Rabu, 03 November 2010

INS Shivalik (F47)

INS Shivalik (F47): Fregat Siluman Pertama Negeri Bollywood

Taring kekuatan Angkatan Laut India (Indian Navy --IN) bertambah lagi dengan diresmikannya pengoperasian kapal perang jenis fregat berkarakteristik siluman (stealth frigate), INS --Indian Navy Ship-- Shivalik (F47), hasil produksi industri dalam negeri India, Mazagon Doks Limited (MDL), pada 29 April 2010.

India, melalui pernyataan Menteri Pertahanan Shri AK Antony, saat melakukan peresmian di galangan MDL, Mumbai, menegaskan bahwa, AL India akan mengubah paradigma kebijakan dari "Buyer's Navy to Builder's Navy". Dapat diartikan, India akan mengutamakan sepenuhnya produksi industri strategis dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Angkatan Bersenjatanya --dalam konteks ini IN, ketimbang membeli alutsista sejenis dari luar negeri. Kalau di dalam negeri bisa dibuat, untuk apa beli dari luar? Begitu maksud pernyataan Antony.

Pembangunan INS Shivalik diawali dengan pengajuan Project 17 (P17) oleh IN pada tahun 1997. IN menginginkan punya fregat siluman hasil rancangan dan produksi dalam negeri. Proposal P17 kemudian disetujui oleh pemerintah India tahun itu juga dan sebanyak tiga unit stealth frigate ditetapkan akan dibuat untuk tahap pertama. Setahun kemudian, penandatangan dengan pihak pembuat, MDL, dilaksanakan. Lalu sejak 1999-2001 pengerjaan awal proyek itu secara bertahap mulai dilaksanakan.

Sebagai penggagas, IN yang diwakili oleh Naval Design Bureau (NDB) diberi kewenangan untuk mengajukan desain fregat yang diinginkan. Hal ini merupakan jalan terbaik karena Angkatan Laut sendiri lah sebagai pengguna nantinya, yang paling tahu mengenai spesifikasi teknis kapal perang yang diinginkan. Meski demikian, proses perancangan memang tidak langsung berjalan mulus. Beberapa perubahan desain sempat dilakukan terkait dengan penyesuaian persenjataan yang akan dipilih maupun dimensi lambung. Demikian juga perihal material kerangka baja untuk lambung kapal, maupun spesifikasi untuk komponen lainnya. Untuk masalah baja, misalnya, India yang tadinya akan menggunakan baja D-40S impor dari Rusia, akhirnya banting setir memproduksi baja khusus di dalam negeri karena terjadi beberapa kendala menyangkut D-40S. Itu hanya contoh masalah, namun secara keseluruhan pembuatan kapal akhirnya bisa dirampungkan melalui pengerjaan yang dibagi ke dalam 172 modul.

Dalam pengerjaan, terbilang lumrah, India memang masih bekerja sama dengan pihak luar. Perancangan kapal misalnya, NDB mendapat bantuan asistensi dari Biro Desain Severnoye, Rusia (SPKB - Severnoye Proyektno-Konstruktorskoye Bjuro) untuk memperbesar dimensi dan merombak fregat kelas Talwar (Krivak III) yang dijadikan basis rancang bangun INS Shivalik. Kita maklumi dalam hal ini karena Talwar class yang merupakan modifikasi Krivak III juga dibuat oleh Rusia. Lebih jauh patut kita pahami kalau hubungan India dan Rusia dalam transfer teknologi juga sudah terjalin baik sejak lama, lebih setengah abad lalu.

Selain dengan Rusia, dalam pembuatan INS Shivalik, negeri Bollywood juga menggaet jagoan pembuat fregat siluman dari Perancis, yakni DCN International, pabrik pembuat La Fayette class (fregat siluman AL Perancis) maupun Formidable class (fregat siluman AL Singapura).

Tanggal 18 April 2003 INS Shivalik mulai diluncurkan. Setelah itu, kapal kedua dengan nama INS Sahyadri (F48) diluncurkan pada 4 Juni 2004, dan kapal ketiga INS Satpura (F49) diluncurkan pada 27 Mei 2005.

INS Shivalik (Shivalik class atau sebagian menyebut S-class, sebagai cetak biru pertama) yang namanya diambil dari bentang Bukit Shivalik sepanjang 2.500 km di gugus Pegunungan Himalaya, memiliki dimensi panjang 142,5 meter, lebar 16,9 meter, dan draught 4,5 meter. Kapal dengan bobot mati 6.200 ton ini diyakini sebagai salah satu fregat terbesar dan terberat di dunia.

Kapal multiperan (penyerang daratan, udara, dan bawah laut) ini diawaki oleh 257 personel, 35 di antaranya adalah perwira. Fregat ini dirancang mampu melaju dalam kecepatan jelajah (cruising speed) 18 knot (41 km/jam) dan mampu mencapai jarak maksimal 5.000 mil laut atau 9.000 km. Sementara kecepatan maksimalnya berada pada kisaran 32 knot (59 km/jam).

INS Shivalik dapat digunakan nonstop berlayar selama sebulan tanpa pengisian ulang bahan bakar (refueling). Hal ini tercapai karena fregat ini menggunakan tenaga pendorong paduan mesin Diesel dan Turbine Gas atau CODOC (Combined Diesel or Gas Turbine) yang merupakan bagian teknologi terkini yang dikembangkan. Sebagai kapal perang yang harus tahan lama di laut, INS Shivalik juga dilengkapi sistem yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar untuk berbagai keperluan. Teknologi ini lazim menjadi kelengkapan kapal-kapal modern.

