Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012

Eurocopter Tiger EC-665



Eurocopter Tiger EC-665

Galeri wallpaper foto helikopter tempur Eurocopter Tiger EC-665 :
Pada awalnya, helikopter serbu Eurocopter Tiger EC-665 dikembangkan dan dibuat untuk Angkatan Darat Jerman dan Angkatan Darat Perancis. Helikopter ini diproduksi dalam 3 konfigurasi, versi multi-peran dukungan serangan (UHT) untuk AD Jerman, multi-peran tempur (HAD) dan multi-peran dukungan tempur (HAP) untuk AD Perancis. Tiger EC-665 diproduksi oleh perusahaan Eurocopter yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan dirgantara Eropa yaitu DaimlerChrysler Aerospace (Jerman), Aerospatiale Matra (Perancis) dan CASA (Spanyol). 

Purwarupa Eurocopter Tiger EC-665 diterbangkan pertama kali pada bulan April 1991. Proses produksinya dimulai pada bulan Maret 2002. Sedangkan penerbangan perdana dari hasil produksi ini dilakukan oleh Eurocopter Tiger versi HAP pesanan Angkatan Darat Perancis pada bulan Maret 2003. 

Badan pesawat helikopter Tiger terbuat dari bahan yang terdiri dari 80% serat karbon yang diperkuat dengan polimer dan Kevlar, 11% aluminium, dan 6% titanium. Sedangkan rotor terbuat dari bahan serat plastic yang mampu menahan dari kerusakan akibat pertempuran dan serangan kawanan burung. Untuk antisipasi sambaran petir serta gelombang kejut elektromagnetik, helikopter tempur ini mengandalkan lapisan tembaga / perunggu pada badan pesawat. 

Eurocopter Tiger menyediakan kursi tandem (2 kursi depan belakang) untuk awak. Pilot duduk di kursi depan, sedangkan operator persenjataan duduk pada kursi belakang. Posisi kursi depan dan belakang diletakkan agak berlawanan sehingga pandangan ke depan operator persenjataan tidak terganggu oleh pilot.

Spesifikasi helikopter tempur Eurocopter Tiger EC-665

Karakteristik Umum :
  • Crew : 2; pilot dan operator persenjataan
  • Panjang : 14,08 m
  • Diameter rotor : 13,00 m
  • Tinggi : 3,83 m
  • Luas area lingkar rotor : 133 m²
  • Berat kosong : 3.060 kg
  • Berat maksimum lepas-landas : 6.000 kg
  • Mesin penggerak : 2 unit MTU Turbomeca Rolls-Royce MTR390, masing-masing berkekuatan 873 kW
  • Kapasitas bahan bakar internal : 1.080 kg
Kinerja :
  • Kecepatan maksimal : 315 km/jam (170 knot, 196)
  • Jarak jangkau maksimal : 1.300km
  • Batas ketinggian maksimal penerbangan : 4.000 m
  • Laju panjat : 10,7 m/detik
Persenjataan :
  • Cannon:
    • 1unit GIAT 30 kaliber 30 mm dengan 450 putaran
  • Titik keras dalam :
    • 1 unit autocannon kaliber 20 mm, atau
    • 22 unit roket SNEB kaliber 68 mm, atau
    • 4 unit rudal berpandu laser AGM-114 Hellfire
  • Titik keras luar :
    • 2 unit rudal Udara-ke-Udara Mistral, atau
    • 12 unit SNEB kaliber 68 mm
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/03/eurocopter-tiger-ec-665.html

S-97 Raider



Sikorsky S-97 Raider

Sikorsky S-97 Raider adalah rancangan helikopter tempur berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh Sikorsky Aircraft dan menurut rencana akan ditawarkan sebagai helikopter serang kepada Angkatan Darat AS dan kepada peminat lainnya. 

Sikorsky S-97 Raider secara resmi diluncurkan pertama kali pada 20 Oktober 2010. Diharapkan helikopter ini bisa memenuhi kebutuhan Angkatan Darat AS yang akan menggantikan armada helikopter Bell OH-58D Kiowa Warrior. S-97 Raider bisa dioperasikan pada operasi militer khusus. Selain versi militer, helikopter ini juga tersedia dalam versi sipil. 

Sikorsky S-97 Raider dikembangkan dari desain Sikorsky X2 dan akan menggunakan mesin turboshaft General Electric T700. Secara khusus, sebuah mesin turbin yang lebih kuat sedang dikembangkan untuk helikopter tempur ini agar memiliki kecepatan jelajah diatas 200 knot. 

S-97 menggunakan rotor koaksial serta baling-baling pendorong yang terletak di belakang. Kendaraan udara ini dirancang untuk dapat membawa hingga 6 penumpang, tidak termasuk awak helikopter. Menurut rencana, 2 prototip dibuat pada bulan Oktober 2012 ini. 


Karakteristik Umum:
  • Awak : 2
  • Kapasitas Penumpang : 6 parjurit bersenjata lengkap
  • Panjang : 11 m
  • Berat Kotor : 4.057 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas : 4.990 kg
  • Diameter Rotor Utama : 10 m
Kinerja:
  • Kecepatan Jelajah : 407 km.jam (253 mph, 220 knot)
  • Kecepatan Maksimal : 444 km.jam (276 mph, 240 knot)
  • Jarak Jangkau : 570 km
  • Lama Operasional : 2 jam 40 menit
  • Batas Maksimum Ketinggian Penerbangan : 3.048 m
Persenjataan:
  • 1 unit meriam mesin kaliber .50 kapasitas 500 peluru
  • 7 poda roket

Kamis, 08 September 2011

UH-72A Lakota

UH-72A Lakota, Andalan Baru AD AS

Evakuasi medis, angkut logistik, hingga patroli dalam negeri. Itu tadi merupakan daftar tugas-tugas yang bakal diemban UH-72A Lakota, heli baru milik AD AS. Memang terdengar biasa-biasa saja. Apalagi bila melihat satuan pengguna adalah Army National Guard, so pasti banyak orang berpikir heli ini bukanlah mesin perang canggih dengan segudang teknologi yang spektakuler.

