blok apartemen di Irkutsk. Diperkirakan Vietnam membeli 24 pesawat tempur Sukhoi dengan harga $800 juta di akhir millennium lalu.
Su-27 mempunyai sayap yang dipasang menengah (di bagian tengah badan pesawat) dan berbentuk semidelta dengan ujung kotak. LERX memanjang di bawah dan depan akar sayap. Terdapat dua mesin di dalam badan pesawat. Terdapat “air intakes” (saluran udara) berbentuk kotak dan “diagonally-cut” (terpotong secara diagonal), terpasang di bawah sayap sepanjang samping bodi pesawat. Bodi pesawat berbentuk segiempat dari saluran udara sampai ekor pesawat. Hidung meruncing dan terdapat kanopi gelembung. Sirip ekor tertekuk ke belakang, tajam denganujung kotak dan terpasang di luar mesin. “Flats”-nya dipasang di tengah (mid-mounted), tertekuk ke belakang dan tajam. Mempunyai sistem “airbrakes” yang dipasang di atas bodi pesawat, di belakang kokpit

HISTORY:
First Flight : (T10-1) 20 May 1977, (T10-3) 23 August 1979, (T-10S-1) 20 April 1981, (Su-27UB) 7 March 1985
Service Entry : December 1984

[]bCREW: one: pilot[/b]

ESTIMATED COST: $40 to $70 million

DIMENSIONS:
Length: 71.92 ft (21.94 m)
Lebar Sayap : 48.17 ft (14.70 m)
Height : (Su-27S) 19.42 ft (5.92 m); (Su-27UB) 20.83 ft (6.36 m)
Wing Area: 667.8 ft2 (62.04 m2)
Canard Area : not applicable

WEIGHTS:
Empty: (Su-27S) 36,115 lb (16,380 kg); (Su-27UB) 38,580 lb (17,500 kg)
Normal Takeoff : (Su-27S) 51,015 lb (23,140 kg); (Su-27UB) 53,220 lb (24,140 kg)
Max Takeoff: (Su-27S) 62,390 lb (28,300 kg); (Su-27S) 72,750 lb (33,000 kg) [final production lot]; (Su-27UB) 67,130 lb (30,450 kg)
Fuel Capacity : internal: 20,725 lb (9,400 kg), external: none
Max Payload: 8,820 lb (4,000 kg) normal load; 17,640 lb (8,000 kg) maximum allowable load

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans
Thrust : 33,510 lb (149.06 kN); 55,116 lb (245.18 kN) with afterburner

PERFORMANCE:
Max Level Speed
at altitude: (Su-27S) 1,555 mph (2,500 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.35; (Su-27UB) 1,335 mph (2,150 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.0
at sea level: 870 mph (1,400 km/h), Mach 1.14
Initial Climb Rate: unknown
Tinggi maksimal: (Su-27S) 60,700 ft (19,000 m), (Su-27UB) 57,400 ft (17,500 m)
Jarak jangkau: 1,510 nm (2,800 km)
ferry: (Su-27S) 2,010 nm (3,720 km), (Su-27UB) 1,620 nm (3,000 km)
g-Limits: +9

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (150 rds)
Stations : ten external hardpoints: two tandem under the fuselage centerline, two under the air ducts, four under the wings, two on the wingtips
Air-to-Air Missile: R-60/AA-8 Aphid, up to six R-27R/T AA-10 Alamo-A/B, up to four R-27ER/ET AA-10 Alamo-C/D, R-73/AA-11 Archer, R-33/AA-9 Amos
Air-to-Surface Missile: none
Bomb : free-fall, cluster bombs
Other: rocket pods, ECM pods

Sabtu, 15 Oktober 2011

Supermarine Attacker

Supermarine Attacker

Pada tahun 1944 perusahaan Supermarine membuat pesawat tempur baru sebagai pengganti Supermarine Spitfire dan diberi nama Supermarine Spiteful. Namun pesawat ini tidak jadi diproduksi dan hanya dibuat sebanyak 19 unit saja. Spiteful kemudian dijadikan dasar pengembangan pesawat tempur jet Supermarine Attacker yang berhasil melakukan first flight pada tanggal 27 Juli 1946. Semula pesawat ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Inggris, namun kemudian RAF kehilangan minat akan jet tempur ini sehingga akhirnya produksi Attacker ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Inggris.

Supermarine Attacker adalah pesawat jet tempur pertama yang dimiliki oleh Angkatan Laut Inggris. Walaupun berhasil melakukan first flight pada tahun 1946, namun ternyata pesawat ini masih harus mengalami pengembangan lebih lanjut. Sebagai pengisi kekuatan sementara, Angkatan Laut Inggris akhirnya terpaksa menggunakan de Havilland Sea Vampire yang merupakan varian angkatan laut dari pesawat tempur de Havilland Vampire. Supermarine Attacker sendiri akhirnya digunakan secara operasional oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1951.

Pesawat tempur ini hanya dioperasikan secara singkat oleh Angkatan Laut Inggris dan tidak pernah digunakan dalam pertempuran. Supermarine Attacker digunakan oleh skadron-skadron tempur Angkatan Laut Inggris sampai dengan tahun 1954 dan kemudian dialihkan kepada kekuatan cadangan Angkatan Laut Inggris sebelum akhirnya dipensiunkan pada tahun 1957. Selain AL Inggris, Attacker juga digunakan oleh Angkatan Udara Pakistan yang membeli 36 unit Attacker pada tahun 1953. Attacker milik AU Pakistan dipensiunkan pada tahun 1964.

Specifications ( Attacker F.1 )
Crew : 1
Powerplant : 1 x 22 kN Rolls-Royce Nene turbojet engine
Length : 11.43m
Wingspan : 11.23m
Height : 3.02m
Empty weight : 3,826 kg
Gross weight : 5,539 kg
Maximum speed : 950km/h
Range : 950 km
Service ceiling : 13,716m
Armament : 4 x 20mm Hispano Mk.V cannons

Vought F6U Pirate

Vought F6U Pirate

F6U Pirate adalah pesawat jet pertama yang dibuat oleh pabrikan Vought. Pesawat ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut AS dan terbang pertama kali pada tanggal 2 Oktober 1946. Sejumlah pesawat sempat ditugaskan pada sakdron-skadron uji coba operasional US Navy, namun ternyata kemampuan pesawat ini tidak memuaskan Angkatan Laut AS sehingga akhirnya proyek pengadaan F6U Pirate dibatalkan pada tahun 1950 setelah sempat dibuat sebanyak 33 unit pesawat.

