Selasa, 27 November 2012

Eurocopter Tiger EC-665



Eurocopter Tiger EC-665

Galeri wallpaper foto helikopter tempur Eurocopter Tiger EC-665 :
Pada awalnya, helikopter serbu Eurocopter Tiger EC-665 dikembangkan dan dibuat untuk Angkatan Darat Jerman dan Angkatan Darat Perancis. Helikopter ini diproduksi dalam 3 konfigurasi, versi multi-peran dukungan serangan (UHT) untuk AD Jerman, multi-peran tempur (HAD) dan multi-peran dukungan tempur (HAP) untuk AD Perancis. Tiger EC-665 diproduksi oleh perusahaan Eurocopter yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan dirgantara Eropa yaitu DaimlerChrysler Aerospace (Jerman), Aerospatiale Matra (Perancis) dan CASA (Spanyol). 

Purwarupa Eurocopter Tiger EC-665 diterbangkan pertama kali pada bulan April 1991. Proses produksinya dimulai pada bulan Maret 2002. Sedangkan penerbangan perdana dari hasil produksi ini dilakukan oleh Eurocopter Tiger versi HAP pesanan Angkatan Darat Perancis pada bulan Maret 2003. 

Badan pesawat helikopter Tiger terbuat dari bahan yang terdiri dari 80% serat karbon yang diperkuat dengan polimer dan Kevlar, 11% aluminium, dan 6% titanium. Sedangkan rotor terbuat dari bahan serat plastic yang mampu menahan dari kerusakan akibat pertempuran dan serangan kawanan burung. Untuk antisipasi sambaran petir serta gelombang kejut elektromagnetik, helikopter tempur ini mengandalkan lapisan tembaga / perunggu pada badan pesawat. 

Eurocopter Tiger menyediakan kursi tandem (2 kursi depan belakang) untuk awak. Pilot duduk di kursi depan, sedangkan operator persenjataan duduk pada kursi belakang. Posisi kursi depan dan belakang diletakkan agak berlawanan sehingga pandangan ke depan operator persenjataan tidak terganggu oleh pilot.

Spesifikasi helikopter tempur Eurocopter Tiger EC-665

Karakteristik Umum :
  • Crew : 2; pilot dan operator persenjataan
  • Panjang : 14,08 m
  • Diameter rotor : 13,00 m
  • Tinggi : 3,83 m
  • Luas area lingkar rotor : 133 m²
  • Berat kosong : 3.060 kg
  • Berat maksimum lepas-landas : 6.000 kg
  • Mesin penggerak : 2 unit MTU Turbomeca Rolls-Royce MTR390, masing-masing berkekuatan 873 kW
  • Kapasitas bahan bakar internal : 1.080 kg
Kinerja :
  • Kecepatan maksimal : 315 km/jam (170 knot, 196)
  • Jarak jangkau maksimal : 1.300km
  • Batas ketinggian maksimal penerbangan : 4.000 m
  • Laju panjat : 10,7 m/detik
Persenjataan :
  • Cannon:
    • 1unit GIAT 30 kaliber 30 mm dengan 450 putaran
  • Titik keras dalam :
    • 1 unit autocannon kaliber 20 mm, atau
    • 22 unit roket SNEB kaliber 68 mm, atau
    • 4 unit rudal berpandu laser AGM-114 Hellfire
  • Titik keras luar :
    • 2 unit rudal Udara-ke-Udara Mistral, atau
    • 12 unit SNEB kaliber 68 mm
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/03/eurocopter-tiger-ec-665.html

Drone Neuron



UCAV Drone Neuron
UCAV Drone Neuron

Pabrikan pesawat asal Perancis, Dassault Aviation menyatakan telah memperlihatkan pesawat tempur tak berawak rancangan asli Eropa, Neuron, kepada para mitra industrinya dari enam negara Eropa di Paris, Jumat (20/1/2012). Drone ini akan mulai menjalani uji terbang pada bulan Juni mendatang.

Kendaraan Udara Tempur Tak Berawak (UCAV) seberat lima ton, dengan desain sayap delta itu, dirancang untuk melengkapi negara-negara Eropa dengan armada drone yang setara dengan milik Amerika Serikat yang telah terbukti efektif di berbagai medan pertempuran.