Sifat siluman yang dimiliki oleh fregat F47, tercapai karena perolehan tangkapan yang kecil menggunakan radar musuh, infra merah, maupun sonar. Beberapa bagian bentuk kapal bagian atas sengaja dibuat bersudut-sudut untuk mendispersikan gelombang radar musuh, lalu suara dari mesin disalurkan ke alat peredam, sedangan emisi panas dari mesin disalurkan ke saluran peredam. Dengan beragam paduan teknologi stealth ini, bisa dikatakan, F-47 memiliki "selimut" pelindung agar tidak terdeteksi oleh musuh.

Hasil pengujian laut (sea trial) dengan kapal perang AL India lainnya membuktikan, INS Shivalik tidak terdeteksi dalam radar kapal lain pada jarak 100 km. Hal ini memberikan keuntungan bagi F47 untuk melakukan penyerangan terhadap musuh dalam jarak dekat. Sebaliknya, INS Shivalik dilengkapi beragam peralatan elektronika modern, sehingga ia bisa menerima segala jenis informasi baik sasaran maupun situasi medan perang yang dikirimkan melalui pesawat udara, satelit, atau wahana terbang robotik. Komandan kapal dapat memonitor medan pertempuran melalui perangkat CAIO (Computer Aided Action Information Organisation).

Kapal ini juga punya pusat syaraf penyampai segala macam informasi ke Pusat Komando secara digital dan real time melalui perangkat AISDN (ATM-based Integrated Services Digital Network), yang terintegrasi dengan radar maupun sensor. Melalui AISDN, kondisi mesin, sistem kendali, radar, persenjataan, radio, dan lainnya bisa ditransmisikan secara digital ke Pusat Komando.

Dalam hal persenjataan, INS Shivalik dilengkapi satu kanon utama Oto Melara 76 mm Super Rapid (SRGM) berdaya jangkau 15-20 km di bagian haluan, lalu dua unit senapan mesin AK-630 kaliber 30 mm ikut melengkapi, serta 32 unit rudal antipesawat Barak buatan Israel sebagai generasi pengganti era Phalanx CISW. Tidak hanya itu kapal juga masih dilengkapi 24 rudal darat ke udara 9M317(SA-N-12), 8 rudal jelajah multiguna Klub/Brahmos yang bisa mencapai jarak 300 km, rudal antikapal selam 90R dan Klub, torpedo DTA-53-956, dan dua unit peluncur roket antikapal selam RBU-6000 (RPK-8). Kapal juga diperkuat oleh dua helikopter Sea King Mk.42B atau heli Dhruv buatan dalam negeri, yang siaga di dek, baik untuk angkut personel maupun heli antikapal selam.

F47 juga dilengkapi alat penyaring udara dari kontaminasi Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia) sehingga udara yang masuk ke dalam kapal terbebas dari racun-racun yang dapat mematikan manusia itu. Dengan TACS (Total Atmospheric Control System), dipastikan bahwa INS Shivalik dapat digunakan di medan perang Nubika.

Dengan segala keunggulannya, Shivalik class dirancang untuk memperkuat jajaran fregat AL India, melengkapi fregat bersenjata rudal Talwar (Krivak III) class, Brahmaputra class, Godavari class, dan Advanced Talwar (Krivak IV) class. Selain fregat, AL India masih memiliki kapal perusak (Destroyer) INS Delhi dan INS Raiput (proyek berikutnya adalah Kolkata class akan rampung pada 2012). Lalu kapal korvet (Corvette) terdiri dari INS Kora, INS Khukri, INS Veer dan INS Abhay (program berikutnya Project 28/28A akan rampung pada 2012).

Jangan lupa pula bahwa India juga memiliki armada kapal selam Shindughosh class dan Shishumar class serta kapal induk INS Viraat, lalu kapal induk INS Vikrant yang sedang dalam proses pembuatan di industri dalam negeri India CSL (Chocin Shipyard Limited) -- beroperasi pada 2015, maupun kapal induk buatan Rusia INS Vikramaditya (beli bekas dari Rusia, Kiev class, Admiral Gorshkov) yang akan datang pada 2012.

Melalui Proyek 17 dan berikutnya Proyek 17A untuk pembuatan tujuh Shivalik class berikutnya, pemerintah India memang bersungguh-sungguh ingin membangun kekuatan maritimnya menjadi salah satu yang terkuat di kawasan regional, bahkan di dunia.

Shivalik class yang harga per unitnya mencapai 650 juta dolar AS (Rs 2,600 crore), bukanlah proyek akhir yang akan menjadi penutup pembangunan alutsista IN. Kalau kita mau membuka mata lebar-lebar, malah masih segudang agenda lain yang disiapkan IN maupun pemerintah negeri Bollywood sebagaimana disinggung di atas. Semoga, apa yang dilakukan oleh India, juga akan menginspirasi kita, Indonesia, sebagai salah satu negara pemilik wilayah lautan terluas di dunia

Mil Mi-14 (Haze)

Mil Mi-14 (Haze)

Designation: Mil Mi-14 (Haze)
Classification Type: Anti-Submarine Warfare Helicopter
Contractor: Mil - Soviet Union
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1975
Number Built: 70

Mil Mi-14 (NATO codename "Haze") adalah helikopter versi angkatan laut anti-kapal selam yang diproduksi dalam jumlah terbatas selama Perang Dingin yang dimulai pada 1975. Helikopter ini merupakan pengembangan lanjutan dari seri Mil Mi-8 yang telah dipakai secara luas di dunia militer dan sipil selama lebih dari satu dekade sebelumnya.