Specifications (F6U-1)
Crew : 1
Powerplant : 1 x 18.78N / 4,224 lb-afterburning thrust Westinghouse J34-WE-30A turbojet engine
Length : 11.46m
Wingspan : 10.00m
Height : 3.39m
Weight empty : 3,320 kg
Loaded weight : 5,850 kg
Maximum speed : 959 km/h
Range : 1,880 km
Service ceiling : 14,100m
Armament : 4 x 20mm cannons

Selasa, 13 September 2011

Sukhoi Su-3

Sukhoi Su-3 (I-360); 1942

Pada saat evakuasi OKB Sukhoi ke Novosibirsk, purwarupa dari pengembangan Su-1, yaitu SU-3, sedang dalam pembuatan. Pada awalnya diberi kode I-360, Su-3 memakai bodi pesawat dan permukaan ekor dari Su-1 dengan sayap yang baru secara keseluruhan dengan bentang yang lebih pendek sehingga mengurangi luar permukaan sayap sebanyak 2 m2. Kapasitas radiator diperbesar, tetapi bagian utama lainnya sama persis dengan Su-1.

Su-3 mempertahankan mesin M-105P dan persenjataan dari Su-1. Pembuatan Su-3 selesai di Novosibirsk dan mulai melakukan uji terbang pada musim panas 1942. Walaupun TsIAM bertanggung jawap penuh atas pengembangan turbo-supercharger TK-2, kekurangan-kekurangan principal tetap ditemui, dan sebagai konsekuensinya pengembangan dari Su-3 tidak dilanjutkan pada 1942.

Spesifikasi:

BERAT:
Berat Lepas-Landas: 2860 kg; 6305 lb
Berat Kosong: 2490 kg; 5490 lb
DIMENSI
Bentang Sayap: 10.10 m; 33 ft 2 in
Panjang: 8.42 m; 27 ft 7 in
Tinggi: 2.71 m; 8 ft 11 in
Luas Sayap: 17.00 m2; 182.99 sq ft
PERFORMA
Kecepatan Max.: 638 km/h; 396 mph
Jarak Operasional: 700 km; 435 miles

Senin, 12 September 2011

Sukhoi Su-8

Sukhoi Su-8 (DDBSh); 1943

Fungsi: Pesawat Serang Darat (Ground Attack)
Pembuat: Sukhoi
Didesain oleh: Pavel Sukhoi
Penerbangan Pertama: 1944
Status: Prototype only
Jumlah dibuat: 2
Sukhoi Su-8 atau DDBSh (Dalam bahasa Rusia: Су-8 ДДБШ - Двухмоторный Двухместный Бронированный Штурмовик – Pesawat serang darat berlapis baja-berkursi dua-bermesin ganda) adalah purwarupa pesawat serang berat milik Soviet dari Great Patriotic War.

Pengembangan

Ketika Sukhoi sedang menyempurnakan pesawat serang ringan Sukhoi Su-6, OKB juga mengembangkan pesawat besar, berat, bersenjata berat dan berlapis baja Su-8. Dua purwarupa selesai pada 1943 dan melakukan uji pabrik pada 1944, tetapi tidak dapat lolos dari uji pemerintah maupun produksi karena ketidakadaan mesin M-71. Sebuah usaha dilakukan dengan mengganti mesin menjadi Mikulin AM-42 tetapi tidak terlihat adanya perkembangan.

Su-8 mempunyai konstruksi tetap. Kokpitnya berlapis baja, dengan bodi pesawat menengah berbahan aluminium dan ekor monocoque (konstruksi dengan frame berbentuk seperti tabung yang dilapisi dengan bahan tertentu) kayu. Sayapnya terbuat dari konstruksi baja dan aluminium dengan lapisan kayu (triplek) pada bagian luarnya. Kemudi kembarnya berbahan logam. Sebagai tambahan untuk kokpit, mesin, tangki bahan bakar dan oli pendingin semua berlapis baja, dengan berat lapis baja total 1.680 kg (3.705 lb), lebih dari dua kali berat lapis baja pada Ilyushin Il-2.

Specifikasi (Su-8)

Karakteristik Umum:
•Awak: 2
•Panjang: 13.5 m (ft in)
•Bentang Sayap: 20.5 m (ft in)
•Tinggi: ()
•Luas Sayap: 60 m² (646 ft²)
•Berat Kosong: 9,180 kg (20,240 lb)
•Berat dengan Muatan: 12,425 kg (27,390 lb)
•Berat Lepas Landas Max.: 13,380 kg (29,500 lb)
•Mesin: 2× Mesin Radial Shvetsov M-71F, dengan kekuatan masing-masing 1,640 kW (2,200 hp)

Performa:
•Kecepatan Maksimal: 550 km/h (300 kn, 340 mph) pada 4,600 m (15,090 ft)
•Jarak Operasional: 1,450 km (785 nmi, 900 mi)
•Tinggi Operasional Max.: 9,000 m (29,530 ft)
•Kecepatan Naik: 9 min to 5,000 m (16,405 ft)

Persenjataan
•4 ×Kanon Nudelman N-37 37 mm (1.46 in) atau 4 × Nudelman N-45 45 mm (1.78 in) di bawah badan pesawat.
•8 × Senapan Mesin ShKAS 7.62 mm (0.30 in) (empat di setiap sayap)
•1 × senapan mesin UBT 12.7 mm (0.50 in) di turret atas
•1 × ShKAS 7.62 mm di turret bawah
•Berat amunisi total 232 kg (510 lb)
•Bom hingga 1400 kg (3,085 lb)

Yakovlev Yak-15 Feather

Yakovlev Yak-15 Feather

Yak-15 adalah salah satu pesawat jet tempur pertama Uni Soviet. Prototype pesawat tempur ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 24 April 1946, bersamaan dengan first flight prototype MiG-9. Yak-15 sendiri kemudian diproduksi sebanyak 280 unit.

Sama halnya seperti MiG-9, Yak-15 juga menggunakan mesin yang berasal dari mesin jet buatan Jerman yang berhasil direbut oleh Uni Soviet pada akhir Perang Dunia II. Dalam hal ini yang digunakan adalah mesin Tumansky RD-10 yang merupakan hasil jiplakan dari mesin Junkers Jumo 004. Yak-15 sendiri pada dasarnya merupakan hasil modifikasi besar-besaran terhadap pesawat tempur Yak-3, terutama penggantian mesin piston Klimov VK-105 dengan mesin jet Tumansky RD-10.

