Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012


Marder 1A3, Tank Tempur Medium Buatan Jerman

Selasa, 18 September 2012
Tank Marder 1A3
Tank Marder 1A3, kendaraan tempur infanteri (IFV) lapis baja yang mampu melaju dengan kecepatan 65 Km/jam ini diproduksi oleh Rheinmetall Landsysteme, Jerman. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Marder 1A3, Tank Tempur Medium Buatan Jerman.
Marder 1A3 adalah salah satu varian dari tank medium atau yang lebih tepat disebut sebagai kendaraan tempur infanteri (IFV / Infantry Fighting Vehicle) Marder 1 yang diproduksi oleh perusahaan Rheinmetall Landsysteme.

Sebagai kendaraan tempur infanteri lapis baja, Marder dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman sebagai senjata utama Panzergrenadiere (infanteri mekanik) dari tahun 1970-an sampai saat ini. Hingga sekarang Marder telah terbukti sebagai IFV yang tangguh. Oleh karena itu tidak salah jika Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memilih Marder sebagai bagian dari arsenal tempur TNI. Menurut informasi dari Kemhan RI, penandatanganan kontrak pembelian 50 unit tank Marder 1A3 dan 10 tank pendukungnya dilakukan pada akhir September 2012 (baca: 50 Tank Marder 1A3 Akan Perkuat Arsenal Tempur TNI). 

Varian pertama Marder mulai dikembangkan pada Januari 1960 dan produksi pertamanya diterima oleh militer Jerman pada tanggal 7 Januari 1971. Produksi kendaraan tempur ini terus berlanjut hingga tahun 1975, tidak kurang dari 2.136 unit Marder telah diproduksi. 

Pada tahun 1975 rudal Milan (rudal anti tank) mulai digunakan pada kendaraan tempur Marder. Tapi saat itu penembakannya masih secara konvesional. Petugas (komandan tank) muncul dari kubah sambil memanggul peluncur rudal Milan lalu menembakan rudal tersebut. Lalu antara tahun 1977 dan 1979 peluncur rudal ini mulai dipasang sebagai bagian dari persenjataan Marder.

Lalu, apa kelebihan yang dimiliki varian Marder 1A3 yang tidak lama lagi akan memperkuat jajaran tempur TNI? 

Program upgrade atau modifikasi peningkatan varian 1A3 dimulai pada tahun 1988. Saat itu ada sekitar 2.100 unit Marder 1A1 dan 1A2 yang akan diupgrade oleh militer Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan Thyssen-Henschel. Tank Marder yang telah diupgrade menjadi varian Marder 1A3 kembali diterima militer Jerman pada tanggal 17 November 1989. Upgrade tersebut meliputi: 
  • Penambahan lapisan baja pelindung hingga seberat 1.600 kg untuk melindungi Marder dari tembakan meriam 2A42 kaliber 30 mm dari BMP-2 buatan Rusia.
  • Modifikasi pada akses kompartemen personil infanteri.
  • Suspensi diperkuat, sistem pengereman baru dipasang, gearbox disesuaikan. Sistem pemanas digantikan dengan sistem pemanas berbasis air.
  • Modifikasi pada Turret meriam.
  • Keseluruhan modifikasi tersebut membuat Marder memiliki bobot 35.000 kg.
Varian Marder 1A3 inilah yang merupakan varian terbanyak digunakan oleh Angkatan Darat Jerman.

Sebagai kendaraan tempur, Marder bisa melintasi air hingga kedalaman 1,5 meter. Jika dilengkapi dengan peralatan tambahan, kendaraan tempur ini bisa melintasi air berkedalaman hingga 2,5 meter. Marder menggunakan roda penggerak yang dipasangi trek Diehl dengan bantalan karet. 

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini ada beberapa varian Marder yang telah diproduksi. Diantarannya adalah: 
  • Marder 1 (1971 -) : Marder 1 dengan Milan: sebuah peluncur rudal Milan memang cocok untuk semua Marder antara 1977 dan 1979.
  • Marder 1A1 (+) (1979-1982) : Menggunakan 2 meriam otomatis kaliber 20 mm sehingga memungkinkan pengisian amunisi secara bergantian, peralatan penglihatan malam termasuk intensifier gambar dan imager termal. Kapasitas Infanteri dikurangi menjadi lima. Diterapkan pada 674 kendaraan Marder antara tahun 1979 dan 1982.
  • Marder 1A1 (-) (1979-1982) : sebagai A1 (+) tanpa imager termal. Sejumlah 350 Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A3 : merupakan upgrade dari varian A1 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A sebagai 1 A1 tetapi tanpa peralatan penglihatan malam pasif. Sejumlah 1.112 unit Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A4 : Varian Marder A1A dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A2: Marder yang dikonversi dari varian A1 dengan turret milik varian A2
  • Marder 1A1A5: Upgrade varian A1A2 dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A2 (1984-1991): Antara tahun 1984 dan 1991, semua Marder milik Jerman diupgrade ke varian A2 ini, modifikasi substansial termasuk suspensi, tangki bahan bakar, sistem pendingin dan air-jet sistem pembersihan. Selain pemasangan sistem peninjauan baru, tak lagi menggunakan peralatan pencari cahaya inframerah. Semua Marder Jerman dilengkapi dengan pencitra termal kecuali untuk lebih dari 674 unit Marder A1 yang memang sudah memiliki perangkat ini.
  • Marder 1A2A1 : Varian 1A2 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A3 (1988–1998)
  • Marder 1A4 : Varian 1A3 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A5 (2003-2004) : Tambahan pelindung lapis baja dan renovasi pada interior untuk melindungi personil dari cedera akibat ledakan dan hentakan saat melindas ranjau. Hanya diterapkan pada 74 unit varian 1A3.
  • Marder 1A5A1 (2010-2011) : Dilengkapi dengan sistem pendingin udara, jammer untuk IED dan multi-spektral kamuflase. Pada bulan Desember 2010 sepuluh unit Marder diupgrade ke varian ini, kemudian dilanjutkan pada 25 unit pada Agustus 2011.
Meskipun telah dioperasikan dalam jumlah besar selama 38 tahun, tank Marder baru memperoleh pengalaman tempur sesungguhnya yang pertama kali saat melindungi sebuah pos tentara Jerman dari serangan gerilyawan Taliban yang berlokasi di Distrik Chahar Dara, provinsi Kunduz, Afghanistan, pada Juli 2009. Aksi Marder pada pertempuran tersebut telah membunuh dan dan melukai puluhan anggota gerilyawan Taliban. Setelah kejadian itu, tank Marder juga beberapa kali terlibat dalam pertempuran.