Lepas dari situasi yang tergolong adem ayem tadi, bisa dibilang Lakota sebenarnya merupakan terobosan luar biasa. Biarpun predikat tadi cuma berlaku bagi Eurocopter-EADS. Pasalnya, inilah untuk kali pertama sebuah heli desain asli Eropa mampu mengambil hati petinggi-petinggi Pentagon.

Keputusan Pentagon tadi bukanlah cuma sekadar basa-basi buat mempererat hubungan AS-Eropa yang kian merenggang gara-gara ulahnya di Irak. Namun benar-benar disebabkan karena desakan kebutuhan dilapangan. Begini kira-kira gambarannya. Saat ini Army National Guard mengoperasikan setidaknya tiga tipe heli. Masing-masing adalah Bell UH-1 Huey, OH-58 Kiowa, Sikorsky UH-60 Blackhawk. Dari segi usia, dua tipe pertama sudah kedaluarsa. Sementara UH-60 biarpun tergolong baru namun banyak unit yang harus dikerahkan buat mendukung operasi pasukan AS di garis depan. Apa boleh buat, pengadaan heli barupun mesti digelar.

Partner lokal
Rencana pembelian heli ringan serbaguna atau dikenal dengan nama program LUH (Light Utility Helicopter) muncul ditahun 2005. Kala itu pihak AD AS secara resmi berniat memborong sekitar 322 unit heli ringan baru. Eurocopter jadi salah satu pabrikan heli yang ikut dalam sayembara tadi. Modal yang dibawa adalah UH-145 yang tak lain merupakan versi militer dari heli EC-145.

Tentu saja Eurocopter punya alasan kuat untuk menurunkan tipe EC-145 dalam ajang. Dari segi legalitas misalnya varian ini telah mengantongi sertifikasi kelayakan terbang dari pihak berwenang di AS (US airworthiness authorities). Selanjutnya ditengok dari segi teknis UH-145 menyodorkan sejumlah keunggulan. Dimulai dari volume kabin yang tergolong paling lega di kelasnya. Pintu-pintu, termasuk pintu bagasi belakang yang berguna untuk akses keluar-masuk tandu dibuat lebar. Dibekali sepasang mesin heli juga sudah mengadopsi teknologi glass-cockpit, autopilot generasi terakhir, serta rotor utama non-engsel (hingeless) guna meminimalisir vibrasi dan perawatan.

Bergeser ke soal safety, sudah pasti sesuai dengan yang disyaratkan pihak AD. Sebagai gambaran, sistem pasokan bahan bakar dibuat terpisah satu sama lain. Dengan demikian bila salah satu mesin ngadat tak akan berpengaruh pada mesin lainnya. Fitur keamanan berikutnya, seluruh kursi heli dibuat sedemikian rupa agar mampu menyerap energi hantaman saat heli harus mendarat darurat. Karakter serupa juga dimiliki oleh tubuh heli.

Selain menyodorkan keunggulan, Eurocopter pun juga menerapkan taktik lain agar Pentagon benar-benar ikhlas memakai produknya. Menggandeng sejumlah partner lokal, itulah taktik yang dipakai Eurocopter sejak awal program LUH dicanangkan. Daftarnya lumayan banyak. Sebut saja mulai dari pabrikan heli kondang AS, Sikorsky, WestWind Technologies, dan CAE.

Lantas sekarang apa fungsi dari rekanan-rekanan lokal tadi dalam program? Taruhlah contoh untuk Sikorsky misalnya. Produsen heli Blackhawk ini dipercaya untuk mendukung kelancaran logistik bagi perakitan Lakota. Termasuk didalamnya perbaikan dan overhaul mesin, avionik maupun sistem autopilot. Kemudian ada WestWind Technologies yang dipercaya buat mendukung sepenuhnya piranti pengatur misi, modifikasi pada airframe, hingga dukungan teknis dan manajemen.

Sampai saat ini rencana Pentagon untuk memborong lebih dari 300 unit UH-72A Lakota tetap belum berubah. Semua heli akan dibuat di pabrikan Eurogopter yang berlokasi di Columbus, Mississippi. Bisa jadi kesuksesan Lakota merupakan langkah pembuka bagi heli-heli buatan Eropa lain mendominasi pangsa militer di Negeri Paman Sam yang terkenal punya parameter super ketat. Kita tunggu saja.

Spesifikasi
Volume kabin, termasuk kokpit: 8,08 meter kubik.
Kapasitas angkut: sembilan orang plus satu atau dua pilot.
MTOW: 3,585 kg.
Kapasitas sling: 1,5 ton.
Kapasitas BBM: 694 kg.
Sumber tenaga: sepasang mesin Arriel 1E2
Tenaga take-off: 550 kW

Jumat, 17 Juni 2011

Kamov Ka-31

 Kamov Ka-31

Heli Kamov Ka-31Airborne Earky Warning (AEW) merupakan pengembangan dari heli sebelumnya yang pernah dioperasikan oleh AL Rusia, Ka-27. Pengembangan atau upgrade dari Ka-27 menjadi Ka-31 adalah pada peningkatan avionic, mesin, perangkat komunikasi, ukuran kokpit yang lebih luas dan lainnya. Peralatan yang kemudian dipasang pada Ka-31 adalah GPS Kronstadt Kabris 12, mesin TV3-117 V MAR x2, radar TA-8Ka APU, peeralatan digital 16 saluran yang mampu menjangkau jarak 250 mil, radar E-801 MOKO (Eye) dan lainnya. Dengan berbagai perangkat baru itu kemampuan Ka-31 sebagai heli Early Warning System menjadi lebih maksimal dan hamper menyamai kemampuan pesawat AWACS. Produksi Ka-31 dimulai tahun 1987. Hingga tahun 1995, Ka-31 dioperasikan oleh kapal induk Admiral Kuznetcov dan dertroyer Sovremenny. AL China yang sudah memesan Ka-31 dan kemungkinan akan ditempatkan dikapal induk Varyag, jelas makin membuat kekuatan air support bertambah.

