Jumat, 05 November 2010

F-16 I Soufa

F-16 VERSI ISRAEL.

Pesawat tempur jenis F-16 versi Israel dikenal sebagai F-16I SOUFA (Storm). F-16i Soufa merupakan versi Fighter sekaligus Ground Attack, merupakan modifikasi pada mesin dan persenjataan dari versi F-16D Block 50 dan Block 52, sesuai dengan kebutuhan operasional pihak Israel. F-16i dibuat dalam konfigurasi bertempat duduk tandem saja. Ditargetkan bahwa AU Israel akan memiliki sekitar 362 unit F-16 yang sebagian besar masih merupakan versi Amerika Serikat.

F-16i Soufa pertama kali melakukan penerbangan perdana pada bulan Desmber 2003, Dua unit F-16i pertama diserahkan kepada AU Israel pada bulan Pebruari 2004 di pangkalan udara Ramon. Penyerahan pesanan AU Israel dijadwalkan dalam waktu empat tahun dengan rata-rata dua unit perbulannya, dan berakhir pada tahun 2008.

Produksi avionic dan airframe dilakukan di Israel baik untuk Soufa maupun varian F-16 lainnya. Untuk ventral fin, rudder, horizontal stabilizer dan engine access door dibuat secara bersama antara IAI (Israel Aircraft Industries) dengan Cyclon Aviation Products Ltd. Unit pesawat sendiri dirakit di fasilitas Lockheed Martin Aeronautics di Fort Worth, Texas.

Selain rancangan cockpit system baru, awak pesawat Soufa dilengkapi dengan helmet khusus Dash IV buatan Elbit. HUD dengan system wide angle dipasok oleh Elop, sementara layar saji multi-fungsi dipasok oleh Astronautics C.A. Petah Tikva, Israel. Tampilan baru lainnya seperti layar saji peta bergerak, peangkat perekam video, system lampu cockpit dan data transmitter set juga di pasok dari pihak industri Israel.

Perangkat komunikasi yang dipasang pada F-16i antara lain; radio UHF/VHF dan radio HF dari Rafael. Alat komunikasi satelit dipasok oleh Elta, dan integrated video data link dipasok oleh IAI. Perangkat navigasi termasuk kombinasi laser gyro inertial navigation system dan global positioning system (RLGINS/GPS), dan digital terrain system yang unit algorithms-nya dikembangkan oleh Rafael. Selain itu system computer utama F-16i dikembangkan dan dipasok oleh pihak Elbit. Sementara system akuisisi data dengan digital data server serta perekam data mutakhir dikembangkan bersama antara RADA Electronic Industries di Netaya, Israel dengan Smiths Aerospace dari Amerika Serikat.

Persenjataan. Rak persenjataan yang akan melengkapi F-16i dikembangkan oleh pihak IMI (Israel Military Industries), termasuk untuk tanki bahan baker eksternal. Rafael juga memasok System FLIR dan pod untuk navigasi dan targeting model Litening II, termasuk televisi CCD (charge-coupled device), laser spot tracker and rangefinder serta infrared marker. Dengan perlengkapan tersebut pilot akan mampu mendeteksi, mengidentifikasi dan menjejaki target di darat untuk melakukan penembakan senjata kendali konvensional seperti bom dengan penuntun laser atau berpenuntun GPS. F-16i juga dilengkapi perangkat navigasi untuk malam hari dan segala cuaca LANTRIN dari Lockheed Martin yang dapat membantu pesawat secara otomatis dalam melakukan penerbangan mengikuti kontur permukaan bumi.

Misil udara-ke-udara jarak pendek pada F-16i adalah dari jenis Python 4 dan Python 5, serta misil berpemandu radar Derby (beyond visual range) yang dipasok oleh Rafael. Sedangkan untuk misil udara-ke-permukaan dipasok oleh IMI. Termasuk senjata anti- radiasi STAR-1 yang masih dalam pengembangan.

Perangkat peperangan elektronik F-16i kebanyakan dikembangkan oleh pihak Elisra, termasik RWR (Radar Warning Receiver), missile approach warners and jamming systems, termasuk juga Elisra SPS 3000 alat pelindung jamming. Sementara dispenser chaff dan flare dipasok oleh Rokar. F-16i dilengkapi dengan multi-mode radar AN/APG-68(V)9 dari Northrop Grumman.

F-16i menggunakan mesin pendorong utama jenis F100-PW-229 dari Pratt and Whitney yang mampu menerbangkan pesawat dengan berat tinggal landas 23.582 kg, dan daya dorong 129,4 kN (29.000 lbs).

