Selasa, 27 November 2012

Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank



Spike LR
Spike LR adalah sistem peluncur rudal portable anti tank generasi keempat. Sistem peluncur rudal Spike LR digunakan oleh banyak kalangan militer untuk menggantikan MILAN. Beberapa fitur rudal yang sekarang dibuat juga oleh Jerman ini memiliki kemiripan dengan Javelin, rudal penjagal tank buatan AS. PROKIMAL ONLINE | Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank.
Rudal anti-tank buatan Israel ini dipergunakan untuk menggantikan MILAN sebagai rudal utama penghancur tank pada kesatuan Bundeswehr. Identitas Yahudinya dikubur setelah Rheinmetall Dusseldorf dan Diehl BGT Defence membentuk mayoritas saham Eurospike LR untuk membuatnya di Jerman berdasarkan lisensi. 70% dari total komponen diproduksi sendiri di Jerman. Jerman memiliki 4.000 MELLS (Multipurpose Guided Missile Systems), dan 311 diantaranya digunakan pada kendaraan tempur (ranpur) Puma. 

Spike LR memiliki sejumlah fitur yang kurang lebih mirip dengan Javelin milik AS. Prinsip dasarnya adalah pemakai mengunci sasaran (target) dengan menggunakan CLU (Command Launch Unit) yang berbasis infra merah, dan rudal akan mengikuti titik jatuhnya berkas sinar infra merah tersebut dalam kondisi terkunci sehingga tim penembak tak perlu mengunci sasaran secara terus-menerus. Setelah sasaran berhasil dihancurkan, tim penembak bisa melepas CLU dan tripod, serta membuang bekas tabung peluncurnya yang berbahan fiberglass.

Desain rudal Spike
Desain rudal Spike.
Rudal Spike terhubung dengan kawat fiber optik sehingga informasi dari CLU bisa diupdate ke dalam rudal yang sedang meluncur. Ini berarti sasaran bisa diubah dan terus mengikuti target yang bergerak (bermanuver). Tim penembak juga bisa meluncurkan rudal ke satu arah lalu membelokkannya ke arah target untuk menghindari kemungkinan lawan mendeteksi keberadaan tim peluncur Spike LR. Spike LR juga memiliki fitur soft launch, rudal terlontar terlebih dahulu, baru motor roket menyala sehingga Spike aman ditembakkan dari dalam ruangan tertutup. 

Agar mampu menjebol lapisan baja pada tank atau ranpur modern yang biasanya dilengkapi sistem perlindungan tambahan, Spike dibekali hulu ledak tandem berbasis shaped charge, yang pertama menjebol lapisan pelindung dan yang kedua untuk menjebol lapisan baja yang sesungguhnya untuk memastikan kesuksesan menghantam lawan. Dalam skenario tertentu, Spike LR bahkan dapat digunakan untuk menyasar helikopter. 

Kementerian Pertahanan Jerman membeli Spike LR untuk ranpur Puma AFV, peleton infanteri anti-tank, pasukan khusus KSK dan MSK. Untuk infanteri, satu orang prajurit didesain untuk membawa dua tabung peluncur sekaligus (berat total 28 kg), sementara prajurit lainnya membawa CLU. 


Desain : Rafael Advanced Defence Systems. 
Produksi : 1997 (digunakan AB Jerman sejak 2008).
Jenis : Rudal Anti-tank.
Bobot : 14 kg (hulu-ledak), 5 kg (CLU / Command Launch Unit), 2,8 kg (Tripod). 
Jarak Efektif : 4.000 meter. 
Panjang : 1.670 mm.

Pindad SS2



Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad
Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad ini telah digunakan oleh TNI sejak tahun 2006. SS2 merupakan pengembangan senapan serbu dari generasi sebelumnya, Senapan Serbu 1 (SS1). Menurut Wikipedia, lebih dari 25.000 unit SS2 dengan berbagai varian telah digunakan oleh TNI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pindad SS2 (senapan Serbu 2).
SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki berat yang lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006, TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2.

SS2 mulai dikembangkan antara tahun 2002 hingga 2003. Pada tahun 2005 senapan serbu ini mulai diproduksi. Semua kekurangan pada senapan serbu generasi sebelumnya (SS1) telah diminimalisir pada produk SS2.

