Jumat, 12 Juli 2013

RUDAL BALISTIK SUPERSONIK "KHALIJ FARS" IRAN


Rudal Khalij Fars atau rudal Teluk Persia merupakan rudal balistik supersonik anti-kapal yang dirancang untuk menghancurkan target dan kekuatan musuh di laut. Rudal yang dibuat berdasarkan rudal Fateh-110 pertama kali diresmikan pada Februari 2011 bersamaan dengan pengumuman oleh petinggi militer Iran yang menyatakan bahwa mereka tengah memproduksi rudal itu secara massal. Kantor berita Iran juga merilis rekaman rudal yang berhasil menghantam kapal sasaran.
Rudal ini pertama kali diuji coba saat latihan Payambar-e Azam 3 (Nabi Besar 3) Angkatan Laut Iran pada tahun 2008. Namun hanya ada dua uji coba yang dipublikasikan dari rudal ini. Satu dilakukan pada bulan Juli 2011 dan lainnya dilakukan pada Juli 2012 saat latihan Payambar-e Azam 7 (Nabi Besar 7). Uji coba yang terakhir juga menunjukkan rekaman yang diambil melalui elektro-optik rudal yang mengunci target.

Dalam uji coba kedua, rudal Khalij Fars ini memukul dan menghancurkan sebuah kapal yang bergerak dengan tingkat presisi 30 meter (latihan Payambar-e Azam 7). Dengan hasil ini, Iran sebenarnya sudah mencapai kesuksesan besar. Meskipun pemerintah Iran masih menuntut agar tingkat presisi ditingkatkan lagi menjadi kurang dari 10-15 meter. Kurang dari enam bulan selepas uji coba kedua, para ahli rudal Iran akhirnya berhasil meningkatkan presisi rudal ini menjadi kurang dari 8,5 meter.
Rudal balistik Khalij Fars dengan proyektil supersonik membawa hulu ledak seberat 650 kilogram, kombinasi sistem bimbingannya pintar dan mampu menghindari intersep oleh sistem anti-rudal sekaligus fitur sistem presisinya tinggi. Rudal Khalij Fars adalah rudal tercanggih dan paling penting bagi Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Ciri khas dari rudal ini terletak pada kecepatan dan lintasan supersoniknya. Sementara rudal lain sebagian besar melintas pada kecepatan subsonik dan gaya jelajah, rudal Khalij Fars bergerak secara vertikal setelah diluncurkan, melintas pada kecepatan supersonik, menemukan target melalui sistem cerdas, mengunci target dan memukulnya. Jangkauan rudal satu tahap dan berbahan bakar padat ini adalah 300 km dan dapat ditembakkan dari peluncur triple (tiga).

Rudal Khalij Fars

"Rudal Teluk Persia (Khalij Fars) bahkan memukul dan menghancurkan terget yang beberapa kali lebih kecil dari target laut yang dapat menimbulkan ancaman," ujar Panglima Angkatan Udara IRGC Iran Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan saat tahap akhir dari latihan perang Payambar-e Azam 7 pada 4 Juli 2012.

"Dan ketika rudal Teluk Persia mulai digunakan oleh Angkatan Laut IRGC, negara-negara trans regional pun memulai hitungan mundur untuk mengakhiri misi kapal perang mereka," kata Hajizadeh.

Juga di bulan yang sama, Panglima Angkatan Laut IRGC Iran Laksamana Ali Fadavi menggarisbawahi kemampuan pertahanan dan kekuasaan tinggi Iran, dan mengatakan bahwa rudal yang baru dikembangkan (Khalij Fars) akan membuat musuh mengubah perhitungannya karena tidak terbiasa dengan fitur unik dari rudal ini. Analis pertahanan Israel sendiri menjelaskan bahwa rudal Khalij Fars akan membahayakan kapal induk AS di selat Hormuz.

"Rudal Khalij-e Fars telah dikembangkan dengan cara berbeda dari tren rudal kebanyakan dan akan mengubah perhitungan musuh," kata Fadavi kala itu.

Mengacu pada kekuatan rudal Iran, Fadavi mengatakan bahwa republik Islam Iran sekarang sudah mampu memproduksi rudal supersonik dengan jangkauan 200 kilometer lebih yang dapat dipasang pada kapal-kapal kecepatan tinggi Iran.


