Selasa, 26 Oktober 2010

B-52 'Stratofortress'

BOEING B-52 'Stratofortress'

Tipe:
Long-range strategic cruise missile carrier and heavy bomber

Program:
Pengembangan skala-penuh dasri sebuah sistem untuk mengangkut misil jelajah berpeluncur-udara AGM-86B pada awal 1978
Total 102 B-52H dibuat. Pesawat pertama diterbangkan pada 6 Maret 1961.
98 B-52G dan 95 B-52H dimodifikasi untuk dapat mengangkut 12 AGM-86B pada tiang eksternal ditambah AGM-69 SRAM atau persenjataan lain secara internal.
B-52H mempunyai perubahan paling signifikan jika dibandingkan dengan B-52G yaitu bahwa B-52H mampu melakukan penetrasi ke wilayah udara musuh pada level/ketinggian rendah. Hal ini membutuhkan modifikasi structural untuk airframe dapat bertahan pada efek turbulens level-rendah (ketinggian rendah).

Perubahan lain pada B-52G ke B-52H termasuk penggantian empat senapan mesin 12,7 mm dengan meriam 6-barel Vulcan 20mm dan perubahan mesin. Revisi peralatan ECM dan provisi radar terrian-avoidance.
Sejak 1990, pesawat ini mengalami banyak upgrade, termasuk peralatan elektronik penyerangan/pertahanan, ASQ-151 Elecro-optical Viewing System, Pahse VI ECM dan Offensive Avionics System.
B-52 juga direvisi untuk pengangkutan senjata konvensional untuk mendukung operasi darat dan mariner AS.

Fitur Desain:
Dinding pesawat semuanya berbahan logam semi-monocoque dengan sayap anhedral dan tertekuk ke belakang sebesar 35 derajat.
Ekor pesawat yang diatur secara hidrolik.

Mesin
B-52H: delapan 75.6 kN (17,000 lb, 7711 kg) Pratt & Whitney TF33-P-3 dry thrust turbofans.
Kapasitas bahan bakar: 174.130 L internal ditambah dua buah drop tanks 2.650 L yang berada di bawah sayap.

Akomodasi
B-52G/H: 6 kru (pilot and co-pilot, side by side on flight deck, navigator, radar navigator, ECM operator and gunner)
Persenjataan
B-52H: sebuah merial multi-barel Vulcan 20 mm di dalam turret ekor sebagai ganti 4 senjata mesin.
Semua pesawat dapat mengangkut 12 AGM-86 Air Launched Cruise Missiles secara eksternal dan 8 CSRL secara internal.
Juga dapat dilengkapi dengan AGM-69 SRAM stand-off defence-suppression missile.
Atau sampai sekitar 22,680 kg persenjataan dapat diangkut


Dimensi
Lebar Sayap: 56,39m
Panjang Keseluruhan: 49,05m
Tinggi: 12,40m
Volume Ruang Persenjataan: 29,53m3

Berat dan Daya Angkut
Berat T-O Maks: lebih dari 221.350 kg
Daya Angkut Sayap: sekitar 595,t kg/m2
Max power loading: G: 452.1 kg/kN; H: 366.0 kg/kN

Performa
Kecepatan Maks pada Altitude Tinggi: Mach 0.90 (516 knots)
Kecepatan Jelajah pada Altitude Tinggi: Mach 0.77 (442 knots)
Tinggi Maks: 16,765 m
Jarak Maksimum tanpa pengisian bahan bakar di udara: lebih dari 8.685 m
Jarak Take-Off: 2,900 m