Bila dibandingkan dengan Mi-8, Mi-14 memakai beberapa desain yang mirip dari Mi-8 karena mempertimbangkan biaya produksi setiap unit, kemudahan pemeliharaan yang dimiliki oleh Mi-8. Kokpit-nya dipasang di bagian depan badan helikopter secara ekstrim dengan jendela yang besar di kabin. Dua mesin Isotov yang dipasang di atas kabin dan yang menghasilkan daya masing-masins 1.950 hp yang memutar sebuah rotor utama lima-bilah dan rotor ekor tiga-bilah. Ekornya menungging dengan rotor yang dipasang di bagian belakang secara ekstrim. Undercarriage-nya, seperti kebanyakan helikopter jenis amfibi, merupakan roda pendaratan “tricycle” yang dapat dimasukkan. Mi-14 Haze memiliki desain badan berbeda yang dirancang sebagai kerangka/lambung untuk operasi dan pendaratan di air. Mi-14 dioperasikan oleh dua personil standar, pilot dan co-pilot dan dapat mengakomodasi hingga 32 pasukan siap-tempur atau 12 tandu medis jika diperlukan. Untuk peran transportasi suplay, helikopter ini mampu mengangkut beban hingga 8.800 lbs.

Mi-14 mempunyai peran utama sebagai anti-kapal selam yang menembakkan/membawa torpedo, misil anti-kapal dan “depth charges” sesuai kebutuhan. Sebaliknya dalam peran SAR, peralatan standar-nya disesuaikan dengan operasi terkait. Operator utama helikopter ini adalah Bulgaria, Libya, Korea Utara, Polandia dan Rusia – beroperasi untuk angkatan udara atau angkatan laut negara-negara ini.

Specifications: Mil Mi-14BT (Haze)

Dimensions:
Length: 60.30ft (18.38m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 22.74ft (6.93m)

Performance:
Max Speed: 143mph (230kmh; 124kts)
Max Range: 497miles (800km)
Climb Rate: Not Available
Ceiling: 13,123ft (4,000m; 2.5miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 32
Hardpoints: 2
Empty Weight: 19,621lbs (8,900kg)
MTOW: 29,542lbs (13,400kg)

Power:
Engine(s): 2 x Isotov TV3-117M turboshaft engines developing 1,950shp each and driving five-blade main rotor and three-blade tail rotor.

Weapons Suite:
Depending on version, can include torpedoes, depth charges, air-to-surface missiles and depth bombs.

Operators:
Bulgaria, Cuba, Ethiopia, Georgia, Germany (East), Libya, North Korea, Poland, Russia, Ukraine, Soviet Union and Yugoslavia.

Variants:
V-14 - Prototype Model Designation
Mi-14PL "Haze A" - Dedicated Anti-Submarine Warfare (ASW) Model.
Mi-14PL "Shrike" - Air-to-Surface Attack Variant
Mi-14PLM - Anti-Submarine Warfare Variant
Mi-14BT "Haze B" - Dedicated Mine Sweeper
Mi-14PS "Haze C" - Dedicated Search and Rescue (SAR)Model.
Mi-14PX - Search and Rescue (SAR) Trainer Platform
Mi-14PZh - Firefighting Variant based on the Mi-14BT model; amphibious.
Mi-14PZh "Eliminator" - Firefighting Variant based on the Mi-14BT model.
Mi-14GP - Civilian Passenger Transport Variant
Mi-14P - Civilian Passenger Transport Variant; seating for up to 24 passengers.
Mi-14PW - Polish Designation of Mi-14PL model series.

MH-6 Little Bird

MH-6 Little Bird

Role: Light observation helicopter
Manufacturer: MD Helicopters
Status: Active service
Primary user: United States Army
Developed from: OH-6 Cayuse
Variants: MD 500 Defender; Boeing AH-6
MH-6 Little Bird, dan varian serangnya, AH-6, adalah helikopter ringan satu-mesin yang digunakan untuk operasi khusus oleh AD Amerika Serikat. Awal desainnya berdasarkan modifikasi dari OH-6A, kemudian berdasarkan pada MD 500E, dengan rotor utama tunggal lima bilah. Versi yang terbarunya, MH-6M, didasarkan pada MD 530F dan memiliki rotor utama tungga enam bilah dan rotor ekor empat bilah.

Helikopter ini banyak diikutsertakan dalam berbagai misi dan operasi termasuk Operation Iraqi Freedom.


Development

Pada tahun 1960, AD AS mengeluarkan Technical Specification 153 untuk Light Observation Helicopter (LOH) yang dapat melakukan misi transportasi personil, pengawalan dan penyerangan, evakuasi korban kecelakaan dan observasi. Dua belas perusahaan ikut ambil bagian dalam kompetisi dan Hughes Tool Company's Aircraft Division mendaftarkan Model 369. Dua desain, yang diserahkan oleh Fairchild dan Bell-Hiller, dipilih sebagai finalis oleh pimpinan kompetisi desain AD-AL, tetapi kemudian AD mengikutsertakan juga helikopter dari Hughes.

Pertama, purwarupa Model 369 terbang pada 27 Februari 1963. Awalnya diberi kode YHO-6A di bawah sistem penamaan AD, helikopter ini diganti kodenya menjadi YOH-6A di bawah sistem bersama Departemen Pertahanan baru pada tahun 1962. Lima purwarupa, bermesin Allison T63-A-5A dengan 252 shp (188 kW), dan dikirim ke AD AS di Fort Rucker, Alabama untuk bersaing dengan 10 purwarupa lain yang diajukan oleh Bell dan Fairchild-Hiller. Pada akhirnya, Hughes memenangkan kompetisi dan kontrak diberikan untuk produksi pada bulan Mei 1965. Pesanan awalnya 714 heli, tetapi kemudian meningkat menjadi 1.300 dengan opsi untuk membeli 114 heli selanjutnya. 70 heli dibuat di bulan pertama.

Halikopter tangkas dan tak bersenjata ini dilengkapi dengan "benches" yang dirancang untuk mengangkut hingga tiga pasukan pada setiap sisi. Terdapat pula sebuah varian serang, AH-6. Bercat hitam untuk operasi malam hari, helikopter kecil ini dapat melakukan penetrasi cepat dan pengiriman pasukan operasi ke wilayah yang tidak bisa dilakukan oleh “saudaranya” yang lebih besar, MH-60 Black Hawk.