Sumber : http://www.artileri.org/2013/06/rudal-balistik-supersonik-khalij-fars-iran.html

RUDAL BALISTIK ANTARBENUA TOPOL-M


Topol-M (kode nama NATO:SS-27) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM - intercontinental ballistic missile) yang saat ini berada dalam layanan pasukan Roket Strategis Rusia (RVSN). Topol-M dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) dan merupakan versi upgrade dari rudal Topol RS-12M.

Topol-M adalah ICBM pertama kali yang dikembangkan oleh Rusia setelah pecahnya Uni Soviet. Rudal ini diluncurkan dari silo bawah tanah -Silo=bangunan bawah tanah tempat peluru kendali-.

Sekitar 52 rudal Topol-M peluncuran silo (silo-based) dan 18 Topol-M bergerak (mobile) sudah melengkapi Angkatan Darat Rusia per Januari 2011. Sebanyak 450-500 rudal diharapkan akan dikerahkan antara 2015 dan 2020.

Pengembangan Topol-M

Pengembangan Topol-M digagas oleh MITT dan Biro Desain Yuzhnoye pada akhir tahun 1980-an. Namun, Yuzhnoye yang merupakan perusahaan Ukraina, menarik diri dari program, dan semua dokumentasi diambil oleh MITT pada tahun 1992, menyusul pembubaran Uni Soviet.

Pengembangan Topol-M dikonsolidasikan dan telah disetujui oleh pemerintah Rusia pada tahun 1993. Konsorsium dipimpin oleh produsen MITT dengan melibatkan sekitar 500 perusahaan Rusia. Perakitan akhir dibuat di Pabrik Mekanik Votkinsk.

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M

Topol pertama diuji coba pada bulan Desember 1994. Resimen silo-based pertama dinyatakan operasional pada tahun 1998. Sistem rudal antarbenua ini secara resmi diterima ke dalam layanan pada bulan April 2000.

Tes pertama dari Topol-M peluncur mobile dilakukan pada bulan April 2004. Versi pertama dari Topol jenis ini diserahterimakan kepada Federasi Rusia pada tahun 1995.

Tiga unit Topol-M pertama peluncuran mobile memasuki layanan dengan unit rudal Rusia dan ditempatkan dekat kota Teykovo pada bulan Desember 2006. RS-24, varian multiwarhead dari rudal Topol-M, pertama kali diuji tembak dari situs peluncuran Utara pada Mei 2007. Sebuah varian rudal Topol yang mampu membawa beberapa hulu ledak independen.

Fitur ICBM Topol-M

Topol-M adalah ICBM solid-propelan tiga tahap. Membawa hulu ledak nuklir tunggal di bawah perjanjian pengawasan senjata AS-Rusia. Di desain dapat membawa hulu ledak MIRV. Kisaran jangkauan Topol-M adalah 11.000 km dengan kecepatan 17.400 km/jam.

Rudal ini diluncurkan dengan menggunakan booster khusus yang disebut PAD yang merupakan tahap pertama untuk menembak ke udara dengan mendorong rudal keluar dari wadah penyimpanan (kontainer). Motor ini dikembangkan oleh Soyuz Federal Centre for Dual-Use Technologies.

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M

Topol-M dibimbing oleh sistem navigasi otonom digital inersia menggunakan receiver GLONASS onboard. Waktu pembakaran mesin diperpendek untuk menghindari deteksi selama fase dorongan oleh satelit surveilans peluncuran rudal di masa sekarang dan masa depan.

Topol-M dapat melakukan manuver untuk mengelak dari tembakan rudal pencegat (sistem rudal pertahanan udara). Lintasan balistik Topol-M yang datar menjadikan rudal anti-balistik (ABM) sulit mengintersepnya.

Rudal antarbenua ini juga terlindung dari radiasi, electromagnetic pulse (EMP) dan ledakan nuklir, dan mampu menahan tembakan dari senjata/teknologi laser.

Platform Peluncuran Topol-M

Terdapat sekitar sepuluh silo-based yang terisolasi di Rusia untuk meluncurkan rudal ini. Silo bawah tanah ini awalnya dikembangkan untuk rudal R-36M dan UR-100N. Elemen-elemen pada silo yang berharga mahal tetap digunakan seperti protective covers dan sistem kontrol dengan sedikit perubahan. Dari silo-based, Topol-M tetap memakai kontrol peluncuran dan sistem komunikasi yang sudah ada (untuk R-36M dan UR-100N).