Role Airborne early warning
Manufacturer Kamov
First flight 1983
Introduced 1995
Status In service Primary users Russian Navy
Indian Navy
Produced 1985-
Number built >35
Unit cost $23 million (1999 rates)
Developed from Kamov Ka-27
General characteristics
• Crew: Two (Pilot+NSO)
• Length: 12.5m ()
• Rotor diameter: 2x 14.50 m (2x 47 ft 7 in)
• Height: 5.6m ()
• Max takeoff weight: 12,200kg
• Powerplant: 2× Isotov TV3-117VMAR turboshaft, 1633 kW (1217.7 hp) each
Performance
• Maximum speed: 250 km/h (135 knots, 166 mph)
• Cruise speed: 205 km/h (110 knots, 126 mph)
• Range: 600 km (324 nautical miles)
• Service ceiling: 3500 meters (11,483 feet)

Selasa, 03 Mei 2011

Denel AH-2 Rooivalk.

Denel AH-2 Rooivalk.

Rooivalk merupakan helicopter serbu dengan dua awak tempat duduk berkonfigurasi tandem dengan tempat duduk bagian belakang agak tinggi dari tempat duduk depan.

Awak senjata (WSA-Weapon System Officer) berposisi pada kursi depan sedangkan pilot pada kursi belakang.

Kursi helicopter Rooivalk dirancang dan dibuat dengan sangat kokoh (crashworthy) serta berlapis baja yang dilengkapi dengan perankat tongkat kendali gabungan (HOCAS-hands-on collective and stick).

Untuk awak helicopter Rooivalk ini dilengkapi dengan helmet khusus yang dibuat oleh pabrik Thales Avionic, Perancis. Helmet ini dilengkapi dengan perangkat display khusus (helmet-mounted sight display) versi TopOwl. Dengan demikian helmet ini berfungsi sebagai head-up display untuk informasi pada pola terbang NOE (Nap-on-the-earth).

Selain itu Helmet TopOwl juga terintegrasi dengan system senjata yang dibawa oleh pesawat seperti cannon, atau rudal udara-ke-udara. TopOwl juga terintegrasi dengan Gen IV image intensifier dan FLIR serta efektif untuk digunakan baik pada siang maupun malam hari.

Kerangka pesawat Rooivalk dirancang untuk tidak menimbulkan kerusakan serius apabila mengalami jatuh (crash-resistant structure) serta low radar, visual, infrared dan acoustic signature.

Kendali penembakan dan sarana observasi. Dalam melakukan kegiatan deteksi, akuisisi dan penjejakan terhadap target helicopter ini dilengkapi dengan sarana otpik yang dipasang pada bagian hidung pesawat, perangkat optic ini disebut sebatai TDATS (Target Detection Acquisition and Tracking System).

TDATS dilengkapi dengan low-level television sensor, FLIR, autotracker, laser rangefinder dan laser designator. Sehingga dalam pembidikan persenjataan yang dibawa akan lebih akurat.

Perangkat Navigasi dan Komunikasi. Perangkat navigasi yang dibawa oleh helicopter ini termasuk pada kategori yang mutakhir, termasuk diantaranya Doppler Radar Velocity Sensor, GPS 8 kanal dari Thales Avionic, Heading Sensor Unit (HSU) dan Air Data Unit (ADU).

Perangkat komunikasinya terdiri dari dua transceiver VHF/UHF dengan frequensi FM, AM, dan pemroses pembicaraan digital, satu radio HF dengan frequency hopping dan secure voice, data channel serta IFF transponder.

Kemampuan Serang. Helikopter yang dirancang untuk menghadapi target darat berupa kendaraan lapis baja maupun bunker pertahanan serta untuk menghadapi helicopter tempur lawan berkemampuan jelajah dengan kecepatan maksimum 150 knot dengan kemampuan gerak menanjak keudara sekitar 2.620 kaki per menit pada posisi dua mesin hidup, atau 1.280 kaki per menit dengan satu mesin.

Perangkat Navigasi dan Komunikasi. Perangkat navigasi yang dibawa oleh helicopter ini termasuk pada kategori yang mutakhir, termasuk diantaranya Doppler Radar Velocity Sensor, GPS 8 kanal dari Thales Avionic, Heading Sensor Unit (HSU) dan Air Data Unit (ADU).

Perangkat komunikasinya terdiri dari dua transceiver VHF/UHF dengan frequensi FM, AM, dan pemroses pembicaraan digital, satu radio HF dengan frequency hopping dan secure voice, data channel serta IFF transponder.

Kemampuan Serang. Helikopter yang dirancang untuk menghadapi target darat berupa kendaraan lapis baja maupun bunker pertahanan serta untuk menghadapi helicopter tempur lawan berkemampuan jelajah dengan kecepatan maksimum 150 knot dengan kemampuan gerak menanjak keudara sekitar 2.620 kaki per menit pada posisi dua mesin hidup, atau 1.280 kaki per menit dengan satu mesin.