Variants

•AH-6C: Special Forces attack version. Modified OH-6A to carry weapons and operate as a light attack aircraft for the 160th SOAR(A).
•EH-6E: Special Forces electronic warfare, command-post version.
•MH-6E: Improved attack helicopter used by US Army special forces units, and stealthy light attack and transport helicopter for US Army special forces units.
•AH-6F: Special Forces attack version.
•AH-6G: Special Forces attack version.
•MH-6H: Special Forces version.
•AH/MH-6J: Improved special forces transport and attack versions. Updated light attack helicopter based on the MD 530MG and equipped with an improved engine, FLIR, and a GPS/inertial navigation system.
•AH/MH-6M: Also occasionally referred to as the Mission Enhanced Little Bird (MELB), it is a highly modified version of the MD 530 series commercial helicopter.
•A/MH-6X: An AH/MH-6M MELB helicopter modified for use as a UAV. It builds upon experienced gained through development of the Unmanned Little Bird (ULB) Demonstrator, which is a civil MD 530F modified for autonomous UAV flight.

Specifications

General characteristics
•Crew: 2
•Length: 32.6 ft (9.80 m)
•Rotor diameter: 27.4 ft (8.30 m)
•Height: 9.8 ft (3.0 m)
•Empty weight: 1,591 lb (722 kg)
•Useful load: 1,509 lb (684 kg)
•Max takeoff weight: 3,100 lb (1,406 kg)
•Powerplant: 1× One Allison T63-A-5A or T63-A-700 turboshaft, 650 hp (485 kW)- full rated power
•Power, derated: for takeoff: 425 shp (317 kW); continuous: 375 shp (280 kW)
•Fuselage Length: 24.6 ft (7.50 m)
•Fuselage Width: 4.6 ft (1.4 m)
•Rotor systems: 6 blades on main rotor, 4 blades on tail rotor
•Useful Fuel capacity: 62 U.S. gal (242 L) or 403 lb (183 kg)

Performance
•Maximum speed: 152 knots (175 mph, 282 km/h)
•Cruise speed: 135 knots (155 mph, 250 km/h)
•Range: 232 nmi (430 km, 267 mi) at 5,000 ft
•Service ceiling: 18,700 ft (5,700 m)
•Rate of climb: 2,061 ft/min (10.5 m/s)

Armament
•Guns: Two 7.62 mm M134 Minigun; Two .50 cal (12.7 mm) GAU-19
•Rockets: Two 2.75 in (70 mm) Hydra 70 rocket pods
•Missiles: Four Hellfire missiles

Bell 212

Bell 212 / UH-1N/Y Iroquois / AB 212

Designation: Bell 212 / UH-1N/Y Iroquois / AB 212
Classification Type: Multi-Purpose Helicopter
Contractor: Bell Helicopter Company - USA / Pratt & Whitney - Canada
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1970
Number Built: Not Available

Melanjutkan kesuksesan produksi helikopter serang/angkut Bell, Bell 212 –atau dikenal sebagai model UH-1N, AB 212 dan UH-1Y – merupakan program pengembangan selanjutnya. Bell 212 merupakan usaha bersama antara perusahan Bell Helicopter (AS) dan Pemerintah Kanada dengan perusahaan mesin Pratt & Whitney.

Dalam bentuk dasarnya, 212 merupakan kombinasi dari airframe Bell 205 dengan mesin produksi Pratt & Whitney dalam sebuah usaha untuk meningkatkan performa seri helikopter ini. Pratt & Whitney memproduksi Turbo Twin-Pac, yang merupakan gabungan dua mesin turboshaft, menjadikan mesinnya lebih bagus dari pada mesin milik Huey.

Bell 212 diterima oleh AL AS dan Korps Marinir AS dan dikenal dengan UH-1N, sementara oleh Kanada diberi nama CUH-1N yang kemudian diganti menjadi CH-135 “Twin Huey”. Di pasa helikopter ini dikenal sebagai “Twin Two-Twelve”. Firma Italia Agusta memperoleh kontrak untuk memproduksi secara lokal Bell 212 dan dikenal dengan AB 212 di sekali lagi dilengkapi dengan persenjataan anti-kapal dan peralatan sonar dan radar.

UH-1Y menjadi model Bell pertama yang memakai rotor utama empat-blade baru, dengan mesin turboshaft General Electric GE T700 dan kokpit kaca desain baru. Helikopter milik korps marinir AS (UH-1N) kemudian diupgrade menjadi UH-1Y.

Jumlah ekspor Bell 212 sangat bagus, mengingat jumlahnya yang cukup besar di seluruh dunia.

Specifications:

Dimensions:
Length: 42.39ft (12.92m)
Width: 48.00ft (14.63m)
Height: 14.70ft (4.48m)

Performance:
Max Speed: 128mph (206kmh; 111kts)
Max Range: 284miles (457km)
Climb Rate: 1,320 ft/min (402.3 m/min)
Ceiling: 12,198ft (3,718m; 2.3miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 13
Hardpoints: 2
Empty Weight: 6,316lbs (2,865kg)
MTOW: 11,199lbs (5,080kg)

Power:
Engine(s): 1 x Pratt & Whitney Canada PT6T-3 engine generating 1,800shp OR 1 x PT6T-3B Turbo Twin-Pac (dual engine array). Both driving a main two-blade and tail rotor assembly.

Weapons Suite:
Mission-specific armament may include:
2 x 7.62mm machine guns (pintle-mounted in doorway).
2 x 7.62mm miniguns (pintle-mounted in doorway or external forward-facing).
2 x Mark Mk 44 Torpedoes
2 x Mark Mk 46 Torpedoes
2 x MQ 44 Torpedoes
2 x AS 12 air-to-surface missiles
2 x Sea Killer air-to-surface missiles

Operators:
Argentina, Austria, Bangladesh, Colombia, Ecuador, El Salvador, Greece, Iran, Israel, Italy, Lebanon, Libya, Mexico, Morocco, Panama, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sudan, Sri Lanka, Tunisia, Thailand, United Arab Emirates, Turkey, Uganda, Venezuela, Yemen, Zambia and the United States of America.