Situs peluncuran bawah tanah ini terdiri dari bunker kontrol dan komando, keamanan, power supply dan sistem deteksi ledakan nuklir. Komplek peluncuran ini didesain dapat menahan serangan tinggi senjata-senjata konvensional.

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M

Rudal Topol-M versi peluncuran mobile ditembakkan dari sebuah tabung peluncur transporter erektor (TEL) yang dipasang pada truk besar MZKT-79921, sebuah truk delapan poros yang dimodifikasi. TEL ini dikembangkan oleh Biro Desain Pusat Titan dan diproduksi di pabrik Barrikady.

Topol-M mobile dapat diluncurkan setiap saat, bahkan pada saat melalui medan yang buruk. Chassis-nya dengan jack untuk peluncuran. Dilengkapi Gas Onboard dan sistem hidrolik untuk tetap mempertahankan ketinggian kontainer peluncuran.

Karakteristik dan Spesifikasi

Tipe: Intercontinental ballistic missile
Asal: Rusia
Pengembang: Moscow Institute of Technology Thermal (MITT)
Operator: Angkatan Darat Rusia
Panjang: 22,7 m
Diameter: 1,9 m
Kecepatan: 17.400 km /jam
Jangkauan: 11.000 km

Selasa, 27 November 2012


Marder 1A3, Tank Tempur Medium Buatan Jerman

Selasa, 18 September 2012
Tank Marder 1A3
Tank Marder 1A3, kendaraan tempur infanteri (IFV) lapis baja yang mampu melaju dengan kecepatan 65 Km/jam ini diproduksi oleh Rheinmetall Landsysteme, Jerman. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Marder 1A3, Tank Tempur Medium Buatan Jerman.
Marder 1A3 adalah salah satu varian dari tank medium atau yang lebih tepat disebut sebagai kendaraan tempur infanteri (IFV / Infantry Fighting Vehicle) Marder 1 yang diproduksi oleh perusahaan Rheinmetall Landsysteme.

Sebagai kendaraan tempur infanteri lapis baja, Marder dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman sebagai senjata utama Panzergrenadiere (infanteri mekanik) dari tahun 1970-an sampai saat ini. Hingga sekarang Marder telah terbukti sebagai IFV yang tangguh. Oleh karena itu tidak salah jika Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memilih Marder sebagai bagian dari arsenal tempur TNI. Menurut informasi dari Kemhan RI, penandatanganan kontrak pembelian 50 unit tank Marder 1A3 dan 10 tank pendukungnya dilakukan pada akhir September 2012 (baca: 50 Tank Marder 1A3 Akan Perkuat Arsenal Tempur TNI). 

Varian pertama Marder mulai dikembangkan pada Januari 1960 dan produksi pertamanya diterima oleh militer Jerman pada tanggal 7 Januari 1971. Produksi kendaraan tempur ini terus berlanjut hingga tahun 1975, tidak kurang dari 2.136 unit Marder telah diproduksi. 

Pada tahun 1975 rudal Milan (rudal anti tank) mulai digunakan pada kendaraan tempur Marder. Tapi saat itu penembakannya masih secara konvesional. Petugas (komandan tank) muncul dari kubah sambil memanggul peluncur rudal Milan lalu menembakan rudal tersebut. Lalu antara tahun 1977 dan 1979 peluncur rudal ini mulai dipasang sebagai bagian dari persenjataan Marder.

Lalu, apa kelebihan yang dimiliki varian Marder 1A3 yang tidak lama lagi akan memperkuat jajaran tempur TNI? 

