Jumat, 21 Januari 2011

VA-111 SHKVAL

VA-111 SHKVAL TERPEDO SI PENJAGGAL KAPAL INDUK

Pada pertengahan dasawarsa 1990-an, Rusia melansir torpedo anyar. Namun yang di tebalkan cukup mengetarkan nyali, VA-111 Shkval alias “Hujan Badai”. Shkval adalah karya institut Riset NII-24 pimpinan Mikhail Murkulov yang di tugasi merancang rudal bawah air berkecepatan tinggi, ia sanggup melibas armada kapal selam nuklir AS yang stealth. Shkval di perkenalkan pada 1977 lewat tangan Y.Rakov dan G.Logvinovich.

Wujud Shkval mengejutkan kebanyakan orang, wujud fisiknya kerucut panjang. pada buritan terdapat dua pasang sirip penstabil arah lintasan dan beberapa corong knalpot. Bisa di katakan Shakval lebih mirip rudal ketimbang torpedo konvensional.

Kesaktian Shkval yang bikin gentar NATO adalah kecepatan jelajah yang mencapai 230 knot empat kali kecepatan torpedo Mk 48 (AS). Dengan kecepatan jelajah sedemikian besar, energi kinetik yang dihasilkan pasti juga besar. Itu sebab, Shkval sanggup menjebol lambung semua kapal perang biarpun tanpa bermodal hulu ledak nuklir atau hulu ledak biasa bobotnya 210 kg. Hingga kini AS belum punya pamungkas apapun guna menangkal monster ini.

Gelembung Pamungkas
Apa rahasia kesaktian shkval ..? tak lain adalah aplikasi cabang ilmu fisika soal gerakan benda padat yang “terbungkus” rongga hampa udarra dalam sejumlah besar massa air (body motion under cavitation). Shakval dirancang bisa melejit dari tabung peluncur berdiameter 21 inci (533 mm) pada kedalaman 100 m. Saat ia melesat keluar dari tabung peluncur dengan kecepatan sekitar 50 knot, motor roket pendorong mulai di hidupkan. Meski ia belum sepenuhnya telah mencuat dari dalam badannya. Pada tiap sisi sirip yang yang tekanan udaranya rendah terjadi penyedotan udara sehingga timbul gelembung udara bertekanan tinggi. Sekujur tubuh terpedo terbungkus wadah berongga yang cukup gede.

Bahannya ialah lapisan udara tipis yang tak lain aliran gelembung udara dalam jumlah besar (supercavitating bubles). Alhasil, kulit Sykval tidak tersentuh air lau dan segala bentuk gesekan maupun hisapan (drag) dapat di minimalkan.

Berkat motor roket pendorong berkecepatan tinggi, proyektil yang terbungkus total (full cavitating) dan sedang bergerak mengalami rotasi hingga ekor proyektil berbenturan dengan pembungkus. Akibatnya arah lintasan dan kesetabilan gerak proyektil acap kali “terganggu”.

Shkval dipandu dengan sistem auto pilot dan buka dengan hulu pencari (homing head) seperti umumnya terpedo. Awalnya, shkval tidak punya sistem pemandu apapun. Namun, belakangan Rusia melansir varian yang punya hulu pencari dan hulu ledak nuklir taktis yang sanggup melejit sejauh 16 kilometer ini.

Pengembangan
Varian shkval berikut punya sistem penentu sasaran terpandu (guided targeting system) dan berhulu ledak konvensional (1997) dan diuji coba pada musim semi tahun 1998. Rusia juga melangsir Shkval-E untuk ekspor yang kemampuannya sedikit lebih rendah (1999) dan telah di miliki oleh RRC, Iran dan Prancis. RRC juga membeli enam unit KS kelas Victor III untuk wahana peluncuran Shkval-E. Generasi kedua shkval muncul tahun 1998 dengan kecepatan jelajah 391 knot hingga sejauh 96 kilometer.

Kapal Selam RESOLUTION

Kapal Selam RESOLUTION

Urusan kapal selam pelontar rudal nuklir, inggris punya jenis yang senada dengan Francis. Terbukti kerajaan ini lantas ikutan mengadopsi kapal selam AS kelas lafayette sebagai basis untuk membangun kapal selam Resolution. Keputusan tadi dibuat lantaran Paman Sam melimpahkan sejumlah rudal balistik Polaris pada era 60-an sebanyak setengah lusin kelas Resolution rencananya akan di bangun. Sayang, angan-angan itu tak mulus terwujud. Tahun 1964 terjadi perubahan politik di dalam negeri inggris. Kapal keenam batal untuk dibuat. Sementara sisa nyta yang telah terlanjur jadi, diubah tugasnya menjadi kapal selam serang.