Specifications (Yak-15)
Crew : 1
Powerplant : 1 x 8.9 kN Tumansky RD-10 turbojet engine
Length : 8.70m
Wingspan : 9.20m
Height : 2.27m
Weight empty : 1,918 kg
Loaded weight : 2,234 kg
Maximum speed : 805 km/h
Range : 510 km
Service ceiling : 13,350m
Armament : 2 x 23mm NS-23 cannons

Kamis, 08 September 2011

HESA Saegheh-80

HESA Saegheh-80

Iranian Aircraft Industries (IACI) telah bergabung dengan Malek Ashtar's Aeronautical Research Center untuk mengembangkan pesawat domestik Iran. Pesawat Saeqeh diharapkan mampu lebih hebat dari pada generasi sebelumnya Azarakhsh. Pesawat tempur ringan Saeqeh diharapkan dapat berperan sebagai pesawat tempur generasi baru dan jet trainer. Pesawat kursi-tunggal dengan mesin kembar ini akan cocok untuk berbagai macam peran udara-ke-udara dan kebutuhan support.

IACI menyebutkan bahwa proyek ini sudah dimulai beberapa tahun yang lalu, tetapi karena biaya besar yang mencapai $400 juta, maka mereka menghadapi banyak kendala. Saeqeh mampu terbang dengan kecepatan 1.7 Mach atau setara 2.083 km/jam dengan berat sekitar 4.700 kg. Kokpit dan sistem avionik pesawat ini kompatibel dengan display dan sistem lain pada pesawat tempur canggih lain termasuk F-15, F-16, MiG-29, Rafale dan Eurofighter. Sistemnya termasuk simulasi skenario tempur, simulasi operasional senjata dan sistem pertahanan diri, sistem perencanaan misi dan kemampuan debriefing. IACI mengharapkan pesawat ini dapat dipasarkan di negara Asia lain.

Specifications (HESA Saegheh-80)
General characteristics
Length: Nearly 14.70m
Wingspan: 8.80m
Maximum speed: mach 1.8 & mach 1.6 (flying
above water) modified J85 engine with 15.400 lbf thrust (I wouldn't call it J85 anymore!)
Maximum Range: 3.000km (modified flexible
tanks)
Weapon Load: Slightly more than F-5
Service Ceiling: Almost same as F-5
First Flight: 2004
Estimated price: 15 million dollar

Grumman FF-1

Grumman FF-1

FF-1 adalah pesawat pertama yang dibuat oleh Grumman untuk Angkatan Laut AS. Fighter dengan konfigurasi biplane ini adalah pesawat AL AS pertama yang menggunakna retractable landing gear.

Prototype pesawat ini terbang pertama kali pada tanggal 29 Desember 1931 dan berhasil mencapai kecepatan 314 km/jam. AL AS kemudian membeli sebanyak 60 unit, 27 unit merupakan versi fingther FF-1 dan 33 unit lainnya merupakan versi intai SF-1. Pesawat ini digunakan oleh AL AS dari tahun 1934 sampai dengan tahun 1936 sebelum kemudian ditarik dari garis depan dan digunakan sebagai kekuatan cadangan. Pada tahun 1940 semua pesawat FF-1/SF-1 milik AL AS yang masih ada dimodifikasi dengan dual control dan dijadikan pesawat latih dengan kode FF-2.

Kanada kemudian membeli lisensi pesawat ini dan dibuat sebanyak 57 unit. Sebanyak 40 unit di antaranya kemudian dijual kepada pihak Republik Spanyol dan ikut digunakan dalam Perang Saudara Spanyol. Kemudian Kanada juga menjual pesawat ini masing-masing satu unit kepada Unit Penerbangan Militer Nikaragua dan Angkatan Laut Jepang. Angkatan Udara Kanada sendiri mengoperasikan 15 unit FF-1 hasil lisensi (yang diberi nama Goblin I) dari tahun 1940 sampai dengan tahun 1942.

Specifications (FF-1) :
Crew : 2
Length : 7.47 m
Wingspan : 10.52 m
Height : 3.38 m
Empty weight : 1,405 kg
Maximum take-off weight : 2,121 kg
Powerplant : 1 x 700 hp Wright R-1820-78 Cyclone radial engine
Maximum speed : 333 km/h
Range : 1,100 km
Service ceiling : 6,735 m
Rate of Climbing : 508 m/minute
Armament : 2 x 7.62mm machine guns; 1 x 100 lb (45kg) bomb

Minggu, 04 September 2011

Northrop F-89 Scorpion

Northrop F-89 Scorpion

Selain Lockheed F-94 Starfire, jet tempur AS lainnya yang merupakan all weather interceptor fighter adalah Northrop F-89 Scorpion. Berbeda dengan F-94 yang dikembangkan dari pesawat latih jet T-33, F-89 adalah hasil desain baru yang benar-benar dirancang sebagai jet tempur segala cuaca. Pesawat tempur ini terbang pertama kali pada tanggal 16 Agustus 1948 dan mulai digunakan secara operasional pada bulan September 1950.

Angkatan Udara AS menggunakan F-89 Scorpion untuk menggantikan P-61 Black Widow dan F-82 Twin Mustang. Varian awal jet tempur ini (F-89A/B/C) dipersenjatai dengan enam pucuk kanon kaliber 20mm serta cantelan senjata di bawah sayap yang bisa dipasangi enam belas roket kaliber 127mm atau bom seberat 1.455 kg. Namun varian yang paling banyak dibuat adalah F-89D yang terbang pertama kali pada tanggal 23 Oktober 1951 dan mulai digunakan secara operasional pada tahun 1954.

Varian F-89D dibuat sebanyak 682 unit. Pada varian ini dilengkapi dengan radar APG-40 (yang dapat mendeteksi sasaran dari jarak 80 km), fire control E-6 buatan Hughes, dan komputer AN/APA-84. F-89D dipersenjatai dengan dua pod roket yang masing-masing berkapasitas 52 buah roket kaliber 70mm, sehingga secara total dipersenjatai dengan 104 roket kaliber 70mm. Nothrop kemudian mengembangkan F-89D menjadi varian F-89E, F-89F, dan F-89G. Namun ketiga varian tersebut tidak berhasil menarik minat USAF sehingga hanya dibuat prototype saja. Baru pada varian F-89H Angkatan Udara AS tertarik dan kemudian menggunakannya pada tahun 1956.

F-89H dilengkapi dengan fire control E-9 buatan Hughes, sama seperti yang digunakan pada jet tempur Convair F-102 Delta Dagger. Masih menggunakan dua pod senjata seperti pada F-89D, hanya saja persenjataan varian F-89H berubah menjadi enam rudal udara ke udara AIM-4 Falcon dan 42 roket kaliber 70mm.