Program upgrade atau modifikasi peningkatan varian 1A3 dimulai pada tahun 1988. Saat itu ada sekitar 2.100 unit Marder 1A1 dan 1A2 yang akan diupgrade oleh militer Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan Thyssen-Henschel. Tank Marder yang telah diupgrade menjadi varian Marder 1A3 kembali diterima militer Jerman pada tanggal 17 November 1989. Upgrade tersebut meliputi: 
  • Penambahan lapisan baja pelindung hingga seberat 1.600 kg untuk melindungi Marder dari tembakan meriam 2A42 kaliber 30 mm dari BMP-2 buatan Rusia.
  • Modifikasi pada akses kompartemen personil infanteri.
  • Suspensi diperkuat, sistem pengereman baru dipasang, gearbox disesuaikan. Sistem pemanas digantikan dengan sistem pemanas berbasis air.
  • Modifikasi pada Turret meriam.
  • Keseluruhan modifikasi tersebut membuat Marder memiliki bobot 35.000 kg.
Varian Marder 1A3 inilah yang merupakan varian terbanyak digunakan oleh Angkatan Darat Jerman.

Sebagai kendaraan tempur, Marder bisa melintasi air hingga kedalaman 1,5 meter. Jika dilengkapi dengan peralatan tambahan, kendaraan tempur ini bisa melintasi air berkedalaman hingga 2,5 meter. Marder menggunakan roda penggerak yang dipasangi trek Diehl dengan bantalan karet. 

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini ada beberapa varian Marder yang telah diproduksi. Diantarannya adalah: 
  • Marder 1 (1971 -) : Marder 1 dengan Milan: sebuah peluncur rudal Milan memang cocok untuk semua Marder antara 1977 dan 1979.
  • Marder 1A1 (+) (1979-1982) : Menggunakan 2 meriam otomatis kaliber 20 mm sehingga memungkinkan pengisian amunisi secara bergantian, peralatan penglihatan malam termasuk intensifier gambar dan imager termal. Kapasitas Infanteri dikurangi menjadi lima. Diterapkan pada 674 kendaraan Marder antara tahun 1979 dan 1982.
  • Marder 1A1 (-) (1979-1982) : sebagai A1 (+) tanpa imager termal. Sejumlah 350 Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A3 : merupakan upgrade dari varian A1 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A sebagai 1 A1 tetapi tanpa peralatan penglihatan malam pasif. Sejumlah 1.112 unit Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A4 : Varian Marder A1A dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A2: Marder yang dikonversi dari varian A1 dengan turret milik varian A2
  • Marder 1A1A5: Upgrade varian A1A2 dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A2 (1984-1991): Antara tahun 1984 dan 1991, semua Marder milik Jerman diupgrade ke varian A2 ini, modifikasi substansial termasuk suspensi, tangki bahan bakar, sistem pendingin dan air-jet sistem pembersihan. Selain pemasangan sistem peninjauan baru, tak lagi menggunakan peralatan pencari cahaya inframerah. Semua Marder Jerman dilengkapi dengan pencitra termal kecuali untuk lebih dari 674 unit Marder A1 yang memang sudah memiliki perangkat ini.
  • Marder 1A2A1 : Varian 1A2 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A3 (1988–1998)
  • Marder 1A4 : Varian 1A3 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A5 (2003-2004) : Tambahan pelindung lapis baja dan renovasi pada interior untuk melindungi personil dari cedera akibat ledakan dan hentakan saat melindas ranjau. Hanya diterapkan pada 74 unit varian 1A3.
  • Marder 1A5A1 (2010-2011) : Dilengkapi dengan sistem pendingin udara, jammer untuk IED dan multi-spektral kamuflase. Pada bulan Desember 2010 sepuluh unit Marder diupgrade ke varian ini, kemudian dilanjutkan pada 25 unit pada Agustus 2011.
Meskipun telah dioperasikan dalam jumlah besar selama 38 tahun, tank Marder baru memperoleh pengalaman tempur sesungguhnya yang pertama kali saat melindungi sebuah pos tentara Jerman dari serangan gerilyawan Taliban yang berlokasi di Distrik Chahar Dara, provinsi Kunduz, Afghanistan, pada Juli 2009. Aksi Marder pada pertempuran tersebut telah membunuh dan dan melukai puluhan anggota gerilyawan Taliban. Setelah kejadian itu, tank Marder juga beberapa kali terlibat dalam pertempuran.