Variants:
XH-40 - Original UH-1 Prototype
YH-40 - Original UH-1 Prototype Production Models.
Bell 205 / UH-1H - Model on which Bell 212 fuselage is based on.
CUH-1N - Canadian Armed Forces Model Designation
CH-135 "Twin Huey" - Redesignation of the Canadian CUH-1N.
UH-1N - United States Navy and Marine Corps Model Designations.
AB 212 - Italian-produced UH-1N by Agusta.
AB 212ASW - Anti-Submarine Warfare designation of the Agusta AB 212.
"Twin Two-Twelve" - Marketing designation for the Bell 212 model.
UH-1Y - Standardization program for US Marine Corps with twin GE T700 turboshaft engines, new glass cockpit and a new four-blade main rotor.

Mi-35 (Hind)

Mil Mi-24 / Mi-25 / Mi-35 (Hind)

Designation: Mil Mi-24 / Mi-25 / Mi-35 (Hind)
Classification Type: Attack Helicopter
Contractor: Mil Moscow Helicopter Plant - Soviet Union
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1973
Number Built: 2,000

Helikopter seri “Hind” produksi Mil merupakan favorit pada Perang Dingin dan terus dimodernisasi termasuk oleh Angkatan Bersenjata Russia. Helikopter berat ini mampu melaksanakan berbagai peran di dalam medan pertempuran, baik di masa damai maupun perang, dan telah terlihat dalam berbagai peperangan dari Afrika hingga Timur Tengah dan Rusia.

Mi-24 dibuat berdasarkan helikopter transport Mi-8 “Hip” dan digabungkan dengan sistem dan subsistem dari seri Mi-17. Mi-24 orisinil mempunyai sebuah kokpit “glass house”, sangat berbeda dengan kokpit tandem. Bodi helikopter ini sangat adaptable (dapat diadaptasikan sesuai keperluan), mampu membawa sampai delapan pasukan siap tempur atau penumpang atau empat tandu berisi pasien. Sistem sayap “patah”-nya (stubbed wing) memungkinkan untuk dibawanya persenjataan dalam jumlah besar, dengan standarnya adalah pod roket, pod senapan, sistem misil anti-tank. Sistem sayap ini juga memungkinkan helikopter dilengkapi dengan misil udara-ke-udara untuk pertahanan diri. Sebuah senapan mesin juga terpasang di bagian hidung.

Mi-24 pernah terlihat dalam perang Soviet di Afganistan di mana sering menjadi target sistem misil permukaan-ke-udara Stinger milik AS. Mi-24 juga memberikan efek populer pada perak Irak-Iran 1980an melawan AH-1 Cobra milik AS. Helikopter ini telah dipakai dalam Perang Sipil Nikaragua, Sri Lanka, Invasi Kuwait, perang Rusia-Ceko, Sierra Leone, Kosovo, Pantai Gading dan Kongo. Seri Hind merupakan alternatif populer di banyak negara dimana peralatan militer semakin mahal.

Model Hind-D merupakan titik balik untuk helikopter ini karena menggunakan kokpit (berlapis baja penuh) baru dan turret bertenaga 4-barrel. Walaupun helikopter ini bukanlah sistem yang sempurna, tetapi cukup adil bahwa helikopter ini masih terdepan. Menariknya, AS mempunyai beberapa helikopter ini untuk keperluan pelatihan. Hind juga dikenal dengan "The Crocodile" atau "Devil's Chariot".

Specifications:

Dimensions:
Length: 57.41ft (17.50m)
Width: 21.29ft (6.49m)
Height: 13.02ft (3.97m)

Performance:
Max Speed: 208mph (335kmh; 181kts)
Max Range: 99miles (160km)
Climb Rate: 2,460 ft/min (749.8 m/min)
Ceiling: 14,747ft (4,495m; 2.8miles)

Structure:
Accommodation: 3 + 8
Hardpoints: 6 (including wingstubs)
Empty Weight: 18,078lbs (8,200kg)
MTOW: 26,455lbs (12,000kg)

Power:
Engine(s): 2 x Klimov TV3-117 Turboshaft engines driving a five-blade main rotor and a three-blade tail rotor.

Weapons Suite:
1 x 12.7mm four-barrel machine gun OR 2 x 23mm cannons OR 2 x 30mm cannons in under-nose turret.
2 x Anti-Tank Missiles
4 x Rocket Pods
4 x Gun Pods

Operators:
Afghanistan, Algeria, Angola, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Bulgaria, Chad, Cyprus, Croatia, Cuba, Czech Republic, East Germany, Equatorial Guinea, Eritrea, Ethiopia, Georgia, Guinea, Hungary, India, Indonesia, Iraq, Iran, Kazakhstan, Kyrgizia, Libya, Macedonia, Mozambique, Nicaragua, Nigeria, North Korea, Pakistan, Peru, Poland, Russia, Rwanda, Serbia, Sierra Leone, Slovakia, South Africa, Sri Lanka, Sudan, Syria, Tajikistan, Ukraine, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, Yemen, Zimbabwe and the United States of America.