Spesifikasi IFV Marder 1 :
  • Produsen : Rheinmetall Landsysteme, Jerman
  • Bobot : 28,5 ton (varian 1A1/A2), 33,5 ton (varian 1A3), 37,4 ton (varian 1A5)
  • Panjang : 6,79 m
  • Lebar : 3,24 m
  • Tinggi : 2,98 m
  • Personil : 3 awak tank dan 7 personil infanteri
  • Proteksi : Baja setebal 20 hingga 25 mm
  • Senjata Utama : Meriam otomatis Rheinmetall MK 20 Rh 202 kaliber 20 mm, rudal anti tank MILAN
  • Senjata Tambahan : Senapan Mesin MG3 kaliber 7,62 mm
  • Mesin Penggerak : Diesel MTU MB 833 Ea-500 600 hp (441 kW)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 21,1 hp/ton
  • Transmisi : RENK HSWL 194
  • Suspensi : Torsion bar
  • Ground Clearance : 0,45 m
  • Kapasitas Tangki BBM : 652 liter
  • Jarak Jangkau : 520 km
  • Kecepatan Maksimum : 75 km/jam (varian 1A2) dan 65 km/jam (varian 1A3)
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/09/marder-1a3-tank-tempur-medium-buatan-jerman.html

Minggu, 25 Maret 2012

MT-LB

MT-LB

MT-LB adalah mult-purpose tracked vehicle yang mulai dibuat di Uni Soviet pada akhir tahun 1960-an. Kendaraan lapis baja ini telah dibuat lebih dari 8.000 unit dalam berbagai varian dan digunakan setidaknya 15 negara saat ini masih mengoperasikan MT-LB.

Sebenarnya fungsi utama MT-LB bukan sebagai APC, namun sebagai kendaraan serba guna. Kendaraan lapis baja ini diawaki dua orang memiliki kompartemen yang bisa mengangkut sebelas orang personel bersenjata lengkap. Kompartemen tersebut bisa dimuati barang sampai seberat 2 ton dan MT-LB dilengkapi cantelan di bagian belakang yang bisa digunakan untuk menarik beban sampai seberat 6,5 ton. Oleh karena itu MT-LB sering pula digunakan sebagai kendaraan penarik persenjataan artileri seperti howitzer D-30 kaliber 122mm atau meriam anti-tank T-12 kaliber 100mm.

Rangka MT-LB juga digunakan sebagai dasar pembuatan beberapa kendaraan militer lainnya seperti assault gun ASU-57 dan sistem rudal anti serangan udara SA-13 Gopher.

Specification (MT-LBV)
Crew : 2 + 11
Armament : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 11,900 kg
Length : 6.45 m
Width : 2.86 m
Height : 1.86 m
Powerpack : 240 hp YaMZ 238 V-8 diesel engine
Maximum road speed : 61 km/h
Maximum water speed : 4 km/h
Range : 500 km

Kamis, 17 November 2011

T-28

Satu-satunya tank buatan Amerika Serikat yang masuk daftar tank terbesar dan terberat, T-28 (Gun Motor Carriage T95) lebih merupakan tank penghancur tank (tank destroyer) karena sebenarnya tank ini adalah semata-mata sebuah senjata perang berjalan. Tank ini dibuat pada tahun 1945, dengan rencana untuk menembus pertahanan Jerman dan juga untuk membantu dalam melakukan invasi ke tanah Jepang pada Perang Pasifik.

T-28 adalah sebuah tank penghancur tank (tank destroyer) buatan Amerika Serikat yang dibuat untuk menembus pertahanan Jerman dan membantu invasi ke Jepang pada masa Perang Dunia II.

Dilengkapi dengan sebuah meriam kaliber 105 mm dan sebuah senjata mesin, tank ini memiliki dimensi panjang sebesar 11 meter, berbobot 95 ton dan dioperasikan oleh 8 orang.

Sabtu, 15 Oktober 2011

T-70 Light Tank

T-70 Light Tank

T-70 adalah tank ringan yang digunakan militer Uni Soviet pada tahun 1942-1948. Tank yang diproduksi sebanyak 8.226 unit banyak digunakan untuk tugas-tugas pengintaian, menggantikan tank ringan T-60.

Pada dasarnya T-70 adalah hasil pengembangan dari T-60. Tank seberat 9,2 ton ini diawaki dua orang dan menggunakan dua mesin GAZ yang masing-masing berkekuatan 70 tenaga kuda. Tank ini mampu diajak ngebut sampai dengan kecepatah 45km/jam dan dengan jarak tempuh sekitar 360km.

Tank ringan T-70 adalah hasil pengembangan tank ringan T-60. Selain memiliki lapisan baja yang lebih tebal, T-70 juga dipersenjatai dengan sepucuk meriam kaliber 45mm dengan 70 butir amunisi (bandingkan dengan T-60 yang dipersenjatai dengan kanon kaliber 20mm). Selain itu ada pula sepucuk senapan mesin DT kaliber 7,62mm dengan 945 butir amunisi.

T-70 digunakan oleh pasukan Uni Soviet hingga tahun 1948. Selain sebagai tank ringan, T-70 juga dijadikan dasar bagi pembuatan SU-76 assault gun.

SU-76 adalah assault gun yang merupakan hasil pengembangan dari T-70. Assault gun ini bahkan diproduksi lebih banyak daripada T-70 dengan jumlah produksi mencapai sekitar 14.000 unit. Diawaki empat orang dan dipersenjatai dengan sepucuk meriam ZiS-3 kaliber 76,2mm. Selain digunakan oleh Uni Soviet dalam Perang Dunia II, SU-76 juga digunakan oleh pasukan Korea Utara dalam Perang Korea.

Kamis, 08 September 2011

Marder II Tank Destroyer

Marder II Tank Destroyer

Sama halnya seperti Marder I, keberadaan Marder II tidak lepas dari kebutuhan pasukan Jerman akan tank destroyer dalam jumlah besar untuk menghadapi tank-tank Rusia. Jika Marder I merupakan hasil modifikasi terhadap Lorraine 37L, maka Marder II adalah hasil modifikasi terhadap tank ringan Panzer II.

Persenjataan utama tank destroyer dengan tiga orang awak ini sama dengan Marder I, yaitu meriam anti tank PaK 40 kaliber 75mm (37 butir amunisi). Seringkali awak Marder II juga memasang senjata tambahan berupa senapan mesin MG34 kaliber 7,92mm sebagai sarana perlindungan diri.

Marder II digunakan di semua front pertempuran pasukan Jerman, namun tank destroyer ini lebih banyak digunakan dalam pertempuran di front Rusia.

Sebagian besar Marder III digunakan pasukan Jerman di front Rusia. Walaupun demikian, sejumlah Marder III juga digunakan oleh pasukan Jerman di Tunisia, Italia, dan Eropa Barat.

Minggu, 04 September 2011

M26 Pershing Heavy Tank

M26 Pershing Heavy Tank

M26 Pershing adalah heavy tank yang digunakan oleh pasukan AS pada masa-masa akhir Perang Dunia II. Tank ini diberi nama Pershing sebagai penghargaan untuk mengenang jasa-jasa Jenderal John Joseph “Black Jack” Pershing, komandan American Expeditionary Force dalam Perang Dunia I.