Spesifikasi IFV Marder 1 :
  • Produsen : Rheinmetall Landsysteme, Jerman
  • Bobot : 28,5 ton (varian 1A1/A2), 33,5 ton (varian 1A3), 37,4 ton (varian 1A5)
  • Panjang : 6,79 m
  • Lebar : 3,24 m
  • Tinggi : 2,98 m
  • Personil : 3 awak tank dan 7 personil infanteri
  • Proteksi : Baja setebal 20 hingga 25 mm
  • Senjata Utama : Meriam otomatis Rheinmetall MK 20 Rh 202 kaliber 20 mm, rudal anti tank MILAN
  • Senjata Tambahan : Senapan Mesin MG3 kaliber 7,62 mm
  • Mesin Penggerak : Diesel MTU MB 833 Ea-500 600 hp (441 kW)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 21,1 hp/ton
  • Transmisi : RENK HSWL 194
  • Suspensi : Torsion bar
  • Ground Clearance : 0,45 m
  • Kapasitas Tangki BBM : 652 liter
  • Jarak Jangkau : 520 km
  • Kecepatan Maksimum : 75 km/jam (varian 1A2) dan 65 km/jam (varian 1A3)
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/09/marder-1a3-tank-tempur-medium-buatan-jerman.html

Unit CMOV (Central Monitoring and Observation Vehicle) TNI-AU



CMOV (Central Monitoring and Observation Vehicle)
CMOV (Central Monitoring and Observation Vehicle) merupakan jenissoft alutsista yang sangat vital pada pelaksanaan operasional pertahanan udara (Hanud) yang membutuhkan mobilitas tinggi. Meskipun sebagian besar komponen CMOV didatangkan dari luar negeri, tapi karoseri dan assembly dikerjakan oleh teknisi Indonesia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Unit CMOV (Central Monitoring and Observation Vehicle) TNI-AU.
Central Monitoring and Observation Vehicle (CMOV) adalah miniatur dari ruang Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional) yang besarnya hampir sepertiga lapangan sepak bola. Meskipun diperkecil hingga sebesar truk kecil ini, hampir seluruh kemampuan pokok di ruang Popunas berhasil diboyong ke dalam mobil ini. Tapi karena miniatur, kemampuan dan fasilitas yang tersedia tidak selengkap seperti pada ruang Popunas yang sebenarnya. Meskipun demikian, CMOV tetap memiliki keunggulan lain karena bisa dengan mudah dipindahkan atau dibawa ke lokasi yang diinginkan. 

CMOV dapat digelar di seluruh sudut Nusantara untuk memantau keamanan negara kita ini. Salah satu alutsista Kohanudnas ini berbasis truk Mercedes Benz MB800 yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga mampu membopong antena parabola yang bisa dilipat dengan sistem elektrik serta berbagai hardware canggih untuk memantau radar seperti monitor, komputer, dan sistem radio telekomunikasi. 

Ketika digelar pada operasi Hanud, mobil CMOV ini dikelilingi oleh para pengawal dan pendukung operasinya. Mobil ini sedianya ditumpangi Pangkohanudnas pada operasi Pertahanan Udara(Hanud) yang mengedepankan mobilitas tinggi. Tidak heran jika fasilitas standard seperti Air Conditioner (AC) yang super dingin dan interior cukup mewah dihadirkan dalam ruang pantau CMOV. 

Bukan tak mungkin operasional mobil ini digelar di wilayah yang sulit didapat air bersih. Untuk itu mobil pembawa penghasil air bersih disertakan juga agar suplai kebutuhan pokok manusia ini tercukupi. 

Seperti layaknya di dalam ruang Popunas, ruang pantau di mobil CMOV ini juga dilengkapi dengan data seluruh radar yang berada dalam naungan setiap Kosekhanudnas. Melakukan hubungan telekomunikasi radio dengan berbagai frekwensi juga dapat dilakukan, bahkan untuk berkomunikasi dengan pesawat interceptor, system komunikasi dalam CMOV mampu melayaninya. CMOV memang dirancang untuk mampu melakukan kontak dengan berbagai unsur Hanud, karena meskipun ukurannya kecil CMOV menjamin kelancaran berbagai cara berkomunikasi. 

Seperti mobil jammer, mobil CMOV juga telah dilibatkan dalam berbagai operasi pengamanan VVIP dalam negeri maupun luar negeri. Ketika Presiden Amerika Serikat Barack Obama berkunjung ke Indonesia, dua unit CMOV dikirim untuk memantau keamanan udara di sekelilingnya dan terbukti mampu melaksanakan fungsinya dengan baik. 