Pada tahun 1956-1957 Angkatan Udara AS menggelar Project Ding Dong, upaya untuk meningkatkan kemampuan varian F-89D. Sebanyak 350 unit varian F-89D kemudian dikonversi menjadi varian F-89J. Varian ini mempunyai kemampuan untuk meluncurkan AIR-2 Genie, roket udara ke udara yang memiliki jarak tembak 9,7km dan dilengkapi dengan hulu ledak nuklir tipe W25. Kemampuan senjata nuklir tersebut pernah diuji coba dalam Operation Plumb Bob di tahun 1957.

F-89 Scorpion digunakan oleh USAF sampai dengan tahun 1959 dan kemudian dialihkan kepada unit-unit Air National Guard yang mengoperasikan F-89 sampi dengan tahun 1969.

Specifications (F-89D)
Crew : 2
Powerplant : 2 x 32.11kN / 7,200 lb-afterburning thrust Allison J35-A-35 turbojet engines
Length : 16.41m
Wingspan : 18.18m
Height : 5.36m
Weight empty : 11,428 kg
Maximum take-off weight : 19,160 kg
Maximum speed : 1,024 km/h
Range : 2,200 km
Service ceiling : 15,000m
Armament : 104 x 70mm rockets

Senin, 11 Juli 2011

Grumman F11F Tiger

Grumman F11F Tiger

Pada saat F9F Cougar melakukan terbang perdana pada tanggal 20 September 1950, Grumman sebenarnya sudah mulai merancang jet tempur baru untuk menggantikan F9F Panther dan F9F Cougar. Fighter baru yang memiliki kemampuan terbang supersonik tersebut adalah F11F Tiger yang kemudian melakukan terbang perdana pada tanggal 30 Juli 1954.

F11F Tiger adalah fighter yang cukup mudah untuk diterbangkan dan mudah untuk dirawat, Namun mesin turbojet Wright J65 yang digunakan oleh pesawat ini ternyata sering mengalami masalah dan kurang bertenaga sehingga mengurangi jarak tempuh dan kemampuan terbang F11F. Sebagai akibatnya pesawat ini hanya diproduksi sebanyak 200 unit dan hanya digunakan sebagai fighter selama empat tahun saja, yaitu dari tahun 1957 sampai dengan tahun 1961 dan kemudian digantikan oleh F-8 Crusader.

Dianggap tidak layak sebagai fighter, F11F Tiger kemudian digunakan sebagai pesawat latih sampai dengan tahun 1967. Namun pesawat ini memiliki kemampuan manuver yang cukup baik sehingga kemudian digunakan oleh team aerobatik Blue Angels mulai tahun 1957 sebelum akhirnya digantikan oleh F-4 Phantom pada tahun 1969.

Specifications (F11F-1) :
Crew : 1
Length : 14.31 m
Wingspan : 9.64 m
Height : 4.03 m
Empty weight : 6,091 kg
Maximum take-off weight : 10,052 kg
Powerplant : 1 x 7,450 lb (3,379 kg) thrust Wright J65-W-18 turbojet engine
Maximum speed : 1,207 km/h
Range : 2,044 km
Service ceiling : 12,770 m
Rate of Climbing : 1,565 m/minute
Armament : 4 x 20mm cannons and 4 x AIM-9 Sidewinder air-to-air missiles

Jumat, 17 Juni 2011

F-16 Fighting Falcon Multi-Role Fighter

General Dynamics (now Lockheed Martin) F-16 Fighting Falcon Multi-Role Fighter

Deskripsi:
Dianggap oleh kebanyakan orang sebagai pesawat tempur tebaik pada masanya, F-16 merupakan salah satu desain pesawat tempur paling popular di dunia. F-16 pada awalnya dibuat di bawah program Pesawat Tembur Berbobot Ringan (Light Weight Fighter=LWF) pada awal 1970an yang mencari suku cadang yang lebih murah bagi F-15 untuk meningkatkan manuverabilitas dab misi serang taktis. Terangsang oleh ketertarikan negara lain pada produksi model ini, LWF dirubah menjadi program Air Combat Fighter (ACF) dan menjadi kompetisi “fly-off” antara General Dynamics YF-16 dan Northrop's YF-17. General Dinamics kemudian menjadi pemenang kompetisi itu pada 1975 dan mendapatkan kontrak untuk memproduksi F-16. AU AS berencana untuk membeli sampai 650 pesawat sebagai pengganti F-105 dan sebagian F-4, sementara beberapa sekutu NATO membeli F-16 sebagai pengganti F-104.

Walaupun sebenarnya pesawat ini dirancang sebagai pesawat serang darat (ground attack) dengan kemampuan sekunder pertahanan udara, ternyata F-16 kemudian diluncurkan sebagai pesawat multi-peran. Desainnya menggunakan sayap ruang variable (variable chamber wings) dan “leading edge strakes” untuk menghasilkan daya angkat yang lebih tinggi dan menghindari “root stall” walaupun pada “high angles of attack”. Sebagai tambahan, penggunaan sistem kontrol “fly-by-wire” yang dapat membelokkan permukaan kontrol jauh lebih cepat dari pada pilot membuat F-16 mempunyai manuverabilitas yang luar biasa. F-16 juga dilengkapi dengan peralatan avionic canggih dan beban persenjataan yang besar.

F-16 sampai sekarang tetap mengalami update dan pengembangan pada model produksinya. Evolusi bertahap pada kemampuan pesawat ditunjukkan dengan sebuah seri “blok numbers” yang melakukan upgrade software, sistem persenjataan, struktur dan sistem lain untuk menggantikan peralatan yang usang. Model produksi F-16A/B awal terdiri dari Blok 10 dan 15 yang menampilkan pengembangan struktur, radar baru dan penambahan daya angkut senjata.

Pengembangan besar juga terjadi dengan peluncuran F-16C/D yang mencakup seri Blok 25, 30/32 dan 40/42. Upgrade dalam model ini termasuk mesin baru, radar yang lebih baik dengan kemampuan serangan malam presisi, dan kompabilitas dengan peralatan canggih yang selalu berkembang seperti “senjata pintar”. Model akir pesawat ini yang dibeli oleh AS menggunakan Blok 50/52 dengan pengembangan untuk melakukan “tekanan hebat” (suppression) pada misi pertahanan udara musuh.

Walaupun tidak ada lagi produksi untuk AS, F-16 terus dibuat untuk model ekspor. Model terbarunya adalah F-16E/F Block 60 yang dibuat untuk Uni Emirat Arab. Seri ini mempunyai radar AESA dan kapasitas bahan bakar yang lebih besar untuk meningkatkan jarak jangkau dan daya tahan (endurance).