Tank dengan berat sekitar 41,8 ton ini diawaki lima orang dan menggunakan mesin bensin Ford GAF V-8 berkekuatan 500 tenaga kuda. Memiliki kecepatan maksimum 40 km/jam dan jarak tempuh sekitar 160 km. Persenjataan utama tank ini adalah sepucuk meriam M3 kaliber 90mm dengan 70 butir amunisi. Selain itu masih ditambah dengan dua pucuk senapan mesin ringan Browning M1919A4 kaliber 0.30 (5.000 butir amunisi) dan sepucuk senapan mesin berat Browning M2HB kaliber 0.50 (550 butir amunisi).

Proyek tank ini sebetulnya telah dimulai pada tahun 1942-1943, namun tidak berjalan lancar karena menemui banyak hambatan,; termasuk ditentang oleh sejumlah perwira militer AS. Pada masa itu doktrin militer AS tidak mengenal konsep heavy tank. Selain itu doktrin pasukan AS pada waktu itu juga menyebutkan bahwa pasukan tank adalah untuk mendukung pasukan infantri, sementara pertempuran antar tank adalah tugas pasukan tank destroyer. Tidak hanya proyek tank T26/M26 saja yang ditentang, bahkan penggunaan meriam kaliber 76mm pada tank-tank Sherman juga tidak berjalan mulus karena dianggap tidak mampu melontarkan proyektil HE sebaik meriam 75mm. Tidak main-main, salah satu penentang tank T26/M26 dan meriam kaliber 76mm adalah Jenderal George S.Patton.

Kemunculan tank-tank Panther dan Tiger dalam pertempuran di Normandia merubah semua pandangan tersebut. Para perwira militer AS pun berbalik banyak yang meminta Sherman dipersenjatai dengan meriam 76mm (termasuk jenderal Patton) dan proyek tank T26/M26 kembali berjalan dan kemudian memasuki masa produksi, walaupun masih dalam skala terbatas.

Pada bulan Desember 1944 Jerman melancarkan serangan di Ardennes dan walaupun akhirnya pasukan AS berhasil memukul mundur serangan Jerman tersebut, mereka kehilangan banyak tank. Militer AS pun kemudian meminta agar T26 segera dikirim ke medan perang. Namun karena masalah produksi, hanya sekitar 20 unit yang berhasil dikirim ke Eropa pada bulan Januari 1945.

T26 tidak sempat digunakan dalam pertempuran besar di Eropa, namun beberapa kali terlibat dalam kontak senjata dengan pasukan Jerman. Untuk pertama kalinya pasukan AS memiliki tank yang mampu diajak bertempur secara frontal melawan tank-tank Panther dan Tiger. Namun sebuah tank T26 sempat rontok dalam duel melawan tank Tiger Jerman. T26 terus digunakan hingga Perang Dunia II usai. Selain di Eropa, beberapa unit T26 juga sempat dikirim ke Okinawa namun tidak sempat terlibat pertempuran karena mendarat hanya beberapa hari sebelum Jepang menyerah.

Usai Perang Dunia II, kode T26 diubah menjadi M26 Pershing dan kemudian digolongkan sebagai medium tank. Varian selanjutnya adalah versi yang lebih modern dan diberi nama M46 Patton. Tank-tank ini kemudian digunakan dalam Perang Korea dan pada tahun 1950-an sejumlah negara Eropa Barat juga menerima tank ini sebagai bagian dari kekuatan militer mereka. Salah satunya adalah Italia yang menggunakannya sampai tahun 1963.

Dari pengalaman membuat tank M26 Pershing inilah yang kemudian menjadi dasar bagi AS dalam pengembangan tank M48 dan M60 Patton.

IS-2 Stalin Heavy Tank

IS-2 Stalin Heavy Tank

Pada tahun 1943 tank-tank berat KV-1 dan KV-2 dirasakan sudah tidak mampu lagi digunakan dalam pertempuran melawan Jerman. Lambat dan dengan persenjataan yang sama dengan tank medium T-34, ditambah dengan kemunculan tank-tank Panther dan Tiger semakin menegaskan akan adanya kebutuhan heavy tank baru bagi pasukan Uni Soviet. Oleh karena itu maka kemudian dirancang satu tank baru yang akhirnya diberi nama IS, mengambil dari nama Iosef Stalin; pimpinan negara Uni Soviet.

Versi awal tank dengan empat orang awak ini adalah IS-1 yang dipersenjatai dengan meriam D-5T kaliber 85mm. Namun pada saat yang bersamaan diproduksi medium tank T-34/85 dengan persenjataan yang sama dan oleh karena itu dibutuhkan meriam dengan kaliber yang lebih besar untuk mempersenjatai heavy tank baru tersebut. Uji coba sempat dilakukan dengan menggunakan meriam kaliber 100mm, namun kemudian dihentikan dengan alasan logistik. Akhirnnya diputuskan untum mempersenjatai tank tersebut dengan meriam D-25T kaliber 122mm.

Konsep heavy tank dalam militer Uni Soviet adalah untuk mendukung pasukan infantri dan oleh karena itu dipergunakan meriam kaliber 122mm. Dengan proyektil HE seberat 28 kg (bandingkan dengan meriam 88 Jerman dengan proyektil HE seberat 9 kg, atau proyektil HE meriam 75mm yang hanya seberat 4 kg) tentu saja sangat menakutkan. Selain itu meriam 122m juga sudah digunakan secara luas di kalangan pasukan Uni Soviet sehingga mempermudah urusan logistik. Selain meriam kaliber 122 dengan 28 butir amunisi, IS-2 juga dipersenjatai dengan dua pucuk senapan mesin DT kaliber 7,62mm; tidak sedikit pula IS-2 yang masih ditambahi dengan senapan mesin berat DShk kaliber 12,7mm guna keperluan anti serangan udara.

IS-2 pertama kali digunkan dalam pertempuran pada bulan April 1944. Pasukan tank Jerman kaget luar biasa ketika melihat meriam kaliber 88mm pada tank Tiger I tidak mampu menembus lapisan baja IS-2, kecuali dalam jarak kurang dari 1.000 meter. Bahkan meriam kaliber 75mm tank Panther bahkan hanya efektif dalam jarak kurang dari 600 meter. Walaupun lebih diutamakan untuk menembakkan proyektil HE, tetapi meriam 122mm pada tank IS-2 juga bisa digunakan untuk menembakkan proyektil AP dan mampu menembus lapisan baja tank Tiger dalam jarak lebih dari 1.000 meter.

Secara teknis lapisan baja dan meriam 122mm yang digunakan tank IS-2 memang mampu mengimbangi tank-tank Jerman, namun IS-2 ternyata lebih lamban dan sulit bermanuver jika dibandingkan dengan tank-tank Jerman. Selain itu tank-tank Jerman juga memiliki fire control yang jauh lebih baik dari tank-tank Uni Soviet.
Walaupun masih memiliki kelemahan, tetapi IS-2 adalah tank yang cukup tangguh dan digunakan sebagai ujung tombak serangan pasukan Uni Soviet pada tahun 194401945. Tank ini pula yang digunakan untuk mendobrak pertahanan Jerman di Berlin, sekaligus membawa Uni Soviet meraih kemenangan dalam Perang Dunia II.