Hover ceiling maksimum (OGE - out of ground effect) mencapai ketinggian 17.900 kaki, sedangkan untuk IGE - in ground effect, mencapai 19.200 kaki.
Mesin penggerak yang digunakan adalah dua buah mesin Makila 1K2 yang menghasilkan take-off rating sebesar 2.243 kW, sedangkan dengan satu mesin (super continence) akan menghasilkan kekuatan 1.660 kW.

Persenjataan.  ROOIVALK dapat membawa berbagai jenis system persenjataan yang disesuaikan dengan misi tempur yang akan dilaksanakannya.  Pesawat ini memiliki kelincahan maneuver yang tinggi sehingga dengan persenjataan yang dibawanya dapat menghadapi multiple target baik pada jarak pendek maupun jarak jauh.

Perlengkapan persenjataan antara lain pada bagian bawah hidung pesawat berupa kanon, dan berbagai jenis munisi pada bagian bawah sayapnya.

Kanon yang dibawa berupa kanon F2 dual-feed, gas operated caliber 20mm dengan kemampuan penembakan rata-rata 740 butir peluru per menit dan kecepatan peluru 1.100 meter per detik.  Kotak amunisi (ammunition bins) berkapasitas 700 butir siap tembak.

Persenjataan misil yang dibawa antara lain misile anti-armour jarak jauh jenis Mokopa yang dibuat oleh Divisi Kentron dari Denel.  Mokopa merupakan semi-active laser seeker head dilengkapi dengan hulu ledak tandem, dengan jarak tembak efektif mencapai 8,5 km.  ROOIVALK juga dapat dilengkapi dengan misil Hellfire atau HOT 3.

Selain itu juga dapat membawa empat misil udara-ke-udara seperti V3C Darter dari Denel Aerospace Systems, atau Mistral dari MBDA.  V3C Darter memiliki sarana pencari dengan infrared serta penentuan target dengan menggunakan helmet awak pesawat.  Untuk persenjataan roket digunakan roket caliber 70mm jenis FFAR buatan Belgia.
Data Teknis.
Panjang keseluruhan pesawat (rotor utama ke rotor ekor) : 18.732 mm
Diameter rotor utama                                    : 15.580 mm
Berat take-off maksimum                                 :  8.750 kg
Bobot operasi minimum                                   :  5.730 kg
Bahan baker internal maksimum                           :  1.469 kg

Minggu, 01 Mei 2011

SH-60B/F Seahawk

SH-60B/F Seahawk

Semasa 1970-an, AL AS mulai mencari helikopter baru untuk menggantikan SH-2 Seasprite. Helikopter ini digunakan AL AS sebagai platform bagi Light Airbone Multi-Purpose System (LAMPS) Mk I yang sesuai dengan maritime warfare. Teknologi sensor dan avionik yang dikembangkan akhirnya menghasilkan LAMPS Mk II suite. Akan tetapi SH-2 tidak cukup besar untuk mengangkut perangkat yang dibutuhkan AL.

Pertengahan 1970-an AD mengkaji helikopter Boeing-Vertol YUH-61 untuk Utility Tactical Transport Aircraft System (UTTAS). Berbasis AL adalah persyaratan pada spesifikasi UTTAS AD karena dengan prinsip commonality biaya bisa diturunkan. Sikorsky dan Boeing-Vertol memasukkan proposal untuk versi AL dari helikopter UTTAS AD pada April 1977 untuk dikaji. Sementara itu, AL juga mengkaji helikopter yang sedang diproduksi oleh Bell, Kaman, Westland, dan MBB. Akan tetapi semuanya terlalu kecil untuk misis yang diharapkan. Awal 1978, AL memilih rancangan Sikorsky S-70B yang dinamai SH-60 B Sea Hawk.

Sea hawk berevolusi dari Sikorsky UH-60A Black Hawk yang dioperasikan oleh AD AS. SH-60B secara dramatis mengalami peningkatan dalam hal pemeliharaan dan keandalan. Helikopter ini bisa dibilang paling maju dalam hal keselamatan dan daya bertahan dibandingkan dengan helikopter manapun dalam daftar AL AS. SH-60B Seahawk lebih dikenal dengan sebutan helikopter LAMPS Mk III. Helikopter ini memiliki standarisasi kemampuan untuk mendeteksi, mengklaisifikasi, mengalokasi, dan mencegat kapal maupun kapal selam.

Setelah SH-60B mulai dioperasi, AL mulai mengembangkan varian SH-60F untuk menggantikan SH-3 Seaking. Contoh pertama SH-60F terbang pada 19 Maret 1987. Sh-60F merupakan versi berbasis kapal induk dari SH-60B. Satu perbedaan utama, SH-60B dirancang dioperasikan dari fregat dan destroyer serta memberikan perlindungan di lingkar luar armada. Sedangkan SH-60F memberikan perlindungan di lingkar dalam dan dioperasikan dari dek kapal induk armada AL AS, baik yang konvensional maupun yang nuklir.

Perbedaan utama lainnya adalah berkisar bagaimana menjalankan misi ASW. Sementara SH-60B meluncurkan sonobuoys dan beroperasi sebagai unit mandiri, SH-60F bekerja secara tandem dengan SH-60F lainnya, terbang diatas satu titik dan menurunkan dipping sonar untuk mendengarkan kapal selam.

Spesifikasi :
Awak : pilot, kopilot + 1 sensor operator (SH-60B), pilot, kopilot + 2 sensor operator (SH-60F)
Mesin : 2 x General Electric T-700-GE-401C hp turboshaft
Dimensi : panjang 22,15 m; lebar (diameter rotor) 18,9 m; tinggi 5,13 m
Bobot : 6.191 kg (kosong), 9.182 kg
Kecepatan 234 km/jam
Jangkauan : 966 km
Persenjataan : 3 x torpedo Mark 46 / Mark 50 torpedo; AGM-119B Penguin anti-ship missile (SH-60B0; AGM-114 Hellfire missile; 1 door gun
Avionik : Bendix AN/AQS-13f Dipping Sonar (SH-60B); ASQ-81 Magnetic Anomaly Detector (SH-60F); 25 sonar buoys (SH-60B); 14 sonar buoys (SH-60F); APS-124 search radar (SH-60B); ALQ-142 ESM (SH-60B); AAS-44 FLIR Forward Looking InfraRed (SH-60B); ARR-84 sonarbouy receiver doppler navigation aids GPS TACAN; ALE-139 chaf/flare dispensers.