U-2 Dragon Lady

Lockheed
U-2 Dragon Lady
Tactical Reconnaissance

DESKRIPSI

Pesawat Pengintai U-2 awalnya dikembangkan oleh divisi “Skunkworks” Lockheed secara rahasia. Pesawat baru revolusioner ini diharapkan sebagai pesawat pengintai high-altitude untuk Central Intelligence Agency (CIA) dan AU AS. Lambang “U”, biasanya digunakan untuk pesawat dengan kegunaan yang tidak membahayakan (innocuous utility aircraft), digunakan sebagai bagian dari sebuah kampanye untuk menjaga pesawat sebagai misteri dari “prying eyes”.
Dengan tujuan untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya dari U-2, skuadron operasional pertama secara resmi disebut dengan sebuah unit “Weather Reconnaissance" yang dioperasikan oleh NASA. Dua skuadron pertama berbasis di Jepang, Jerman atau Inggris, dari sini pesawat terbang untuk berbagai misi di Uni Soviet, Cina, Vietnam, dan Timur Tengah. U-2 juga membuktikan keberadaan misil nuklir pada 1962 di Kuba yang menyebabkan “Cuban Missile Crisis”.
Dunia tidak mengetahui tentang U-2 hingga 1 Mei 1960 ketika sebuah U-2 yang diterbangkan oleh Francis Gary Powers tertembak di Uni Soviet. Walaupun sang pilot akhirnya dapat kembali melalui pertukaran dengan mata-mata Soviet yang tertangkap, U-2 tidak pernah memasuki wilayah udara Uni Soviet lagi.
Keausan pesawat ternyata terlalu tinggi sehingga sangat sulit terbang dan contoh lain tertembak di China dan Cuba. Untuk memecahkan masalah ini, sebuah model baru, U-2R diproduksi pada tahun 1968. Versi terbaru pesawat ini adalah U-2S. Pada awalnya didesain sebagai TR-1, U-2S adalah sebuah U-2R yang diupdate dengan membawa “Synthetic-Aperture Radar” canggih yang mampu untuk menscan sejauh 35 mil ke dalam wilayah musuh, sementara pesawat masih berada di wilayah udara internasional. TR-1, U-2R, dan U-2S dapat dibedakan dari varian u-2 yang lebih tua dari pod avionic yang dipasang di bawah kedua sayapnya. U-2S masih beroperasi hingga sekarang dan sangat berguna pada konflik Irak dan Afganistan….

HISTORY:
First Flight: (U-2A) 1 August 1955; (TR-1A/U-2S) August 1981
Service Entry: (U-2A) June 1957; (U-2S) October 1994

CREW: 1 pilot

ESTIMATED COST: unknown

AIRFOIL SECTIONS:
Wing Root: NACA 64A409
Wing Tip: NACA 64A406

DIMENSIONS:
Length: (U-2C) 49.95 ft (15.24 m); (U-2S) 63.00 ft (19.2 m)
Wingspan: (U-2C) 80.00 ft (24.38 m); (U-2S) 103.00 ft (31.39 m)
Height: 14.98 ft (4.57 m)
Wing Area: (U-2C) 565 ft2 (52.49 m2); (U-2S) 1,000 ft2 (92.9 m2)
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: (U-2C) 11,700 lb (5,305 kg); (U-2R) 19,000 lb (8,620 kg); (U-2S) 17,800 lb (8,075 kg)
Normal Takeoff: unknown
Max Takeoff: (U-2C) 17,270 lb (7,833 kg); (U-2S) 40,000 lb (18,144 kg)
Fuel Capacity: internal: unknown; external: unknown
Max Payload: unknown

PROPULSION:
Powerplant: (U-2C) one Pratt & Whitney J75-13 turbojet; (U-2R/TR-1A) one Pratt & Whitney J75-13B turbojet; (U-2S) one General Electric F-118-101 turbofan
Thrust:(U-2R) 17,000 lb (75.6 kN); (U-2S) 19,000 lb (84.5 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 530 mph (850 km/h) [U-2C], 495 mph (795 km/h) [U-2S]; at sea level: unknown
cruise speed: 375 mph (690 km/h) [U-2R]
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: (U-2C) 85,000 ft (25,930 m); (U-2S) 90,000 ft (27,430 m)
Range: (U-2C/R) 2,610 nm (4,830 km); (U-2S) 3,800 nm (7,050 km)
Endurance: (U-2R) 12 hr; (U-2S) 15 hr
g-Limits: +2.5

ARMAMENT:
Gun: none
Stations: (U-2C) one internal bay; (U-2S) one internal bay and two underwing pods
Air-to-Air Missile: none
Air-to-Surface Missile: none
Bomb: none
Other: cameras, IR sensors, other recon sensors

KNOWN VARIANTS:
U-2A: First production one-seat reconnaissance model; 48 built
U-2B: Two-seat trainer; 5 built
U-2C: Improved one-seat reconnaissance model with a new engine and modified engine inlets
U-2D: Two-seat trainer
U-2CT: Two-seat trainer rebuilt from U-2D airframes but with the training pilot seated at a higher level; at least 6 converted
U-2G: U-2A models modified with stronger landing gear, an arresting hook, and wing spoilers in order to operate from US Navy aircraft carriers; 3 converted but rarely used
U-2R: Enlarged and improved U-2C with underwing pods and increased fuel capacity; 12 built
U-2RT: Two-seat trainer based on U-2R; 1 built
U-2EPX: Proposed maritime surveillance model for the US Navy based on the U-2R; 2 built but not put into service
WU-2: Research aircraft used by the US Air Force for atmospheric research
TR-1A: Improved U-2R with side-scanning radar, new avionics, and improved ECM equipment; 33 built
TR-1B: Two-seat trainer for the TR-1A; 2 built
ER-2: One-seat "earth resource" research aircraft built for NASA
U-2S: New designation for the TR-1A; also updated with a more efficient engine, improved sensors, and the addition of a GPS system; 31 converted
U-2ST: Redesignated U-2R/TR-1B two-seat trainer with updated engine; 4 converted