Pada awal tahun 1945, muncul versi baru dari tank IS-2; yaitu IS-3. Versi IS-3 ini memiliki lapisan baja yang lebih tebal dengan desain turret model baru. IS-3 adalah salah satu simbol perang dingin, digunakan oleh beberapa negara sekutu Uni Soviet pada tahun 1950-an dan 1960-an. Salah satu penggunanya adalah Mesir, yang menggunakan IS-3 dalam Perang Arab-Israel tahun 1967 dan 1973.

Secara total telah diproduksi lebih dari 8.000 unit tank IS dalam berbagai varian dan versi, termasuk assault gun ISU-122 dan ISU-152.

Sabtu, 25 Juni 2011

CV90120-T light tank

CV90120-T light tank

CV90120-T light tank dikembangkan oleh BAE Systems Hagglunds, tujuan utamanya adalah menyamai firepower MBT, tapi punya mobilitas yang jauh lebih baik daripada MBT, ringan dan mudah dipindahkan dengan tranportasi udara.

Senjata utamanya adalah meriam laras licin Swiss Ordnance 120-mm fully-stabilized high-pressure low-recoil, lengkap dengan computerized fire control system dan stabilized day/nightsights. Meriam ini menggunakan peluru 120 mm standar NATO, termasuk APFSDS.

Armornya modular, sesuai kebutuhan, sehingga beratnya berkisar antara 26 - 35 ton tergantung armor yang dipakai.
CV90120-T bisa dilengkapi dengan Active Defense System (ADS) hard-kill buatan Thales/IBD yang diklaim bisa melindungi tank dari ancaman rudal anti tank dan peluru meriam, termasuk peluru KE (energi kinetik). ADS hard-kill "menembak" rudal/peluru musuh dengan ledakan tanpa fragmentasi yang bisa memecahkan / membelokkan arah rudal/peluru musuh.

Selain itu CV90120-T juga bisa dilengkapi dengan ADS soft-kill yang terdiri dari multi-sensor UV, sistem peringatan ancaman laser / radar serta peluncur countermeasure dan asap. Countermeasurenya menyelimuti tubuh tank dengan sejenis uap yang bisa meminimalisir bayangan inframerah tank dan "membutakan" pengarah laser/radar musuh.

Spesifikasi :

Crew : 4
Panjang (termasuk meriam) : 8.9 m
Panjang (badan saja) : 6.6 m
Lebar : 3.2 m
Tinggi : 2.4 m
Berat : 26 - 35 ton
Senjata utama : 120 mm
Senjata tambahan : 7,62 mm dan 12,7 mm
Power : 670 hp
Kecepatan max. : 70 km/jam
Jarak tempuh : 600 km

Sabtu, 18 Juni 2011

Panzer 68 Main Battle Tank

Panzer 68 Main Battle Tank

Menyusul kesuksesan Panzer 61, militer Swiss memutuskan untuk membuat lebih banyak tank dengan kemampuan yang lebih ditingkatkan dan diberi nama Panzer 68. Tank ini dproduksi sebanyak 390 unit pada tahun 1971-1983.

Panzer 68 adalah hasil pengembangan dari Panzer 61. Masih dipersenjatai dengan meriam L7 kaliber 105mm, namun Panzer 68 dilengkapi dengan fire-control system yang lebih maju dan penggunaan stabilizer yang memungkinkan tank untuk menembak dalam keadaan bergerak. Tank ini juga menggunakan mesin yang lebih bertenaga dan pemasangan sistem perlindungan terhadap perang Nubika.

Tank ini digunakan Swiss dari tahun 1971 sampai 2003. Tank-tank Panzer 61 dan Panzer 68 akhirnya digantikan oleh tank Leopard 2 buatan Jerman.

Specification (Panzer 68)
Crew : 4
Armament :
Main : 1 x 105mm gun
Co-axial : 1 x 7.5mm machine gun
Anti-aircraft : 1 x 7.5mm machine gun
Combat weight : 40,700 kg
Length : 9.49 m
Width : 3.14 m
Height : 2.75 m
Powerpack : 660 hp MTU MB 837 Ba-500 diesel engine
Maximum road speed : 55 km/h
Range : 350 km

T-26 Light Tank

T-26 Light Tank

Pada awal tahun 1930-an, Uni Soviet melakukan pembelian beberapa unit tank ringan Vickers Mk.E dari Inggris. Dengan berdasarkan rancangan tank Vickers Mk.E inilah akhirnya Uni Soviet berhasil membuat tank ringan T-26 yang kemudian diproduksi sebanyak lebih dari 12.000 unit dalam berbagai varian pada tahun 1931-1941.

Tank dengan bobot sekitar 8 ton ini diawaki tiga orang dan menggunakan mesin bensin T-26 berkekuatan 90 tenaga kuda. Memiliki kecepatan maksimum 28km/jam dengan jarak tempun sekitar 200km. Varian awal T-26 bisa dikatakan mirip dengan Vicker Mk.E, yaitu dengan dua turret dan dipersenjatai dua pucuk senapan mesin kaliber 7,62mm. Varian awal ini diproduksi sebanyak 1.627 unit pada tahun 1931-1933. Sebanyak 450 unit di antaranya kemudian menjalani modifikasi di mana salah satu senapan mesin dicopot diganti dengan meriam 37mm.

Pada tahun 1933 mulai diproduksi T-26 dengan satu turret. Pada versi ini dipersenjatai dengan sepucuk meriam kaliber 45mm dan sepucuk senapan mesin kaliber 7,62mm. Versi ini yang kemudian terus diproduksi hingga produksi T-26 dihentikan pada tahun 1941. Selain itu juga dibuat beberapa varian berdasarkan rangka tank T-26 seperti varian flame thrower, pengangkut pasukan, penarik meriam, dan lain-lain.

T-26 pertama kali digunakan dalam perang saudara Spanyol dan selanjutnya banyak digunakan dalam beberapa konflik sebelum Perang Dunia II, termasuk perang di perbatasan Uni Soviet dengan Jepang. Sementara itu dalam Perang Dunia II tank ini digunakan Uni Soviet dalam serangan mereka ke Polandia dan Finlandia.

Walaupun Uni Soviet kehilangan ratusan T-26 pada masa awal Operasi Barbarossa, tapi ternyata T-26 tetap digunakan hingga Perang Dunia II berakhir. Tank ini terakhir kalinya digunakan pasukan Uni Soviet pada tahun 1945, ketikan digunakan untuk menyerang posisi Jepang di Manchuria.

Tank ini masih dipergunakan oleh Finlandia hingga tahun 1960.

Jumat, 17 Juni 2011

Fiat 3000 Light Tank

Fiat 3000 Light Tank

Fiat 3000 adalah tank pertama yang diproduksi di Italia. Tank ini bisa dikatakan merupakan versi lokal Italia dari tank ringan Renault FT-17 buatan Perancis dan mulai digunakan pasukan Italia pada tahun 1921.