Spesifikasi
Kru : 143 orang.
Bobot Selam : 8.400 ton
Bobot Permukaan : 7.500 ton
Panjang (P) : 129,5 Meter
Beam (b) 10,1 Meter
Drought : 9,1 Meter
Mesin : Sebuah Reaktor PWR 1 Baling-baling tunggal
Kecepatan Mks : 24 Knots
Persenjataan : 16 rudal vertikal balistik polaris A-3TK; Enam, Tabung Terpedo

Kapal Selam Walrus

Kapal Selam Walrus

Walrus bisa di golongkan sebagai wakil kapal selam konvensional modern. Tak perulah membedah soal jeroan kapal Belanda ini untuk membuktikannya. Dilihat dari tahun peluncuran pertamanya saja sudah bisa. Walrus diluncurkan pertama kali pada di galangan kapal pada bulan Oktober 1985. Ia merupakan jawaban atas kebutuhan armada kapal selam AL Belanda. Basis yang dipakai pengembangan adalah kelas Zvaardvis. Tentu saja setelah mendapat pembenahan disana-sini

Spesifikasi
Kru : 50 orang.
Bobot Selam : 2.800 ton
Bobot Permukaan : 2.450 ton
Panjang (P) : 67,7 Meter
Beam (b) : 8,4 Meter
Drought : 7 Meter
Mesin : Tiga Motor Disel, motor elektrik dan dua baling-baling tunggal
Kecepatan selam Mks : 21 Knots
Kecepatan permukaan Mks : 12Knots
Persenjataan : Empat Tabung Torpedo Multi Fungsi ke arah depan

KRI Pulau Rupat (712)

KRI Pulau Rupat (712)

Kapal KRI Pulau Rupat milik Indonesia merupakan kapal kelas penyapu ranjau. KRI Pulau Rupat memenuhi kebutuhan Indonesia dan berperan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Pulau Rupat dibangun oleh van der Giessen-de Noord, Alblasserdam pada tahun 1988.

KRI Pulau Rupat dilengkapi untuk misi membersihkan area perairan dari ranjau yang mungkin di tanam oleh pihak musuh. Antara kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712.

Kapal KRI Pulau Rupat dilengkapi dengan sistem pendeteksi dan penlupus ranjau seperti berikut: -

* Rantai Sapu Ranjau Mekanikal OD3 Oropesa
* Sapu Ranjau Magnetik Fiskars F-82
* Sapu Ranjau Akuatika SA Marine AS 203
* Sistem Pemburu Ranjau Ibis V

MERIAM
KRI Pulau Rupat dilengkapi dengan 2 pucuk meriam anti-pesawat (PSU) Rheinmetall 20 mm yang memiliki kecepatan menembak 1000 tembakan menit dengan jarak efektif 2 km dengan kepala peledak 0.24 kg,
Detektor

KRI Pulau Rupat juga memiliki sonar pendeteksi pada badan kapal (kemungkinannya jenis PHS-32 ('ML')).

SS 1-V5 Automatic Carbine TNI

SS 1-V5 Automatic Carbine TNI

Gara-gara USA kurang menunjukkan respon yang baik maka Indonesia tak jadi mengambil lisensi pembuatan senapan serbu M-16. Namun, ini ada hikmahnya. Ini terbukti ketika FN Belgia buru-buru menyambut keinginan RI dengan tangan terbuka. Hasilnya FNC (Fabrique Nationale Carbine) diproduksi Pindad dengan label SS 1. Secara historis FNC merupakan pengembangan lanjut dari senapan FN CAL yang gagal merebut sukses di pangsa pasar senapan serbu dunia. Bila dibedah, sistem aliran gas (gas drive) dan rotasi kokang (rotating bolt) FNC punya kesamaan cara kerja dengan senapan legendaris asal Rusia AK-47. 

Nah, oleh pihak FN sistem tadi lantas diproduksi ulang denagn sentuhan teknologi tinggi plus sejumlah modifikasi. Divisi persenjataan PT. Pindad sebenarnya melansir tak kurang dari setengah lusin tipe SS 1. Mulai dari keperluan paramiliter hingga penegak hukum, sementara bagi kepeluan Raider tipe yang dicomot adalah SS1-V5. Ini merupakan varian berdimensi paling kompak. Dengan demikian senapan ini cocok bagi keperluan operasi intelijen militer

SPESIFIKASI
Kaliber: 5,56 x 45 mm NATO
Panjang Total: 0,77 m
Berat: 3,37 kg
Jarak TEmbak Efektif: 100-200 m
Daya Tembak: 600-700 peluru permenit..

RI Ratulangi

RI Ratulangi

RI Ratulangi adalah kapal kawal, perawatan, tender, kapal selam ex don class uni soviet tiba di indonesia tahun 1962 dan termasuk dalam kapal perang Uni Soviet jenis Atrek class submarine tender.
KRI RATULANGI berfungsi sebagai logistik dan dia juga merupakan perawatan bagi torpedo SEAT 50 yg pada waktu itu menjadi senjata utama whiskey class

General caharateristic

dispplacement, tons : 4,750 standart; 6,000 full
dimnesion, feet : 450x 49 x 17
guns : 4-3.9 in ; 12-37 mm AA
main engine : 4 diesel engines, 8000hp
speed : 21 knot approx
complement : 300