SS2 digunakan oleh tentara Indonesia sejak tahun 2005, dan juga sudah diekspor. Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.

Varian SS2 (Senapan Serbu 2) :
  • SS2-V1 : Varian awal SS2 dengan basis SS1.
  • SS2-V2 : Varian karabin dari SS2-V1.
  • SS2-V3 : Produksi dibatalkan.
  • SS2-V4 : Varian laras yang diperpanjang, pisir (pembidik besi) diganti teleskop. Dirancang untuk penembak jitu dan pasukan khusus.
  • SS2-V5 : Versi kompak dari model SS2-V1.
Data-data Umum Senapan Serbu 2 (SS2) :
  • Tipe : Senapan serbu
  • Negara Asal : Indonesia
  • Sejarah Pemakaian : Digunakan 2006 - sekarang
  • Pengguna : Indonesia
  • Produsen : PT Pindad
  • Berat : 3,2 kg (kosong)
  • Panjang : 930 mm
  • Panjang Laras : 460 mm
  • Peluru : 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5.56 x 45 mm
  • Mekanisme : Piston gas, bolt berputar
  • Kecepatan Tembak : 700 butir/menit
  • Kecepatan Peluru : 710 m/s
  • Jarak Efektif : 450 m
  • Pengisian : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi (pisir)
wikipedia.org

WR-40 Langusta



WR-40 Langusta
WR-40 Langusta termasuk salah satu sistem persenjataan yang ada dalam daftar belanja pertahanan TNI. Hal ini ditandai dengan kunjungan ke Polandia pada tanggal 23 – 29 Oktober 2010 yang dilakukan oleh sejumlah pejabat TNI untuk melihat langsung uji coba dan kinerja dari sistem peluncur roket Artileri WR-40 Langusta buatan Polandia ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | WR-40 Langusta, Sistem Peluncur Roket Artileri Buatan Polandia.
Modul sistem peluncur roket multi laras (MLRS: Multiple Launch Rocket SystemWR-40 Langusta dibuat oleh Wojskowej HSW S.A, Polandia. Awalnya modul ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Polandia guna menggantikan BM-21 yang sudah lama dan usang. Dengan truck Jelcz P662D.35G-27 sebagai wahana pengangkutnya, MLRS WR-40 Langusta dapat dibawa menjelajahi medan hingga sejauh 650 km. 40 tabung peluncur yang terpasang dibadannya mampu memuntahkan roket sejauh 1,6 km - 42 km dengan sudut tembakan maksimal 30 derajat.

Sama halnya dengan RM-70 Grad Ceko yang dimiliki Marinir TNI AL, WR-40 Langusta buatan Polandia ini juga menggunakan kaliber 122 mm. Keduanya sama-sama hasil pengembangan dari artileri roket MLRS model lama BM-21 buatan Uni soviet (Rusia). Perbedaan yang mencolok pada kedua sistem peluncur roket artileri ini adalah RM-70 Grad dapat melakukan pengisian secara otomatis dengan sistim autoloader sedangkan pengisian ulang roket pada WR 40 Langusta dilakukan secara manual oleh awak unit dengan memakan waktu sekitar 7 menit.

Untuk penyesuaian medan, RM-70 Grad yang memiliki bobot tempur 25 – 30 ton dinilai masih kurang fleksibel di banding WR 40 Langusta karena para awaknya akan bekerja lebih ekstra untuk mencari lokasi yang tepat dijadikan sebagai tempat peluncuran roket kearah lawan. Berbeda dengan WR 40 Langusta dengan panjang yang lebih pendek dan ringan akan memudahkan awaknya mencari posisi atau lokasi untuk memberikan bantuan tembakan ke garis depan.

Selain memberikan payung tembakan terhadap pasukan infanteri kawan WR 40 Langusta juga dapat digunakan sebagai penghambat laju pasukan infanteri lawan dengan menembakkan amunisi yang sudah dimuati ranjau anti personel untuk ditebar dan ditanam di wilayah lawan.

Pada kabin WR-40 Langusta memiliki sistem pengaturan yang tergolong cukup canggih dikelasnya. Semuanya sudah terintegrasi dalam satu pusat kontrol yaitu dari dalam kabin. Di dalamnya terdapat panel pengatur tembakan serta sistem GPS yang dapat membantu memberikan tembakan akurat. Selain itu juga terdapat pengatur tekanan roda otomatis untuk memudahkan kendaraan melintasi medan berat serta tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.