Tank ringan seberat 5,5 ton ini diawaki dua orang. Menggunakan mesin Fiat berkekuatan 50 tenaga kuda, tank ini memiliki kecepatan maksimum 24km/jam dengan jarak tempuh 95km. Tank ini dipersenjatai dengan senapan mesin laras ganda kaliber 6,5mm.

Pada tahun 1929, semuan Fiat 3000 yang masih digunakan pasukan Italia menjalani peningkatan kemampuan. Modifikasi dilakukan dengan penggantian mesin yang lebih bertenaga dan penggantian senjata menjadi sepucuk meriam kaliber 37mm. Tank hasil modifikasi ini dikenal sebagai Fiat 3000B.

Fiat 3000 digunakan Italia dalam operasi militer di Libya tahun 1926 dan Ethiopia tahun 1935. Tank ini masih digunakan Italia dalam Perang Dunia II untuk tugas-tugas anti partisan di Yunani dan Albania. Fiat 3000 terakhir kali digunakan di medan perang pada tahun 1943, ketika digunakan pasukan Italia untuk menghadapi pendaratan Sekutu di Sisilia.

Crusader Cruiser Tank

Crusader Cruiser Tank

Crusader mulai dirancang pada tahun 1939 dan memasuki proses produksi. Diproduksi pada tahun 1940 sampai dengan tahun 1943 dengan jumlah total sekitar 5.300 unit dalam berbagai varian.

Sebagai cruiser tank, Crusader memiliki lapisan baja yang tipis. Menggunakan mesin Nuffield Liberty Mark III berkekuatan 340 tenaga, tank ini sanggup diajak ngebut hingga kecepatan 64km/jam. Tetapi kemampuan suspensi membatasi tank ini pada kecepatan 43km/jam dengan jarak tempuh 322km.

Crusader banyak digunakan pada pertempuran di Afrika Utara, di mana para awaknya menyukai kecepatan dan kelincahan tank ini. Namun tank ini sering menghadapi masalah mesin yang gampang rewel , lapisan baja yang tipis, dan persenjataan yang kurang memadai. Sebagai akibatnya, setelah operasi militer di Afrika Utara usai, tank ini ditarik dari garis depan. Posisi Crusader kemudian digantikan dengan Sherman dan Cromwell.

Ditarik dari garis depan bukan berarti berakhirnya masa tugas bagi Crusader. Tank ini kemudian banyak dimodifikasi menjadi kendaraan anti serangan udara dan penarik meriam. Dengan fungsi barunya ini Crusader tetap digunakan sampai Perang Dunia II usai.
Varian-varian Crusader

Crusader I
Diawaki lima orang. Dipersenjatai dengan sepucuk meriam 2 pounder dan sepucuk senapan mesin co-axial (Besa kaliber 7,9mm). Di samping driver terdapat turret tambahan dengan senapan mesin yang sama. Mampu membawa 110 butir amunisi 2 pounder dan 4.950 butir amunisi senapan mesin.

Crusader II
Sama seperti Crusader I, hanya saja dengan penambahan lapisan baja. Turret tambahann seringkali dicopot sehingga cukup diawaki empat orang saja. Crusader II juga dibuat versi command tank (dengan dummy gun serta tambahan radio) dan close-support tank (dengan persenjataan howitzer kaliber 6 inci).

Crusader III
Penggantian senjata utama dengan meriam kaliber 6 pounder (65 butir amunisi) yang mampu melontarkan proyektil HE. Namun senjata yang lebih besar membuat interior turret semakin sempit. Akibatnya awak tank berkurang menjadi tiga orang dan posisi loader dirangkap oleh commander.

Crusader III AA Mk.I
Varian anti serangan udara dengan empat orang awak. Dipersenjatai sepucuk kanon Bofors kaliber 40mm.

Crusader III AA Mk.II / Mk. III
Varian anti serangan udara dengan persenjataan kanon Oerlikon laras ganda kaliber 20mm. Digunakan dalam operasi pendaratan di Normandia.

Crusader II Gun Tractor Mk. I
Varian tidak bersenjata yang digunakan sebagai penarik meriam.

CrusaderARV Mk. I
Varian Armored Recovery Vehicle

Crusader Sel-Propelled Gun
Setelah Perang Dunia II usai, sejumlah Crusader dikonversi menjadi self-propelled gun dengan persenjataan meriam kaliber 75mm atau howitzer kaliber 105mm buatan Perancis. Varian ini kemudian dijual ke Argentina.

Selasa, 03 Mei 2011

Conqueror Heavy Tank

Conqueror Heavy Tank

Pada tahun 1944 Inggris memulai proyek tank baru yang diberi nama A34 dan A41. A41 dirancang sebagai heavy cruiser tank dan A34 sebagai hevay infantry tank. A41 kemudian menjadi tank Centurion A34 menjadi tank Conqueror.

Rancangan awal tank adalah sebagai universal tank, tank yang dapat secara mudah dapat pula difungsikan sebagai flamer thrower, dozer tank, dan tank amfibi. Tahun 1949 diputuskan bahwa tank ini akan dipersenjatai dengan meriam kaliber 120mm, namun hal ini mengalami keterlambatan. Sebagai solusi sementara, maka sejumlah rangka tank ini dipasangi dengan turret tank Centurion Mk.2 yang dipersenjatai dengan meriam 17 pdr. Tank ini disebut Caernarvon Mk.1. Selanjutnya dibuat pula Caernarvon Mk.2 yang pada dasarnya sama dengan Caernarvon Mk.1, hanya saja menggunakan turet tank Centurion Mk.III yang dipersenjatai dengan meriam 20 pdr.

Pada tahun 1950-an, AS juga membuat heavy tank sendiri yaitu M103 yang dipersenjatai dengan meriam M58 kaliber 120mm. Inggris kemudian memutuskan bahwa heavy tank mereka juga dipersenjatai dengan meriam yang sama dan tank ini disebut Conqueror. Sebanyak 165 unit tank Conqueror diproduksi pada tahun 1955-1959, termasuk sejumlah tank Caernarvon yang dikonversi menjadi Conqueror.

Conqueror digunakan oleh pasukan lapis baja Inggris di Jerman Barat. Namun di lapangan ditemukan bahwa mengoperasikan tank ini adalah mimpi buruk bagi tentara Inggris sendiri. Tank ini terbukti membutuhkan perawatan yang rumit dan sistem kelistrikannya sering mengalami masalah. Selain itu dengan beratnya yang mencapai lebih dari 65 ton mengakibatkan tank ini sulit bergerak secara lincah di medan tempur dan memiliki radius tempur yang sangat terbatas. Tank Centurion dengan meriam L7 kaliber 105mm kemudian ternyata terbukti lebih dapat dihandalkan sehingga pada tahun 1966 semua Conqueror yang ada dipensiunkan dari dinas militer Inggris.