KNOWN COMBAT RECORD:
verflights of Soviet Union, China, Cuba, and others
Vietnam War (USAF, 1965-1972)
Iraq - Operation Desert Storm (USAF, 1991)
Iraq - Operation Northern Watch (USAF, 1991-2003)
Iraq - Operation Southern Watch (USAF, 1991-2003)
Bosnia - Operation Deliberate Force (USAF, 1995)
Afghanistan - Operation Enduring Freedom (USAF, 2001-present)
Iraq - Operation Iraqi Freedom (USAF, 2003-present)

KNOWN OPERATORS:
United States (Central Intelligence Agency)
United States (US Air Force)
United States (NASA)

B-2 Spirit

Northrop Grumman
B-2 Spirit
Intercontinental Strategic Bomber

Purwarupa “stealth bomber” B-2 muncul pada 1988 setelah sebuah riset rahasia satu dekade
oleh AU AS. Desain B-2 membuat langkah besar mengalahkan proyek sebelumnya seperti B-1B dan F-117, dengan sistem pemantulan gelombang radar yang dipercanggih dan bentuk sayap yang lebih aerodinamis.
BEntuk sayap yang berkontur (contoured) dari B-2 Spirit berisi kompartemen awak, ruang barang (payload bays) dan mesin, yang terlindung dari komponen yang dapat memantukan sebagian besar gelombang radar. Sebagai tambahan, selain dilindungi oleh radar absorbant materials (RAM), semua garis pada B-2 adalah parallel ke yang lainnya untuk menghamburkan gelombang radar. Juga, lubang keluaran mesin memanjang dan dilapisi dengan material pengabsorbsi-panas untuk mengurangi jejak panas inframerah dari B-2.
AU AS pada awalnya berencana untuk membuat 133 stealth bomber tetapi kemudian dipotong menjadi hanya 21 Pesawat. Walaupun sebenarnya dibuat untuk pesawat penyerangan nuklir, B-2 juga dilengkapi dengan senjata konvensional seperti JDAM. B-2 telah digunakan secara luas dengan peran penyerangan konvensional (bukan nuklir) selama konflik di Kosovo, Afghanistan dan Irak.

HISTORY:
First Flight : 17 July 1989
Service Entry: April 1997

CREW: two: pilot, co-pilot/mission commander

ESTIMATED COST: $1.157 billion [1998$]

DIMENSIONS:
Length: 69.00 ft (21.03 m)
Wingspan: 172.00 ft (52.43 m)
Height : 17.00 ft (5.18 m)
Wing Area: 5,000 ft2 (465.5 m2)

WEIGHTS:
Empty: 150,000 to 160,000 lb (68,040 to 72,575 kg)
Normal Takeoff: 336,500 lb (152,635 kg)
Max Takeoff: 376,000 lb (170,550 kg)
Fuel Capacity: internal: 200,000 lb (90,720 kg), external: none
Max Payload: 40,000 lb (18,145 kg)

PROPULSION:
Powerplant: four General Electric F118-110 turbofans
Thrust: 76,000 lb (338 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 530 mph (850 km/h) at 40,000 ft (12,190 m), Mach 0.8; at sea level: 485 mph (780 km/h), Mach 0.65; cruise speed: 515 mph (830 km/h) at 37,000 ft (11,275 m), Mach 0.78
Initial Climb Rate: 3,000 ft (915 m) / min
Service Ceiling: 50,000 ft (15,240 m)
Range: typical: 6,000 nm (11,110 km); w/1 aerial refueling: 10,000 nm (18,520 km)
g-Limits: +2.0

ARMAMENT:
Gun: none
Stations: two internal bomb bays
Air-to-Surface Missile: up to 16 AGM-69 SRAM II, up to 16 AGM-129 ACM, AGM-154 JSOW
Bomb: up to 16 B61/B83 nuclear bombs, up to 80 Mk 82 500-lb GP, up to 16 Mk 84 2,000-lb GP, up to 36 M117 750-lb GP, up to 16 GBU-31 JDAM, up to 16 GBU-36, up to 8 GBU-37 (GAM-113), up to 36 CBU-87/89/97/98 cluster
Other: up to 80 Mk 36 or Mk 62 500-lb sea mines