Dari segi kebutuhan amunisi roket 122 mm untuk WR 40 Langusta dan RM 70 Grad, Departemen Pertahanan (Dephan) bekerjasama dengan industri strategis Indonesia seperti Lapan dan Pindad untuk melakukan riset pengembangan roket berdiameter 122 mm (Rhan). Meski saat ini daya jelajah roket hasil riset kedua institusi tersebut masih tergolong kurang maksimal yaitu 14 km namun akan terus dikembangkan sampai mencapai jarak yang diharapkan untuk menopang kebutuhan amunisi jenis roket yang dibutuhkan oleh TNI.

Secara taktis keberadaan WR 40 Langusta akan dapat membantu memobilisasi gerak pasukan infanteri untuk menerobos masuk kewilayah lawan dengan cepat serta memberikan payung tembakan yang akurat.

Spesifikasi WR 40 Langusta
  • Awak : 4 - 6 orang
  • Kendaraan angkut : Truck Jelcz P662D.35G-27
  • Sistem gerak : 6×6
  • Mesin : Diesel Iveco Aifo Cursor 8, daya 350 Hp
  • Kecepatan maks : 85 km/jam
  • Jarak operasional : 650 km
  • Berat total : 40 ton
  • Panjang : 8,58 m
  • Tinggi : 2,74 m
  • Lebar : 2,54 m
  • Kaliber roket : 122 mm
  • Jumlah laras : 40 tabung
  • Jarak tembak : 1.6 - 42 km

HK G36, Senapan Serbu Buatan Heckler & Koch, Jerman



HK G36
HK G36 merupakan senapan serbu yang populer di kalangan militer. Sejak pertama kali diproduksi, hingga kini tidak kurang dari 38 negara telah menggunakan HK G36 dengan berbagai varian. Senapan serbu HK G36 juga telah digunakan dalam konflik di Kosovo, Afghanistan, Irak, Ossetia Selatan, Irlandia Utara, Libya, dan Mexico. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | HK G36, Senapan Serbu Buatan Heckler & Koch, Jerman.
Jerman menunjukkan keperkasaannya dalam bidang inovasi teknologi dan enginering saat merilis Heckler & Koch G36 pada tahun 1997. Setelah melewati lima tahun masa pengembangan G36 lahir saat proyek besar G11 dibatalkan karena pembengkakan biaya dan ketidaksesuaian teknologi. Eksterior senapan serbu ini sangat revolusioner karena penggunaan bahan polymer yang dipadu dengan partikel logam didalamnya sehingga sangat kuat dan mampu menahan impak. Hal ini terbukti dari guide rail untuk bolt group yang dicetak menyatu dengan bagian dalamreceiver

Seperti diketahui, guide rail menjadi tempat berjalannya bolt carrier dalam gerak mundur ke belakang setelah menerima impak dari ledakan di kamar peluru, dan kembali lagi ke depan. Hingga saat ini hanya sedikit pabrikan yang mampu membuat upper lower receiver yang terbuat dari polymer seluruhnya. Di depan receiverterdapat handguard yang terintegrasi dengan popor lipat untuk menstabilkan senjata, yang terdapat pada varian G36 dan G36K. 

Mekanisme operasi HK G36 mengadopsi dari senapan AS-18 yang dibuat oleh George Sulivan. Sistemnya memanfaatkan piston untuk memukul balik bolt carrier kea rah belakang, menciptakan satu sistem dingin yang aman untuk mencegah terjadinya slam firel ledakan peluru tanpa tarikan pelatuk akibat suhu di kamar peluru yang terlalu panas. 

Sistem pasokan peluru G36 juga menggunakan magasen polymer tembus pandang sehingga penembak bisa mengetahui jumlah peluru yang tersisa. Magasen ini juga memiliki cantelan sehingga dua magasen dapat disatukan untuk pengisian peluru yang lebih cepat. Dua fitur ini rasanya pantas untuk menebus "dosa" karena magasen yang tidak standar dengan kesepakatan NATO. 

Senapan ini didesain agar ramah dioperasikan, dimana kontrol dibuat ambidextrous atau tersedia untuk pengguna normal maupun kidal. Hal ini Nampak pada selector pilihan penembakan, pengokang, dan tuas pelepas amunisi yang mudah diakses. 