Vesatilitas, kemampuan dan harganya yang relative rendah membuat F-16 menjadi pesawat yang dipakai secara luas di dunia barat sejak F-86. Lebih dari 4.000 F-16 telah dibuat untuk 24 negara. F-16 telah mengalami banyak pertempuran, paling terkenal yaitu di Timur Tengah ketika F-16 bertempur di atas Lebanon dan Irak. F-16 milik Pakistan juga telah disibukkan dengan menembak jatuh beberapa pesawat Soviet selama Perang Afghan 1980an dan sering kali bertempur dengan pesawat milik India.
Produksi berlanjutan dan usaha upgrade terus-menerus menjamin F-16 tetap beroperasi dengan baik pada abad ke-21. AS berencana memakai F-16 sampai 2025, hingga pesawat ini digantikan oleh F-35 (JSF). Sebagian besar konsumen F-16 juga diharapkan akan mengganti F-16 mereka menjadi F-35 pada dua dekade mendatang.

HISTORY:
First Flight: (YF-16) 2 February 1974; (F-16A) 8 December 1976
Service Entry: 17 August 1978

CREW: (F-16A/C) one: pilot; (F-16B/D) two: pilot, instructor

ESTIMATED COST: (F-16A/B) $14.6 million [1998$]; (F-16C/D) $18.8 million [1998$]

AIRFOIL SECTIONS:
Wing Root: NACA 64A204
Wing Tip: NACA 64A204

DIMENSIONS:
Length: 49.33 ft (15.03 m)
Wingspan: 31.00 ft (9.45 m)
Height: 16.33 ft (5.09 m)
Wing Area: 300.0 ft² (27.88 m²)
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: 18,725 lb (8,495 kg)
Normal Takeoff: 23,765 lb (10,780 kg)
Max Takeoff: 37,500 lb (17,010 kg)
Fuel Capacity: internal: 7,160 lb (3,255 kg); external: 6,950 lb (3,160 kg) in two 370 gal (1,400 L) and one 300 gal (1,135 L) tanks; 8,015 lb (3,645 kg) in two 600 gal (2,270 L) tanks
Max Payload: 17,200 lb (7,800 kg) [normal]; 20,450 lb (9,275 kg) [theoretical limit]

PROPULSION:
Powerplant: one General Electric F100-100 or one Pratt & Whitney F100-220 afterburning turbofan
Thrust: 29,100 lb (129.4 kN) with afterburner

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 1,350 mph (2,175 km/h) at 40,000 ft (12,190 m), Mach 2.05; at sea level: 915 mph (1,460 km/h), Mach 1.2
Initial Climb Rate: 50,000 ft (15,239 m) / min
Service Ceiling: 50,000 ft (15,239 m)
Range: typical: 540 nm (1,000 km); ferry: 2,100 nm (3,890 km)
g-Limits: +9.0

ARMAMENT:
Gun: one 20-mm M61A1 Vulcan cannon (511 rds)
Stations: seven to nine external hardpoints and two wingtip rails
Air-to-Air Missile: AIM-7 Sparrow/Skyflash, AIM-9 Sidewinder, AIM-120 AMRAAM, AIM-132 ASRAAM, Magic II, MICA, Python 3
Air-to-Surface Missile: AGM-45 Shrike, AGM-65 Maverick, AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, AGM-119 Penguin, Wasp, AS.30L
Bomb: GBU-10/12/24 Paveway laser-guided, GBU-15, B43 nuclear, Mk 82/83/84 GP, Mk 20 Rockeye, BLU-107 Durandal, CBU-52/58/71/87/89/97 cluster, BL-755, BLU-109, Mk 36 Destructor
Other: ECM pods, navigation pods, targeting pods, rocket pods, gun pods, autonomous free-flight dispenser system

Dassault-Breguet Super Etendard

Dassault-Breguet Super Etendard

Super Etendard adalah hasil pengembangan dari pesawat tempur Etendard IV. Prototype pesawat ini berhasil melakukan first flight pada tanggal 28 Oktober 1974 dan mulai digunakan secara operasional pada tahun 1978. Super Etendard hanya dibuat sebanyak 85 unit, 74 unit dioperasikan oleh Angkatan Laut Perancis dan sisanya digunakan oleh Angkatan Laut Argentina.

Dibandingkan dengan Etendard IV, Super Etendard memiliki banyak kelebihan seperti penggunaan mesin turbojet SNECMA Atar 8K-50 dan radar buatan Thomson-CSF. Dengan radar dan avionik yang lebih modern dibandingkan dengan Etendard IV, Super Etendard memiliki kemampuan untuk meluncurkan peluru kendali anti kapal AM 39 Exocet atau peluru kendali dengan hulu ledak nuklir ASMP buatan Aerospatiale.

Nama Super Etendard menjadi terkenal ketika digunakan oleh Angkatan Laut Argentina dalam Perang Falkland (atau yang juga sering disebut sebagai Perang Malvinas) pada tahun 1982 yang juga menjadi debut Super Etendard dalam pertempuran. Angkatan Laut Argentina semula memesan tambahan A-4 Skyhawk dari Amerika Serikat, namun pesanan Argentina ditolak dengan alasah pelanggaran HAM oleh junta militer yang berkuasa di Argentina. Argentina pun kemudian membeli 14 unit Super Etendard dari Perancis, namun pada saat Perang Falkland AL Argentina baru menerima lima unit Super Etendard dan lima pucuk peluru kendali AM 39 Exocet.

Walaupun dengan jumlah terbatas, namun Super Etendard dengan peluru kendali AM 39 Exocet ternyata merupakan mimpi buruk bagi Angkatan Laut Inggris. Super Etendard AL Argentina dengan sukses berhasil menenggelamkan kapal perang HMS Sheffield dan kapal barang SS Atlantic Conveyor. Bahkan Super Etendard AL Argentina juga dikabarkan sempat merusak kapal induk HMS Invincible, walaupun klaim tersebut dibantah oleh AL Inggris. Sampai saat ini AL Argentina masih mengoperasikan Super Etendard.

Angkatan Laut Perancis sendiri mengoperasikan Super Etendard dari atas kapal induk Foch dan Clemencau. Super Etendard milik Perancis sempat digunakan dalam operasi militer pasukan perdamaian di Lebanon pada tahun 1982-1984 dan operasi militer NATO di daerah Balkan tahun 1994-1999. Walaupun saat ini AL Perancis sudah menggunakan kapal induk Charles de Gaulle dan mengoperasikan pesawat tempur Rafale, namun Super Etendard masih digunakan dalam operasi militer untuk mendukung pasukan Perancis di Afghanistan. AL Perancis sendiri secara bertahap sudah mempensiunkan Super Etendard dan menggantinya dengan Rafale M. Super Etendard terakhir milik Perancis direncanakan akan dipensiunkan pada tahun 2015.

