Tampilkan postingan dengan label KRI TNI-AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI TNI-AL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

KRI Tongkak (652)

KRI Tongkak (652)
KRI Tongkak (652) merupakan kapal ketiga dari kapal perang jenis Kapal patroli kelas Andau milik TNI AL. Merupakan jenis kapal cepat torpedo (KCT).

Bertugas sebagai elemen pemukul musuh, baik di permukaan maupun bawah permukaan (ASW - Anti Submarine Warfare) termasuk sebagai kapal pendeteksi anti-kapal selam. Termasuk dalam kelas Andau antara lain KRI Andau (650), KRI Singa (651) dan KRI Ajak (653).

Pembuat: PAL Indonesia, Surabaya
Status: Masih bertugas
Berat benanam: 445 ton (muatan penuh)
Panjang: 58.10 m (190,62 kaki) Lebar: 7.6 m (24,93 kaki) Draught: 2.95 m (9,68 kaki)
Tenaga penggerak: 2 x MTU 60V 956 TB9
Kecepatan: 27 knot (maksimum)
15 knot (ekonomis)
Jarak tempuh: 2.200 nm pada 27 knot
6.000 nm pada 15 knot
Awak kapal: 42 orang
Persenjataan: Torpedo Ø 533 millimetre (20,98 in)

Pembangunan
KRI Tongkak yang dibangun pada tahun 1989 merupakan kapal ketiga dalam seri FPB-57 Nav II yang mana sebagian lambung kapal dan peralatannya dibuat di Lurssen, Jerman, dan dipasang di PT. PAL, Surabaya.

(sekelas dengan KRI Tongkak)
KRI ini merupakan jenis Kapal Cepat Torpedo (KCT) untuk menghadapi perang di bawah air (Anti Submarine Warfare) yang dilengkapi dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target). Pada tahun 1989, KRI Tongkak masuk sebagai bagian dari Armada TNI Angkatan Laut.

Persenjataan
1. Dua tabung peluncur torpedo Ø 533 millimetre (20,98 in), dibekali dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target) yang pada kecepatan 23 knot torpedo ini dapat menghantam target berjarak 28 km,
2. Satu Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2.
3. Satu Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara.
4. Dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 km untuk target udara.
Sensor dan elektronis
1. Sonar PHS-32 hull mounted MF
2. Pengontrol tembakan DR-2000 S3 intercept
3. Radar permukaan Racal Decca/Signaal Scout
4. Pengumpan (Countermeasures) Dagie decoy RL

Senin, 12 September 2011

KRI Teluk Bayur-502

KRI Teluk Bayur-502

Kapal perang jenis Landing Ship tank (LST) di bawah pembinaan satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya termasuk salah satu kapal perang yang diusulkan untuk dihapus dari jajaran Kolinlamil. KRI Teluk Bayur-502 sudah lebih dari empat puluh tahun dioperasikan TNI AL dalam berbagai penugasan operasi dan latihan.

Kapal perang yang sampai saat ini diawaki oleh 95 personel sejak masuk menjadi kekuatan unsur kapal perang TNI AL tepatnya 17 Juni 1961 telah mengemban berbagai penugasan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang ke berbagai wilayah perairan Indonesia.

Berbagai penugasan operasi militer diantaranya ikut dalam operasi angkutan pergeseran pasukan ke Timor–Timur dan berbagai penugasan ke perairan di Wilayah Indonesia dalam rangka mengakut pasukan untuk penugasan di daerah rawan konflik.

Demikian pula beberapa tahun sebelumnya pernah mendapat tugas untuk membantu kegiatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia diantaranya mengangkut alat-alat berat Departemen Pekerjaan umum dan mengangkut berbagai kebutuhan untuk pemukiman transmigrasi di Sulawesi serta kegitan bantuan sosial lainnya ke beberapa pulau lainnya di Indonesia baik di wilayah Timur maupun Barat.

Sedangkan dalam kegiatan latihan, kapal perang yang berfungsi sebagai angkut tank dan personel tersebut dalam kegiatan pendaratan amphibi maupun pendaratan administrasi ikut terlibat dengan berbagai latihan manuver lapangan (Manlap) diantaranya latihan Puncak TNI AL Armada Jaya sampai dengan latihan gabungan TNI yang digelar Desember tahun lalu.