Dassault memimpin program pembuatan Neuron ini, yang dilakukan bersama dengan produsen pesawat Saab dari Swedia, Alenia dari Italia, RUAG dari Swiss, Hellenic Aerospace Industry dari Yunani, dan raksasa industri dirgantara Eropa, EADS.

Menurut Dassault, uji terbang akan dilakukan mulai pertengahan tahun ini selama dua tahun. Baru setelah itu akan diputuskan apakah pesawat ini akan diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan militer regional. Sekilas, bentuk Neuron mengingatkan pada pesawat pengebom B-2 Spirit buatan AS.
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/01/drone-neuron-pesawat-tempur-tanpa-awak.html

CN-295



CN-295

Galeri wallpaper foto pesawat terbang CN-295 :

CN-295 atau yang punya nama lebih lengkap EADS CASA C-295 adalah pesawat terbang transport militer taktis dengan dua mesin turboprop yang dibuat oleh Airbus Military di Spanyol. Pesawat terbang yang bisa dioperasikan untuk berbagai misi ini merupakan pengembangan desain dari pesawat CASA CN-235 dengan penambahan lebih dari 50% kapabilitas payload dan mesin turboprop baru PW127G. C295 melakukan penerbangan perdana pada tahun 1998. Sedangkan pengguna pertamanya adalah Angkatan Udara Spanyol. Pesawat C295 diproduksi di fasilitas milik Airbus Military yang berlokasi di Bandara San Pablo Airport, Seville, Spanyol. Sebutan CN-295 adalah untuk versi produk yang dibuat bersama PT Dirgantara Indonesia. 

Pesawat ini dapat mengangkut hingga 71 pasukan, 49 penerjung payung dengan peralatan lengkap ditambah dengan satu orang penerjun utama. Untuk konfigurasi evakuasi medis (MEDEVAC), C295 dapat membawa hingga 24 tandu dengan 6 kursi tambahan untuk petugas medis. Airbus mengklaim, C295 memiliki kemampuan beragam. C295 juga memiliki APTS (Autonomous Pallet Transfer System – sistem transfer palet kargo otomatis) yang dapat diletakkan di bagian belakang pesawat. APTS ini memudahkan proses memasukkan/mengeluarkan palet kargo di daerah terpencil, tanpa membutuhkan peralatan dukungan darat.

CN-295 generasi baru ini merupakan pesawat yang ideal untuk misi militer maupun sipil bagi masyarakat – seperti misi kemanusiaan, pengawasan maritim dan pengawasan lingkungan. Berkat kekuatan, keterandalan dan sistem modern yang sederhana, pesawat taktis berukuran medium ini mempunyai kemampuan beragam dan fleksibilitas yang diperlukan untuk mengangkut personil, pasukan dan kargo dalam bentuk palet ataupun jumlah besar, evakuasi korban bencana, penugasan logistik dan komunikasi, serta kemampuan air-dropping tersertifikasi.

Kombinasi peralatan sipil/militer teknologi ganda memastikan sukses dalam menjalankan misi taktis, potensi pengembangan sistem peralatan di masa depan, serta kesesuaian dengan persyaratan lingkungan dirgantara sipil dewasa ini. Pesawat C295 merupakan bagian dari keluarga Airbus Military bagian pengangkut udara ringan dan medium, termasuk dengan pesawat yang lebih kecil seperti C212 dan CN235.

Airbus Military telah bekerjasama dengan industri penerbangan Indonesia sejak 1976 melalui kemitraan dengan PT Dirgantara Indonesia dan pendahulunya. PT DI terlibat aktif dalam produksi C212 dan CN235. Selama 35 tahun kerjasamanya, PT DI telah mengirimkan sebanyak 108 pesawat C212 dan 60 pesawat C235 untuk Airbus Military.

  • Crew: Two
  • Panjang: 24,50 m
  • Lebar Sayap: 25,81 m
  • Tinggi: 8,60 m
  • Luas Area Sayap: 59 m²
  • Berat Isi: 9.250 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas: 23.200 kg
  • Mesin Penggerak: 2 unit Pratt & Whitney Canada PW127G
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum: 576 km/jam
  • Kecepatan Jelajah: 480 km/jam
  • Jarak Jelajah: 4.300 km
  • Jarak Jelajah dengan angkutan penuh: 1.333 km
  • Jarak Jelajah Terjauh: 5.220 km
  • Ketinggian Terbang Maksimum: 7.620 m
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/02/c295-pesawat-terbang-multi-guna-dari.html

S-97 Raider



Sikorsky S-97 Raider

Sikorsky S-97 Raider adalah rancangan helikopter tempur berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh Sikorsky Aircraft dan menurut rencana akan ditawarkan sebagai helikopter serang kepada Angkatan Darat AS dan kepada peminat lainnya. 