Spesifikasi:

Bentang sayap utama : 9,45 meter

Panjang keseluruhan : 15,03 meter

Tinggi : 5,09 meter

Berat kosong : 8.809 kg

Berat maksimum untuk tinggal landas : 23.582 kg

Daya maneuver (g-limit): +9g

Kecepatan : + Mach 2

Rabu, 03 November 2010

Dassault Mirage 2000

Dassault Mirage 2000

Tipe Multirole fighter
Produsen Dassault Aviation
Terbang perdana 10 March 1978[1]
Diperkenalkan November 1982[2]
Pengguna French Air Force
Indian Air Force
United Arab Emirates Air Force
Republic of China Air Force
Jumlah produksi 601[3]
Harga satuan US$23 million
Acuan dasar Dassault Mirage III
Varian Dassault Mirage 2000N/2000D
Dassault Mirage 4000

Dassault Mirage 2000 adalah pesawat tempur multirole Perancis, bermesin tunggal ,jet tempur generasi keempat ,diproduksi oleh Dassault Aviation. Ia dirancang sebagai pesawat tempur ringan berdasarkan Dassault Mirage III pada akhir tahun 1970 untuk Angkatan Udara Perancis. Mirage 2000 berkembang menjadi pesawat multirole sukses dengan beberapa varian yang dikembangkan. Varian termasuk 2000N dan Mirage 2000D varian strike, telah meningkatkan Mirage 2000-5 dan ekspor beberapa varian. Lebih dari 600 pesawat dibangun dan dalam pelayanan di sembilan negara pada 2009.
Specifikasi (Mirage 2000C)

Karakteristik umum

* Kru: 1
* Panjang: 14.36 m (47 ft 1 in)
* Lebar sayap: 9.13 m (29 ft)
* Tinggi: 5.20 m (17 ft)
* Area sayap: 41 m² (441.3 ft²)
* Berat kosong: 7,500 kg (16,350 lb)
* Berat terisi: 13,800 kg (30,420 lb)
* Berat maksimum lepas landas: 17,000 kg (37,500 lb)
* Mesin: 1× SNECMA M53-P2 afterburning turbofan
o Dorongan kering: 64.3 kN (14,500 lbf)
o Dorongan dengan afterburner: 95.1 kN (21,400 lbf)

Performa

* Kecepatan maksimum: Mach 2.2 (2,333+ km/h, 1,450+ mph) at high altitude/ 1,110 km/hr (690 mph) at low altitude
* Jarak jangkau: 1,550 km (837 nmi, 963 mi) with drop tanks
* Jarak jangkau ferri: 3,335 km (1,800 nmi, 2,073 mi) with auxiliary fuel
* Batas tertinggi servis: 17,060 m (59,000 ft)
* Laju panjat: 285 m/s (56,000 ft/min)
* Beban sayap: 337 kg/m² (69 lb/ft²)
* Dorongan/berat: 0.91

Persenjataan

* Senjata api: 2× 30 mm (1.18 in) DEFA 554 revolver cannon, 125 rounds per gun
* Titik keras: 9 total (4× under-wing, 5× under-fuselage) with a capacity of 6,300 kg (13,900 lb) external fuel and ordnance,
* Roket: Matra 68 mm unguided rocket pods, 18 rockets per pod
* Rudal:
o Air-to-air missiles:
+ 6× MBDA MICA IR/RF
+ 2× Matra R550 Magic-II and 2× Matra Super 530D
o Air-to-surface missiles:
+ 2× AM.39 Exocet
+ 2× AS-30L laser guided missile
+ 1× ASMP tactical nuclear cruise missile
* Bom: 9× Mk.82

Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

Designation: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1
Classification Type: Main Battle Tank
Contractor: Krauss-Maffei Wegmann, Munich, Germany
Country of Origin: Germany
Initial Year of Service: 1965
Number Built: 5,816

Leopard 1 merupakan tank dengan desain (setelah perang) klasik milik Jerman yang mempunyai fitur seperti pendahulunya, skirting bergelombang dan turret yang terpasang di bagian depan bodi tank.

Leopard 1 mulai beroperasi pada 1965 untuk AD Jerman dan diminati oleh banyak negara asing. Walaupun tidak beroperasi secara penuh di AD Jerman, Leopard 1 mengalami banyak pengembangan dan modifikasi di negara lain agar lebih ringan pengoperasiannya. Sasis-nya juga digunakan untuk produksi peralatan/kendaraan artileri 35mm “self-propelled” Gepard Flakpanzer dan kendaraan “combat engineering”.