KNOWN VARIANTS:
B-2A: Original bomber operating from Whitman AFB, Missiouri; 22 built

KNOWN COMBAT RECORD:
Kosovo - Operation Allied Force (USAF, 1999)
Afghanistan - Operation Enduring Freedom (USAF, 2001)
Iraq - Operation Iraqi Freedom (USAF, 2003)

KNOWN OPERATORS: United States (US Air Force)

P 51 Mustang

P 51 Mustang

P-51 Mustang adalah pesawat buru sergap jarak jauh buatan Amerika Serikat. Pesawat ini menjadi raja pada perang dunia ke dua, Mustang menjadi satu-satunya pesawat buru sergap yang mampu mencapai berlin, baik untuk melangsungkan serangan mandiri maupun untuk mengawal pesawat pengebom yang akan menjatuhkan bom di Berlin.

Sejarah

Inggris yang sedang terlibat perang di Eropa membutuhkan sebuah pesawat yang mampu mencapai Jerman dan mengawal pengebom yang setiap saat jatuh di tembak pesawat buru sergap Jerman, maka dibuatlah pesawat oleh North American untuk memenuhi kebutuhan ini, untuk mesinnya dipasang mesin Rolls Royce buatan inggris. Pesawat yang tercipta mempunyai kelemahan pada kelincahan di ketinggian maksimum, maka ditambahkanlah turbo charger pada mesinnya. Hasilnya adalah sebuah pesawat yang handal untuk perang jarak jauh, dan menjadi legenda.

Mustang diproduksi ribuan dan digunakan oleh banyak angkatan udara, termasuk Indonesia. Indonesia menerima Mustang sebagai hibah dari Belanda, ironisnya mustang juga digunakan Indonesia melawan Belanda dan sekutunya dikemudian hari. Karena gambar mulut menganga berwarna merah di ujung pesawat, pesawat ini populer dengan julukan "si cocor merah".

Specification :

Type : Fighter
Manufacturer : North American Aviation
Designed by : Edgar Schmued Raymond, H. Rice, Larry Waite, E. H. Horkey
Maiden flight : 26 October 1940
Introduction : 1942, Retired 1957, U.S. Air National Guard
Primary users : United States Army Air Forces, Royal Air Force,
Number built : 15,875
Unit cost : US$50,985 in 1945

ARMAMENT

Machine Guns 4x .50 cal - 6x .50 cal ( Tergantung Model )
rounds available 1260 - 1880 ( Tergantung Model )
Bombs - lbs. 2 x 500 - 2 x 1000 ( Tergantung Model )
or 5" rockets na - 10 ( Tergantung Model )


Review dari saya :

P-51 Mustang adalah pesawat tempur jarak jauh amerika yang di gunakan dan memulai aksinya pada saat pertengahan perang dunia II...

P-51 menjadi pesawat tempur paling sukses pada saat perang dunia II

P-51 hampir selalu menjalani misi pada saat perang dunia II.. dari menjalankan tugas sebagai pengawal bomber sampai menjadi fighter.. kehadiran P-51 menjamin keamanan armada pembom B17 / B24 pada saat melakukan misi pemboman kedalam pusat jerman..

Dengan kemampuan membawa bahan bakar 2 kali dari yang di bawa oleh spitfire.. P-51 menjelma menjadi sebuah pesawat fighter yang dapat di gunakan untuk mengawal bomber dalam jarak yang jauh..

Selain itu P-51 juga sangat murah dalam ongkos produksinya.. selain sebagai pesawat yang mudah dan cepat dalam pembuatannya.. Mesinnya menggunakan Packard V-1650. mesin piston 12 cylinder yang tangguh dan ekonomis..

Selain itu P-51 juga di lengkapi dengan 50 caliber senapan mesin browning

Setelah perang dunia II banyak mustang di conversikan menjadi pesawat balapan... karena reputasi yang luar biasa.. perancang FORD Motor company menggunakan nama mustang di produksi mobilnya...