Kapal perang yang diproduksi Amerika Serikat tahun 1942 termasuk jenis angkut tank dengan panjang 99,89 meter dan lebar 15,25 meter dengan tonage 2510 ton, pada awal masuk dan dioperasikan Kolinlamil memiliki kemampuan berlayar sampai dengan 10 knot per jam dan mampu mengangkut sampai 17 tank dalam kegiatan operasi dan latihan.

KRI Teluk Bayur -502 yang telah direpowering beberapa tahun yang lalu memiliki kemampuan mengangkut sampai dengan 800 personel atau lebih dari dua batalyon tempur dengan segala perlengkapan perorangan dengan pemasangan tenda-tenda pasukan di geladak utama sebagai salah satu fasilitas akomodasi pasukan.

Minggu, 04 September 2011

KRI Mandau (621)

Kapal Patroli Cepat Kelas Mandau

KRI Mandau (621) merupakan kapal patroli cepat berpeluru kendali milik TNI AL. KRI kelas Mandau ini berperan sebagai kapal patroli utama TNI AL dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.

KRI kelas Mandau dibuat oleh perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Tacoma SY, Masan pada 1979. Beberapa variant dari kapal kelas ini diantaranya : KRI Rencong (622) dibuat pada 1979, KRI Badik (623) dibuat pada 1980, dan KRI Keris (624) dibuat pada 1980.

KRI Mandau diawaki oleh 43 orang anak buah kapal termasuk komandan kapal. KRI Mandau tidak dilengkapi untuk pertempuran anti kapal selam (ASW) dan juga tidak dilengkapi dengan sonar pendeteksi bawah laut.

Namun untuk pertempuran permukaan persenjataan yang dimilikinya lumayan lengkap. Awalnya KRI Mandau dilengkapi dengan rudal permukaan Exocet MM-38 dengan jarak jangkau 42km. Semenjak ada kerjasama alih teknologi dengan China Exocet mulai diganti dengan rudal C-802 buatan SACCADE.

KRI Mandau mempunyai panjang 53.58meter * 1.63 meter, dan jelajah tempur 41NM (Nautikal Miles). Bobot penuh 290 ton dan bobot kosong 255 ton.

Reka bentuk kapal sangat memungkinkan untuk mengaplikasi pelbagai sistem persenjataan untuk memenuhi keperluan operasi sesuai dengan tuntutan TNI AL akan operasional kapal patroli cepat.

Persenjataan :
Penggunaan C-802 pada KRI Mandau sempat membuat efek deterence yang besar pada kapal ini, meskipun baru mengaplikasi tabung peluncur pada buritan kapal.

C-802 berbasis pada rudal jelajah anti kapal kondang Exocet dan Harpoon, China sukses merancang dan membuat rudal jelajah dengan nama asli Yingji 82 (YJ-82) ini. Hasil pengembangannya dipakai untuk mempersenjatai armada kapal perang dan pesawat tempur AB China. Varian ekspornya (C-802) kini banyak diminati negara-negara ASEAN.

C-802 mempunyai pendorong turbojet engine dengan berat luncur 715 kg, rudal ini mempunyai kecepatan Mach 0.9 diketinggian 20-30km. Jarak jangkauan mencapai 120 km, dengan muatan hulu ledak 165 kg. Rudal ini berpandu radar inertial dan terminal active radar.

Persenjataan standar KRI Mandau :
• Meriam Bofors 57 mm/70 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 200 rpm, berjangkauan maksimum 17 km (9,3 mil laut) dengan berat amunisi 2,4 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal,
berpemandu tembakan Signaal WM28.
• Meriam Bofors 40 mm/70 : 1 pucuk, kecepatan tembakan 300 rpm, dengan jangkauan maksimum 12 km (6,6 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal.
• Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm : 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm, dengan jangkauan efektif 2 km dengan berat amunisi 0,24 kg,
anti pesawat udara, helikopter.

Senin, 11 Juli 2011

KRI Karel Satsuit Tubun (356)

KRI Karel Satsuit Tubun (356)

KRI Karel Satsuit Tubun adalah Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Karel Satsuit Tubun, salah seorang pahlawan nasional.