Satu fitur lain yang mendahului jamannya adalah penggunaan teleskop sebagai alat bidik standar. Perbesaran teleskopnya mencapai 3,5 x, memadai untuk menyasar target sampai 300 meter, titik optimum efektifitas peluru 5,56 mm. Diatas teleskop masih ada optik reflex dengan sumber tenaga baterai. Pada varian G36A2, optik ini digantikan dengan rel sehingga berbagai jenis optik reflex bisa ditempelkan, dengan standarnya adalah Zeiss RSA-S reflex sight dengan lensa 30 mm yang luas. 

HK G36 standar merupakan senapan serbu yang digunakan seluruh infanteri didalam Bundeswehr. G36 versi karabin (G36K) digunakan oleh kesatuan dengan spesialisasi tertentuatau pasukan khusus seperti KSK, MSK, Fallschirmjager Spesiallzuge, Fernspaher, dan Feldjager, dengan sejumlah aksesoris tambahan seperti rel Picatinny pengganti foregrip dari pabrikan Brugger & Thomet atau KAC handguard

Standar yang digunakan infanteri saat ini termasuk modul laser / laser IR dan senter LLM01 buatan Oerlikon Contraves. Sementara varian G36C (compact) adalah varian mikro dengan laras yang amat pendek. Varian ini diperuntukan bagi unit kesatuan taktis polisi seperti GSG-9. 

Untuk menambah daya gempurnya, G36 bisa dipasangi dengan unit pelontar granat AG-36 yang melontarkan granat 40 mm, serta dilengkapi leaf sight di sisi kiri unit AG-36. Dengan mekanismeside loading atau pengisian peluru dari samping, AG-36 memiliki keunggulan karena bisa mengadopsi munisi yang lebih panjang dibanding pelontar granat standar AS, M203. 


Senapan G36 telah menjadi senjata utama bagi Bundeswehr sejak tahun 1995 dan telah digunakan juga oleh Angkatan Darat Spanyol sejak tahun 1999. Pada akhir tahun 1990-an, sejumlah kecil G36 dibeli oleh Angkatan Darat Inggris untuk pengetesan sebagai pengganti L85A2, namun keputusannya belum ditentukan. G36 juga dipakai oleh sejumlah satuan kepolisian di Eropa, antara lain, Unit Reaksi Bersenjata Kepolisian Inggris, RAID dan GIGN Perancis, Bundespolizei (Polisi Federal Jerman), Garda Republik Nasional Portugis, kepolisian Belanda, dan unit anti-teroris kepolisian Polandia serta di Malaysia oleh Grup Gerak Khas Angkatan Darat Malaysia dan Pasukan Gerak Khas Anti-teror Kepolisian Kerajaan Malaysia. Di Indonesia, H&K G36 juga digunakan oleh Kopassus & Denjaka. 


G36 dibuat dengan tiga varian utama, yaitu G36, G36K (kurz: pendek), dan G36C (compact/commando). Varian keempat adalah senapan SL8 yang dirancang khusus untuk pasar senjata sipil Amerika Serikat. Walaupun mekanisme SL8 hampir serupa dengan G36, SL8 dibuat tidak memiliki kemampuan menembak full-otomatis. Lubang magazennya juga dirancang agar tidak bisa menerima magazen kapasitas besar 30-butir. Gagangnya diganti dengan gagang popor berlubang, dan bidikan teleskop reflexnya diganti dengan bidikan besi biasa. Varian kelima adalah senapan mesin ringan LMG36 (Light Machine Gun), yaitu G36 standar dengan laras yang lebih berat, bipod, dan magazen drum 100-butir. 

Minggu, 25 Maret 2012

MT-LB

MT-LB

MT-LB adalah mult-purpose tracked vehicle yang mulai dibuat di Uni Soviet pada akhir tahun 1960-an. Kendaraan lapis baja ini telah dibuat lebih dari 8.000 unit dalam berbagai varian dan digunakan setidaknya 15 negara saat ini masih mengoperasikan MT-LB.