S-37 Berkut

S-37 Berkut

S-37 Berkut [Golden Eagle] (Sukhoi) adalah sebuah tes awal (testbed) untuk pengembangan teknologi untuk pesawat generasi mendatang. Dimensi dan berat dasar dari S-37 “Berkut” adalah sama dengan Su-37, walaupun mereka adalah pesawat yang berbeda, sedangkan untuk ekor, hidung dan canopy (langit-langit) sama dengan Su-35. Dua opurwarupa (prototype) pertama sangat jelas mengikuti S-32, dan desain S-37 sebelumnya pernah diaplikasikan ke projek pesawat tempur yang tidak berhubungan untuk pesawat tunggal sayap delta yang lebih kecil yang dibatalkan karena kekurangan dana.
S-37 mempunyai sayap tertekuk ke depan, yang menjanjikan keunggulan di bidang aerodinamis pada kecepatan subsonic dan pada sudut tinggi (high angles of) serangan. Sayap yang tertekuk ke depan ini memungkinkan bertambahnya jarak dan manuverabilitas pada altitude yang tinggi. Pesawat ini mempunyai canard besar yang terpasang di samping saluran udara, dekat dengan ujung depan sayap. Penstabil vertikal dipasang di sebelah luar (sedikit di luar, bukan di dalam seperti dugaan sebelumnya), dan dua buah pintu saluran udara tambahan besar yang terlihat di bagian tengah badan pesawat. Sampa saat ini, belum jelas jenis mesin apa yang dipakai dalam pesawat ini. Dugaan saat ini ada dua mesin yang mungkin dipakai, pertama adalah turbojet D-30F6 yang pada umumnya dipakai pada MiG-31M, sedang yang ke dua (yang digunakan pada prototype kedua) adalah turbojet Ljulka AL-37FU dengan “thrust vectoring”. S-m7 adalah sebuah program eksperimental untuk mengembangkan teknologi pesawat generasi kelima, dan semua keputusan pada produksi serial untuk pesawat ini berada di tangan Menteri Pertahanan di masa yang akan datang.

Spesifikasi

Negara: Rusia
Pembuat: Sukhoi
Lebar Sayap: 15,16m – 16,7m
Panjang keseluruhan: 22,2 m – 6,4 m
Tinggi keseluruhan: 6,36m – 6,4m
Berat Kosong: 24.000kg-26.000kg
BErat Max: 34.000kg
Kecepatan max: 2.500 km/jam (1.350 knots)
Kecepatan Max saat “S/L”: 1.400 km/jam
Tinggi Max. yang dapat dijangkau: 18.000m
Jarak tempuh max: 1.782 nm (3.300 km)
Jumlah persenjataan/misil: 14; 2 di ujung sayap, 6-8 di bawah sayap, 6-4di bawah badan pesawat.
Misil udara-ke-udara: R-77, R-77PD, R-73, K-74
Misil udara-ke-permukaan: X-29T, X-29L, X-59M, X-31P, X-31A, KAB-500, KAB-150
Kru: satu

Mitsubishi A6M Reisen / ZEKE

Mitsubishi A6M Reisen / ZEKE

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” (pesawat tempur biasa, bukan dari kapal induk) sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet di atas Hindia Timur (Indonesia?) dan Asia Tenggara.

Didesain di bawah kepemimpinan Jiro Honkoshi pada 1937 sebagai pengganti A5M yang usang, purwarupa A6M1 diterbangkan pertama kali pada 1939 cengan sebuah mesin 582kW Mitsubishi Zuisei 13 radial; produksi pesawat tempur A6M2 dengan dua senapan 20mm yang terpasang pada sayap dan dua senapan 7,7mm yang terpasang pada hisungnya, dilengkapi dengan mesin 708kW Nakajima Sakae 12 radial, dan dengan versi inilah AL Jepang menyerang Pearl Harbor, dan mendapatkan superioritas udaranya di Malaya, Pilipina dan Burma. Pada musim semi 1942, A6M3 dengan mesin “two-stage supercharged Sakae 21” mulai beroperasi. Pesawat versi ini membuang lipatan pada ujung sayapnya dari versi terdahulunya. Pertempuran di Midway mewakili puncak kejayaan tempur Zero; selanjutnya pesawat lincah ini menemukan tandingannya yaitu F6F Hellcat dan P-38 Lightning milik Amerika. Untuk membalas pesawat baru milik Amerika ini, A6M5 diluncurkan yang dilengkapi dengan mesin Sakae 21 dan sistem exhaustnya dikembangkan, menghasilkan kecepatan maksimal 565 km/jam. Banyak pesawat A6M5 (dan subvariannya) diproduksi melebihi pesawat jepang lain. 5 Pesawat jenis inilah yang menenggelamkan kapal induk St Lo dan merusak 3 kapal lainnya pada 25 Oktober 1944. Versi lainnya adalah A6M6 dengan mesin “water-methanol boosted Sakae 31” dan A6M7 yang bertipe “fighter/dive-bomber”. Total produksi A6M adalah 10.937. Nama Zeke ditujukan untuk A6M, tetapi Zuke adalah nama untuk versi “float” (pesawat yang dapat mendarat di air), A6M2-N.