Meskipun basi mobil CMOV dan peralatannya berasal dari luar negeri, tapi semua pengerjaan karoseri dan assembly peralatannya dilakukan oleh para teknisi Indonesia. 
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/10/unit-cmov-tni-au.html

ASTROS II, Sistem Peluncur Roket Multi-Laras Buatan Brasil



ASTROS-II, Kendaraan Modul Peluncur Roket
ASTROS-II, Kendaraan Modul Peluncur Roket.
ASTROS II (Artillery Saturation Rocket System) adalah sistem peluncur roket multi-laras (MLRS: Multiple Launch Rocket System) yang diproduksi oleh perusahaan Avibrás di Brasil. Sistem ini mampu menembakkan roket dengan kaliber 127 mm hingga 300 mm. Unit Astros II dikembangkan dengan basis kendaraan Tectran VBT-2028 6x6 yang memiliki mobilitas tinggi pada berbagai kondisi medan.

Astros II biasanya dikelompokkan dalam baterai artileri yang terdiri dari 13 kendaraan, dengan perincian: 
  • 6 unit kendaraan peluncur roket
  • 6 unit truk pembawa roket
  • 1 unit kendaraan yang dilengkapi radar dan system kontrol peluncuran / penembakkan.
ASTROS-II, Kendaraan Radar dan Sistem Kontrol Tembakan / Peluncuran
ASTROS-II, Kendaraan Radar dan Sistem Kontrol Tembakan / Peluncuran.
Astros II sudah digunakan oleh Angkatan Darat Brasil sejak tahun 1983. Pihak asing yang sudah membuktikan kemampuan sistem peluncur roket ini contohnya adalah Irak. Angkatan Darat Irak menggunakan Astros II pada Perang Teluk, namun pihak Arab Saudi juga menggunakan unit sistem yang sama untuk melawan Irak. Pihak militer Angola juga menggunakan Astros II untuk mengalahkan UNITA. 

ASTROS-II, Proses Supply Ulang Roket
ASTROS-II, Proses Supply Ulang Roket.
Untuk perencanaan hingga tahun 2020, Avibrás tengah mengembangkan Astros AV-300 MT dengan kemampuan meluncurkan berbagai jenis rudal jelajah yang memiliki jangkauan tembak hingga 300 km. Unit Astros generasi baru ini memungkinkan pasukan Angkatan Darat untuk mengintegrasikannya dengan sistem senjata pertahanan udara.

Varian :
  • SS-30 dengan muatan 32 unit roket kaliber 127 mm, jangkauan tembak minimum 9 km, maksimum 30 km
  • SS-40 dengan muatan 16 unit roket kaliber 180 mm, jangkauan tembak minimum 15 km, maksimum 35 km
  • SS-60 (versi buatan Irak diberi nama Sajil-60) dengan muatan 4 unit roket kaliber 300 mm, jangkauan tembak minimum 20 km, maksimum 60 km
  • SS-80 dengan muatan 4 unit roket kaliber 300 mm, jangkauan tembak minimum 22 km, maksimum 90 km
  • SS-150 dengan muatan 4 unit roket kaliber 300 mm, jangkauan tembak minimum 29 km, maksimum 150 km
  • AV-300 MT khusus untuk meluncurkan rudal jelajah dengan daya jangkau 300 km. Saat ini dalam tahap pengembangan
Keseluruhan jenis roket menggunakan hulu ledak berbahan tipe High Explosives.

  • Bobot : 10.000 kg
  • Panjang : 7 meter
  • Lebar : 2,9 meter
  • Tinggi : 2,6 meter
  • Kru : 3 orang
  • Persenjataan Utama : Modul Peluncur Roket
  • Persenjataan Tambahan : 1 unit meriam mesin M2 Browning kaliber 12,7 mm
  • Mesin : 1 unit Mercedes OM422 8 silinder
  • Suspensi : 6x6
  • Jangkauan Operasi : 480 km
  • Kecepatan Maksimum : 90 km/jam
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/10/astros-ii-mlrs.html

IFV Puma, Generasi IFV Baru Pengganti Marder



IFV Puma

Puma adalah kendaraan tempur infanteri Jerman yang dirancang untuk menggantikan ranpur sejenis dari generasi sebelumnya, IFV Marder. Produksi massal dari IFV Puma ini sudah dimulai sejak 6 Juli 2009. Proyek pengadaan ranpur generasi baru untuk Bundeswehr ini ditangani oleh PSM Projekt System Management yang merupakan perusahaan patungan antara Krauss-Maffei Wegmann dan Rheinmetall Landsysteme. 