Variants:
V-24 (Hind) - Protype
Mi-24 (Hind-A) - First production model
Mi-24A (Hind-B) - Based on Hind-A sans nose armament
Mi-24U (Hind-C) - Training variant sans armament
Mi-24D (Hind-D) - Definitive variant; Features specialized electronics for anti-tank guided missiles; 'Stepped' armored tandem-seating cockpit; Single 12.7mm four-barrel machine gun system in under-nose turret.
Mi-24DU - Training variant with dual-controls for instructor / student.
Mi-24V (Hind-E) - Updated anti-tank missiles and firing/acquisition system.
Mi-24P (Hind-F) - Undernose-mounted 12.7mm machine gun replaced with fixed 30mm cannon.
Mi-24RKR (Hind-G1) - NBC reconnaissance varient (model covers Mi-24R, Mi-24RR and Mi-24RKh as well).
Mi-24K (Hind-G2) : Artillery spotter model
Mi-24VM - Uupdated avionics; Improve night-flight systems, updated communications, modernized througout.
Mi-24PM - Upgraded Mi-24P model with Mi-24VM systems.
Mi-24PN - Attack helicopter standard and modernization standard.
Mi-24W - Polish-built Mi-24V variant
Mi-24PS - Police variant
Mi-24E - Environmental Research craft
Mi-24 SuperHind Mk II - South African-produced model featuring updated avionics.
Mi-24 SuperHind Mk III/IV - Modernization of Mi-24 base model.
Mi-25 - Export version of Mi-24D
Mi-35 - Export version of Mi-24V
Mi-35P - Export version of Mi-24P
Mi-35U - Unarmed training version of Mi-35

Sikorsky SH-3 Sea King

Sikorsky SH-3 Sea King

Designation: Sikorsky SH-3 Sea King
Classification Type: Ship-based Anti-Submarine Warfare Helicopter
Contractor: Sikorsky - USA
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1961
Number Built: 1,100

Pada puncaknya, seri Sikorsky SH-3 untuk AL sangat luas dipakai dan sukses sebagai platform antikapal selam dan operasi SAR. Pengembangan dimulai dari proposal kontrak AL AS pada 1957 yang akan memproduksi purwarupa yang diterbangkan pada 1959. Pengoperasiannya akan secara resmi dilakukan setelah dua tahun penerbangan purwarupanya.

Pada pengoperasian, SH-3 berhasil menjalankan peran pentingnya sebagai perlindungan terhadap kapal selam musuh. Helikoter ini menjadi platform utama, dengan menggunakan radar sonar kedalaman AQS81B, MAD, sonobuoys dan fleet-wide linkup, Sea King memberikan data akurat untuk perlindungan dari serangan musuh. Persenjataan standarnya terdiri dari 2 atau 4 torpedo bersama dengan “chaff pods” untuk perlindungan diri terhadap misil musuh. Persenjataan lain dapat terdiri dari misil anti-kapal atau “depth charges” jika dibutuhkan.

SH-3 dikembangkan untuk menjalankan peran versatil (bermacam-macam), dapat digunakan untuk medis dan transpor secara efisien dan efektif seperti saat digunakan untuk peran pertempuran. Sebagai transpor medis, lebih dari 20 pasien dapat diangkut, atau personel ini dapat diganti dengan 9 tandu medis. Sebagai tambahan, sekitar 28 personel tempur dapat diangkut jika dibutuhkan dalam peran transport militer. Menariknya desain Sea King adalah dia dapat mendarat di air karena desain amfibinya, walaupun dengan waktu mengapung yang terbatas.

SH-3 muncul dengan peran penting baru dari waktu-ke-waktu, yang sangat menarik adalah sebagai Marine One, transport VIP khusus untuk Presiden AS dan dioperasikan oleh Marinir AS. SH-3 juga berperan dalam recovery awak Apollo 14. Dalam area AS, saat ini, SH-3 mulai digantikan perannya oleh SH-60 Sea Hawk yang lebih baru.

Specifications: Sikorsky SH-3D Sea King

Dimensions:
Length: 54.76ft (16.69m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 16.83ft (5.13m)

Performance:
Max Speed: 166mph (267kmh; 144kts)
Max Range: 624miles (1,005km)
Climb Rate: Not Available
Ceiling: 14,701ft (4,481m; 2.8miles)

Structure:
Accommodation: 4 + 3
Hardpoints: 4
Empty Weight: 11,865lbs (5,382kg)
MTOW: 21,499lbs (9,752kg)

Power:
Engine(s): 2 x General Electric T58-GE-10 turboshaft engines developing 1,400shp each and driving a five-blade main rotor and five-blade tail rotor.

Weapons Suite:
Varies depending on operator:
2 OR 4 x Mk 46/44 torpedoes
2 x anti-ship missiles
4 x depth charges
Up to 840lbs of ordnance and equipment

Operators:
Argentina, Australia, Belgium, Brazil, Canada, Denmark, Egypt, Germany, India, Iran, Iraq, Ireland, Italy, Japan, Malaysia, Norway, Pakistan, Peru, Qatar, Saudi Arabia, Spain, Thailand, Venezuela, United Kingdom and the United States of America.