Spesifikasi

Specification
MODEL: A6M2
CREW: 1
ENGINE: 1 x Nakajima NK1F "Sakae 12", 705kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 2410-2796 kg
Empty weight: 1680 kg '
DIMENSIONS:
Wingspan: 12.0 m
Length: 9.06 m
Height: 3.05 m
Wing area: 22.44 m[sup]2[/sup]
PERFORMANCE
Max. speed: 525 km/h
Cruise speed: 330 km/h
Ceiling: 10000 m
Range w/max.fuel: 3050 km
Range w/max.payload: 1850 km
ARMAMENT: 2 x 20mm cannons, 2 x 7.7mm machine-guns, 60kg of bombs

Mikoyan/Gurevich MiG-AT

Mikoyan/Gurevich MiG-AT
1996

Mikoyan-Gurevich MiG-AT adalah pesawat latih Rusia yang terbang pertama kali pada tahun 1996, dipilih untuk menggantikan Aero L-29 dan L-39 untuk Angkatan Udara Rusia. "AT" singkatan dari "Advanced Trainer=Pesawat Latih Tingkat Lanjut”.

Desain

The MiG-AT lebih konvensional daripada saingannya Yak-130. Pesawat ini mempunyai set-rendah, sayap lurus, mesin terpasang pada kedua sisi badan pesawat dan ekor yang terpasang di pertengahan badan pesawat. Dua purwarupa telah dibuat, dengan pesanan diharapkan melebihi 1.200 oleh produsen. Penerbangan pertama berlangsung antara 16 dan 22 Maret 1996 di Zhukovsky dan berlangsung selama tujuh menit. Produksi dimulai bulan September 1996.

MiG-ATF memiliki mesin dari Perancis, dan juga dikembangkan secara bersama dengan Daewoo Korea Selatan.

MiG-AT adalah pesawat terbang dikembangkan oleh RAC "MiG" dalam proyek internasional yang melibatkan SNECMA Perancis dan perusahaan TURBOMECA (mesin) dan Thales AVIONICS (peralatan udara). Pengembang dari Rusia yang terlibat dalam program ini adalah perusahaan pesawat terbang terbesar dan pusat penelitian, termasuk GOSNIIAS (sistem avionik dan integrasi perangkat lunak), TSAGI (proyek aerodinamis), ZVEZDA (kursi lontar K-93L), M. Gromov LII (uji penerbangan).

Pesawat Latih MiG-AT menggabungkan sejumlah prinsip “novelties” (teknologi baru). Yaitu, pesawat latih ini adalah pertama di Rusia dan di seluruh dunia yang dilengkapi sistem fly-by-wire redundant rangkap-empat tiga-channel digital dari desain nasional. Sistem baru ini adalah elemen penting untuk menyusun sistem pelatihan kontemporer yang memungkinkan untuk membuat variasi karakteristik kemampuan-kontrol pesawat, sehingga memberikan simulasi penerbangan tangkas/lincah pesawat fighter dan pesawat serang-permukaan. Akibatnya, satu jenis pesawat latih ini dapat digunakan pada pelatihan pilot untuk pesawat terbang dari berbagai kelas dan mungkin dapat mengurangi biaya pelatihan pilot militer dan sipil secara signifikan.

Sistem fly-by-wire memiliki satu fitur istimewa. Sistem ini memungkinkan komputer untuk memantau amplop penerbangan amplop dan mencegah penerbangan kondisi kritis, dengan demikian meningkatkan keselamatan penerbangan dalam hal pengurangan kesalahan pilot.

MiG-AT adalah pesawat latih pertama yang dilengkapi dengan kursi lontar unik (yang telah dikurangi beratnya) K-93L, dimodifikasi dari versi K-36. Fitur khusus K-93L yang dikembangkan oleh ZVEZDA adalah sebagai berikut: kemungkinan pilot untuk melakukan pelontaran pada V=0, H=0, pada penerbangan terbalik, ketinggian minimal 50m; waktu minimum pelontaran (sekitar 1 s) dan kemungkinan pelemparan melalui kanopi kaca kokpit.

MiG-AT didukung oleh dua mesin turbofan, tipe LARZAC 04R20, dengan daya dorong 1.430 kgf, yang diproduksi oleh perusahaan SNECMA. Pada saat ini, spesialis dari Rusia dan Perancis bekerja untuk meningkatkan kekuatan mesin LARZAC hingga 1700 kgf.