Puma meruapakan salah satu IFV (Infantry Fighting Vehicle) yang terbaik dalam aspek proteksi dan memiliki rasio tinggi pada kekuatan mesin dan bobot kendaraan. 

Secara keseluruhan, tampilan luar dari Puma tidak terlalu berbeda jika dibandingkan dengan IFV lainnya. Mungkin yang membuatnya berbeda adalah pada bahan pelindungnya. Sebagai proteksi tambahan, Puma menggunakan material AMAP-B (Advanced Modular Armor Protection-Ballistic) untuk perlindungan dari gempuran proyektil yang memiliki kemampuan penetrasi dengan energi kinetik, AMAP-SC (Shaped Charge), perlindungan NBC (Nuclear, Biologist, Chemical), sistem pemadam kebakaran pada kabin awak dan kompartemen mesin.

Puma dilengkapi sistem persenjataan utama berupa meriam otomatis kaliber 30 mm MK 30-2/ABM buatan Rheinmetall dengan kecepatan 200 tembakan per menit dengan jangkauan tembak efektif 3.000 meter. Ranpur ini juga didukung senapan mesin HK MG4 kaliber 5,56 mm berkemampuan 850 tembakan per menit dengan jarak tembak efektif 1.000 meter. Dan untuk menghadapi tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank), helikopter tempur, atau bunker pertahanan lawan, Puma dilengkapi sistem rudal Spike LR yang memiliki jangkauan tembak efektif hingga 4.000 meter. 

Untuk kamuflase perlindungan, Puma dilengkapi juga dengan 6 unit pelontar granat asap kaliber 76 mm. Perlindungan bagi personil juga diperkuat dengan penambahan proteksi pada lantai ranpur yang bisa menahan ledakan dari bahan peledak hingga seberat 10 kg. 

IFV Puma dilengkapi dengan sistem kamera dan periskop yang dapat melakukan pengawasan melingkar hingga 360 derajat. Proyeksi tampilan pengawasan itu bisa disajikan pada monitor yang diawasi oleh awak.

Secara teori, IFV seperti Puma dan sejenisnya digunakan untuk mendampingi tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank) pada misi tempur. Tapi pada kenyataannya kebanyakan dari jenis IFV yang ada tidak mampu untuk mengimbangi kelajuan MBT. Untuk menutup celah ini lah IFV Puma diproduksi. Mesin 800 kW yang digunakan Puma membuatnya sanggup mengimbangi laju MBT.

  • Bobot : 31.500 kg, 43.000 kg dengan lapisan pelindung tambahan.
  • Panjang : 7,4 m
  • Lebar : 3,7 m
  • Tinggi : 3,1 m
  • Awak : 3 + 6
  • Lapisan Pelindung : AMAP (Advanced Modular Armor Protection)
  • Persenjataan Utama : Meriam otomatis MK30-2/ABM kaliber 30 mm, kapasitas 400 peluru.
  • Persenjataan Tambahan : Senapan Mesin HK MG4 kaliber 5,56 mm kapasitas 2.000 peluru, sistekm rudal anti-tank Spike LR, 6 tabung pelontar granat kaliber 76 mm
  • Mesin : MTU V10 892 diesel 800 kW (1,100 hp)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 25,4 kW/ton
  • Suspensi : hydropneumatic
  • Jarak Jangkau : 600 km
  • Kecepatan Maksimal : 70 km/jam
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/10/ifv-puma.html

Eurocopter Tiger EC-665



Eurocopter Tiger EC-665

Galeri wallpaper foto helikopter tempur Eurocopter Tiger EC-665 :
Pada awalnya, helikopter serbu Eurocopter Tiger EC-665 dikembangkan dan dibuat untuk Angkatan Darat Jerman dan Angkatan Darat Perancis. Helikopter ini diproduksi dalam 3 konfigurasi, versi multi-peran dukungan serangan (UHT) untuk AD Jerman, multi-peran tempur (HAD) dan multi-peran dukungan tempur (HAP) untuk AD Perancis. Tiger EC-665 diproduksi oleh perusahaan Eurocopter yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan dirgantara Eropa yaitu DaimlerChrysler Aerospace (Jerman), Aerospatiale Matra (Perancis) dan CASA (Spanyol). 