Selain Angkatan Laut Argentina dan Perancis. Sebetulnya Angkatan Udara Irak juga pernah tercatat sebagai pengguna Super Etendard. AU Irak pernah menyewa lima unit Super Etendard sebagai pengisi kekuatan sementara sambil menunggu datangnya Mirage F1 yang dibeli dari Perancis. AU Irak menggunakan Super Etendard dalam Perang Irak-Iran, namun kemudian hanya mengembalikan tiga unit pesawat kepada Perancis karena dua unit lainnya berhasil ditembak jatuh oleh Iran.

Specifications (Super Etendard)
Crew : 1
Powerplant : 1 x 49.0 kN SNECMA Atar 8K-50 turbojet engine
Length : 14.31m
Wingspan : 9.60m
Height : 3.86m
Weight empty : 6,500 kg
Maximum take-off weight : 12,000 kg
Maximum speed : 1,180 km/h
Range : 1,820 km
Service ceiling : 13,700m
Armament : 2 x 30mm Hispano DEFA 552 cannons; up to 2,100 kg (4,600 lb) of bombs, rockets, or missiles

Rabu, 04 Mei 2011

Blakcburn Buccaneer

Blakcburn Buccaneer

Buccaneer adalah low level strike aircraft yang dioperasikan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris dari tahun 1962 sampai dengan tahun 1994. Pesawat yang memiliki kemampuan untuk membawa persenjataan nuklir ini adalah buatan Blakcburn Aircraft Limiterd yang pada tahun 1960 menjadi bagian dari Hawker Siddeley. Oleh karena itu maka Blackburn Buccaneer juga dikenal sebagai Hawker Siddeley Buccaneer.
Sejarah Buccaneer berawal ketika pada tahun 1950-an Angkatan Laut Uni Soviet meluncurkan kapal penjelajah kelas Sverdlov.

Kapal perang kelas Sverdlov ini dikenal cepat dan memiliki persenjataan yang cukup lengkap sehingga dianggap merupakan ancaman bagi jalur perdagangan Inggris di samudera Atlantik. Untuk menghadapi ancaman kapal penjelajah ini Angkatan Laut Inggris memutuskan tidak akan membuat kapal perang baru, melainkan akan menghadapinya dengan pesawat tempur baru yang bisa membawa persenjataan konvensional atau bom nuklir. Pesawat tersebut akan dioperasikan dari atas kapal induk dengan memiliki kemampuan high speed and low level strike. Spesifikasi pesawat tempur baru tersebut diumumkan pada tahun 1952 dan tender pesawat tempur tersebut dimenangkan oleh Blackburn pada tahun 1955 dengan rancangan Projetc B-103 yang kemudian diberi nama Buccaneer.

Prototype Buccaneer terbang pertama kali pada tanggal 30 April 1958 dan mulai digunakan secara operasional oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1962. Blakcburn sendiri pernah menawarkan Buccaneer sebagai pengganti pesawat pembom ringan English Electric Canberra kepada Angkatan Udara Inggris, namun ditolak karena pada saat itu RAF sedang mengembangkan pesawat serang TSR-2. Namun pembatalan program TSR-2 dan gagalnya pembelian F-111K dari Amerika Serikat akhirnya mengakibatkan RAF juga ikut menggunakan Buccaneer sejak tahun 1968. Selain Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris, Buccaneer juga digunakan oleh Angkatan Udara Afrika Selatan yang mengoperasikan pesawat ini sejak tahun 1965

Angkatan Laut Inggris mengoperasikan Buccaneer dari atas kapal induk dan Buccaneer milik AL Inggris dipensiunkan pada tahun 1978, seiring dengan dipensiunkannya kapal induk HMS Ark Royal. Buccaneer milik Angkatan Laut Inggris kemudian ditransfer kepada RAF. Walaupun sejak tahun 1983 RAF sudah mulai mengoperasikan Panavia Tornado, namun Buccaneer tetap dipertahankan dan masih dipergunakan oleh RAF dalam Perang Teluk tahun 1991. Buccaneer milik RAF sendiri akhirnya dipensiunkan pada tahun 1994. Sementara Buccaneer milik Afrika Selatan sempat digunakan dalam

Specifications (Buccaneer S.2)
Crew : 2
Powerplant : 2 x 49 kN Rolls-Royce Spey Mk.101 turbofan engines
Length : 19.33m
Wingspan : 13.41m
Height : 4.97m
Weight empty : 14,000 kg
Loaded weight : 28,000 kg
Maximum speed : 1,074 km/h

Gloster Meteor

Gloster Meteor

Gloster Meteor adalah pesawat jet tempur pertama Inggris dan merupakan satu-satunya pesawat tempur dengan mesin jet yang digunakan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II. Walaupun sudah digunakan sejak Perang Dunia II, namun pesawat tempur ini dikembangkan menjadi berbagai macam varian setelah Perang Dunia II selesai. Produksi Meteor sendiri mencapai 3.947 unit dan dibuat setidaknya dalam 21 varian.

Meteor dirancang oleh Sir Frank Whittle dan diproduksi oleh Gloster Aircraft Company, walaupun kemudian pesawat ini juga ikut diproduksi oleh Armstrong Whitworth. Pesawat ini adalah pesawat jet tempur pertama yang digunakan secara operasional, yaitu ketika mulai dioperasikan oleh Skadron No.616 Angkatan Udara Inggris pada tanggal 12 Juli 1944. Pengoperasian Meteor ini hanya berselang sembilan hari sebelum Messerchmitt Me-262 digunakan secara operasional oleh Angkatan Udara Jerman.

Walaupun sama-sama merupakan jet tempur yang digunakan dalam Perang Dunia II, namun Meteor dan Me-262 tidak pernah saling bertemu dalam pertempuran udara. RAF sendiri pada awalnya lebih banyak menugaskan skadron-skadron Meteor untuk menghadapi serangan roket jarak jauh V-1 dan melarang operasional Meteor di wilayah daratan Eropa dengan alasan untuk menghindari adanya Meteor yang tertembak jatuh sehingga dapat dipelajari oleh Jerman. Meteor sendiri baru digunakan di wilayah Eropa Daratan pada bulan Januari 1945, setelah supremasi udara benar-benar dikuasai oleh pasukan Sekutu; namun itu pun terbatas pada misi-misi pengintaian bersenjata dan ground attack. Selama Perang Dunia II, Meteor berhasil menembak jatuh 14 roket V-1 dan menghancurkan 46 pesawat Jerman di darat.