Mil Mi-8

Mil Mi-8, Tukang Angkut Merangkap Tukang Pukul

Mil Mi-8 merupakan helikopter angkut dengan penggerak turbin ganda yang juga bisa di gunakan juga sebagai helikoter serbu. Mil Mi-8 yang di perkenalkan secara resmi pertama kali oleh AU Soviet pada tahun 1967 ini, mempunyai berbagai varian mulai dari varian Mi-8T yang selain berfungsi sebagai helikopter transpor yang mampu mengangkut 24 serdadu juga dilengkapi dengan roket dan rudal anti tank. Ada juga varian Mil Mi-14 pengembangan Mi-8 yang di gunakan sebagai helikopter anti kapal selam, dan tidak ketinggalan tentunya helikopter serbu Mi-24 atau Mi-35 untuk versi ekspor-nya.

Varian terakhir dari helikopter Mi-8 adalah Mi-8MT yang mulai di perkenalkan pada tahun 1981, varian ini mempunyai persenjataan yang lebih komplit dari varian Mi-8 dan Mi-8T sebelumnya. Versi ekspor dari helikopter Mi-8MT mempunyai nama Mil Mi-17, hingga saat ini sudah lebih dari 20 negara yang menggunakan helikopter seharga 2.5 juta dollar amerika ini. Mi-8MT atau Mi-17 menggunakan mesin dengan kapasitas yang lebih besar dari jenis TV3-117MT, yang mengakibatkan kemampuannya dalam membawa persenjataan juga meningkat, hingga mampu membawa persenjataan mencapai 1.500 kg termasuk di antaranya bom, roket dan meriam serta tidak ketinggalan rudal anti tank dari jenis 9M17 Phalanga. Produksi dari Mi-8MT atau Mi-17 hingga kini sudah mencapai angka 12.000 unit yang di hasilkan dari dua pabriknya di Kazan dan Ulan-Ude.

Minggu, 24 April 2011

Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche

Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche

Helikopter RAH-66 Comanche adalah helikopter masa depan Angkatan Perang AS untuk menggantikan helikopter UH-1, AH-1 Cobra, OH-6 dan OH-58 Kiowa. RAH-66 didesain sebagai helikopter “stealth” pertama di dunia dan diklasifikasikan sebagai “light attack”. Heli ini beroperasi dengan internal bay berisi misil anti-udara dan anti-lapisan baja serta menggunakan material “stealth” untuk mengaburkannya dari radar musuh. Heli ini akan menjadi heli terbaik di dunia.

Purwarupa heli ini pertama kali terbang pada 1996 dan purwarupa kedua pada akhir 1990an. Garis tajam pada desain heli ini diambil dari pesawat F-117 dan mempunyai sudut tajam dan “cross section” radar yang rendah.

RAH-66 mempunyai sistem rotor dengan 5-daun (blade) besar dan rotor yang lebih kecil pada bagian ekornya yang terlindung, seperti halnya heli Gazelle milik Perancis. Heli ini mempunyai penyimpanan senjata internal dan sayap (“terpotong”) opsional yang memungkinkan stabilitas penambahan persenjataan, dengan resiko (jika sayap opsional dipasang) akan lebih terdeteksi oleh radar. Persenjataan standar heli ini adalah meriam General Electric tiga barel 20mm dalam sebuah sistem turret Giat. Pilot dan co-pilot (gunner) duduk bersebelahan pada kokpit dengan visibilitas yang baik.

Sistem penerbangan dan kontrol pada RAH-66 terdiri dari kontrol “helmet-mounted”, kontrol siklik “sidestick”, display peta 3D, sistem fly-by-wire dengan sebuah fitur “triple redundancy”, pelacak Laser dan FLIR serta radar gelombang milimeter yang ditiru Apache Longbow.

Pada simulasi medan pertempuran, sistem RAH-66 akan sangat mendukung pertempuran dengan menembak kendaraan lapis baja dan pesawat musuh pada jarak jangkaunya. Akan tetapi proyek heli ini dibatalkan oleh AS karena dana pengembangan yang terlalu besar.

Specifications:
Mode: Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche
Length: 43.31 ft ; 13.20 m
Width: 0.00 ft ; 0.00 m
Height: 11.06 ft ; 3.37 m
Engine(s): 2 x LHTEC T800-LHT-801 turboshafts generating 1,563 shp each and driving a five blade main rotor with an eight blade fan-in-fin shrouded tail rotor.
Empty Weight: 20,503 lbs ; 9,300 kg
MTOW: 12,359 lbs ; 5,606 kg
Max Speed: 201 mph ; 324 km/h ; 175 kts
Max Range: 1,382 miles ; 2,224 km
Ceiling: 14,980 ft ; 4,566 m ; 2.8 miles
Climb Rate: 895 ft/min (272.8 m/min)
Hardpoints: 4 (2 x internal bays; 2 x optional wing stubs)
Crew:2
Operators the United States of America

Armament:
1 x 20mm Cannon
6 x Hellfire anti-tank missiles (held in two internal bays)
6 x Stinger air-to-air missiles (held in two internal bays)
4 x Hellfire anti-tank missiles (on optional external wing stubs)
8 x Stinger air-to-air missiles (on optional external wing stubs)