Sistem NBC, penglihatan malam, dan beberapa pilihan lain (termasuk lapis baja ekstra) juga tersedia untuk Leopard 1. Versi awal Leopard 1 mempunyai alat penglihatan malam inframerah, sementara versi selanjutnya menggunakan peralatan penglihatan malam pasif.

Oto Melara memproduksi Leopard 1 secara lokal di Italia untuk AD Italia. AD Jerman tidak lagi menggunakan Leopard 1 sejak digantikan oleh Leopard 2.

Specifications: Krauss-Maffei Wegmann Leopard 1

Dimensions:
Length: 31.30ft (9.54m)
Width: 11.06ft (3.37m)
Height: 8.60ft (2.62m)

Performance:
Speed: 40mph (65km/h)
Range: 373miles (600km)

Structure:
Accommodation: 4
Weight: 46.7 US Short Tons (42,400kg)

Systems:
NBC Protection: Yes
Nightvision: Yes - Passive

Power:
Engine(s): 1 x MTU MB 838 Ca M500 10-cylinder multi-fuel engine generating 830hp @ 2,200rpm.

Armament & Ammunition:
1 x 105mm main gun
1 x 7.62mm coaxial machine gun
1 x 7.62mm machine gun
2 x 4 smoke grenade dischargers
Ammunition:
60 x 105mm projectiles
5,500 x 7.62mm ammunition
8 x smoke grenades

Variants:
Leopard 1A1A1 - Additional Turret Armor
Leopard 1A2 - Updated turret function and passive night vision equipment installed.
Leopard 1A3 - Improved armor protection and new all-welded turret production.
Leopard 1A4 - Integrated fire control system implemented. This represents the last variant used by the German Army.
Leopard 1A5 - Updated nightvision equipment, computerized fire control and became upgraded version for all earlier German Army models.
Leopard 1 AVLB - Bridgelayer
Leopard 1 ARV - Armored Recovery Vehicle
Leopard 1 AEV - Engineering Vehicle
Leopard 1 Trainer - Sans turret, replaced with windowed turret for driver training.
Gepard Flakpanzer - Mobile twin-35mm anti-aircraft air defense system (Leopard 1 chassis).

Antonov An-124 Ruslan

Antonov An-124 Ruslan
ASCC codename: Condor
Heavy Transport

Deskripsi:
Sebelum adanya An-225, Antonov An-124 adalah pesawat terbesar di dunia, mengalahkan C-5 Galaxy. An-124 dibuat berdasarkan pengalaman dalam pembuatan turboprop raksasa An-22 dengan beberapa pengembangan yang membuat An-124 lebih efektif.

An-124 dilengkapi dengan sebuah hidung tergantung-menghadap atas dan sebuah lerengan untuk kemampuan roll-on roll-off loading (pengangkutan). Sebagai tambahan, dua set roda hidung yang dapat direndahkan untuk merendahkan hidung dan memudahkan pengangkutan kargo. Desain An-124 mempunyai full-span leading-edge slats pada sayapnya yang memungkinkan kemampuan take-off jarak pendek. Roda pendaratannya mempunyai 24 roda sehingga An-124 dapat beroperasi pada medan yang berat. Kompartemen besar untuk 88 penumpang sebagai tambahan pada dek kargo utama 118 ft x 21 ft x 14.5 ft, dengan total volume 44.725ft[sup]3[/sup].

An-124 pertama kali beroperasi untuk Aeroflot yang digunakan sebagai pesawat kargo besar. Sejumlah An-124 digunakan oleh militer Rusia untuk misi transpor strategis. Total 54 An-124 dibuat dari 1984 sampai 1997. Pada tahun 2000, 26 beroperasi untuk AU Rusia, 21 beroperasi untuk maskapai penerbangan sipil dan 5 hilang pada kecelakaan. Keterbatasan dana membuat produksi untuk militer dihentikan dan untuk komersial tetap berjalan, 3 pesawat tiap tahun hingga 2003. Walaupun pembuatannya telah dihentikan, tetapi Rusia dan Ukraina setuju untuk memulai kembali produksi pada semester kedua tahun 2008 jika jumlah pesanan memenuhi target.