Kashtan-M

KASHTAN-M, Jika Meriam Dan Rudal Bersatu

Kashtan-M merupakan senjata pertahanan udara yang bisa di masukkan ke dalam keluarga Close-in weapon system (CIWS) yang menggabungkan antara meriam dan peluru kendali kedalam satu sistem persenjataan. Umumnya Kashtan-M ditempatkan di kapal perang, seperti yang ada di kapal induk Admiral Kuznetsov atau kapal fregat dari kelas Neustrashimy. Kashtan-M yang di produksi oleh pabrik KBP Instrument Design Bureau ditujukkan sebagai senjata untuk menangkis rudal anti kapal, rudal anti-radar dan juga tidak ketinggalan tentunya pesawat terbang atau helikopter bahkan bisa juga digunakan untuk menghancurkan sasaran berupa kapal permukaan ukuran kecil seperti kapal cepat serta juga mampu di gunakan untuk menghancurkan target yang ada di pantai.

Kashtan-M dilengkapi dengan meriam dari jenis GSh-30k (AO-18K) 6 tabung dengan kaliber 30 mm yang mempunyai jarak tembak 500 hingga 4.000 meter dengan ketinggian 3.000 meter, dalam setiap sistem Kashtan-M biasanya terpasang 2 atau lebih meriam yang mempunyai rate of fire 10.000 hingga 12.000 putaran per menit ini. Sedangkan untuk peluru kendali Kashtan-M menggunakan 2 buah peluncur peluru kendali jenis SA-N-11 dengan masing-masing peluncur mempunyai 4 buah tabung siap luncur dengan jarak tembak 1.500 - 10.000 meter dengan ketinggian 6.000 meter, serta untuk cadangan ada 24 peluru kendali dalam kontainer siap pasang yang membutuhkan waktu 90 detik untuk setiap pemasangan dalam 4 buah tabung peluncur secara bersamaan. Untuk mengendus sasaran Kashtan-M menggunakan sistem radar atau optronic control, yang mampu mendeteksi lebih dari 6 target secara simultan dengan ketinggian 5 meter hingga 4.000 meter.

Kamis, 20 Januari 2011

J-20 China

J-20 China

Jet tempur siluman pertama China melakukan uji coba di landasan pacu, dan mungkin melakukan penerbangan pertama Kamis ini, demikian laporan media China. Edisi bahasa Inggris dan China dari Global Times memuat artikel di halaman muka tentang foto-foto yang bocor dari sebuah jet tempur J-20, serta laporan panjang tentang kehebohan di luar negeri terkait dengan kemunculan foto-foto itu. Foto-foto pesawat itu muncul pada situs-situs berita tidak resmi militer dan blog-blog hobi pekan lalu dan masih dapat dilihat hari Rabu.

Global Times tidak mengomentari keaslian foto-foto tersebut. Namun, mengingat pemerintah China menerapkan kendali ketat atas media pemerintah, kemunculan laporan itu dan fakta bahwa foto-foto itu tidak dihapus dari situs-situs tersebut, menguatkan dugaan bahwa foto-foto itu memang sengaja dibocorkan ke ruang publik.

Hal itu, pada gilirannya, mencerminkan adanya kepercayaan diri yang tumbuh dari Tentara Pembebasan Rakyat China yang selama ini dikenal tradisional. Tentara Pembebasan Rakyat China sedang berupaya menguatkan pengaruh serta menambahkan anggarannya.

Situs-situs web penerbangan mengatakan, foto-foto itu diambil dari luar pagar bandara Institut Desain Pesawat Chengdu di China barat daya. Pesawat itu tampaknya sedang menjalani uji coba di landasan (taxiing test) yang mendahului tes terbang sesungguhnya.

Pesawat tempur siluman masa depan bagi China telah lama dianggap sebagai suatu keniscayaan. Wakil kepala angkatan udara, He Weirong, mengatakan kepada CCTV pada November 2009 bahwa generasi keempat pesawat tempur China, suatu referensi ke teknologi siluman, akan memulai uji terbang segera dan sudah bisa dipakai dalam waktu delapan sampai 10 tahun.

Industri penerbangan China, baik militer maupun sipil, telah membuat kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih sangat bergantung pada teknologi impor. Teknologipropulsion (tenaga penggerak) menjadi sebuah masalah khusus: mesin-mesin buatan Rusia masih digunakan dalam jet-jet tempur J-10 dan J-11 buatan China, yang merupakan kopian dari jet tempur Su-27 Rusia.

Teknologi pesawat siluman lebih sulit untuk dikuasai karena teknologi itu mengandalkan sistem yang dapat menyembunyikan kehadiran pesawat. Sementara itu, pesawat memperlengkapi pilot dengan informasi yang cukup untuk menyerang musuh. Emisi juga harus disembunyikan dan badan pesawat harus mampu menghindari deteksi radar dan inframerah.

Analisis terhadap foto-foto jet tempur J-20 itu menunjukkan bahwa pesawat itu lebih besar daripada pesawat Sukhoi T-50 Rusia atau F22 Raptor milik AS. Hal itu akan memungkinkan pesawat tersebut untuk terbang lebih jauh dan membawa senjata berat.