Jumat, 18 Maret 2011

Westland Sea King Mk 42

Westland Sea King Mk 42

AL India membeli hali Sea King Mk 42 untuk mengganti pesawat Alize yang akan memasuki purna tugas atau untuk sementara dialihkan kepangkalan di darat. Sebanyak 24 heli Sea King yang kemudian dibeli ditempatkan di pangkalan di geladak INS Vikrant. Heli Sea King yang dioperasikan di kapal induk berperan sebagai pesawat anti kapal selam dipersanjatai dengan berbagai beragam torpedo seperti Whitehead A2245 buatan Inggris atau APR-2 buatan Rusia. Jika sedang tidak membawa torpedo, Sea King dilengkapi bom laut dalam Mk 11. Untuk memperkuat daya tempur pada tahun 1983, AL India membeli lagi Sea King versi terbaru, Sea King Mk 42B yang lebih maju. Keunggulan Sea King Mk 42B adalah perangkat avionic yang terintegrasi dengan radar pencari sasaran Super Searcher, dilengkapi sonar pendektesi laut dalam Alcatel HS-12, deteksi sasaran GEC ASQ-902 sonobuoy dan system canggih lainnya. Sementara untuk persenjataannya, Sea King Mk 42B dilengkapi rudal antikapal perang Sea Eagle.

Role Medium-lift transport/utility helicopter
Manufacturer Westland Helicopters
First flight 7 May 1969
Status Active service
Primary users Royal Navy
Royal Air Force
Royal Australian Navy
Indian Navy
Number built 344
Developed from SH-3 Sea King
General characteristics
• Crew: Two to four, depending on the mission
• Length: 55 ft 10 inchi (17.02 m)
• Rotor diameter: 62 ft 0 in (18.90 m)
• Height: 16 ft 10 in (5.13 m)
• Disc area: 3,020 ft² (280 m²)
• Empty weight: 14,051 lb (6,387 kg)
• Loaded weight: 21,000 lb (9,525 kg)
• Max takeoff weight: 21,400 lb (9,707 kg) (overload weight)
• Powerplant: 2× Rolls-Royce Gnome H1400-2 turboshafts, 1,660 shp (1,238 kW) each
• Propellers: Five bladed rotor
Performance
• Maximum speed: 129 mph (112 knots, 208 km/h) (max cruise at sea level)
• Range: 764 mi (664 nmi, 1,230 km)
• Service ceiling: 10,000 ft[citation needed] (3,050 m)
• Rate of climb: 2,020 ft/min (10.3 m/s)
Armament
4× Mark 44, Mark 46 or Sting Ray torpedos, or 4× Depth charges

Rabu, 09 Maret 2011

Helikopter Serbu Bumblebee-001

Helikopter Serbu Bumblebee-001

Helikopter serbu Bumblebee-001 dirancang PT. DI berdasarkan platform helikopter BO-105 Messershcmitt Bolkow Blohm (MBB). Helikopter BO-105 telah dihentikan produksinya, PT. DI menyerahkan produksi terakhir helikopter ke-122 ke TNI AD pada 19 Maret 2009. PT DI mendapatkan lisensi dari MBB pada 1976 hingga 2009.

Bumblebee-001 diawaki dua orang, kopilot/penembak dibagian depan sedangkan pilot dibagian belakang, dipersenjatai roket tanpa kendali FFAR 2,75 inch disimpan dalam 7 tabung peluncur, serta sepucuk senapan mesin kaliber 7,62 mm.

Dimensi helikopter
Panjang: 12,60 m
Tinggi: 3,37 m
Diameter rotor utama: 9,84 m
Diameter rotor tail: 1,90 m
Berat kosong: 1350 kg

Minggu, 06 Maret 2011

Dauphin AS 365N3

Dauphin AS 365N3

Bicara tentang heli Dauphin tak bisa lepas dengan varian SA-360/361 yang pertama kali muncul di awal era 1970-an. Masih mengusung sumber tenaga tunggal, kedua varian dipatok Aerospatiale (sebelum jadi Eurocopter) sebagai generasi penerus Alouette III. Pertengahan era 1970-an barulah pabrikan merilis versi bermesin ganda dengan kode SA-365.

Perubahan kode, penamaan serta penambahan embel-embel N baru diterapkan di akhir era 1970-an. Heli-pun kini dikenal dengan nama AS 365N Dauphin 2. Selain nama sejumlah pembenahan turut diterapkan. Mulai dari mesin TURBOMECA Arriel, modifikasi elemen ekor serta kelengkapan roda pendarat yang bisa dilipat. Selanjutnya pihak pabrikan meluncurkan varian AS-365 N1, N2 dan N3. Tipe paling canggih dari generasi N adalah AS 365N4 yang lebih dikenal dengan kode EC 155B.

Selain versi sipil Dauphin juga dilansir bagi kebutuhan militer. Versi tentara dikenal dengan kode AS 565 Panther. Di Cina nama Dauphin turut berkibar. Memakai kode Z-9 heli ini dibuat berdasarkan lisensi oleh Harbin Aircraft. Terakhir, penjaga pantai AS (USCG) mengadopsi 99 SA 366G1 Dauphin. Dengan memakai sepasang mesin buatan Lycoming, heli ini menjelma menjadi HH-65 Dolphin.

Bilah rotor ekor yang tersimpan rapi dalam rumahan (fairing) lebih menjamin faktor safety saat heli terbang rendah atau mendarat. Masih tentang baling-baling, bilah rotor utama Dauphin AS 365N3 telah menyomot bahan komposit campuran fiberglass dan carbone-fibre. Komponen dijamin bebas korosi, antigores serta punya masa pakai tak terbatas.