KRI Karel Satsuit Tubun merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Isaac Sweers (F814) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk di antaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat.

Senjata
2x2 - Rudal Darat ke Udara -Sea Cat
1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
2x4 - Rudal anti Kapal perang RGM-84 Harpoon - berpemandu Active radar homming
4x - Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
2x - Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm

Perangkat elektronik
Radar
Radar kontrol tembakan
Sonar
Decoy

Pembuat: Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda
Mulai dibuat: 1967
Diluncurkan:
Nama sebelumnya: HNLMS Isaac Sweers (F814)
Status: Masih bertugas

Karakteristik umum
Berat benanam: 2.200 ton standar
2.850 ton beban penuh
Panjang: 113,4 m (372,05 ft)
Lebar: 12,5 m (41,01 ft)
Draught: 5,8 m (19,03 ft)
Tenaga penggerak: s shaft, geared steam turbines 2 boilers, 30.000 hp
Kecepatan: 28,5 knot
Jarak tempuh: 4.500 nm pada 18 knot
Awak kapal: 251 orang
Persenjataan: 2x2 - Rudal Darat ke Udara -Sea Cat
1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
2x4 - Rudal anti Kapal perang RGM-84 Harpoon - berpemandu Active radar homming
4 x Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
2 x Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm

Jumat, 17 Juni 2011

KRI Salawaku ( 642 ) dan KRI badau ( 643 )

KRI Salawaku ( 642 ) dan KRI badau ( 643 )

Dua kapal rudal dari Brunei Darussalam yang dihibahkan kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, bersandar di Dermaga Pangkalan TNI AL Pontianak untuk mengisi bahan bakar. Dua kapal itu KRI Salawaku 642 dan KRI Badau 643 singgah di dermaga TNI AL Pontianak, setelah menempuh perjalanan panjang dari negeri runei Darussalam. Keduanya jenis kapal cepat rudal.

Pemerintah Brunei secara resmi menyerahkan dua unit kapal hibah kepada Indonesia pada tanggal 15 April 2011. Kedua kapal tersebut semula bernama "KDB (Kapal perang Diraja Brunei) Waspada" dan "KDB Pejuang" merupakan kapal-kapal armada Tentara Laut Diraja Brunei (TLDB).

Salawaku dalam bahasa Maluku, berarti perisai yang merupakan alat pelindung yang digunakan oleh Pahlawan Nasional Pattimura dalam melawan penjajah Belanda beberapa abad yang lalu.

Sementara nama Badaudiambil dari nama parang dari daerah Bangka Belitung yang biasa digunakan sebagai senjata khas orang Melayu di masa lampau sekitar abad ke-14.

Sesuai dengan Surat Keputusan Panglima TNI, kepada eks "KDB Waspada" diberi nama "KRI Salawaku" dengan nomor lambung 642 dan kepada eks "KDB Pejuang" diberi nama "KRI Badau" dengan nomor lambung 643.

Kecepatan : 28 Knot
awak : 7 Perwira
30 Anggota

KRI KAKAP 811

KRI KAKAP 811

KRI Kakap (811) merupakan kapal patroli TNI-AL. KRI Kakap adalah kapal jenis FPB-57 generasi pertama buatan Lurssen, Vegesack, Jerman. Pemesanan kapal ini disertai perjanjian untuk membuat kapal selanjutnya di PT. PAL, Surabaya. KRI Kakap diopersikan mulai 1988. Kapal-kapal dalam kelas ini adalah KRI Kakap, KRI Kerapu, KRI Tongkol, dan KRI Barakuda.

PERSENJATAAN
Meriam utama kapal perang KRI Kakap ini adalah meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62 mm. KRI Kakap juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali.

SPESIFIKASI
Kapal dengan 49 awak ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.

Selasa, 17 Mei 2011

KRI BANJARMASIN 592

KRI BANJARMASIN 592

KRI Banjarmasin (592) adalah kapal ke-3 jenis LPD yang dua kapal jenis ini sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, dan sekarang dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya. Kapal ini dirancang sebagai kapal perang rumah sakit. Selain sebagai kapal tempur, kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.