HISTORY:
First Flight: 26 December 1982
Service Entry: 1987

CREW: six: pilot, co-pilot, navigator, communication operator, engineer, electrical engineer
military models also carry a loadmaster; up to twelve cargo handlers and a second primary crew for long flights may also be carried

PASSENGERS: 88

ESTIMATED COST: $150 to $160 million [2008$]

AIRFOIL SECTIONS:
Wing Root: unknown supercritical
Wing Tip: unknown supercritical

DIMENSIONS:
Length: 226.46 ft (69.10 m)
Wingspan: 240.48 ft (73.30 m)
Height: 69.10 ft (21.08 m)
Wing Area: 6,760 ft[sup]²[/sup] (628.0 m[sup]²[/sup])
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: 385,810 lb (175,000 kg)
Normal Takeoff: 864,210 lb (392,000 kg)
Max Takeoff: 892,870 lb (405,000 kg)
Fuel Capacity: (An-124) 471,215 lb (213,740 kg); (An-124-100) 468,150 lb (212,350 kg)
Max Payload: 330,695 lb (150,000 kg)

PROPULSION:
Powerplant: four Loratev D-18T turbofans
Thrust: 206,360 lb (918.0 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 530 mph (850 km/h) at 25,000 ft (7,620 m), Mach 0.77; at sea level: unknown
cruise speed: 465 mph (750 km/h)
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: 39,335 ft (12,000 m)
Range: 2,430 nm (4,500 km) with 330,695 lb (150,000 kg) payload; 6,480 nm (12,000 km) with 88,185 lb (40,000 kg) payload
ferry: 8,690 nm (16,090 km)
Endurance: 20 hr
g-Limits: unknown

ARMAMENT: none

KNOWN VARIANTS:
An-124: Military transport model
An-124A: Proposed military version that would have used six sets of tandem wheels on the main gear instead of five to permit operations from rougher airfields
An-124-100: Civil version modified for compatability with cargo loading infrastructure at commercial airports
An-124-100M: Improved model equipped with uprated D-18 Series 3 engines allowing greater range and shorter takeoff distance, also fitted with more advanced Western avionics allowing crew size to be reduced from 6 to 4 by eliminating the communication operator and engineer
An-124-100V: An-124-100 aircraft modified with noise-reduction covers on the engine nacelles to meet noise pollution standards
An-124-100MV: Model incorporating the improvements of both the An-124-100M and An-124-100V versions
An-124-100M-150: Upgrade for An-124-100M models to increase payload and maximum takeoff weight, extend flight hours from the original 7,500 to 24,000 (and ultimately 40,000), and replace outdated equipment
An-124-102: Proposed model with a three-crew cockpit
An-124-130: Proposed model, details unknown
An-124-200roposed upgrade to add General Electric CF6-80C2 turbofan engines to the An-124-100M
An-124-210: Similar to the An-124-100M but to be equipped with Rolls-Royce RB211-52H-T engines as well as new avionics
An-124AK: Proposed launch platform for the Shtil-3A ballistic missile used for launching satellites into orbit, the missile would be carried in the main cargo hold to an altitude of 36,090 ft (11,000 m) and deployed through the aft cargo doors using a parachute before its motor ignited
An-124FFR: Proposed firefighting model capable of carrying over 440,000 lb (200,000 kg) of water or fire retardant

USS America (CV 66)

USS America (CV 66)

Designation: USS America (CV 66)
Classification Type: Aircraft Carrier
Ship Class: Kitty Hawk-class
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1965
Number in Class: 4

USS America (CV 66 awalnya diberi kode CVA 66) merupakan kapal induk bermesin konvensional yang beroperasi untuk AL AS, secara resmi kapal ini dipensiunkan pada 1996. Dia merupakan kapal kelas Kiity Hawk yang digantikan dengan kapal induk bermesin nuklir USS Nimitz. Dia ikut ambil bagian dalam Perang Vietnam, Teluk Persia, Lebanon dan ikut serta dalam Operasi Desert Shield dan Desert Storm. Nasibnya menjadi sangat menyedihkan ketika dijadikan target pada 2005.

Desainnya tradisional dengan “island” di sisi kanan dan dek penerbangan yang menyampingg (ke kiri) dengan tiga ketapel (satu pada bagian kiri dan dua di depan). Dek penerbangannya mempunyai empat elevator pesawat, satu di sisi kiri dan tiga di kanan, dengan satu di antaranya di belakang “island”. “Island”-nya didominasi peralatan komunikasi dan sensor.

Kapal induk ini mampu mengangkut 79 pesawat dari berbagai jenis termasuk F-4 Phantoms, A-6 Intruder, A-7 Corsair II dan SP-2 Neptunes sebagai tambahan untuk sistem/helikopter anti-kapal selam dan transpor. Didukung oleh armadanya yang melindungi dan mensupply kebutuhan, membuat USS America mempunyai peran vital di dunia.