Specification (Conqueror Mk.1)
Crew : 4
Armament :
Main : 1 x 120mm gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Anti-aircraft : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 66,044 kg
Length : 11.58 m
Width : 3.98 m
Height : 3.35 m
Powerpack : 810 hp Rolls Royce Meteor M120 No.2 Mk.1A petrol engine
Maximum road speed : 34 km/h
Range : 153 km

Senin, 02 Mei 2011

BT Tank

BT Tank

BT adalah tanki miliki Uni Soviet yang banyak diproduksi pada tahunn 1930-an dan menjadi tulang punggung kekuatan pasukan tank Uni Soviet hingga akhirnya digantikan oleh T-34. BT sendiri adalah singkatan dari “Bistrokhodny Tank” atau “Fast Tank”. Satu fitur yang unik dari tank BT adalah track nya dapat dilepas dan kemudian dapat berjalan menggunakan roda seperti halnya panser, walaupun pada kenyataannya kemampuan ini hampir tidak pernah dipraktekkan di medan perang.

Tank dengan tiga orang awak ini diproduksi sebanyak lebih dari 8.000 unit dalam berbagai varian pada tahun 1932-1941. Pertama kali digunakan dalam perang saudara Spanyol, tank ini kemudian digunakan pula dalam perang perbatasan dengan Jepang sebelum akhirnya digunakan dalam Perang Dunia II. Bisa dikatakan tank ini digunakan dalam semua pertempuran yang melibatkan pasukan Uni Soviet. Mulai dari serangan ke Polandia dan Finlandia, hingga pertempuran melawan pasukan Jerman. Bahkan tank ini masih digunakan dalam serangan ke Manchuria. Tank ini baru dipensiunkan setelah Perang Dunia II usai.

Minggu, 01 Mei 2011

ARL-44 Heavy Tank

ARL-44 Heavy Tank

Menjelang akhir tahun 1930-an, heavy tank yang dimiliki oleh Perancis adalah Char B1. Kelemahan utama tank ini adalah persenjataan utama berupa meriam kaliber 75mm yang memiliki elevasi terbatas sehingga pada tahun 1938 dimulai proyek untuk membuat heavy tank baru ARL-40. Namun heavy tank baru ini tidak sempat memasuki tahap produksi karena pada tahun 1940 Perancis dikuasai oleh Jerman.

Selama masa pendudukan Jerman, Perancis tetap melakukan pengembangan tank tersebut secara rahasia dan ketika Perancis berhasil bebas dari pendudukan Jerman pada tahun 1944 maka proyek heavy tank tersebut kembali dilanjutkan. Namun ternyata desain tank tersebut sudah sangat ketinggalan jaman mengingat pada awalnya proyek tersebut dimulai pada akhir tahun 1930-an, sementara teknologi tank dan kendaraan lapis baja sudah berkembang dengan pesat pada pertengahan Perang Dunia II.

Pada awal tahun 1945 militer Perancis menyatakan bahwa spesifikasi tank ARL-40 sudah tidak memadai lagi untuk memenuhi kebutuhan pasukan tank Perancis. Pihak militer Perancis bahkan menyebutkan bahwa membuat tank dengan spesifikasi sesuai dengan desain ARL-40 adalah sia-sia belaka, mengingat tank tersebut didesain pada akhir tahun 1930-an. Berdasarkan permintaan militer Perancis inilah maka kemudian dirancang sebuat proyek heavy tank baru yang memiliki kemampuan di atas ARL-40. Heavy tank tersebut adalah ARL-44.

Walaupun demikian, tank ARL-44 pada dasarnya masih menggunakan teknologi tank Perancis pada akhir tahun 1930-an. ARL-44 masih menggunakan suspensi yang sama dengan tank Char B1, hanya saja ARL-44 memiliki lapisan baja sampai setebal 120mm dan dipersenjatai dengan meriam DCA45 kaliber 90mm (yang merupakan pengembangan dari meriam anti serangan udara yang biasa digunakan pada kapal-kapal perang Angkatan Laut Perancis). Hal ini dikarenakan militer Perancis meminta tank itu untuk segera diproduksi, sementara industri tank Perancis masih belum pulih akibat masa pendudukan Jerman.

Pada awalnya direncanakan untuk membuat sebanyak 300 unit tan ARL-44, namun pada akhirnya hanya sekitar 60 unit diproduksi pada tahun 1946-1950. ARL-44 dikenal memiliki banyak masalah pada masa opersionalnya. Hal ini tidak mengherankan karena sebetulnya tank ini dibuat secara terburu-buru dan walaupun ketika memasuki tahap produksi bisa dikatakan Perancis sudah tidak membutuhkan lagi heavy tank, namun tank ini tetap dibuat secara terbatas. Salah satu alasan ARL-44 tetap diproduksi adalah untuk membangkitkan semangat nasional masyarakat Perancis yang sedang kembali membangun negara mereka usai Perang Dunia II.

ARL-44 hanya digunakan oleh pasukan Perancis sampai tahun 1953 karena pada tahun tersebut Perancis menerima tank M47 Patton dalam jumlah besar sebagai bagian dari bantuan militer AS.

Specification
Crew : 5
Armament :
Main : 1 x 90mm gun
Co-axial : 1 x 7.5mm machine gun
Bow : 1 x 7.5 mm machine gun
Combat weight : 48,000 kg
Length : 10.52 m
Width : 3.40 m
Height : 3.20 m
Powerpack : 575 hp Maybach HL230 petrol engine
Maximum road speed : 35.75 km/h
Range : 150 km

Char B1 Heavy Tank

Char B1 Heavy Tank

Char B1 adalah heavy tank Perancis yang dibuat sebelum Perang Dunia II. Tank ini dirancang “battle tan”, untuk menembus garis pertahanan musuh. Oleh karena itu maka tank ini lamban karena memiliki lapisan baja yang lebih tebal tetapi sekaligus memiliki persenjataan yang lebih kuat daripada tank-tank lainnya pada awal Perang Dunia II.

Tank ini memiliki berat 32 ton dan diawaki empat orang. Mesin berkekuatan 307 tenaga kuda hanya mampu mencapai kecepatan maksimum 28km/jam dengan jarak tempuh 150km. Persenjataan tank ini cukup menakutkan untuk tank pada awal Perang Dunia II. Char B1 dipersenjatai dengan sepucuk meriam SA 34 kaliber 47mm (50 butir amunisi), sepucuk howtizer ABS SA 35 kaliber 75mm (74 butir amunisi), dan dua pucuk senapan mesin kaliber 7,5mm (5.100 butir amunisi).

Dalam Battle of France, kehadiran Char B1 cukup menakutkan pasukan Jerman. Dalam suatu pertempuran, sebuaha Char B1 berhasil menghancurkan 13 tank Jerman dan berhasil selamat walaupun terkena tembakan sebanyak 140 kali. Heinz Guderian sendiri mengakui keunggulan Char B1 dibandingkan tank-tank Jerman pada saat itu, namun lagi-lagi pasukan Perancis kalah taktik dibandingkan dengan pasukan Jerman dan Char B1 pun tidak bisa menyelamatkan Perancis dari kekalahan.