Banjarmasin class berbeda sama Makassar class, dia didesain bisa bawa heli lebih banyak, diperkirakan bisa 4 sekaligus dan maksimal 5 heli, tapi tidak semua helipad bisa dipakai take off, sebagian deck sebagai parkiran saja, tapi tidak ada hangar heli di Makassar class,

SPESIFIKASI
Berat benanam: 7.300 ton
Panjang: 125 m (410.10 kaki)
Lebar: 22 m (72.18 kaki)
Draught: Unknown
Perahu & LCT yang dibawa: 2 × LCT
Pesawat: 3 × Helikopter

Selasa, 03 Mei 2011

KRI ANDAU 650

KRI ANDAU 650

KRI Andau (650) merupakan kapal pertama dari kapal perang jenis Kapal patroli kelas Andau milik TNI AL. Merupakan jenis kapal cepat torpedo (KCT).

Bertugas sebagai elemen pemukul musuh, baik di permukaan maupun bawah permukaan (ASW - Anti Submarine Warfare) termasuk sebagai kapal pendeteksi anti-kapal selam. Termasuk dalam kelas Andau antara lain KRI Singa (651), KRI Tongkak (652) dan KRI Ajak (653).
( KRI Singa --sama--)
KRI ini merupakan jenis Kapal Cepat Torpedo (KCT) untuk menghadapi perang di bawah air (Anti Submarine Warfare) yang dilengkapi dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target). Pada tahun 1988, KRI Andau masuk sebagai bagian dari Armada TNI Angkatan Laut.

PERSENJATAAN
1. Dua tabung peluncur torpedo Ø 533 millimetre (20.98 in), dibekali dengan torpedo berpemandu AEG SUT (Surface & Underwater Target) yang pada kecepatan 23 knot torpedo ini dapat menghantam target berjarak 28 km,
2. Satu Meriam Bofors SAK 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal LIROD Mk. 2.
3. Satu Meriam Bofors SAK 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 300 rpm, jangkauan 12 Km untuk target permukaan dan udara.
4. Dua kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 km untuk target udara.
SPESIFIKASI

Berat benanam: 445 ton (muatan penuh)
Panjang: 58,10 m (190.62 kaki)
Lebar: 7,6 m (24.93 kaki)
Draught: 2,95 m (9.68 kaki)
Tenaga penggerak: 2 x MTU 60V 956 TB92
Kecepatan: 27 knot (maksimum)
15 knot (ekonomis)
Jarak tempuh: 2.200 nm pada 27 knot
6.000 nm pada 15 knot
Awak kapal: 42 orang
Persenjataan: Torpedo Ø 533 millimetre (20.98 in)

Senin, 02 Mei 2011

KRI Jayawijaya 921

KRI Jayawijaya 921

Merupakan kapal ex US Navy bernama USS Askari ARL-30 yang diluncurkan pada Mei 1945 dan masuk armada cadangan pada tahun 1956 - 1966 dan setelah pecah perang Vietnam USS Askari kembali diaktifkan pada tahun 1967 untuk mendukung Amerika di Vietnam, setelah beroperasi di Vietnam kemudian di Sewakan ke TNI AL pada 31 agustus 1971 dan baru dibeli pada tanggal 22 Februari 1979. KRI Jayawijaya (921) berperan sebagai kapal bengkel yang berfungsi sebagai kapal pendukung dan pembekalan.
KM ADRI-XLVII

Tipe Landing Craft Utility (LCU)
Negara asal Indonesia

Sejarah pemakaian
Digunakan 2004 - Sekarang

Sejarah produksi
Galangan PT.Dock Palma di Batam
Diproduksi TA. 2002
Jumlah 1

Spesifikasi
DWT 300 ton
Panjang 48,00 m
Lebar 10,51 m
Tinggi 4,35 m
ABK/Crew 24 orang
Senjata utama SMB Kal. 7,62 mm
Senjata sekunder Senjata perorangan
Mesin Utama MTU 8V TE-72
Power 635 HP

Mesin Generator

Alat Navigasi

Cummin’s 4BT 3.9-M

Radar, GPS, Echo Sounder
Jarak jelajah 2500 mil
Kecepatan 10 Knots

Minggu, 01 Mei 2011

KRI Boiga-825

KRI Boiga-825

KRI Boiga-825 jenis PC-40 (Patroli Cepat). KRI Boiga-825 merupakan salah satu kapal patroli produksi dalam negeri yang dibuat di Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari milik TNI Angkatan Laut.