Untuk pertahanannya, USS America dilengkapi dengan bermacam-macam sistem sensor dan pemrosesan seperti radar pencari-udara AN/SPS-48 and AN/SPS-49. Electronic countermeasures terdiri dari AN/SLQ-32 yang dibuat oleh Raytheon Company. Sebagai tambahan untuk pertahanan, kapal ini persenjatai dengan tiga launcher misil permukaan-ke-udara Sea Sparrow dan 3 Phalanx CIWS (Close-In Weapon Systems) 20mm sebagai pertahanan anti-pesawat dan anti-misil.

USS America dipesan [ada 1960 dan mulai dibangun pada 1961. Dia diluncurkan pada 1964 dan mulai dioperasikan secara resmi pada 1965. Dia mempunyai “home port” di Norfolk, Virginia, USA dan beroperasi dengan motto “Don't Tread on Me". USS Amesica juga dukenal dengan Big A. USS America menjadi kapal ketiga yang diberi nama dengan nama negara.

Specifications: USS America (CV 66)

Dimensions:
Length: 1048ft (319.43m)
Beam: 248ft (75.59m)
Draught: 38ft (11.58m)

Performance:
Surface Speed: 34kts (39mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (21,599km)

Structure:
Complement: 3,306
Displacement: 83,573tons

Power:
Engine(s): 8 x boilers powering 4 x steam turbines at 280,000shp.

Weapons Suite:
3 x Mark 29 launchers (Sea Sparrow surface-to-air missiles)
3 x 20mm Phalanx CIWS (Close-In Weapon Systems) systems

Air Arm:
79 aircraft of various makes including Vought A-7 Corsair II, F-4 Phantom and F-8 crusader fighter-bombers, SP-2 Neptune anti-submarine aircraft, SH-3A Sea King helicopters.

USS Enterprise (CVN 65)

USS Enterprise (CVN 65)

Designation: USS Enterprise (CVN 65)
Classification Type: Nuclear-powered Aircraft Carrier
Ship Class: Enterprise-class
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1961
Number in Class: 1

Kapal induk ini adalah versi modern dari kapal induk era PD II dan menjadi kapal induk bertenaga nuklir pertama di dunia ketika diresmikan pada 1961 dengan 8 reaktor A2W-nya. Dibuat sebagai flagship (pemimpin) kapal induk lain yang serupa dan beroperasi selama lebih dari 4 dekade dan menjadi bagian dalam banyak kejadian selama perang dingin maupun setelahnya.

Desain USS Enterprise mengikuti desain yang muncul pada PD II dengan dek penerbangan yang sangat luas menonjol di bagian kiri kapal dan superstruktur di sebelah kanan kapal. Awak kapal ini mencapai 5.700 odang (termasuk awak penerbangan dan anak buah kapal) dan dapat mengakomodasi beban seberat 93.500 ton yang hampir sama dengan ukuran kota kecil. Senjata pertahanan sangat terbatas karena membengkaknya biaya tetapi pada akhirnya persenjataan ditambah dengan Phalanx CIWS dan peluncur RAM untuk digabungkan dengan sistem anti-pesawat Sea Sparrow. Sekitar 90 pesawat dari berbagai jenis dapat diangkut oleh kapal ini, termasuk pesawat tempur, interseptor, pesawat transpor dan SAR, pesawat anti-kapal selam dan sistem elektronik. Kapal ini mempunyai empat elevator hangar (3 di sebelah kanan dan 1 di kiri) dan 4 ketapel tenaga uap.

Setelah melewati periode percobaan panjang, Enterprise ikut ambil bagian dalam Krisis Misil Kuba untuk memotong jalur suplay Unisoviet ke Kuba. Setelah konflik tersebut mereda, kapal ini menghabiskan beberapa waktu di laut Mediterania dan kemudian ikut dalam Perang Vietnam, meluncurkan serangan-seragnag mendadak pada Viet Cong. Sebuah kecelakaan pada dek kapal ini saat Perang Vietnam, memaksa kapal berlabuh di Pearl Habor untuk perbaikan. Kecelakaan ini memakan korban 27 orang. Setelah selesai perbaikan, kapal ini kembali untuk mendukung perang.

Setelah perang, Enterprise diupgrade kembali pada 1979 hingga 1982. Perubahan yang dilakukan adalah pada superstruktur, upgrade sistem radar dan tiang-tiang kapal. Dia menjadi kapal induk Amerika pertama yang mengoperasikan pesawat F-14 Tomcat.