Melongok ke bagian dalam heli, secara umum jumlah petunjuk berteknologi analog pada kokpit tergolong minim. Sebagai gantinya di kanan-kiri panel tertanam masing-masing sepasang layar digital. Konfigurasi kokpit model begini kerap disebut EFIS (Electronic Flight Instrument System

Semua kemudahan di atas juga didukung oleh desain mesin turbin TURBOMECA Arriel 2C yang menganut konsep modul. Ada satu keuntungan yang bisa diraih dengan konsep ini. Bila terjadi malfungsi maka masalah tak akan merembet ke komponen lain. Demikian pula saat sebuah komponen mesti diganti, tak perlu lagi membongkar seluruh mesin.

Dalam penerapannya mesin Dauphin AS 365N3 terbagi menjadi lima modul. Setiap modul wajib masuk tahap perawatan berat (TBO) setelah 3.000 jam. Saat mengudara nuansa kecanggihan juga terasa. Berbekal autopilot three-axis maka pilot cukup memasukkan data tentang ketinggian, kecepatan serta arah terbang untuk sampai ke tujuannya.

Spesifikasi Dauphin AS 365N3
Tipe: heli angkut serba guna kelas sedang
Mulai diproduksi: Akhir 1998
Kapasitas penumpang: Maksimal 2 awak plus 11 penumpang
Dimensi: Panjang 11,63 m; lebar 1,9 m; tinggi maks 4,06 m
Kemampuan: MTOW 4,3 ton; kecepatan maks MTOW 269 km/jam; jarak jangkau MTOW 792 km
Sumber tenaga: 2 mesin turbin TURBOMECA Arriel 2C

Rabu, 09 Februari 2011

Lockheed AH-56 Cheyenne

Lockheed AH-56 Cheyenne

Designation: Lockheed AH-56 Cheyenne
Classification Type: Attack Helicopter Prototype
Contractor: Lockheed - USA
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1967
Number Built: 10

Helikopter serang AH-56A yang didesain dan diproduksi Lockheed merupakan upaya gagal untuk memenuhi persyaratan AAFSS (Advance Aerial Fire Support System) AD AS. Diberi nama "Cheyenne", helikopter ini menampilkan desain yang paling maju pada saat itu dan akan sangat dimaklumi kalau helikopter ini gagal karena kekurangsiapan penerapan teknologinya.

AH-56A telah dibuat dalam sepuluh purwarupa. Helikopter ini dibuat dengan satu mesin turbin General Electric yang mampu menghasilkan 3.435 hp yang memutar rotor utama utama dan dua elemen rotor ekor yang berada pada bagian ekor. Perakitan rotor belakang memiliki fitur yang sangat berbeda dengan tiga-blade “pusher”. Desain unik dari keseluruhan sistem memberikan identitas khusus pada helikopter ini.

Helikopter ini dikontrol oleh dua awak yang duduk secara tandem (berdampingan). Sistem roda pendaratannya dapat dimasukkan sepenuhnya dan helikopter ini memiliki pencari jarak-laser terintegrasi yang terhubung ke komputer kontrol penembakan. Salah satu dari elemen-elemen yang lebih unik adalah desain bergulir di sekitar stasiun penembak (gunner) “swiveling XM112” yang terhubung ke turret perut dan hidung.

Turret perut bersenjatakan sebuah meriam otomatis XM52 30mm dan sebuah peluncur granat XM51 40mm atau senapan gatling XM53 7.62mm dapat dipasang di turret-dagu. Tambahan persenjataan-terpasang di sayap termasuk sistem roket anti-tank TOW dan peluncur pod roket XM200 2,75inci.

Purwarupa AH-56 yang pertama terbang pertama kali pada 3 Mei 1967 dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 240 mil per jam. Meningkatnya biaya pembuatan, keterlambatan dalam pengembangan dan adanya dua alternatif pesaing yang diproduksi oleh Bell dan Sikorsky memaksa seluruh program dibatalkan secara efektif pada 9 Agustus 1972. Hanya sepuluh purwarupa AH-56 Cheyenne yang dihasilkan yang sebenarnya akan diproduksi secara massal setelah beberapa pengujian penerbangan bermesin dan pengujian senjata.

Pada akhirnya, AD AS menyadari diperlukannya sebuah sistem helikopter yang tidak terlalu rumit dengan kelincahan seperti helikopter kecil. Sistem Kendali Penembakan dan navigasi haruslah mudah dan murah dalam perawatan, dan menyebabkan inisiatif untuk membuat helikopter baru “Advanced Attack Helicopter”(AAH).

Specifications: Lockheed AH-56A Cheyenne

Dimensions:
Length: 60.04ft (18.30m)
Width: 25.92ft (7.90m)
Height: 13.78ft (4.20m)

Performance:
Max Speed: 245mph (395kmh; 213kts)
Max Range: 629miles (1,013km)
Climb Rate: 3,420 ft/min (1,042 m/min)
Ceiling: 25,997ft (7,924m; 4.9miles)

Structure:
Accommodation: 2
Hardpoints: 4
Empty Weight: 11,718lbs (5,315kg)
MTOW: 16,995lbs (7,709kg)

Power:
Engine(s): 1 x General Electric T64-GE-16 turbine engine generating 3,435hp.

Weapons Suite:
1 x XM51 40mm grenade launcher OR 1 x XM53 7.62mm gatling minigun mounted in a chin-turret assembly.
1 x XM52 30mm automatic cannon mounted in a belly turret.