Dapat dikatakan pengembangan kapal patroli PC-36 dan PC-40 merupakan program Dislitbangal yang sangat mengesankan. Pada tahun 2000 Dislitbangal menyelesaikan prototipe kapal patroli ringan dengan konstruksi lambung berbahan fiberglass dan menerapkan desain kapal berteknologi siluman (stealth).

KRI Boiga memiliki panjang 40 meter, panjang garis air 34,50 meter, lebar 7,30 meter dan berbobot 100 Gross Ton (GT), tangki bahan bakar 35 ton, kecepatan maksimum 29 knot, kecepatan jelajah 26 knot, endurance 4 hari serta jarak jelajah 2.311 NM.

Pemberian nama KRI Boiga-825 didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Laut tentang Ketentuan Pokok Pemberian Nama Kapal-kapal Perang Republik Indonesia yang menyatakan, untuk jenis kapal patroli cepat menggunakan nama-nama ikan atau binatang kecil yang buas.

Nama Boiga diambil dari nama latin ular Tiung Cincin, yakni Boiga Dendrophilia. Ular ini salah satu jenis ular ganas yang hidup di kawasan hutan bakau di semua kepulauan di Indonesia.
Kapal ini digerakkan oleh tiga mesin pokok masing – masing berkekuatan 1100 HP, mampu melaju hingga 31 knot. Dengan kecepatan jelajah 15 knot kapal ini bisa berlayar hingga lima hari dengan 20 orang ABK. Bagian haluannya dilengkapi dengan dudukan senjata untuk meriam 20 mm.

Selasa, 26 April 2011

KRI KARANG TEKOK 982

KRI KARANG TEKOK 982

Sebelumnya KRI Karang Tekok adalah Kapal Fery Cepat Mahakam , sebuah kapal fery penumpang yang dioperasikan oleh PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferri (Persero). Pada 15 September 2005 Departemen Perhubungan menghibahkan lima kapal senilai Rp 491 milyar kepada Departemen Pertahanan melalui TNI AL. Kelima kapal tersebut terdiri dari KFC Serayu, KFC Mahakam, KFC Ambulu, KFC Cisadane dan KFC Barito.
(KRI Karang Galang 984 -sama- )
Alasan penghibahan ini adalah kalahnya kapal-kapal ini bersaing dengan angkutan udara yang semakin murah dan jauh lebih cepat. Kapal perang eks feri ini tidak ditempatkan di garis depan bila ada perang. Kapal ini dimasukkan dalam Satuan Kapal Bantu (Satban) dengan tugas mendukung pergerakan pasukan dan peralatan militer yang akan melaksanakan tugas di suatu wilayah. Karena fungsinya juga sebagai kapal angkut peralatan militer , maka kapasitas penumpang kapal ini dikurangi untuk memberi tempat bagi peralatan militer yang akan diangkut. KFC Ambulu diubah menjadi KRI Karang Pilang (981) , KFC Mahakam diubah menjadi KRI Karang Tekok (982) , KFC Serayu menjadi KRI Karang Banteng (983) , KFC Cisadane menjadi KRI Karang Galang (984) , dan KFC Barito menjadi KRI Karang Unarang (985)

Spesifikasi :
Panjang keseluruhan: 69,80 m
Panjang antara garis tegak (LBP) 62,00 m
Lebar 10,40 m
Berat bersih 493 metrik ton
Tangki BBM (FOT total) 54 ton
Kecepatan maksimum 38 knot
Kecepatan jelajah 30 knot
Jarak jelajah maksimum 550 mil laut
Daya mesin penggerak (MPK) 3.805 AW/2 unit.
Daya angkut sebanyak 600 pasukan.

Sabtu, 09 April 2011

KRI DEWA KEMBAR 932

KRI DEWA KEMBAR 932, Veteran Perang Falkland

KRI Dewa Kembar (932) merupakan kapal survei hidrografi milik TNI Angkatan Laut yang dibeli dari Angkatan Laut Inggris pada 1986 dengan nama HMS Hydra (A144). Pasang lunas pada tanggal 14 Mei 1964, diluncurkan pada 14 Juli 1965 dan mulai bertugas di Angkatan Laut Inggris pada 4 Mei 1966. Pada tahun 1986 dibebastugaskan dan kemudian dibeli oleh Indonesia.