Enterprise kembali ikut bagian dalam Operation Praying Mantis untuk penyerangan terhadap Iran. Kemudian ikut membantu pemerintah Filipina dalam memberantas pemberontakan. Selain itu, Enterprise juga terlibat dalam konflik Bosnia untuk memastikan efek perjanjian zona larangan terbang. Kecelakaan lain terjadi pada 1998 ketika Grumman EA-6B Prowle menabrak Lockheed S-3 Viking di dek penerbangan, menyebabkan tiga aviator Powler tewas. Sebulan kemudian Enterprise kembali beraksi melawan Irak dalam Operation Desert Fox.

Setahun kemudian Enterprise ikut ambil bagian dalam invasi Amerika ke Afganistan dan meluncurkan sekitar 700 serangan. Selanjutnya Enterprise dipanggil untuk ikut dalam Operation Iraqi Freedom.

Specifications: USS Enterprise (CVN 65)

Dimensions:
Length: 1123ft (342.29m)
Beam: 133ft (40.54m)
Draught: 39ft (11.89m)

Performance:
Surface Speed: 30kts (35mph)
Submerged Speed: 0kts (0mph)
Range: (160,933km)

Structure:
Complement: 5,696
Displacement: 93,500tons

Power:
Engine(s): 8 x A2W nuclear reactors with a total output of 280,000shp.

Weapons Suite:
2 x Octuple Mk 29 RIM-7 Sea Sparrow missile launchers
3 x Phalanx CIWS (1 later removed)
2 x RIM-116 RAM (Rolling Airframe Missile) launchers (added later)

Principe de Asturias Aircraft Carrier, Spain

Principe de Asturias Aircraft Carrier, Spain

Kapal Induk Principe de Asturias telah beroperasi pada AL Spanyol sejak 1988. Kapal berbobot 17.190 ton ini dibuat oleh Izar (dulunya EN Bazan) dan berpangkalan di Rota naval air base. Pada Februari 2005, aktifitas pembuatan kapal Izar dirubah ke perusahan baru, Navantia.
Layout kappal ini diturunkan dari desain kapal Navy Sea Control AS. Geladak kapal mulai dibangun 1979 dan kapal ini diluncurkan 1982.
Integrasi dari sistem kontrol dan komando digital Tritan dan pemasangan “flag bridge” untuk memenuhi kebutuhan AL Spanyol menyebabkan peresmian Principe de Asturias sampai 1988.
AL Spanyol berencana untuk mengupgrade kapal ini pada pertengahan usianya agar kapal ini lebih efektif untuk peperangan littoral. Upgrade akan termasuk pengembangan pertahanan anti-kapal dan sistem komando.

Pesawat
Kapal ini mampu mengangkut sampai 12 pesawat AV-8B Harrier II Plus dan Harrier II (akan diupgrade untuk mendukung konfigurasi Harrier II Plus). Pesawat Harrier ini dipersenjatai dengan misil udara-ke-udara AIM-9L Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, serta misil udara-ke-darat AGM-65E Maverick, ditambah dengan meriam GAU-12U.
Kapal induk ini mempunyai fasilitas untuk mensupport sampai 12 Helikopter, biasanya enam Sikorsky Sea King SH-3H, empat Agusta AB-212 dan dua Sikorsky SH-3 AEW.
Kapal induk ini secara normal mendukung maksimal 29 pesawat tempur dan helikopter, dengan 12 pada dek dan 13 pada hangar. Pada keadaan darurat, maksimal 17 pesawat dapat disimpan di hangar yang berukuran 2..000 m[sup]2[/sup]. Dek hangar dihubungkan dengan dua elevator penerbangan. Dek penerbangan berukuran 5.100 m[sup]2[/sup] mempunyai panjang 176 m termasuk “ski jump” 12 derajat sepanjang 46,5 m.

Sistem Senjata
Kapal induk ini mempunyai FABA Meroka mod 2B, sistem senjata jarak-dekat (close-in weapon systems = CIWS), dengan meriam 20mm Oerlikon L120. Meriam ini mempunyai kecepatan tembak 1.440 rounds per menit dengan jarak 2.000m.
Meriam ini dipasang 2 pada bagian buritan dan 1 di setiap sisi kanan dan kiri dek penerbangan. Sistem kontrol penembakan Meroka mempunyai radar pencari dan sebuah imager termal Indra (dulunya ENOSA).
Sistem data pertempuran kapal induk ini adalah Tritan Digital Command and Control System.