Pabrik Pengambangan Mesin SOYUZ dari Tushino sedang sibuk dengan pengembangan mesin RD-1700 yang sekarang masuk ke tahap uji awal.

Pelatih dapat dilengkapi dengan baik sistem TopFlight Prancis yang dibuat oleh perusahaan Thales Avionics dan dengan teknologi avionik desain dari Rusia. Desain kokpit ergonomis sesuai dengan fighter generasi "4" dan "4 +". Sistem displaynya memakai indikator kristal-cair warna. Kontrol kokpit dirancang agar sesuai dengan konsep HOTAS.

Kinerja pesawat latih ini memuaskan permintaan up-to-date, rasio daya dorong-berat yang tinggi, Sistem avionik dari generasi "4 +" dan arsitektur terbuka, sistem fly-by-wire digital dan fasilitas sistem pelatihan di permukaan/darat yang memungkinkan untuk mengurangi waktu dan biaya pelatihan pilot secara drastis untuk pesawat seperti MiG-29, Su-27, Mirage-2000, Rafale, Typhoon, F-15, M-16, M-18.

Selain versi pesawat latih, keluarga MiG-AT dapat termasuk versi latih-tempur, pesawat taktis ringan kursi-tunggal, versi latih berbasis kapal induk dan pesawat patroli satu-kursi.

Pesawat latih MiG-AT dapat dikonversi menjadi versi latih-tempur MiG-ATC yang dilengkapi dengan radar multimode dan dirancang untuk penggunaan persenjataan “guided” dan “unguided” untuk sasaran udara, tanah dan permukaan laut.

Sesuai permintaan pelanggan, Produsen dapat memasang sistem avionik dan sistem senjata negara pelanggan sendiri, sehingga membuat versi khusus dan memberikan lisensi untuk produksi pesawat latih ini.

The MiG-AT menyediakan program pelatih untuk: • Pelatihan pilot di semua tingkatan, termasuk pelatihan primer, dasar dan lanjutan; • keselamatan penerbangan dan kehandalan yang tinggi; • pengoperasian yang mudah dan DOCs rendah; • mesin dan sistem avionik yang telah terbukti lulus sertifikasi dan efektivitasnya pada jenis pesawat terbang lain; • Simulator, sestem analisis perencanaan-misi dan pasca-misi penerbangan dibuat sekitar komputer dan terintegrasi dengan pelatih; • sistem pemeliharaan pesawat latih yang bergantung pada potensi produksi-ilmiah dari RAC "MiG" dan infrastruktur yang ada di Snecma Group, Snecma Moteurs, Turbomeca dan Thales AVIONICS.

Specification:

CREW: 2

ENGINE: 2 x GRTS Larzac 04-R20, 14.1kN

WEIGHTS:
Take-off weight: 6800 kg; 14992 lb

DIMENSIONS:
Wingspan: 10.6 m; 34 ft 9 in
Length: 11.2 m; 36 ft 9 in
Height: 4.3 m; 14 ft 1 in
Wing area: 21.0 m2; 226.04 sq ft

PERFORMANCE:
Max. speed: 850 km/h; 528 mph
Ceiling: 15000 m; 49200 ft
Range w/max.fuel: 1250 km; 777 miles
Range w/max.payload: 800 km; 497 miles

C-17 Globemaster III

McDonnell Douglas
(now Boeing)
C-17 Globemaster III
Heavy Transport

Deskripsi:

Perang Vietnam, membuat AU US sadar bahwa pesawat angkutnya saat itu mempunyai banyak kekurangan, sehingga memutuskan dibutuhkannya desain pesawat angkut baru. C-17 Globemaster III ini dirancang untuk mendampingi dan menggantikan peran C-141 StarLifter, dengan mengkombinaskan kemampuan C-5 Galaxy dan C-130 Hercules sehingga dapat mendarat tepat di belakang “garis depan” pada tanah yang buruk dan tidak dipersiapkan.

Desain McDonnell Douglas memenuhi kebutuhan ini dan diterima pada Oktober 1980, tetapi akhirnya dibatalkan pada januari 1982 ketika AU US lebih memilih untuk meningkatkan kemampuan C-5B Galaxy dan KC-10 Extender. Setelah tahun itu, pengembangan C-17 kembali dilakukan dan berhasil membuat 210 contoh pesawat dengan bodi pesawat sirkular, sayap yang besar dan lereng kargo di bagian belakang. Purwarupa pesawat ini mulai terbang pada awal 1990an, tetapi harga produksi mulai meningkat tajam.