Purwarupa Eurocopter Tiger EC-665 diterbangkan pertama kali pada bulan April 1991. Proses produksinya dimulai pada bulan Maret 2002. Sedangkan penerbangan perdana dari hasil produksi ini dilakukan oleh Eurocopter Tiger versi HAP pesanan Angkatan Darat Perancis pada bulan Maret 2003. 

Badan pesawat helikopter Tiger terbuat dari bahan yang terdiri dari 80% serat karbon yang diperkuat dengan polimer dan Kevlar, 11% aluminium, dan 6% titanium. Sedangkan rotor terbuat dari bahan serat plastic yang mampu menahan dari kerusakan akibat pertempuran dan serangan kawanan burung. Untuk antisipasi sambaran petir serta gelombang kejut elektromagnetik, helikopter tempur ini mengandalkan lapisan tembaga / perunggu pada badan pesawat. 

Eurocopter Tiger menyediakan kursi tandem (2 kursi depan belakang) untuk awak. Pilot duduk di kursi depan, sedangkan operator persenjataan duduk pada kursi belakang. Posisi kursi depan dan belakang diletakkan agak berlawanan sehingga pandangan ke depan operator persenjataan tidak terganggu oleh pilot.

Spesifikasi helikopter tempur Eurocopter Tiger EC-665

Karakteristik Umum :
  • Crew : 2; pilot dan operator persenjataan
  • Panjang : 14,08 m
  • Diameter rotor : 13,00 m
  • Tinggi : 3,83 m
  • Luas area lingkar rotor : 133 m²
  • Berat kosong : 3.060 kg
  • Berat maksimum lepas-landas : 6.000 kg
  • Mesin penggerak : 2 unit MTU Turbomeca Rolls-Royce MTR390, masing-masing berkekuatan 873 kW
  • Kapasitas bahan bakar internal : 1.080 kg
Kinerja :
  • Kecepatan maksimal : 315 km/jam (170 knot, 196)
  • Jarak jangkau maksimal : 1.300km
  • Batas ketinggian maksimal penerbangan : 4.000 m
  • Laju panjat : 10,7 m/detik
Persenjataan :
  • Cannon:
    • 1unit GIAT 30 kaliber 30 mm dengan 450 putaran
  • Titik keras dalam :
    • 1 unit autocannon kaliber 20 mm, atau
    • 22 unit roket SNEB kaliber 68 mm, atau
    • 4 unit rudal berpandu laser AGM-114 Hellfire
  • Titik keras luar :
    • 2 unit rudal Udara-ke-Udara Mistral, atau
    • 12 unit SNEB kaliber 68 mm
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/03/eurocopter-tiger-ec-665.html

Drone Neuron



UCAV Drone Neuron
UCAV Drone Neuron

Pabrikan pesawat asal Perancis, Dassault Aviation menyatakan telah memperlihatkan pesawat tempur tak berawak rancangan asli Eropa, Neuron, kepada para mitra industrinya dari enam negara Eropa di Paris, Jumat (20/1/2012). Drone ini akan mulai menjalani uji terbang pada bulan Juni mendatang.

Kendaraan Udara Tempur Tak Berawak (UCAV) seberat lima ton, dengan desain sayap delta itu, dirancang untuk melengkapi negara-negara Eropa dengan armada drone yang setara dengan milik Amerika Serikat yang telah terbukti efektif di berbagai medan pertempuran.

Dassault memimpin program pembuatan Neuron ini, yang dilakukan bersama dengan produsen pesawat Saab dari Swedia, Alenia dari Italia, RUAG dari Swiss, Hellenic Aerospace Industry dari Yunani, dan raksasa industri dirgantara Eropa, EADS.

Menurut Dassault, uji terbang akan dilakukan mulai pertengahan tahun ini selama dua tahun. Baru setelah itu akan diputuskan apakah pesawat ini akan diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan militer regional. Sekilas, bentuk Neuron mengingatkan pada pesawat pengebom B-2 Spirit buatan AS.
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/01/drone-neuron-pesawat-tempur-tanpa-awak.html