Sikorsky S-97 Raider secara resmi diluncurkan pertama kali pada 20 Oktober 2010. Diharapkan helikopter ini bisa memenuhi kebutuhan Angkatan Darat AS yang akan menggantikan armada helikopter Bell OH-58D Kiowa Warrior. S-97 Raider bisa dioperasikan pada operasi militer khusus. Selain versi militer, helikopter ini juga tersedia dalam versi sipil. 

Sikorsky S-97 Raider dikembangkan dari desain Sikorsky X2 dan akan menggunakan mesin turboshaft General Electric T700. Secara khusus, sebuah mesin turbin yang lebih kuat sedang dikembangkan untuk helikopter tempur ini agar memiliki kecepatan jelajah diatas 200 knot. 

S-97 menggunakan rotor koaksial serta baling-baling pendorong yang terletak di belakang. Kendaraan udara ini dirancang untuk dapat membawa hingga 6 penumpang, tidak termasuk awak helikopter. Menurut rencana, 2 prototip dibuat pada bulan Oktober 2012 ini. 


Karakteristik Umum:
  • Awak : 2
  • Kapasitas Penumpang : 6 parjurit bersenjata lengkap
  • Panjang : 11 m
  • Berat Kotor : 4.057 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas : 4.990 kg
  • Diameter Rotor Utama : 10 m
Kinerja:
  • Kecepatan Jelajah : 407 km.jam (253 mph, 220 knot)
  • Kecepatan Maksimal : 444 km.jam (276 mph, 240 knot)
  • Jarak Jangkau : 570 km
  • Lama Operasional : 2 jam 40 menit
  • Batas Maksimum Ketinggian Penerbangan : 3.048 m
Persenjataan:
  • 1 unit meriam mesin kaliber .50 kapasitas 500 peluru
  • 7 poda roket

Hobart Class, Kapal Destroyer Generasi Baru Angkatan Laut Australia



Hobart Class Destroyer
Hobart Class Destroyer. Foto ini merupakan gambar reka komputer untuk tampilan kapal Air Warfare Destroyer (AWD) jika telah selesai dibangun. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Hobart Class, Kapal Destroyer Generasi Baru Angkatan Laut Australia.
HMAS Hobart adalah kapal perang jenis destroyer (perusak) generasi baru milik Angkatan Laut Australia yang sedang dalam proses pembuatan. Kapal ini bersama dua kapal sejenis yang akan menyusul dibangun, dikategorikan sebagai kapal AWD atau Air Warfare Destroyer. Selanjutnya generasi kapal perang baru ini masuk dalam kelas Hobart (Hobart Class Destroyer). 

Hobart Class Destroyer dipersiapkan untuk menggantikan armada kapal perang fregat dari kelas Adelaide dan Perth. Meskipun sebutan AWD Air Warfare Destroyer menggambarkan misi utamanya sebagai kapal perang untuk mengantisipasi serangan pesawat tempur dan rudal, kapal destroyer baru ini juga memiliki kemampuan operasi anti kapal permukaan dan kapal selam serta memberikan bantuan tembakan untuk pasukan yang sedang beroperasi di kawasan pesisir. 

Proyek AWD dimulai pada akhir tahun 2005 saat dibentuk AWD Alliance yang beranggotakanDefence Material Organisation, ASC (Australian Submarine Corporation), dan Raytheon. Sebagian besar proyek pembuatan kapal AWD ini dikerjakan oleh ASC yang bermarkas di Osborne, Adelaide, Australia Selatan. Namun desain kapal perang ini dikerjakan oleh Navantia dari Spanyol yang menggunakan kapal fregat kelas Álvaro de Bazan sebagai desain dasarnya. Rencana semula akan dibuat empat unit kapal AWD, namun akhirnya hanya tiga kapal yang akan dibuat. 