Setelah Perancis kalah, sejumlah Char B1 berhasil direbut pasukan Jerman yang kemudian menggunakannya dengan untuk tugas-tugas patroli keamanan atau sebagai tank latih. Beberapa dia antaranya dimodifikasi menjadi flame thrower dan self-propelled howitzer.

Setelah pasukan Sekutu mendarat di Normandia, sejumlah Char B1 berhasil direbut kembali oleh partisan dan pasukan Perancis. Char B1 tercatat masih digunakan oleh pasukan Perancis sampai tahun 1946.
\

Selasa, 26 April 2011

A34 Comet Cruiser Tank

A34 Comet Cruiser Tank

Pengalaman pasukan Inggris pada saat bertempur di Afrika Utara menunjukkan bahwa Crusader yang merupakan cruiser tank pada saat itu memiliki banyak kelemahan. Inggris kemudian membuat cruiser tank baru, yaitu Cromwell. Cromwell sendiri adalah tank yang bagus, namun memiliki kelemahan apabila digunakan dalam pertempuran antar tank. Pemasangan meriam tipe baru tidak dimungkinkan karena keterbatasan rancangan tank tersebut. Akhirnya Inggris memutuskan untuk membuat cruiser tank baru yang memiliki banyak kesamaan komponen dengan Cromwell, namun memiliki kemampuan pertempuran tank yang lebih baik. Cruiser tank baru ini disebut Comet.

Comet diawaki lima orang dan menggunakan mesin Rolls Royce Meteor Mk.3 berkekuatan 600 tenaga kuda. Tank seberat 35,6 ton ini memiliki kecepatan maksimum 51km/jam dengan jarak tempuh 196km. Persenjataan utama tank ini adalah sepucuk meriam high velocity kaliber 77mm (61 butir amunisi) dan dua pucuk senapan mesin Besa kaliber 7,9mm. Meriam kaliber 77mm sendiri adalah hasil pengembangan dari meriam 17 pounder yang digunakan pada tank Sherman Firefly.

Prototype Comet selesai pada bulan Februari 1944 dan mulai diproduksi pada bulan September 1944. Tank ini mulai digunakan Inggris pada bulan Desember 1944. Semasa digunakan dalam Perang Dunia II boleh dikatakan tidak ada pertempuran dalam skala besar yang melibatkan tank Comet, namun bukan berarti tank ini tidak pernah terlibat dalam kontak senjata dengan pasukan Jerman. Tank ini juga digunakan oleh pasukan Inggris saat melakukan operasi penyeberangan sungai Rhine.

Usai Perang Dunia II Comet masih terus digunakan oleh Inggris sampai dengan tahun 1958 dan sempat memperkuat pasukan Inggris dalam Perang Korea. Sementara Afrika Selatan, salah satu pengguna Comet, baru mempensiunkan tank ini pada tahun 1980-an.

A27M Cromwell Cruiser Tank

A27M Cromwell Cruiser Tank

Pada tahun akhir tahun 1940 militer Inggris mulai merancang cruiser tank baru untuk menggantikan tank Crusader (walaupun pada saat itu tank Crusader belum lama diproduksi). Dari rancangan tersebut akhirnya menghasilkan tank Cromwell yang mulai digunakan oleh tentara Inggris pada tahun 1942. Nama Cromwell sendiri diambil dari nama Oliver Cromwell, salah satu jenderal dan pemimpin pada masa perang saudara Inggris di abad ke-17.

Cromwell sering dianggap sebagai salah satu tank terbaik yang dibuat oleh Inggris dalam Perang Dunia II. Tak kurang dari 4.016 unit tank ini berhasil dibuat dalam berbagai varian, termasuk varian tank Centaur sebanyak 950 unit. Tank dengan lima orang awak ini adalah salah satu tank tercepat dalam Perang Dunia II, dengan kecepatan maksimum mencapai 64km/jam. Namun daya tahan suspensi yang memaksa kecepatan maksimum dibatasi pada 51km/jam. Walaupun demikian tetap saja tank ini memiliki kecepatan lebih unggul daripada tank-tank lainnya dalam Perang Dunia II. Semua itu tidak lepas dari penggunaan mesin Rolls Royce Meteor pada tank ini, yang merupakan hasil pengembangan dari mesin Rolls Royce Merlin yang bisa dipakai pesawat tempur Supermarine Spitfire.

Varian awal tank Cromwell masih dipersenjatai dengan meriam 6 pounder, yang kemudian diganti dengan meriam ROQF kaliber 75mm yang merupakan hasil pengembangan dari meriam M3 kaliber 75mm yang biasa digunakan pada M4 Sherman. Cromwell terbukti lebih cepat dan lincah dibandingkan Sherman, namun lapisan bajanya tidak setangguh Sherman. Merian ROQF juga terbukti lebih unggul untuk menembakkan proyektil HE, namun kurang handal dalam melontarkan proyektil AP. Selain meriam 6 pounder atau 75mm, howitzer kaliber 95mm juga digunakan untuk mempersenjatai tank ini. Howitzer tersebut khusus digunakan pada Cromwell versi close support.

Tank Cromwell pertama kali digunakan pada pendaratan di Normandia dan terus digunakan hingga Perang Dunia II usai. Inggris sendiri masih menggunakan Cromwell hingga tahun 1950.Pengguna Cromwell lainnya adalah Finlandia dan Israel. Israel tercatat pernah mengunakan tank ini dalam perang Arab-Israel tahun 1948.

Minggu, 24 April 2011

Centurion Main Battle Tank

Centurion Main Battle Tank

Centurion bisa dikatakan merupakan tank tersukses yang pernah dibuat oleh Inggris. Tank ini mulai dirancang pada tahun 1943, namun baru mulai diproduksi pada tahun 1946. Ketika produksinya dihentikan pada tahun 1962, tercatat sekitar 4.423 unit tank ini dibuat dalam berbagai varian.

Varian awal Centurion masih dipersenjatai dengan meriam 17 pdr, sama seperti tank Sherman Firefly dalam Perang Dunia II. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, maka meriam 17 pdr kemudian digantikan dengan meriam 20 dpr dan akhirnya dengan meriam L7 kaliber 105mm. Meriam L7 sendiri adalah meriam tank yang paling sukses dalam sejarah dan masih dipergunakan hingga saat ini. Selain digunakan oleh Inggris, Centurion dengan berbagai variannya juga digunakan oleh banyak negara dan bisa dikatakan menjadi satu-satunya tank Inggris yang terbukti sangat battle proven di lapangan. Negara-negara pengguna Centurion selain Inggris adalah Australia, Austria, Kanada, Denmark, Mesir, India, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Belanda, Selandia Baru, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Swedia, dan Swiss.

