Selasa, 01 Februari 2011

Dassault Mirage 5

Dassault Mirage 5

Dassault Mirage 5 merupakan pesawat penyerang berkecepatan supersonik yang dikeluarkan oleh Dassault Aviation dari Perancis pada tahun 1960-an. Pesawat ini telah dihasilkan di Prancis dan beberapa negara lainnya. Pesawat ini dikembangkan berdasarkan pada pesawat tempur Mirage III.

Pengembangan awal

Mirage 5 dikembangkan setelah permintaan Angkatan Udara Israel ke Dassault. Karena Timur Tengah memiliki cuaca cerah pada kebanyakan waktu, Israel telah mengusulkan untuk menghapus sistem avionik yang dipasang di belakang kokpit pada pesawat standar Mirage IIIE untuk mengurangi biaya dan pemeliharaan serta mengantikannya dengan ruang penyimpanan tambahan untuk misi serangan. Pada September 1966, Israel telah memesan 50 unit pesawat baru ini dimana memiliki kapabilitas sergap dalam cuaca yang secara visual cukup baik bagi pilotnya.

Namun untuk perangkat avioniknya dapat disamakan di pesawat Mirage III seperti radar Cyrano. Hal ini misalnya terdapat pada pesawat Pakistan, Mesir, Libya, dan Abu Dhabi. Cara ini mungkin dimaksud untuk mereda, atau mengurangu kritik terhadap ekspor teknologi tinggi yang dilakukan Prancis terhadap Negara-negara yang dianggap tidak bersahabat oleh pihak Barat. Belgia yang juga memiliki Mirage 5BA, lebih memilih avionic buatan Amerika bagi pesawatnya tersebut.

Spesifikasi :
Peran : Pesawat penyerang - pembom
Produsen : Dassault Aviation
Pengguna utama : Angkatan Udara Prancis
Dikembangkan dari : Dassault Mirage III
Pesawat yang serupa : IAI Nesher

Bell AH-1 SuperCobra

Bell AH-1 SuperCobra

Helikopter AH-1W dan AH-1J seri SuperCobra merupakan helikopter hasil modifikasi dan sedikit perubahan dari versi sebelumnya yaitu AH-1 HueyCobra (“Cobra”)
Banyak helikopter yang memiliki dasar pembuatan seperti heli kobra ini, SuperCobra terdiri dari dua bagian, yaitu kursi utnuk tendem (penembak di depan dan pilot dibelakang). Yang paling penting untuk dicatat yaitu bagian luar atau eksterior heli ini berbeda dengan yang asli HueyCobra dan SuperCobra yaitu memiliki dua turbin. Sistem persenjataan SuperCobra yaitu anti peluru, kavaleri udara dan peran pengintaian bersenjata dan keunggulan lainnya dapat menyerang titik target sasaran (individu) dengan kemampuan anti peluru dan senjata anti helikopter.

SuperCobra yang dirancang untuk memberikan dukungan dan bantuan keamanan digunakan untuk berbagai jenis misi. Senjata yang dapat dipasang pada helikopter ini seperti misil anti peluru Hellfire, misil anti pesawat terbang (pengelak/tembakan pelindung), misil anti radar Sidearm, Hydra 70 roket pods, 20mm cannon pods dan 7.62mm mitralyur pods. Standar alat perang utama adalah General Electric (GE) tiga barel 20mm M197 gatling gun
Helikopter SuperCobra digunakan oleh satuan Marinir Amerika Serikat memiliki fungsi yang sama seperti AH-1 Cobra untuk angkatan bersenjata Amerika. Untuk SuperCobra seri AH-1J sementara ini hanya diekspor ke iran. Satuan marinir amerika mendapatkan jatah 103 helikopter superkobra seri AH-1Ws dari pemerintah atau Dephan mereka.

AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW).

AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW).

Merupakan program bersama USN dan USAF untuk standarisasi senjata kendali jarak menengah, terutama untuk menghancurkan target terlindung pada jarak diluar jangkauan senjata anti-serangan udara, untuk mempertinggi tingkat keselamatan pesawat tempur.

JSOW dikembangkan dalam dua varian; A dan C, dirancang untuk menghancurkan target berupa area target, hard target, dan gabungan keduanya. Kontraktor yang ditunjuk adalah Raytheon.

KARAKTERISTIK UMUM.

• Fungsi utama: sista air-to-surface Standoff from Point Defence (SOPD) untuk berbagai jenis sasaran.
• Pemandu: GPS/INS, Terminal IR Seeker (unique “C” model).
• Panjang : 4,1 meter
• Diameter : 33 cm (box shaped on a side) – 40,6 x 51,9 cm.
• Bobot: dari 483 kg sampai 681 kg.
• Bentang sayap: 2,69 meter.
• Hulu ledak: BLU-97 – combined effect bomblets (JSOW A)
BLU-108 – sensor fuze weapon (JSOW B) – dibatalkan.
BROACH multi-stage warjead (JSOW C)
• Pesawat peluncur: F/A-18C/D, F/A-18E/F, F-35C, F-16 Block 40/50, B-1B, B-2A, B-52H, F-15E, F-35A.
• Jarak jelajah: Peluncuran ketinggian rendah – 28 km
Peluncuran ketinggian tinggi -120 km
• Deployment: Januari 1999.