SPESIFIKASI
Berat benanam: 2.000 ton standard
2.945 ton beban penuh
Panjang: 79 m (259.19 kaki)
Lebar: 15,4 m (50.52 kaki)
Draft: 4,9 m (16.08 kaki)
Tenaga penggerak: Diesel-electric drive
3 × Paxman 12 YJCZ diesels producing 2,434 hp
1 electric motor producing 2,000 shp, driving a single shaft
Bow thruster
Kecepatan: berlayar 11 knot
maksimum 14 knot
Jarak tempuh: 1.200 mil laut pada 11 knot
Perahu & LCT yang dibawa: 2 × 35 kaki (11 m) surveying motor boats
Awak kapal: 12 perwira dan 116 awak
Sensor dan Radar: Kelvin Hughes Type 1006 radar
Hydroplot Satellite navigation system
computerised data logging
gravimeter
magnetometers
sonars
echo-sounders
Pesawat: 1 × Helikopter Westland Wasp

Jumat, 25 Maret 2011

KRI Birang ( 831)

KRI Birang ( 831)

KRI Birang adalah kapal perang jenis kapal patroli cepat dengan tipe C 40. Dengan material serat kaca (fiberglass),KRI Birang dibuat 2008 di Fasharkan Mentigi, Lantamal IV Tanjung Pinang. Namun baru diresmikan oleh Panglima TNI tanggal 26 Januari 2010.

Kecepatan maksimun kapal tersebut hanya mencapai 29 knot, Sementara itu, untuk kecepatan jelajah, KRI Birang hanya 26 knot dengan kapasitas tangki BBM sebanyak 35 ribu liter. Untuk aksi radius jarak jelajah cepat 30 knot membutuhkan waktu 2 hari, sedangkan jelajah 20 knots memakan waktu 4 hari.

spesifikasi

Panjang : 40 Meter
Awak : 20 Personel
Senjata : 1. kanon Kaliber 25 mm
2. 2 ( dua ) buah senjata mesin kaliber 12,7 mm

Jumat, 18 Maret 2011

KRI Rakata (922)

KRI Rakata (922)

KRI Rakata (922) merupakan kapal perang Angkatan Laut Indonesia buatan Amerika Serikat kelas USS Cherokee (dulunya USS Menominee (ATF 73) yang dibangun pada tahun 1942. Ia merupakan bot tunda militer dan diambil alih oleh militer Indonesia pada 1961. Namun pada masa kahir pengabdiannya kapal tersebut dijadikan kapal sasaran. Ia dimusnahkan pada tanggal 19-8-2004 dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) XV/04 TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

Tidak lebih dari dua menit setelah KRI Rakata terkena rudal Exocet MM-38, rudal Harpoon RGM-84, dan Torpedo SUT, dan akhirnya tenggelam.

Spesifikasi :
* Berat: 1,640 ton penuh
* Dimensi: 62.5 x 11.7 x 4.7 meter/205 x 38.4 x 15.4 kaki
* Dorongan: listrik-disel, 4 mesin disel, 1 shaft, 3.000 bhp, 15 knots
* Awak: 67
* Persenjataan: 1 76.2mm/50cal SP, 2 40 mm, 2 dual 25 mm
* Program: Bekas bot tunda USN WWII.
* Pembuat: United Eng., Alameda, CA.

Kamis, 10 Maret 2011

KRI Yos Sudarso (353)

KRI Yos Sudarso (353)

KRI Yos Sudarso (353) merupakan kapal ketiga dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Yos Sudarso, salah seorang pahlawan nasional yang gugur diatas KRI Macan Tutul dalam pertempuran laut Aru pada masa kampanye Trikora.

KRI Yos Sudarso merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (F803) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Yos Sudarso antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Oswald Siahaan (354) KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun (356).

