Selasa, 27 November 2012

WR-40 Langusta



WR-40 Langusta
WR-40 Langusta termasuk salah satu sistem persenjataan yang ada dalam daftar belanja pertahanan TNI. Hal ini ditandai dengan kunjungan ke Polandia pada tanggal 23 – 29 Oktober 2010 yang dilakukan oleh sejumlah pejabat TNI untuk melihat langsung uji coba dan kinerja dari sistem peluncur roket Artileri WR-40 Langusta buatan Polandia ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | WR-40 Langusta, Sistem Peluncur Roket Artileri Buatan Polandia.
Modul sistem peluncur roket multi laras (MLRS: Multiple Launch Rocket SystemWR-40 Langusta dibuat oleh Wojskowej HSW S.A, Polandia. Awalnya modul ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Polandia guna menggantikan BM-21 yang sudah lama dan usang. Dengan truck Jelcz P662D.35G-27 sebagai wahana pengangkutnya, MLRS WR-40 Langusta dapat dibawa menjelajahi medan hingga sejauh 650 km. 40 tabung peluncur yang terpasang dibadannya mampu memuntahkan roket sejauh 1,6 km - 42 km dengan sudut tembakan maksimal 30 derajat.

Sama halnya dengan RM-70 Grad Ceko yang dimiliki Marinir TNI AL, WR-40 Langusta buatan Polandia ini juga menggunakan kaliber 122 mm. Keduanya sama-sama hasil pengembangan dari artileri roket MLRS model lama BM-21 buatan Uni soviet (Rusia). Perbedaan yang mencolok pada kedua sistem peluncur roket artileri ini adalah RM-70 Grad dapat melakukan pengisian secara otomatis dengan sistim autoloader sedangkan pengisian ulang roket pada WR 40 Langusta dilakukan secara manual oleh awak unit dengan memakan waktu sekitar 7 menit.

Untuk penyesuaian medan, RM-70 Grad yang memiliki bobot tempur 25 – 30 ton dinilai masih kurang fleksibel di banding WR 40 Langusta karena para awaknya akan bekerja lebih ekstra untuk mencari lokasi yang tepat dijadikan sebagai tempat peluncuran roket kearah lawan. Berbeda dengan WR 40 Langusta dengan panjang yang lebih pendek dan ringan akan memudahkan awaknya mencari posisi atau lokasi untuk memberikan bantuan tembakan ke garis depan.

Selain memberikan payung tembakan terhadap pasukan infanteri kawan WR 40 Langusta juga dapat digunakan sebagai penghambat laju pasukan infanteri lawan dengan menembakkan amunisi yang sudah dimuati ranjau anti personel untuk ditebar dan ditanam di wilayah lawan.

Pada kabin WR-40 Langusta memiliki sistem pengaturan yang tergolong cukup canggih dikelasnya. Semuanya sudah terintegrasi dalam satu pusat kontrol yaitu dari dalam kabin. Di dalamnya terdapat panel pengatur tembakan serta sistem GPS yang dapat membantu memberikan tembakan akurat. Selain itu juga terdapat pengatur tekanan roda otomatis untuk memudahkan kendaraan melintasi medan berat serta tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.

Dari segi kebutuhan amunisi roket 122 mm untuk WR 40 Langusta dan RM 70 Grad, Departemen Pertahanan (Dephan) bekerjasama dengan industri strategis Indonesia seperti Lapan dan Pindad untuk melakukan riset pengembangan roket berdiameter 122 mm (Rhan). Meski saat ini daya jelajah roket hasil riset kedua institusi tersebut masih tergolong kurang maksimal yaitu 14 km namun akan terus dikembangkan sampai mencapai jarak yang diharapkan untuk menopang kebutuhan amunisi jenis roket yang dibutuhkan oleh TNI.

Secara taktis keberadaan WR 40 Langusta akan dapat membantu memobilisasi gerak pasukan infanteri untuk menerobos masuk kewilayah lawan dengan cepat serta memberikan payung tembakan yang akurat.

Spesifikasi WR 40 Langusta
  • Awak : 4 - 6 orang
  • Kendaraan angkut : Truck Jelcz P662D.35G-27
  • Sistem gerak : 6×6
  • Mesin : Diesel Iveco Aifo Cursor 8, daya 350 Hp
  • Kecepatan maks : 85 km/jam
  • Jarak operasional : 650 km
  • Berat total : 40 ton
  • Panjang : 8,58 m
  • Tinggi : 2,74 m
  • Lebar : 2,54 m
  • Kaliber roket : 122 mm
  • Jumlah laras : 40 tabung
  • Jarak tembak : 1.6 - 42 km

Tidak ada komentar:

Posting Komentar