Variants:
XHSS S-2 – Single Example Prototype of the H-3
YHS S-2 – Development and Test Aircraft; seven examples produced.
S-61 - Sikorsky Company Designation
S-61A – Export Designation for Royal Danish AF usage
S-61A Nuri – Export Designation for Malaysian AF usage; dedicated troop transport; seating for 31.
S-61A/AH – Utility Model for Antarctica sear and rescue (SAR) operations
S-61B – Export Designation for Japanese MSDF usage; based on SH-3 model; anti-submarine warfare version.
S-61D-3 – Export Model Designation for Brazil
S-61D-4 – Export Model Designation for Argentina
S-61NR – Search and rescue (SAR) model for Argentine usage.
S-61L/N – Civilian Model of the Sea King
S-61R – Sikorsky company designation for CH-3C/E and HH-3E “Jolly Green Giant” models serving with USAF, USCG and Italian forces.
S-61V – Single Example Model produced for Indonesia; Sikorsky company designation for VH-3A.
HSS-2 - Original Production Series Designation
CH-3A – USAF Dedicated Transport Model; conversions from SH-3A models; 3 examples converted as such.
CH-3B – USAF Dedicated Transport Model
CH-124 – Canadian Naval Model; anti-submarine warfare version
HH-3A – SH-3A model conversions to search and rescue (SAR) aircraft; 12 examples converted as such.
NH-3A (S-61F) – Experimental Variant conversion from SH-3A model; fitted with turbojet engines and wing structures; single example model.
RH-3A – Dedicated Minesweeper; 9 examples converted from SH-3A.
SH-3A - Initial Production Model; dedicated anti-submarine warfare model; fitted with T58-GE8B turboshaft engines of 1,260 horsepower; 245 examples produced.
SH-3D - Upgraded SH-3 Model
SH-3D-TS – Anti-Submarine Warfare Model
SH-3G – Utility/Cargo Model for US Navy
SH-3H - Multirole/General Purpose Anti-Submarine Model; dipping sonar; MAD gear; search radar; for US Navy
SH-3H AEW – Airborne Early Warning
UH-3H – Utility/Cargo Transport Model for US Navy
VH-3A – US Army and Marines VIP Transport Model
VH-3D – US Marine Corps VIP Transport Model
AS-61/ASH-3 - Agusta Production Designation built under license in Italy.
AS-61A-1 – Italian Export Model Designation for Royal Malaysian AF use.
AS-61A-4 – Agusta license production model; search and rescue and military transport model.
AS-61N-1 Silver – Agusta License Production Model of the S-61N but with shorter cabin area.
AS-61VIP – Agusta license production model; VIP passenger transport model.
ASH-3A – Agusta license production model; multi-purpose utility transport model.
ASH-3D – Agusta license production model; anti-submarine warfare version
ASH-3TS (ASH-3D/TS) – Agusta license production executive VIP transport model.
ASH-3H – Agusta license production model; anti-submarine warfare version
Sea King HAS.Mk 1 - Initial Sea King production model produced under license by Westland in the United Kingdom based on a re-engined SH-3D model; fitted with 2 x Rolls-Royce H.1400 Gnome series engines.
Sea King HAS.Mk 2 – Westland license production
Sea King HAS.Mk 5 – Westland license production
Sea King HAS.Mk 6 – Westland license production
Sea King AEW.Mk 2A – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 2 models.
Sea King AEW.Mk 5 – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 5 models.
Sea King AEW.Mk 7 – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 5 models.
Sea King HAR.Mk 3 – Westland license production; search and rescue (SAR) derivative.
Sea King HAR.Mk 3A – Westland license production; search and rescue (SAR) derivative.
S-61A – Mitsubishi license production; based on S-61A model; search and rescue and utility platform._
HSS-2 – Mitsubishi license production; based on the S-61B model; anti-submarine warfare series.
HSS-2A – Mitsubishi license production; based on the S-61B(SH-3D) model; anti-submarine warfare series._
HSS-2B – Mitsubishi license production; based on the S-61B(SH-3H) model; anti-submarine warfare series.

Selasa, 02 November 2010

TU 160

PESAWAT PEMBOM SUPERSONIK RUSIA TU 160

TU 160 memiliki panjang 54 m, dengan berat 267 ton, maksimum takeoff weight - 275 ton dengan lebar sayap minimum sweepback (20 derajat) - 57,7 m, dengan intermediate (35 derajat) - 50,7 m, dengan maksimum (65 derajat) - 35,6 m .

Selain bertubuh besar Pesawat pembom ini dilengkapi dengan Mesin penggerak Supersonik yang mampu melesat dengan kecepatan Marc 3. serta dipenuhi ratusan bom dan missiles yang siap di gugurkan .TU 160 sering juga disebut dengan nama Black Jack kalau yang diartikan ke bahasa Indonesia adalah (Gada/Pemukul) memang predikat tersebut wajar saja di berikan kepada TU160, dan kita bisa bayangkan betapa dahsyatnya si pesawat Pembom Rusia yang satu ini.

Namun dalam perawatannya TU 160 memerlukan biaya yang tidak sedikit , walaupun perawatan TU-160 ini sangat mahal toh , tidak menyurutkan negara Ukraina untuk membeli TU -160 sebagai perkuatan armada perangnya.

Dalam perkembangannya TU-160 mendapat perhatian serius dari intelijen Amerika, itu terbukti dengan relasenya pesawat pembom Amerika B1 dan B2 yang dilansir Amerika untuk menyaingi TU 160 yang dimana pesawat B1-B2 lebih di fokuskan kepada teknologi stealth demi keamanan di udara dalam pendeteksian musuh.

Pada 2006, Angkatan Udara Rusia telah memodernisasi pesawat TU-160 dengan jangka waktu tiga tahun dengan jadwal yang sudah direncanakan.

Pengembangan TU-160 lebih di utamakan pada :

* System digital, multireserved, neutron nuklir lainnya dan emisi tahan avionics
* Penambahan daya dan steering melalui satelit GLONASS Rusia dan global positioning system
* Diperbaharui versi NK-32 dengan peningkatan kehandalan mesin.
* Kemampuan untuk beroperasi lebih strategis dengan dukungan satelit GLONASS dan perkuatan navigated cruise missiles
* Kemampuan untuk antisipasi missiles
* Kemampuan untuk mempercanggih bom laser

Pada Januari 2007 General Vladimir Mikhailov mengumumkan bahwa VVS akan menerima Tu-160s setiap tiga tahun, dan bahwa mereka akan memulai program baru untuk meningkatkan sistem avionics. Pada saat ini ada 16 armada bombers yang siap di perbaharui

para ilmuan Rusia mencoba mengembangkan varian dari TU160 dengan kemampuan yang tidak kalah dengan Pesawat Pembom Amerika (B-1&2) . Seperti yang dilansir salah satu Departemen Pertahanan Rusia, pihaknya mengklaim akan membuat pesawat generasi terbaru dari TU-160 yaitu TU-170 yang masih dalam rencana pembuatan,

Berikut ini ada macam-macam Varian TU 160 yang masih dalam pengembangan System Avionic.