Upacara peletakkan lunas pertama sebagai tanda diawalinya proyek pembuatan 3 kapal AWD ini telah dilakukan pada 6 September 2012 (baca: Australia Memulai Proyek Pembuatan Kapal Destroyer Senilai US$ 8 Miliar). HMAS Hobart (AWD 01) adalah kapal AWD yang pertama dibuat dan diestimasikan rampung pada Maret 2016. Kemudian menyusul HMAS Brisbane (AWD 02) yang direncanakan selesai pembuatannya pada September 2017, lalu HMAS Sydney (AWD 03) diharapkan selesai dibangun pada Maret 2019. 

Spesifikai Kapal Air Warfare Destroyer atau Hobart Class Destroyer :

Karakteristik Umum :
  • Panjang : 147,2 meter
  • Lebar : 18,6 meter
  • Draft : 5,17 meter
  • Bobot : 6.250 ton
  • Bobot : 6.250 ton
  • Propulsi : 2 unit turbin gas 7LM2500-SA-MLG38 dan 2 unit mesin diesel Caterpillar Bravo 16 V Bravo
  • Kecepatan Maksimum : 28 knot (52 km/jam, 32 mph)
  • Jarak Jangkau : 9.300 km (5.800 mil laut) pada kecepatan 18 knot (33 km/jam, 21 mph)
  • Kapasitas Akomodasi : 234 orang
Radar dan Sensor
  • Radar S-band Raytheon AN/SPY-1D(V)
  • Radar X-band Northrop Grumman AN/SPQ-9B
  • Sistem kontrol tembakan Raytheon Mark 99
  • 2 unit radar navigasi X-band L-3 Communications SAM Electronics
  • Ultra Electronics Maritime Systems' Modular Multistatic Variable Depth Sonar System
  • Ultra Electronics Series 2500 electro-optical director
  • Sagem VAMPIR IR
  • Rafael Toplite
Perangkat Perang Elektronika dan Decoy
  • ITT EDO Reconnaissance and Surveillance Systems ES-3701 ESM radar
  • SwRI MBS-567A communications ESM system
  • Ultra Electronics Avalon Systems multipurpose digital receiver
  • Jenkins Engineering Defence Systems low-band receiver
  • 4 unit Nulka decoy launchers
  • 4 unit 6-tube multipurpose decoy launchers
Persenjataan :
  • Sistem peluncur vertikal : 48-cell Mark 41 untuk rudal RIM-66 Standard dan rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow
  • 2 unit peluncur rudal Harpoon (masing-masing berisi 4 rudal)
  • 1 unit meriam Mark 45 Mod 4 kaliber 127 mm
  • 2 unit peluncur torpedo Mark 32 Mod 9 untuk torpedo jenis Eurotorp MU90
  • 1 unit Phalanx CIWS
  • 2 unit meriam otomatis M242 Bushmaster
Fasilitas Landasan Udara :
  • 1 unit helikopter S-70B-2 Seahawk
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/09/hobart-class-kapal-destroyer-generasi-baru-angkatan-laut-australia.html

Piranha, kapal perang tanpa awak berbahan Nanomaterial



Piranha USV
Kita sudah sering mendengar atau membaca tentang UAV (Unmanned Aerial Vehicle), sebutan yang digunakan untuk pesawat yang mampu beroperasi atau terbang tanpa awak / pilot. Tapi bagaimana dengan USV (Unmanned Surface Vehicle)? Ini sebutan untuk kendaraan permukaan (tanah dan laut) yang mampu berjalan atau bergerak tanpa pengemudi. 

Zyvex mungkin bisa jadi perusahaan pertama di dunia yang mengembangkan kapal tanpa awak (USV) dari bahan Nanomaterial. Perusahaan yang sebenarnya lebih banyak bergerak di bidang nano-teknologi ini telah mengembangkan kapal militer tanpa awak yang dinamakan Piranha. Pada November 2011 lalu, Zyvex mengumumkan bahwa kapal USV rancangan mereka sudah menjadi prototype yang lengkap. Byron Nutley, Vice President pada divisi Zyvex Marine, mengklaim bahwa Piranha adalah satu-satunya kapal di dunia yang terbuat dari bahan Nanomaterial. Tapi apakah Piranha memang sebuah kapal USV yang dilengkapi teknologi tercanggih, dan apa kapal ini memang dibutuhkan oleh pihak Angkatan Laut? 