Setelah Perang Dunia II, Meteor dikembangkan lebih lanjut menjadi banyak varian dan juga diekspor ke sejumlah negara. Salah satu negara yang kemudian membeli jet tempur ini adalah Australia yang membeli varian Metero F.8. Meteor F.8 milik Angkatan Udara Australia ini kemudian ikut bertempur dalam Perang Korea. Dalam Perang Korea, Meteor lebih banyak ditugaskan untuk misi-misi ground attack mengingat kemampuan pesawat ini tidak sebanding dengan MiG-15 yang banyak digunakan oleh pasukan komunis. Walapun demikian, Meteor Angkatan Udara Australia berhasil menembak jatuh enam MiG-15 di samping menghancurkan sekitar 3.500 bangunan dan 1.500 unit kendaraan pasukan komunis. Namun Australia harus kehilangan 30 unit Meteor karena berbagai sebab dalam perang tersebut, sebagian besar karena terkena tembakan meriam anti serangan udara.

Selain Perang Dunia II dan Perang Korea, konflik bersenjata lainnya yang melibatkan Meteor adalah perang Arab-Israel. Satu hal unik dalam perang Arab-Israel adalah bahwa baik Angkatan Udara Mesir, Israel, dan Suriah adalah sama-sama pengguna jet tempur Meteor. Pesawat tempur ini bahkan sama-sama digunakan oleh Angkatan Udara Mesir dan Israel dalam Krisis Suez tahun 1956, namun lebih banyak ditugaskan untuk misi-misi ground attack. Setelah Krisis Suez tahun 1956, Mesir dan Suriah lebih mendekat kepada Uni Soviet dan memperoleh persenjataan dalam jumlah besar dari Uni Soviet. AU Mesir dan Suriah pun kemudian mempensiunkan Meteor mereka dan menggantinya dengan MiG-15 dan MiG-17, sementara AU Israel tetap mengoperasikan Meteor sampai dengan tahun 1961.

Pada masa-masa awal Perang Dingin, kekuatan utama nighfighter Angkatan Udara Inggris adalah varian nightfighter dari pesawat tempur de Havilland Mosquito yang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Di tahun 1948 sebenarnya Inggris sudah mulai mengembangkan Gloster Javelin yang merupakan all weather interceptor, namun pengembangan Javelin ternyata mengalami keterlambatan. Sebagai pengisi kekuatan sementara, RAF kemudian memutuskan untuk menggunakan varian night fighter Meteor yang dikembangkan dari varian pesawat latih berkursi ganda Meteor T.7. Namun Gloster Aircraft Company ternyata tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi varian ini sehingga produksi varian nighfighter dari Meteor dilakukan oleh perusahaan Armstrong Whitworth.

Armstrong Whitworth membuat varian nightfighter Meteor dalam empat versi, mulai dari Meteor NF.11 sampai dengan Meteor NF.14. Meteor NF.11 dilengkapi dengan radar AI MK.10 yang merupakan pengembangan dari radar Westinghouse SCR-720. Versi NF.11 sendiri kemudian dikembangkan menjadi vesi NF.13 yang khusus digunanakan untuk medan perang tropis dan sempat digunakan oleh Angkatan Udara Inggris dalam Krisis Suez tahun 1956.

Versi lainnya dari varian nightfighter Meteor adalah Meteor NF.12 yang dilengkapi dengan radar APS-21 buatan Amerika Serikat dan Meteor NF.14 yang merupakan varian terakhir dari pesawat tempur Meteor. Meteor NF.14 adalah Meteor terakhir yang digunakan oleh Angkatan Udara Inggris dan dioperasikan sampai tahun 1961. Namun sebanyak empat belas unit NF.14 kemudian dikonversi menjadi pesawat latih dan tetap digunakan sampai tahun 1965.

Selain Inggris, negara-negara pengguna Meteor lainnya adalah Argentina, Australia, Belgia, Biafra (negara pecahan Nigeria yang berdiri pada tahun 1967,namun pada tahun 1970 kembali dikuasai oleh Nigeria), Brazil, Kanada, Denmark, Ekuador, Mesir, Perancis, Jerman Barat, Israel, Belanda, Selandia Baru, Afrika Selatan, Swedia, dan Suriah. Angkatan Udara Ekuador adalah pengguna terakhir Meteor dan baru mempensiunkan pesawat tempur ini pada tahun 1980-an.

Specifications (Meteor NF.11)
Crew : 2
Powerplant : 2 x 15.6 kN Rolls-Royce Derwent 8 turbojet engines
Length : 14.78m
Wingspan : 13.11m
Height : 4.24m
Weight empty : 5,451 kg
Maximum take-off weight : 9,088 kg
Maximum speed : 933 km/h
Range : 1,480 km
Service ceiling : 12,192m
Armament : 4 x 20mm Hispano Mk.II cannons

JF-17 Thunder

JF-17 Thunder, si Naga Maut dari China

Konon katanya pesawat yang juga punya nama lain Fighter China-1 (FC-1) Fierce Dragon ini mempunyai kemampuan yang setara dengan F-16 blok C/D, benar atau tidak klaim tersebut hanya waktu yang akan membuktikannya nanti. Namun terlepas dari itu semua kita patut angkat topi kepada China yang sudah mampu memproduksi dan sekaligus mengekspor pesawat tempur hasil karya sendiri (selain pesawat yg masih tahap uji coba J-10).

JF-17 Thunder atau di sebut juga Joint Fighter-17 (JF-17) Thunder merupakan pesawat tempur tempat duduk tunggal multiperan yang dikembangkan oleh China dan Pakistan, melalui dua perusahaan Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC) dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC). FC-17 atau JF-17 merupakan turunan dari proyek "Super 7", proyek ini di perkirakan telah menelan biaya tidak kurang dari US$ 500 juta. Yang unik dari pesawat ini adalah kemampuannya untuk menggendong persenjataan dari dua kubu yang berbeda yaitu dari blok NATO (non China) dan dari kubu China (yang notabene banyak di antara senjata tersebut merupakan kopian dari Rusia).