Countermeasures
Sistem decoy kapal ini adalah Sippican Super Rapid Bloom Offboard Countermeasures, Super RBOC. Enam launcher barrel dapat menembak “chaff and flare cartridges” sampai jarak 4 km. “Towed torpedo decoy”-nya adalah decoy Sensytech AN/SLQ-25 Nixie. Sebuah sistem “hull noise and propeller rate suppression” mengurangi jejak akustik kapal dan meningkatkan efektifitas countermeasure akustik yang dikeluarkan.
Sistem jamming dan pengintersep radar adalah unit countermeasure elektronik Nettunel dari Elettronica.

Sensor
Antena kotak besar di atas tiang radar kapal ini adalah radar pencarian udara Raytheon SPS-52C/D 3D yang beroperasi pada bands E dan F. Tepat dibawahnya adalah antena radar pencarian permukaan adalah ISC Cardion SPS-55 yang beroperasi pada bands I dan J. Dome melingkar yang unik pada radar kontrol pesawat adalah ITT SPN-35A beroperasi pada band J, dipasang pada ujung-sengkang “island” pada level akar.
Radar kontrol penembakan untuk Meroka CIWS adalah radar Doppler monopulse FABA SPG-M2B, yang beroperasi pada band I. Radar peringatan-mendekatnya misil kapal adalah the SELEX Sistemi Integrati (sebelumnya Alenia Marconi Systems) RTN-11L/X yang beroperasi pada band I dan J. Radar pengejaran target band I dan J adalah Selex RAN 12 L.

Propulsi
Kapal ini dilengkapi dengan sistem propulsi COGAG (Combined Gas turbine And Gas turbine), yang terdiri dari dua mesin turbin gas General Electric LM 2500, yang menghasilkan tenaga 34.6MW. Sistem propulsi utama kapal ini menghasilkan kecepatan maksimal 25 knots dan jarak maksimal pada kecepatan ekonomis 20 knot sejauh 6.500 mil.

RSS Tenacious 71

RSS Tenacious 71: Fregat Siluman Negeri Singa

Salah satu kapal perang dalam Parade Kapal Perang IFR, Sail Bunaken 2009, yang menarik untuk disimak adalah fregat siluman milik Angkatan Laut Singapura (RSN). RSS Tenacious 71, adalah nama fregat dimaksud. RSN memiliki enam fregat kelas Formidable buatan Perancis ini yang kemudian memperkuat Skuadron 185 RSN. Hebatnya lagi, Singapura tidak hanya membelinya enam unit made-in Perancis. Akan tetapi, lima dari enam unit fregat itu dibangun sendiri oleh ST Engineering (Marine) sebagai bentuk perjanjian transfer teknologi (ToT) dari pembelian yang kontraknya ditandatangani Singapura-Perancis pada bulan Maret tahun 2000 dan pembuatan kapal pertamanya dilakukan tahun 2002 di Perancis.

Keenam fregat tersebut adalah:

RSS Formidable 68 (mulai berdinas 5 Mei 2007)

RSS Intrepid 69 (mulai berdinas 5 Februari 2008)

RSS Steadfast 70 (mulai berdinas 5 Februari 2008)

RSS Tenacious 71 (mulai berdinas 5 Februari 2008)

RSS Stalwart 72 (16 Januari 2009)

RSS Supreme 73 (16 Januari 2009)

Pembelian fregat Formidable class dari Perancis dilakukan pemerintah Singapura untuk mengganti enam gunboat Sea Wolf class yang telah dioperasikan sejak tahun 1972. Sebagai fregat buatan abad 21, Formidable class berkarakteristik siluman bahkan lebih siluman dari “sang kakak” La Fayette class yang digunakan oleh AL Perancis sejak tahun 1996.

Pengembangan La Fayette class, selain digunakan oleh AL Singapura, juga digunakan oleh AL Arab Saudi dan AL China. Arab Saudi mengoperasikan Al Riyadh, Al Makkah, dan Al Damman. Sedangkan China mengoperasikan Kang Ding (FFG-1202), Si Ning (FFG-1203), Wu Chang (FFG-1205), Di Hua (FFG-1206), Kun Ming (FFG-1207), dan Chen De (FFG-1208)

Radar Cross Section (RCS) dari Formidable class lebih kecil dari La Fayette class. Selain penggunaan struktur yang lebih kecil—menyebabkan bentuknya lebih kecil juga, lambung dan bodi kapal yang lebih ramping dari sang kakak, di samping juga karena penggunaan teknologi material tiang sensor. Padahal, rangka kapal ini menggunakan baja ketimbang bahan fiber komposit yang digunakan pada La Fayette class. Demikian juga dengan masa pakai di lautnya yang lebih lama ketimbang La Fayette class.