Menurut info yang beredar, prototype Kapal USV Piranha masih jauh dari konsep awal. Kapal ini masih menggunakan Arovex, serat karbon ringan yang lebih menjanjikan peningkatan efisiensi dibanding bahan aluminium dan fiberglass. Hasil test prototype menunjukkan bahwa kapal dengan panjang 54 kaki ini hanya mengkonsumsi 45,4 liter bahan bakar per jam pada kecepatan jelajah 24 knot (44 km/jam). 75% lebih hemat dibandingkan kapal konvensional yang masih sekelas yang membutuhkan konsumsi bahan bakar 189 liter per jam. Artinya, Piranha mampu menempuh jarak 10 kali lebih jauh dibanding kapal biasa.

Dalam skala prototype yang lebih besar, bagi militer, kendaraan yang mampu menghemat bahan bakar dalam jumlah besar bisa menjadi keunggulan strategis yang signifikan. Terlebih untuk operasional militer jarak jauh. Dalam sebuah pernyataan, Zyvex menyampaikan : "Sejauh ini Angkatan Laut dan pemasok peralatan lebih memilih membangun USV dengan bahan dari karet, aluminium, dan fiberglass. Ini memang pilihan yang bagus, tapi masih kurang. Jika USAF dan RAF dapat mengendalikan pesawat tempur yang terbang di Afganistan dari sebuah ruangan di Nevada, lalu mengapa US Navy dan Coast Guard tidak dapat menyelesaikan misi-misi kapal patrolinya yang sepenuhnya dioperasikan dari jarak jauh?" 

Zyvex Marine juga menyampaikan bahwa mereka tidak hanya menawarkan Piranha kepada pihak Angkatan Laut. Perusahaan ini sudah mengumumkan 2 platform baru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari kapal USV Piranha, yaitu LRV-11 dan LRV-17, yang keduanya akan ditawarkan dalam konfigurasi berawak dan tanpa awak. Tapi masih belum ada penjelasan tentang bentuk dan spesifikasi kedua model kapal itu. 

Pihak Zyvex menegaskan bahwa kapal ultra-modern akan menjadi era baru supremasi Angkatan Laut dimana penggunaan kapal konvensional yang biasanya dalam jumlah besar dinilai terlalu mahal dan juga sudah tidak diinginkan lagi. Kapal ultra-modern dengan kemampuan gerak yang lebih cepat dan gesit lebih dibutuhkan untuk mengantisipasi ancaman yang biasanya datang dari para pembajak, pelarian dan teroris bersenjata. Mungkin karena alasan ini Zyvex hendak menunjukkan bahwa kapal USV produksinya akan sangat berperan dalam pengawalan pelayaran dan patrol jarak jauh. Kapal USV juga dapat digunakan untuk sebuah pengintaian sebelum meluncurkan rudal Helfire atau torpedo Mark 54. 

Zyvex menyampaikan memang banyak misi kendaraan tempur yang masih membutuhkan campur tangan manusia karena banyak orang yang masih menginginkan kondisi seperti itu. Tapi konsep kapal USV Piranha lebih memiliki kecepatan dan kegesitan yang bisa menukar terbuangnya banyak waktu yang dibutuhkan oleh kapal konvensional untuk bisa secepatnya menuju tempat yang dibutuhkan. 

http://prokimal-online.blogspot.com/2012/04/piranha-kapal-perang-tanpa-awak.html

Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank



Spike LR
Spike LR adalah sistem peluncur rudal portable anti tank generasi keempat. Sistem peluncur rudal Spike LR digunakan oleh banyak kalangan militer untuk menggantikan MILAN. Beberapa fitur rudal yang sekarang dibuat juga oleh Jerman ini memiliki kemiripan dengan Javelin, rudal penjagal tank buatan AS. PROKIMAL ONLINE | Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank.
Rudal anti-tank buatan Israel ini dipergunakan untuk menggantikan MILAN sebagai rudal utama penghancur tank pada kesatuan Bundeswehr. Identitas Yahudinya dikubur setelah Rheinmetall Dusseldorf dan Diehl BGT Defence membentuk mayoritas saham Eurospike LR untuk membuatnya di Jerman berdasarkan lisensi. 70% dari total komponen diproduksi sendiri di Jerman. Jerman memiliki 4.000 MELLS (Multipurpose Guided Missile Systems), dan 311 diantaranya digunakan pada kendaraan tempur (ranpur) Puma. 