Centurion pertama kali digunakan di medan tempur dalam Perang Korea oleh pasukan Inggris dan merupakan tank modern pertama yang digunakan di medan perang. Inggris juga menggunakan tank ini dalam Krisis Suez tahun 1956. Centurion milik Australia digunakan dalam Perang Vietnam, sementara India menggunakan tank ini dalam Perang India-Pakistan tahun 1965 dan 1971.
Namun tidak dipungkiri bahwa tank Centurion melegenda di tangan pasukan Israel. Tank ini menjadi andalan pasukan Israel dalam Perang Enam Hari tahun 1967 dan Perang Yom Kippur tahun 1973. Dalam invansi Israel ke Lebanon Selatan tahun 1982 pun tank ini masih menjadi andalan pasukan Israel.

Saat ini sebagian besar negara-negara pengguna Centurion sudah mempensiunkan tank ini sebagai tank tempur, kecuali dalam varian modifikasi seperti APC Nagmachon milik Israel yang masih digunakan dalan konflik Israel-Lebanon tahun 2006. Walaupun demikian, sejumlah Centurion hasil modifikasi masih digunakan sebagai MBT; seperti yang dilakukan Afrika Selatan dengan Olifant Mk.1 A/B dan Mk.2

Specification (Centurion Mk.13)
Crew : 4
Armament :
Main : 1 x 105mm gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Anti-aircraft : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 51,820 kg
Length : 9.85 m
Width : 3.39 m
Height : 3.00 m
Powerpack : 650 hp Rolls Royce Meteror Mk.IV B Meteor petrol engine
Maximum road speed : 34 km/h
Range : 190 km

BMP-2

BMP-2 : Tank Amfibi “Sangar” & Battlle Proven

Tak banyak alustsista (alat utama sistem senjata) milik TNI yang berkualifikasi ”sangar,” khususnya di segmen kavaleri. Lebih modern mungkin ada, tapi yang benar-benar sangar hanya bisa dihitung dengan jari. Yang dimaksud sangar pada tulisan ini yakni dilihat dari segi desain, persenjataan dan battle proven (terbukti handal dalam medan perang). Dimana kesemua unsur tadi bila digabungkan mampu menciptakan daya getar (deteren) bagi lawan.

Ketimbang alutisista kavaleri buatan barat, seperti tank Scorpion, AMX-10 dan Stormer dipandang kurang punya daya getar ketimbang produk tank dan panser buatan Uni Soviet/Rusia. Pasalnya produk dari barat masih minim ”pengalaman perang” dan berdesain lebih mungil. Terkait kata sangar, Korps Marinir TNI-AL adalah institusi kavaleri yang paling beruntung, Korps Marinir hingga kini punya arsenal sangar (walau sebagian jadoel dan jumlah terbatas) macam tank amfibi PT-76, BTR-50, panser amfibi BTR-80 dan BMP-2

Yang disebut terakhir, BMP-2 adalah tank tipe APC (armored personel carrier) berkualifikasi amfibi. BMP-2 sejatinya bukan produk baru, tank ini dibeli bekas oleh pemerintah RI dari Ukraina dan Slovekia pada tahun 1998 dalam beberapa gelombang pengiriman. Menurut Kerry Plowright dari lembaga riset ADF 2008, disebutkan Indonesia kini mempunyai 40 unit BMP-2.

Tank Sangar Korps Marinir

Apa yang membuat BMP-2 disebut sangar? Tak lain karena desain tank dan persenjataan yang diadopsi. Sebagai sebuah APC, BMP-2 punya bekal senjata utama kanon otomatis 2A42 kaliber 30 mm. Selain manjur menghantam sasaran di darat, kanon 30 mm sangat efektif untuk menghajar sasaran di udara, seperti helikopter dan pesawat berkecepatan rendah. Sebagai gambaran, kanon 30 mm BMP-2 dapat memuntahkan 200 – 300/550 peluru per menit. BMP-2 dapat membawa 340 amunisi High Explosive kaliber 30 mm.

Canggihnya lagi, kanon 30 mm dilengkapi stabililizer sehingga dapat membidik sasaran secara akurat saat melaju dengan kecepatan 35 km per jam. Sudut kubah dapat berputar secara cepat 360 derajat, dan sudut elevasi laras hingga 74 derajat. Semua ini menjadikan BMP-2 handal untuk menghajar sasaran helikopter. Untuk itu Korps Marinir menempatkan tank ini pada resimen artileri pertahahan udara (Arhanud), walau sejatinya BMP-2 lebih pas berada di satuan kavaleri, pasalnya BMP-2 tak punya radar penjejak sasaran udara.

Kesan sangar BMP-2 bertambah dengan adanya bekal rudal anti tank AT-5 Spandrel yang ditempatkan pada sisi atas kubah. Sebagai senjata tambahan, ada senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm dengan jumlah amunisi 2000 peluru. Tank angkut personel ini dapat membawa 7 – 8 personel dengan jumlah kru 3 orang.

Ketimbang tank-tank amfibi masa lalu, BMP-2 punya kehebatan mampu berenang tanpa persiapan yang rumit. Unik memang, tak ada bekal water jet ataupun baling-baling untuk berenang, tenaga untuk mengarungi air berasal dari putaran arah gerak rantai. Sekilas mirip dengan pola di panser V-150 TNI-AD, yang kemampuan renangnya dihasilkan dari arah gerak roda.

Dengan kemampuan mobilitas yang tinggi, tak pelak BMP-2 amat populer digunakan di banyak negara. Pengalaman tempur tank ini sudah mendunia, mulai dari medan salju hingga padang pasir terbukti mampu dilahap tank ini. BMP-2 mulai digunakan oleh Uni Soviet pada tahun 1982. Beberapa konflik dunia yang melibatkan tank ini antara lain perang di Afghanistan, perang Irak-Iran, perang Teluk tahun 1991, perang saudara di Georgia dan operasi militer Rusia di Chechnya.

Sejak satu dasawarsa hadir di Tanah Air, BMP-2 sudah terjun ke medan konflik, contohnya pengamanan konflik SARA di Maluku dan penumpasan GPK GAM. Tak jarang saat melawan GAM, BMP-2 melakukan bantuan tembakan langsung ke kubu lawan. Di kawasan ASEAN, hanya Vietnam yang memiliki tank jenis ini, jumlahnya cukup besar yakni 600 unit. Beberapa negara sekutu Rusia mendapat kesempatan untuk memprokusi tank ini, seperti India dan Ukuraina. Dengan segala kesangarannya, tak salah bila BMP-2 Marinir bisa disejajarkan dengan APC andalan US Army, M2 Bradley.

Spesifikasi BMP-2
Kru : 3 + 7
Senjata Utama :
Main : 1 x 30mm cannon
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Anti-tank : 1 x AT-5 Spandrel Anti-Tank Guided Missile launcher
Berat Tempur : 14,300 kg
Panjang : 6.73 m
Lebar : 3.15 m
Tinggi : 2.45 m
Mesin : 300 hp Type UTD-20 6-cylinder diesel engine
Kecepatan Maksimum : 65 km/h
Kecepatan Maksimum di Air : 7 km/h
Jangkauan : 600 km