Walaupun produksi terlambat, harga produksi tinggi dan mismanagemen program, C-17 merupakan desain yang mengaplikasikan beberapa fitur canggih sehingga dianggap sangat mampu memenuhi keinginan AU. Dengan sebuah kargo berukuran 26,82m x 5,48m x 3,76m, pesawat mampu membawa sampai 18 “cargo pallets”, 144 prajurit, 102 prajurit parasut, atau 48 “litters”. Dengan kapasitas ini, C-17 mampu mengangkut hamper semua peralatan “mobile” tentara US termasuk tank perang utama M1 Abrams, M2/M3 Bradley, sampai 4 helikopter transport UH-60 Blackhawk atau sampai 2 helikopter serang AH-64 Apache. Sebagai tambahan, C-17 menggunakan “blown flaps”, generator vortex dan “thrust reversers” (tenaga dorong kebalikan) untuk pendaratan jarak pendek. C-17 dapat beroperasi pada landasan sepanjang 915 m dengan lebar 27,5 m dan dapat bermanuver untuk membelok menggunakan “a three-point turn”.
Walaupun sebenarnya AU AS mengharapkan untuk memperoleh 210 pesawat C-17, tetapi karena pengembangan yang terlambat dan tingginya biaya produksi, mereka memotong pesanan menjadi 120 saja. Namun demikian, pesawat ini sudah menunjukkan kegunaan dan fungsi pentingnya pada konflik Balkans, Afghanistan, dan Iraq, sehingga kongres AS menyetujui untuk menambah pesawat C-17 menjadi 190 pesawat. Walaupun Boeing sudah memperingatkan prnutupan produksi “multiple line”, AU AS tetap menambah pesanan tiap tahun agar produksi tetap berjalan. C-17 juga membuat beberapa negara lain tertarik.

HISTORY:
First Flight: 15 September 1991
Service Entry: 14 June 1993

CREW:: three: pilot, co-pilot, loadmaster

PASSENGERS: 144 troops, 102 paratroops, or 48 stretchers

ESTIMATED COST: $205 million [1998$]

DIMENSIONS:
Length: 174.00 ft (53.04 m)
Wingspan: 169.83 ft (51.76 m)
Height: 55.08 ft (16.79 m)
Wing Area: 3,800 ft2 (353.02 m[sup]2[/sup])

WEIGHTS:
Empty: 277,000 lb (125,645 kg)
Normal Takeoff: unknown
Max Takeoff: 585,000 lb (265,350 kg)
Fuel Capacity: 181,055 lb (82,125 kg)
Max Payload: 169,000 lb (76,660 kg)

PROPULSION:
Powerplant: four Pratt & Whitney PW2040 (military designation F117-100) turbofans
Thrust: 161,760 lb (719.6 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: cruise speed: 515 mph (830 km/h) at 28,000 ft (8,540 m), Mach 0.74; airdrop speed: 130 to 290 mph (215 to 465 km/h) at sea level
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: 45,000 ft (13,715 m)
Range: typical: 2,400 nm (4,450 km) with 160,000 lb (72,575 kg) payload; typical: 4,400 nm (8,155 km) with 40,000 lb (18,145 kg) payload; ferry: 4,700 nm (8,710 km)
g-Limits: unknown

ARMAMENT: none

KNOWN VARIANTS:
C-17A: Production transport for the US Air Force able to airlift equipment, troops, paratroops, or casualties over global ranges while operating from rough strips; at least 180 to be built
CC-177 Globemaster: Designation for the C-17 in Canada
KC-17: Proposal for a tanker model using the center wing tank plus a modular tank pallet carried in the fuselage, fuel would be dispensed through a boom on the rear cargo door and/or underwing pods
MD-17: Proposal for a commercial heavylift model with roll-on/roll-off capability and able to carry 170,000 lb (77,110 kg) payloads over ranges of 5,000 nm (9,260 km) or more
BC-17: New designation for the MD-17 concept after McDonnell Douglas merged with Boeing

KNOWN COMBAT RECORD:
Bosnia - Operation Deliberate Force (USAF, 1995)
Kosovo - Operation Allied Force (USAF, 1999)
Afghanistan - Operation Enduring Freedom (USAF, 2001-present)
Iraq - Operation Iraqi Freedom (USAF, 2003-present)

KNOWN OPERATORS:
Australia (Royal Australian Air Force)
Canada (Canadian Armed Forces, Air Command)
United Kingdom (Royal Air Force)
United States (US Air Force)