Spike LR memiliki sejumlah fitur yang kurang lebih mirip dengan Javelin milik AS. Prinsip dasarnya adalah pemakai mengunci sasaran (target) dengan menggunakan CLU (Command Launch Unit) yang berbasis infra merah, dan rudal akan mengikuti titik jatuhnya berkas sinar infra merah tersebut dalam kondisi terkunci sehingga tim penembak tak perlu mengunci sasaran secara terus-menerus. Setelah sasaran berhasil dihancurkan, tim penembak bisa melepas CLU dan tripod, serta membuang bekas tabung peluncurnya yang berbahan fiberglass.

Desain rudal Spike
Desain rudal Spike.
Rudal Spike terhubung dengan kawat fiber optik sehingga informasi dari CLU bisa diupdate ke dalam rudal yang sedang meluncur. Ini berarti sasaran bisa diubah dan terus mengikuti target yang bergerak (bermanuver). Tim penembak juga bisa meluncurkan rudal ke satu arah lalu membelokkannya ke arah target untuk menghindari kemungkinan lawan mendeteksi keberadaan tim peluncur Spike LR. Spike LR juga memiliki fitur soft launch, rudal terlontar terlebih dahulu, baru motor roket menyala sehingga Spike aman ditembakkan dari dalam ruangan tertutup. 

Agar mampu menjebol lapisan baja pada tank atau ranpur modern yang biasanya dilengkapi sistem perlindungan tambahan, Spike dibekali hulu ledak tandem berbasis shaped charge, yang pertama menjebol lapisan pelindung dan yang kedua untuk menjebol lapisan baja yang sesungguhnya untuk memastikan kesuksesan menghantam lawan. Dalam skenario tertentu, Spike LR bahkan dapat digunakan untuk menyasar helikopter. 

Kementerian Pertahanan Jerman membeli Spike LR untuk ranpur Puma AFV, peleton infanteri anti-tank, pasukan khusus KSK dan MSK. Untuk infanteri, satu orang prajurit didesain untuk membawa dua tabung peluncur sekaligus (berat total 28 kg), sementara prajurit lainnya membawa CLU. 


Desain : Rafael Advanced Defence Systems. 
Produksi : 1997 (digunakan AB Jerman sejak 2008).
Jenis : Rudal Anti-tank.
Bobot : 14 kg (hulu-ledak), 5 kg (CLU / Command Launch Unit), 2,8 kg (Tripod). 
Jarak Efektif : 4.000 meter. 
Panjang : 1.670 mm.

Pindad SS2



Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad
Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad ini telah digunakan oleh TNI sejak tahun 2006. SS2 merupakan pengembangan senapan serbu dari generasi sebelumnya, Senapan Serbu 1 (SS1). Menurut Wikipedia, lebih dari 25.000 unit SS2 dengan berbagai varian telah digunakan oleh TNI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pindad SS2 (senapan Serbu 2).
SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki berat yang lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006, TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2.

SS2 mulai dikembangkan antara tahun 2002 hingga 2003. Pada tahun 2005 senapan serbu ini mulai diproduksi. Semua kekurangan pada senapan serbu generasi sebelumnya (SS1) telah diminimalisir pada produk SS2.

SS2 digunakan oleh tentara Indonesia sejak tahun 2005, dan juga sudah diekspor. Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.

Varian SS2 (Senapan Serbu 2) :
  • SS2-V1 : Varian awal SS2 dengan basis SS1.
  • SS2-V2 : Varian karabin dari SS2-V1.
  • SS2-V3 : Produksi dibatalkan.
  • SS2-V4 : Varian laras yang diperpanjang, pisir (pembidik besi) diganti teleskop. Dirancang untuk penembak jitu dan pasukan khusus.
  • SS2-V5 : Versi kompak dari model SS2-V1.
Data-data Umum Senapan Serbu 2 (SS2) :
  • Tipe : Senapan serbu
  • Negara Asal : Indonesia
  • Sejarah Pemakaian : Digunakan 2006 - sekarang
  • Pengguna : Indonesia
  • Produsen : PT Pindad
  • Berat : 3,2 kg (kosong)
  • Panjang : 930 mm
  • Panjang Laras : 460 mm
  • Peluru : 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5.56 x 45 mm
  • Mekanisme : Piston gas, bolt berputar
  • Kecepatan Tembak : 700 butir/menit
  • Kecepatan Peluru : 710 m/s
  • Jarak Efektif : 450 m
  • Pengisian : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi (pisir)
wikipedia.org