KRI Yos Sudarso menembakkan Rudal permukan-ke-udara Sea Cat dalam sebuah latihan
Karier (ID)

Pembuat:
Koninklijke Maatschappij de Schelde
Mulai dibuat:
25 Juli 1963
Diluncurkan:
19 Juni 1965
Dibeli:
1987
Nama sebelumnya:
Hr. Ms. Van Galen (F 803)
Status:

Karakteristik umum
Berat benanam:
2835 ton
Panjang:
113,4 x 12,5 x 4,2 meter
Lebar:
12,5 meter
Draught:
Unknown
Tenaga penggerak:
30.000 hp
Kecepatan:
28,5 knot
Awak kapal:
183
Persenjataan:
2 x 11,4 cm meriam
2 x Seacat
1 x bom anti kapal selam
6 x mk 44 torpedo
1 x helikopter

1. Data Teknis
KRI Yos Sudarso memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

2. Persenjataan
KRI Yos Sudarso dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
1. 8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan NPO Mashinostroyeniya SS-N-26 Yakhont dengan jangkauan maksimum 300 Km , berkecepatan 2,5 mach, berpemandu active-passive radar seeker dengan hulu ledak seberat 250 Kg.
2. 4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
3. 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
4. 2 Senapan mesin 12.7mm
5. 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.

3. Sensor dan elektronis
KRI Yos Sudarso diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

4. Penerbangan
Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

5. Operasi
Pada tanggal 10 hingga 11 Maret KRI Yos Sudarso 353 tergabung dalam satgas Aru Jaya melakukan operasi penghalauan terhadap kapal ferry Lusitania "si bedhes" Expresso yang bermaksud menuju Dilli, Timor timur tanpa ijin. Operasi berhasil dilakukan tanpa ada peluru yang ditembakkan.

Rabu, 09 Maret 2011

Kapal Cepat Rudal Nasional 40 Meter

Kapal Cepat Rudal Nasional 40 Meter

TNI AL bekerja sama dengan PT Palindo Marine Shipyard Batam membuat Kapal Cepat Rudal KCR-40. Badan kapal bagian bawah dari bahan aluminium baja sedangkan bagian atas fiberglass. Harga kapal Rp 60 milyar, diluar sistem persenjataan senilai 200 juta dolar. TNI AL akan membeli sistem persenjataan dari negara barat sedangkan rudal anti kapal buatan Cina. TNI AL telah memesan 22 kapal jenis ini hingga 2014.

Panjang kapal 43 m, kecepatan 27 knot ditenagai mesin 3x MAN V12 masing-masing menghasilkan tenaga 1800 HP 2300 RPM. Kapal dilengkapi 43 tempat tidur.

Kapal dipersenjatai sepucuk meriam, dua senapan mesin 12,7 mm, empat peluncur rudal anti kapal serta peluncur rudal anti serangan udara

LST 117 Meter PT PAL

LST 117 Meter PT PAL

Dislitbangal dan PT. PAL Indonesia akan membangun 7 kapal jenis LST dalam kurun waktu 2 tahun. LST modern sepanjang 117 meter akan gantikan LST kelas Teluk Langsa yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Sebagian LST kelas Teluk Langsa tidak dioperasikan tetapi tetap dirawat daya apungnya.

Data spesifikasi LST 117 meter
Panjang : 117 m
Lebar : 22 m
Kapasitas bahan bakar : 500 ton
Kapasitas air bersih : 600 ton
Kecepatan : maksimal 16 knot/operasional 14 knot
Daya mesin : 2x 2700 Kw
Penumpang : 782 orang; 124 awak kapal, 7 awak helikopter, serta 651 prajurit

KRI Teluk Bone – 511

KRI Teluk Bone – 511

KRI Teluk Bone – 511  adalah  kapal jenis Landing Ship Tank   buatan Amerika pada tahun 1940-an  yang berada  di bawah pembinaan Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil ) Surabaya. Kapal  ini memiliki spesifikasi berat 2160 ton dan mampu mengangkut 17 tank dengan beberapa jenis  kendaraan, dan dilengkapi dengan fasilitas yang mampu mengangkut sampai  800 pasukan, memiliki kemampuan kecepatan berlayar sampai dengan 7 knot atau 7 mil per jam.