RSS Tenacious dilengkapi segudang perangkat elektronik dan radar, antara lain Thales Herakles phased-array radar multi fungsi, yang mampu mendeteksi sasasaran secara tiga dimensi hingga jarak 250 km. Radar ini berputar 360 derajat secara otomatis dan menangkap sasaran udara maupun permukaan, dan terkoneksi dengan rudal antipesawat/antirudal MBDA Aster 15/30. Dengan menggunakan sistem peluncur vertikal Sylver, setiap fregat Formidable class dilengkapi 32 sel rudal. Kapal ini juga dilengkapi radar ESM (Electronic Support Measure) Rafael C-PEARL-M yang mampu mendeteksi sasaran dan ancaman secara otomatis. Ada juga tiga unit sistem Sagem Defense Securite yang dilengkapi 12 radar infra merah dan perangkap akustik.

Untuk pertahanan horizontal Formidable class dilengkapi 8 rudal Harpoon dan satu kanon Oto Melara 76 mm. Rudal Harpoon mampu melumat sasaran hingga jarak 117 km, berhulu ledak 227 kg, dan berpemandu radar aktif. Sementara Oto Melara mampu menembak sasaran hingga jarak 16 km dengan munisi berbobot 6 kg. Kanon ini mampu melakukan tembakan hingga 120 kali per menit.

Untuk pertahanan bawah air, Formidable class dilengkapi perangkat deteksi kapal selam EDO berfrekuensi rendah dan aktif (ALOFTS –Active Low-Frequency Towed Sonar). Setelah berhasil mendeteksi, operator senjata dapat meluncurkan rudal torpedo ringan Eurotop A244S Mod 3 dari dua peluncur torpedo B515 masing-masing mempunyai tiga tabung dan dapat diisi ulang. Tabung ini ditempatkan di pinggir dek, namun tidak terlihat dari samping karena terhalang dinding dek.

RSN juga telah menandatangani kontrak pembelian enam helikopter S-70B, turunan
SH-60B Seahawk dari pabrik Sikorsky pada tahun 2005. Dijadwalkan Keenam helikopter ini masing-masing akan memperkuat enam Formidable class paling lambat tahun 2010. Tidak sekadar sebagai pelengkap, heli ini dibekali sistem antikapal permukaan dan antikapal selam, membuat pertahanan diri Formidable class berlipat ganda.

Singapura juga tidak berdiam diri dengan hanya menerima Formidable class secara gelondongan dari Perancis. Negeri Singa lebih lanjut melengkapi fregat-fregat silumannya ini dengan perangkat perang canggih Combat Management System (CMS). Perangkat ini memungkinkan jaringan Command and Control di Angkatan Bersenjata Singapura terintegrasi dan terkoneksi. Masing-masing fregat mampu menerima dan mengirim informasi antara satu kapal dengan kapal lainnya pada jarak 200 Nm. Begitu juga beragam informasi dapat diterima dari kapal-kapal jenis lainnya. Sehingga, battlespace awareness AB Singapura pun makin besar.

Formidable class yang berdimensi panjang 114,8 m, lebar 16,3 m dan diawaki oleh 70 orang ini ditenagai oleh empat mesin diesel MTU 20V 8000. Masing-masing mesin menghasilkan 8.200 kW. Dengan mesin ini kapal mampu menjelajah dalam kecepatan 18 knot, maksimum 27 knot, hingga jarak 7.200 km (4.000 Nm).

Melihat RSS Tenacious 71 melintas di depan podium di kawasan Blue Banter, Manado, dalam puncak acara Sail Bunaken 2009, rasa kagum terhadap Singapura makin besar saja. Padahal negeri itu kecil, tapi soal melengkapi diri dengan alutsista maritim yang canggih, Singapura boleh disebut yang terdepan di kawasan regional. Saat ini Singapura yang punya empat kapal selam kelas Challenger (Sjöorman class)
buatan Swedia tahun 1968 (RSS Challenger, RSS Conqueror, RSS Centurion, dan RSS Chieftain), sudah membeli dua kapal selam terbaru kelas Archer (Västergötland class) buatan Swedia tahun 2009 yakni RSS Archer dan RSS Swordsman.