Sebenarnya fungsi utama MT-LB bukan sebagai APC, namun sebagai kendaraan serba guna. Kendaraan lapis baja ini diawaki dua orang memiliki kompartemen yang bisa mengangkut sebelas orang personel bersenjata lengkap. Kompartemen tersebut bisa dimuati barang sampai seberat 2 ton dan MT-LB dilengkapi cantelan di bagian belakang yang bisa digunakan untuk menarik beban sampai seberat 6,5 ton. Oleh karena itu MT-LB sering pula digunakan sebagai kendaraan penarik persenjataan artileri seperti howitzer D-30 kaliber 122mm atau meriam anti-tank T-12 kaliber 100mm.

Rangka MT-LB juga digunakan sebagai dasar pembuatan beberapa kendaraan militer lainnya seperti assault gun ASU-57 dan sistem rudal anti serangan udara SA-13 Gopher.

Specification (MT-LBV)
Crew : 2 + 11
Armament : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 11,900 kg
Length : 6.45 m
Width : 2.86 m
Height : 1.86 m
Powerpack : 240 hp YaMZ 238 V-8 diesel engine
Maximum road speed : 61 km/h
Maximum water speed : 4 km/h
Range : 500 km

BTR - 70

BTR-70 dikembangkan pada akhir tahun 1970-an sebagai pengganti BTR-60 dan mulai digunakan pada tahun 1980. Sekitar 20 negara sampai saat ini masih menggunakan BTR-70 sebagai kekuatan pasukan lapis baja mereka.

Secara sepintas BTR-70 tidak jauh berbeda dengan BTR-60. Hanya saja BTR-70 menggunakan roda yang lebih besar, mesin yang lebih bertenaga, dan dilengkapi dengan pintu tambahan untuk keadaan darurat. BTTR-70 digunakan secara luas dalam perang di Afghanistan tahun 1980-1989, namun sering mengalami masalah mesin yang rawan terbakar sehingga dijuluki peti mati berjalan. APC ini juga digunakan pasukan Ukraina yang terlibat dalam misi UNPROFOR di Afghanistan dan saat ini sejumlah BTR-70 juga masih digunakan oleh pasukan Rumania di Afghanistan.

Specification (BTR-70)
Crew : 2 + 9
Armament :
Main : 1 x 14.5mm machine gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 11,500 kg
Length : 7.53 m
Width : 2.80 m
Height : 2.23 m
Powerpack : 2 x 120 hp ZMZ-4905 petrol engines
Maximum road speed : 80 km/h
Maximum water speed : 9 km/h
Range : 600 km
RV Triton

Cerita frigat generasi maju Inggris tak berhenti sampai Type 23 saja. Walau masih dalam taraf uji coba, angkatan laut kerajaan telah punya ancar-ancar bentuk dan kemampuan kapal perangnya masa depan (FCS-Future Comat Ship. Triton mengadopsi tiga lambung, aliastrimaran. Tentu konsep ini tak asal main comot saja. Ada sejumlah kelebihan yang bisa diraih dengan bentuk itu. Kecepatan berlayar misalnya, bisa lebih tinggi 20 persen ketimbang desain lambung konvensional. Demikian pula dengan tingkat stabilitas maupun kapasitas angkut. Sampai saat ini, selain untuk kepentingan militer, Triton juga dipakai sebagai basis pengembangan versi komersial Trimaran.

Spesifikasi :
Tipe :Frigat
Dimensi : panjang 97m; Beam 22,5m ; Bobot 1.100 ton
Kemampuan : Kecepatan 20 Knot; jarak jangkau 3000 Nm; Awak 28 orang
Persenjataan : Blm diterapkan

Type 45 Class

Type 45 Class

Ada dua predikat yg akan dikantongi Type 45 di jajaran AL inggris. Pertama, destroyer berkemampuan pertahanan udara terbesar yg pernah dioperasikan AL inggris dan kedua, kapal perang permukaan terbesar sejak PD II. Soal persenjataan utama, Type 45 dilengkapi versi tercanggih dan mematikan dari PAAMS (Principal Anti Air Missile System) yang dikembangkan bersama oleh Prancis dan Italia. Type 45 akan mengusung dua mesin gas WR-21 dgn intercooler dan recuperator. Kedua mesin dibangun oleh tim gabungan Rolls-Royce dan Northrop Grumman jg Alsthom Power Conversion Ltd.

Spesifikasi :
Negara : Inggris
Tipe : Destroyer
Mesin : 2 WR-21
Panjang : 151 m
Beam : 20 m
Awak : 190 orang