Kapal perang tersebut   selama melaksanakan pelayaran pergeseran pasukan  tetap mengemban tugas  menegakkan keamanan dan hukum di perairan wilayah Indonesia,   dengan melaksanakan kegiatan pendeteksian dan menindak terhadap berbagai tindak pidana di laut  sepanjang route operasi angkut pasukan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Dan saat ini KRI Teluk Bone – 511  dikomandani Letkol  Laut (P) Yuusuf Setiawan serta termasuk salah satu unsur Kapal Perang  Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dari jenis Landing Ship Tank  (LST) .

Minggu, 06 Maret 2011

KRI Samadikun (341)

KRI Samadikun (341)

KRI Samadikun (341) merupakan kapal perang tentara laut Indonesia jenis kapal friget patroli yang kini telah dipensiunkan.

Kapal KRI Samadikun milik Indonesia merupakan kapal friget patroli. KRI Samadikun memenuhi kebutuhan Indonesia dan berperan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Samadikun dibangun oleh Avondale Marine, Westwego, LA, sebagai USS Claud Jones (DE 1034). Ia diluncurkan pada 1959, sebelum diserahkan kembali pada tahun 1973 di Subic Bay untuk penggunaan tentara laut Indonesia.

Kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Samadikun, KRI Martadinata, KRI Mongisidi, dan KRI Ngurah.

Persenjataan
KRI Samadikun memiliki 171 orang anak kapal termasuk pejabat.

Kapal KRI Samadikun sepanjang 95.1 m; 11meter * 3.7meter (312kaki panjang * 38.9kaki * 12.1kaki) memiliki kecepatan bertempur pada 20 knot. KRI Samadikun memiliki bobot 1,970 ton.

Kapal KRI Samadikun awalnya dilengkapi dengan tiga tabung torpedo 12.75 inci kembar. Namun tidak dilengkapi rudal berpengendali.

Meriam utama kapal perang KRI Samadikun yang dipasang pada dek depan, adalah meriam tunggal 76.2 mm/50 kaliber yang menawarkan pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat sayap kekal dan pesawat sayap berputar.

Selain itu ia juga dilengkapi dengan dua senapan mesin 12.7 mm, satu 37 mm kembar dan satu senapan 25 mm kembar.
Penangkis "COUNTERMEASURES"

Kapal KRI Samadikun juga dilengkapi dengan sistem EW: WLR-1.
Detektor

KRI Samadikun memiliki radar detektor pencarian udara SPS-6E 2-D.

Selain itu, KRI Samadikun juga dilengkapi dengan sistem sonar EDO 786; SQS-45 (V); SQS-39 (V); SQD-42 (V) yang dipasang di badan kapal.
Dorongan

Kapal KRI Samadikun memiliki empat mesin disel tersambung ke kotak gear yang menghasilkan 7.000 bph secara berkelanjutan dengan satu gandar dan mampu bergerak pada kecepatan 20 knot.
KRI Samadikun (341) telah dipensiunkan pada 2003.

Sabtu, 26 Februari 2011

KRI Arung Samudera

KRI Arung Samudera

KRI Arung Samudera adalah kapal perang Indonesia berbentuk kapal layar yang mempunyai anak buah kapal sejumlah 16 orang. Kapal ini dipimpin oleh Mayor Darwanto. Kapal ini telah belayar mengelilingi dunia semenjak 14 April 1996. KRI Arung Samudera telah melawat Australia, Kepulauan Chagos, Seychelles, Yemen, Arab Saudi, Mesir, Italia, Spanyol, Perancis, Maroko, Kepulauan Karibia, Panama, Meksiko, Hawai (Amerika Serikat), Jepang, Hong Kong dan Singapura.

SPESIFIKASI
Pembuat: H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman
Mulai dibuat: 1952
Diluncurkan: 24 Januari 1953
Ditugaskan: 1953
Status: Masih bertugas
Pelabuhan daftar: Armada Timur TNI-AL
Berat benanam: 847 ton
Panjang: 58,5 m (191.93 kaki)
Lebar: 9,50 m (31.17 kaki)
Draft: 4,05 m (13.29 kaki)
Tenaga penggerak: 1 unit Diesel 986 HP, dengan satu propeler berdaun 4
Kecepatan: 10,5 knot dengan mesin
9 knot dengan layar
Awak kapal: 75 orang