1. Tu-160S: digunakan untuk tujuan serial Tu-160s bila diperlukan untuk memisahkan mereka dari seluruh produksi dan pra-eksperimental pesawat
2. Tu-160V : hidrogen cair fueled versi (lihat juga Tu-155) [24]
3. Tu-160 NK-74 : ditingkatkan (extended range) dengan versi mesin NK-74
4. Tu-160M : digunakan untuk membawa dua pembom jarak jauh, berkekuatan hypersonic yaitu Kh-90 (3M25 Meteorit-A) missiles
5. Tu-160P (Tu-161): lebih di utamakan untuk pencegat interceptor
6. Tu-160PP : Digunakan untuk antisipasi Serangan elektronik (anti jamming )
7. Tu-160R : digunakan untuk pengintaian platform
8. Tu-160SK : versi komersial, yang dirancang untuk meluncurkan satelit yang "Burlak" (Rusia: Бурлак, "hauler") sistem.
9. Tu-170 : sebuah pesawat konvensional yang masih dalam perancangan

General characteristics TU 160

* Crew: 4 (pilot, co-pilot, bombardier, defensive systems operator)
* Length: 54.1 m (177 ft 6 in)
* Wingspan:
o Spread (20° sweep): 55.70 m (189 ft 9 in)
o Swept (65° sweep): 35.60 m (116 ft 10 in)
* Height: 13.10 m (43 ft 0 in)
* Wing area:
o Spread: 400 m² (4,310 ft²)
o Swept: 360 m² (3,875 ft²)
* Empty weight: 110 t (242,000 lb)
* Loaded weight: 267 tonnes (590,000 lb)
* Max takeoff weight: 275 tonnes (606,000 lb)
* Powerplant: 4× Kuznetsov NK-321 turbofans
o Dry thrust: 137 kN (30,900 lbf) each
o Thrust with afterburner: 245 kN (55,100 lbf) each

Performance

* Maximum speed: Mach 2.05[27] (2,220 km/h, 1,380 mph, 1,200 kn) at high altitude
* Range: 17,400 km (9,400 nmi, 10,800 mi) unrefueled
* Combat radius: 10,500 km (5,670 nmi, 6,500 mi)
* Service ceiling: 15,000 m (49,200 ft)
* Rate of climb: 70 m/s (13,860 ft/min)
* Wing loading: 743 kg/m² with wings fully swept (152 lb/ft²)
* lift-to-drag: 18.5-19, while supersonic it is above 6.[28]
* Thrust/weight: 0.37

Armament

* 2 internal bays for 40,000 kg (88,185 lb) of ordnance, options include:
o 2 internal rotary launchers each holding 6 × Raduga Kh-55 cruise missiles (primary armament) or 12× Raduga Kh-15 short-range nuclear missiles

Boeing B-17

Boeing B-17

Tipe Heavy bomber
Strategic bomber
Produsen Boeing
Terbang perdana 28 Juli 1935
Dipensiunkan 1968 (Brazilian Air Force)
Pengguna United States Army Air Forces
Royal Air Force
Tahun produksi 1936–1945
Jumlah produksi 12,731
Harga satuan US$238,329
Varian XB-38 Flying Fortress
YB-40 Flying Fortress
C-108 Flying Fortress
Boeing B-17

Boeing B-17 Flying Fortress adalah sebuah pesawat pengebom Amerika Serikat, yang dibuat untuk Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army Air Corps). Terbang perdana pada tanggal 28 Juli 1935, dan dipensiunkan tahun 1968, lebih dari 12.000 Flying Fortress diproduksi.

Digunakan sebagai pengebom strategis pada Perang Dunia II melawan Jerman Nazi, Flying Fortress menjatuhkan lebih dari 500.000 ton bom di Eropa.
Spesifikasi (B-17G)

3-view projection of a B-17G, with inset detail showing the "Cheyenne tail" and some major differences with other B-17 variants

Karakteristik umum

* Kru: 10: Pilot, co-pilot, navigator, bombardier/nose gunner, flight engineer-top turret gunner, radio operator, waist gunners (2), ball turret gunner, tail gunner
* Panjang: 74 ft 4 in (22.66 m)
* Lebar sayap: 103 ft 9 in (31.62 m)
* Tinggi: 19 ft 1 in (5.82 m)
* Area sayap: 1,420 sq ft (131.92 m2)
* Airfoil: NACA 0018 / NACA 0010
* Berat kosong: 36,135 lb (16,391 kg)
* Berat terisi: 54,000 lb (24,500 kg)
* Berat maksimum lepas landas: 65,500 lb (29,700 kg)
* Mesin: 4× turbosupercharged radial engines Wright R-1820-97 "Cyclone", 1,200 hp (895 kW) masing-masing

Performa

* Kecepatan maksimum: 287 mph (249 kn, 462 km/h)
* Kecepatan jelajah: 182 mph (158 kn, 293 km/h)
* Jarak jangkau: 2,000 mi (1,738 nmi, 3,219 km) with 2,700 kg (6,000 lb) bombload
* Batas tertinggi servis: 35,600 ft (10,850 m)
* Laju panjat: 900 ft/min (4.6 m/s)
* Beban sayap: 38.0 lb/sq ft (185.7 kg/m2)
* Power/massa: 0.089 hp/lb (150 W/kg)

Persenjataan

* Senjata api: 13 × .50 in (12.7 mm) M2 Browning machine guns in 4 turrets in dorsal, ventral, nose and tail, 2 in waist positions, 2 beside cockpit and 1 in the lower dorsal position
* Bom:
o Short range missions (<400 mi): 8,000 lb (3,600 kg)
o Long range missions (≈800 mi): 4,500 lb (2,000 kg)
o Overload: 17,600 lb (7,800 kg)