Kamis, 27 Januari 2011

Wolf Armoured Vehicle

Wolf, Serigala Besi Yang Serba Bisa

Nama lengkapnya Wolf Armoured Vehicle tapi biasa dipanggil dengan Wolf saja. Kendaraan taktis multifungsi yang berasal dari Israel ini merupakan generasi kendaraan taktis lapis baja terbaru yang di miliki oleh Angkatan Bersenjata Israel, mulai di produksi dan di perkenalkan ke publik tahun 2007 lalu. Kendaraan taktis yang di desain oleh perusahaan Hatehof ini merupakan kombinasi antara truk komersil yang mempunyai kecepatan dan kelincahan dengan kendaraan angkut personel lapis baja yang mampu di gunakan untuk medan konflik intensitas rendah, yang di sesuaikan dengan kondisi konflik di Israel. 

Pada perkembangan selanjutnya Wolf, di produksi bersama antara Hatehof dan RAFAEL keduanya merupakan produsen peralatan militer asal Israel.

Sebagai platform Wolf menggunakan chasis truk Ford F-550 yang di lengkapi dengan mesin V8 dengan kapasitas 6 liter, transimisi otomatis 5 kecepatan, serta menggunakan penggerak 4 roda. Sebagai kendaraan taktis multifungsi, Wolf yang mempunyai berat 8 ton, panjang 5.75 m, dan lebar 2.38 serta tinggi 2.35 meter ini dapat di gunakan untuk berbagai keperluan sesuai kebutuhan, mulai dari kendaraan angkut personel, kendaraan tempur ringan lengkap dengan turet dan senapan mesinnya hingga ambulan, saat ini Wolf telah di produksi hingga 150 unit.

North American F-82 Twin Mustang

North American F-82 Twin Mustang

North American F-82 Twin Mustang adalah fighter dengan mesin piston terakhir yang dikembangkan oleh Angkatan Udara AS. Walaupun tampaknya pesawat ini hanya merupakan dua pesawat P-51 Mustang yang digabungkan menjadi satu pesawat, namun sebetulnya pesawat ini adalah hasil rancangan yang benar-benar baru. Hanya saja pihak pabrikan Norh American memang mengembangkan pesawat ini dengan berdasarkan P-51H Mustang.

F-82 Twin Mustang menjadi tulang punggung Air Defense Command AS pada masa-masa awal perang dingin. Pesawat ini banyak ditempatkan di Alaska untuk mengantisipasi serangan pembom Tupolev Tu-4 Bull milik Uni Soviet. Pada saat pecah Perang Korea, F-82 adalah pesawat tempur AS pertama yang dikirim ke Korea dan sekaligus menjadi pesawat AS pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat milik pasukan Komunis.
Pada masa-masa awal Perang Korea, F-82 banyak digunakan untuk misi-misi pengintaian dan pertempuran udara. Namun fungsinya dalam pertempuran udara kemudian digantikan oleh pesawat-pesawat jet seperti F-80 Shooting Star sehingga F-82 kemudian banyak digunakan untuk misi-misi serangan darat bersama F-51 Mustang dan B-26 Invader. F-82 digunakan dalam Perang Korea sampai dengan tahun 1952 dan kemudian digantikan oleh F-94 Starfire.
F-82 Twin Mustang dibuat sebanyak 270 unit dan digunakan oleh Angkatan Udara AS dari tahun 1946 sampai dengan tahun 1953.

Specifications (F-82G)
Crew : 2
Powerplant : 2 x 1,600 hp Allison V-1710-143/145 V-12 piston engines
Length : 12.93m
Wingspan : 15.62m
Height : 4.22m
Weight empty : 7,256 kg
Maximum take-off weight : 11,608 kg
Maximum speed : 742 km/h
Range : 3,605 km
Service ceiling : 11,855m
Armament : 6 x 12.7mm machine guns and up to 1,800 kg of bombs or rockets

AK-101

AK-101

Tipe Senapan serbu
Negara asal Rusia
Digunakan oleh Indonesia
Perancang Mikhail Kalashnikov Tahun 1994
Varian AK-103, AK-104, AK-105, AK-106, AK-107, AK-108
Berat 3,4 kg
Panjang 943 mm
Panjang Laras 415 mm
Magazen NATO kal. 5.56 x 45 mm
Mekanisme Penggerak gas, grendel putar Rata² tembakan 600 butir/menit
Kecepatan peluru 910 m/detik
Jarak efektif 450 m
Amunisi Magazen 30 butir
Alat bidik Pembidik yg bisa disetel, dilengkapi dengan plat optik guna penempatan teropong