Pesawat yang dijual kepasaran dengan harga sekitar US$ 20 juta ini mampu untuk terbang sejauh 3.000 km dengan kecepatan maksimum Mach 1.8 atau 1.120 mil/jam, dan saat ini direncanakan sekitar 150 unit akan di pesan oleh Angkatan udara Pakistan, dan bukan tidak mungkin masih akan ditambah lagi hingga 300 unit. Disamping Pakistan negara-negara yang berminat untuk membeli pesawat ini adalah : Azerbaijan, Mesir, Malaysia, Bangladesh, Nigeria, Burma, Zimbabwe, Maroko dan Aljazair.

Selasa, 03 Mei 2011

F9F Cougar

F9F Cougar

Pertempuran udara dalam Perang Korea memperlihatkan bahwa desain straight wing pada F9F Panther mengakibatkan pesawat tersebut tidak mampu mengimbangi MiG-15. Grumman lalu mengembangkan versi straight wing dari F9F Panther yang selanjutnya diberi nama F9F Cougar dan terbang pertama kali pada tanggal 20 September 1951. Walaupun sama-sama menggunakan nama F9F, tetapi penggunaan nama Cougar hanya untuk varian swept wing dan baru dimulai dari varian F9F-6.

Terlambat untuk digunakan dalam Perang Dunia II, F9F Cougar lalu menjadi fighter utama AL dan Korps Marinir AS sejak pertengahan tahun 1950-an dan banyak di antaranya yang kemudian dipersenjatai dengan varian awal rudal AIM-9 Sidewinder. F9F Cougar dipergunakan sampai dengan tahun 1959 sebelum kemudian digantikan oleh Grumman F11F Tiger dan Vought F8U Crusader.

Selain versi fighter, F9F Cougar juga dibuat dalan versi latih F9F-8T/TF-9J yang digunakan sampai dengan tahun 1974 sebelum akhirnya digantikan oleh TA-4J Skyhawk.
Sama seperti F9F Panther, maka Angkatan Laut Argentina juga menjadi pengguna F9F Cougar di luar Angkatan Laut dan Korps Marinir AS. Angkatan Laut Argentina mengoperasikan beberapa unit F9F Cougar dari tahun 1962 sampai dengan tahun 1971.

Specifications (F9F-8) :
Crew : 1
Length : 13.54 m
Wingspan : 10.52 m
Height : 3.73 m
Empty weight : 5,382 kg
Maximum take-off weight : 11,232 kg
Powerplant : 1 x 7,200 lb (3,2666 kg) thrust Pratt and Whitney J48-P-8A turbojet engine
Maximum speed : 1,041 km/h
Range : 1,610 km
Service ceiling : 15,240 m
Rate of Climbing : 1,860 m/minute
Armament : 4 x 20mm cannons, and 2 x 1,000 (454 kg) bombs or 6 x 127mm rockets or 4 x AIM-9 Sidewinder air-to-air missiles

Grumman F8F Bearcat

Grumman F8F Bearcat

F8F Bearcat adalah fighter dengan mesin piston terakhir yang dibuat oleh Grumman. Pesawat ini mulai dikembangkan pada awal tahun 1943 setelah pilot uji dan para insinyur Grumman mempelajari Focke Wulf Fw 190 yang berhasil direbut dari Luftwaffe. Dirancang sebagai penerus dari F6F Hellcat, F8F Bearcat melakukan penerbangan pertama pada tanggal 21 Agustus 1944.

Dibandingkan dengan F6F, maka F8F bisa dikatakan memiiliki bobot yang lebih ringan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan kemampuan manuver yang lebih baik. Namun hal tersebut harus ditebus dengan jarak tempuh yang lebih pendeka dan persenjataan yang hanya berupa empat pucuk senapan mesin kaliber 12,7mm (walaupun dalam varian selanjutnya digantikan dengan empat pucuk kanon kaliber 20mm).

Skadron VF-19 adalah unit Angkatan Laut AS pertama yang menggunakan F8F pada bulan Mei 1945, namun kehadirannya terlambat untuk ikut digunakan dalam Perang Dunia II. F8F Bearcat adalah fighter utama US Navy pasca Perang Dunia II, termasuk digunakan pada masa-masa awal pembentukan team aerobatik Blue Angels.

F8F Bearcat ditarik dari skdaron-skadron garis depan pada tahun 1952 dan dipensiunkan oleh Angkatan Laut AS. Selama digunakan oleh Angkatan Laut AS bisa dikatakan pesawat ini tidak pernah digunakan dalam pertempuran. Dalam Perang Korea US Navy lebih memilih menggunakan pesawat-pesawat jet tempur seperti Grumman F9F Panther dan McDonnell F2H Banshee. Yang menggunakan F8F Bearcat dalam medan tempur yang sesungguhnya justru adalah Angkatan Udara Perancis.

Pada awal tahun 1950-an Perancis membeli 250 unit varian F8F-1D (yang merupakan hasil refubrbish dari F8F bekas pakai Angkatan Laut AS). Angkatan Udara Perancis kemudian banyak menggunakan pesawat ini dalam perang di Indo-China, termasuk dalam pertempuran di Dien Bien Phu. Pada tahun 1955 sekitar 70 unit F8F-1D milik Perancis yang masih tersisa kemudiah dihibahkan kepada Angkatan Udara Vietnam Selatan dan ikut digunakan dalam Perang Vietnam hingga akhir tahun 1960-an, sebelum kemudian banyak digantikan oleh Douglas A-1 Skyaraider dan Cessna A-37 Dragonfly.

Selain AS, Perancis, dan Vietnam Selatan, negara lainnya yang juga menggunakan F8F Bearcat adalah Thailand. Angkatan Udara Thailand tercatat pernah mengoperasikan 204 unit F8F Bearcat dari tahun 1951 sampai dengan tahun 1963.

Setelah tidak digunakan lagi oleh militer, F8F Bearcat banyak digunakan oleh pilot-pilot sipil dalam berbagai perlombaan udara. Salah satu pesawat F8F sipil yang terkenal adalah F8F hasil modifikasi milik Lyle Shelton yang diberi nama Rare Bear. Pesawat ini di tahun 1989 berhasil mencatat rekor sebagai pesawat piston paling cepat dengan kecepatan maksimum mencapai 850 km/jam.

Specifications (F8F-1B) :
Crew : 1
Length : 8.61 m
Wingspan : 10.92 m
Height : 4.20 m
Empty weight : 3,206 kg
Maximum take-off weight : 5,873 kg
Powerplant : 1 x 2,100 hp Pratt & Whitney R-2800-34W double-row radial engine
Maximum speed : 677 km/h
Range : 1,778 km
Service ceiling : 11,795 m
Rate of Climbing : 1,395 m/minute
Armament : 4 x 20mm cannons, and 2 x 1,000 (454 kg) bombs or 8 x 127mm rockets