AK-101 adalah senapan serbu jenis terbaru dari seri Kalashnikov. Jenis paling terkenal dari seri ini adalah AK-47, yang dipopulerkan industri perfilman Hollywood lewat film-film action-nya. AK-101 dibuat untuk pasar ekspor, dan menggunakan peluru berkaliber, kal. 5.56 x 45 mm NATO, yang merupakan kaliber peluru standar NATO. AK-101 diharapkan bisa menggabungkan kehandalan senapan Kalashnikov dengan kelaziman peluru kal. 5.56, dan calon pembelinya mungkin adalah negara-negara yang mencari kombinasi tersebut. Senapan ini dibuat menggunakan bahan komposit modern, antara lain polimer yang menjadikannya jauh lebih ringan dari versi terdahulunya. Pembaruan yang terdapat pada AK-101 juga di terapkan pada seri AK-103 dan seri AK-10X lainnya. Salah satu negara pemakainya adalah Uni Emiret Arab dengn tambahan peralatan peluncur granat jenis GP-36 pada senapan serbu tersebut.

AGM-88 Harm

AGM-88 Harm

AGM-88 Harm (bahasa Inggris: High-speed Anti Radiation Missile) (HARM) adalah sebuah peluru kendali udara ke darat taktis yang dirancang untuk menuju ke trasmisi elektronik yang datang dari sistem radar permukaan ke udara. Asalnya, AGM-88 dikembangkan oleh Texas Instruments (TI) untuk menggantikan rudal AGM-45 Shrike dan AGM-78 Standard ARM. Produksinya kemudian telah diambil alih Raytheon Corporation (RAYCO)
Versi terakhir AGM-88 adalah AGM-88E Advanced Anti Radiation Guided Missile (AARGM), yang mana merupakan usaha patungan antara Kementerian Pertahanan Italia dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Versi AARGM akan memiliki fitur berikut; kemampuan dipertingkatan yang bertujuan untuk melawan penutupan radar, radar pasif dan pencari gelombang milimeter aktif.
Rudal HARM disetujui untuk produksi penuh pada Maret 1983 dan ditempatkan di akhir 1985 dengan VA-72 dan VA-46 kapal kapal induk USS Amerika. Itu segera digunakan dalam pertempuran; Maret 1986 terhadap situs SA-5 Libya di Teluk Sidra, dan kemudian Operasi Eldorado Canyon pada bulan April. Rudal HARM digunakan secara luas oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk Operasi Badai Gurun selama Perang Teluk 1991.

Type : Air-to-surface anti-radiation missile
In service : 1985 – present
Used by USA and others
Wars Gulf War, Kosovo War, Iraq War
Designer : Texas Instruments
Designed : 1983
Manufacturer : Texas Instruments, then Raytheon Corporation
Unit cost US$284,000 Produced 1985–present
Weight : 355 kilograms (780 lb)
Length : 4.1 metres (13 ft)
Diameter : 254 millimetres (10.0 in)
Warhead : WDU-21/B blast-fragmentation in a WAU-7/B warhead section, and later WDU-37/B blast-framentation warhead.
Warhead weight 66 kilograms (150 lb)
Detonation : mechanism FMU-111/B laser proximity fuze
Engine : Thiokol SR113-TC-1 dual-thrust rocket engine 64,000 pounds-force (280 kN)
Wingspan : 1.1 metres (3.6 ft)
Propellant Solid Fuel
Operational range 57 nautical miles (66 mi; 106 km)

Speed 2,280 kilometres per hour (1,420 mph)
Guidance system : Passive radar homing with home-on-jam, EHF active radar homing in E variant. 500-20,000 MHz for AGM-88C
Launch platform F/A-18, F-4G, F-16, Tornado IDS, F-35 and others

KRI Jalanidhi (933)

KRI Jalanidhi (933)

KRI Jalanidhi (933) merupakan kapal perang Indonesia jenis kapal pemetaan yang bertugas untuk pemetaan wilayah-wilayah di Indonesia.

Kapal KRI Jalanidhi milik Indonesia merupakan kapal pemetaan. KRI Jalanidhi memenuhi kebutuhan pemetaan Indonesia untuk tujuan militer dan pengawasan wilayah-wilayah Indonesia. KRI Jalanidhi dibangun oleh Sasebo Heavy Industries, Jepang.

KRI Jalanidhi memiliki 87 orang anak kapal tambahan 26 staf pemetaan. KRI Jalanidhi dilengkapi untuk misi pengawasan, pemetaan dan penelitian.

Kapal KRI Jalanidhi sepanjang 53.9 m; 9.5 meter * 4.3 meter (176.8 kaki panjang * 31.2 kaki * 14.1 kaki) memiliki kecepatan pada 12.7 mil nautikal. KRI Jalanidhi memiliki seseran 985 ton penuh.
Fasilitas

KRI Jalanidhi memiliki fasilitas balon cuaca dan pukat tunda.
Dorongan

Kapal KRI Jalanidhi memiliki satu mesin disel yang dihubungkan ke satu gandar yang menghasilkan 1,000 bhp secara berkelanjutan dan mampu bergerak pada kecepatan 12.7 mil nautikal.