Fuselage mounted armaments were to include:
TOW anti-tank missiles
XM200 2.75 inch rocket launcher pods

Operators:
the United States of America

Selasa, 01 Februari 2011

Bell AH-1 SuperCobra

Bell AH-1 SuperCobra

Helikopter AH-1W dan AH-1J seri SuperCobra merupakan helikopter hasil modifikasi dan sedikit perubahan dari versi sebelumnya yaitu AH-1 HueyCobra (“Cobra”)
Banyak helikopter yang memiliki dasar pembuatan seperti heli kobra ini, SuperCobra terdiri dari dua bagian, yaitu kursi utnuk tendem (penembak di depan dan pilot dibelakang). Yang paling penting untuk dicatat yaitu bagian luar atau eksterior heli ini berbeda dengan yang asli HueyCobra dan SuperCobra yaitu memiliki dua turbin. Sistem persenjataan SuperCobra yaitu anti peluru, kavaleri udara dan peran pengintaian bersenjata dan keunggulan lainnya dapat menyerang titik target sasaran (individu) dengan kemampuan anti peluru dan senjata anti helikopter.

SuperCobra yang dirancang untuk memberikan dukungan dan bantuan keamanan digunakan untuk berbagai jenis misi. Senjata yang dapat dipasang pada helikopter ini seperti misil anti peluru Hellfire, misil anti pesawat terbang (pengelak/tembakan pelindung), misil anti radar Sidearm, Hydra 70 roket pods, 20mm cannon pods dan 7.62mm mitralyur pods. Standar alat perang utama adalah General Electric (GE) tiga barel 20mm M197 gatling gun
Helikopter SuperCobra digunakan oleh satuan Marinir Amerika Serikat memiliki fungsi yang sama seperti AH-1 Cobra untuk angkatan bersenjata Amerika. Untuk SuperCobra seri AH-1J sementara ini hanya diekspor ke iran. Satuan marinir amerika mendapatkan jatah 103 helikopter superkobra seri AH-1Ws dari pemerintah atau Dephan mereka.

Kamis, 20 Januari 2011

Kamov Ka-27 Helix

Kamov Ka-27 Helix

Heli Kamov Ka-27 yang merupakan pengembangan dari Ka-25 memiliki sejumlah kelebihan seperti fulsage lebih besar, mesin berdaya lebih besar, dan mampu diopersaikan sebagai heli SAR serta patrol antikapal selam. Sebagai heli antikapal selam perangkat elektronik yang dimiliki Ka-27 antara lain radar pencari sasaran, Osminog yang dioperasikan secara computerized, radar pelacak sasaran kedalaman laut VGS-3 Ros-V dan radar pelacak sasaran pengganti peran sonar Izumrud serta radio Sonobuay serta APM- 73V Bor MAD

System radio komunikasi yang dimiliki Ka-27 merupakan perangkat yang cukup canggih. Perangkat ini bisa dioperasikan untuk komunikasi antar kapal perang onduk serta helikopterdan helicopter lainnya. pada jarak 200km. saat helicopter yang berpatroli menemukan lokasi kapal selam musuh, komando tempur yang berda dikapal segera mengordinasikan formasi untuk melakukan serangan secara serentak. Untuk keperluan menghantam kapal selam Ka-27 dipersenjatai sejumlah senjata diantaranya torpedo AT-1MV ASW atau rudal APR-2ASW, delaan bom laut PLAB-250-120 atau bom laut KAB-250 PL> sementara untuk melacak sasaran keberadaan kapal selam, selain radar pencari sasaran, Ka-27 juga dilengkapi ditektor pencari RGB-16 sebanyak 36 unit.

Role Anti-submarine helicopter
Manufacturer Kamov
First flight 24 December 1973
Introduction 1982
Primary users Soviet Navy
Russian Navy
Ukrainian Navy
Indian Navy
Unit cost $1,500,000
Developed from Kamov Ka-25
Variants Kamov Ka-31

General characteristics
• Crew: 1-3, plus 2-3 specialists
• Length: 11.30 m (37 ft 1 in)
• Rotor diameter: 15.80 m (51 ft 10 in)
• Height: 5.50 m (18 ft 1 in)
• Empty weight: 6,500 kg (14,300 lb)
• Loaded weight: 11,000 kg (24,200 lb)
• Useful load: 4,000 kg (8,800 lb)
• Max takeoff weight: 12,000 kg (26,400 lb)
• Powerplant: 2× Isotov turboshaft engines, 1,660 kW (2,225 shp) each
Performance
• Maximum speed: 270 km/h (145 knots, 166 mph)
• Cruise speed: 205 km/h (110 knots, 126 mph)
• Range: 980 km (530 nm, 605 mi)
• Service ceiling: 5,000 m (16,400 ft)
Armament
Ka-27
• 1 × torpedoes (AT-1M, VTT-1, UMGT-1 Orlan, APR-2 Yastreb) or 36 RGB-NM & RGB-NM-1 sonobouys
Ka-29TB
• 1 × mobile forward firing GShG-7.62 minigun with 1800 rounds,
• 1 × 30 mm 2A42 cannon with 250 rounds (flexible semi-rigid mount, optional/removable with ammunition carried in cabin)
• four external hardpoints for bombs, rockets, gunpods, munitions dispensers, special four round missile launchers for the 9K114 Shturm
• contrary to some reports the internal weapon load is not retained and is replaced by an armoured passenger compartment for up to sixteen troops
Avionics
• Radar, MAD or dipping sonar, sonobuoys

Minggu, 12 Desember 2010

AEROSPATIALE AS 366G Dauphin

AEROSPATIALE AS 366G Dauphin

Dauphin awalnya dirancang sebagai SA 360, sebuah helikopter bermesin tunggal dengan roda pendarat pesawat tetap yang pertama terjadi pada tanggal 2 Juni 1972. Desain hanya datang usia dengan roda pendarat kembar ditarik dan mesin untuk meningkatkan kehandalan dalam kelautan dan Search-dan-Rescue (SAR) operasi, prototipe yang pertama kali diterbangkan pada 24 Januari 1974. Tipe telah menikmati kesuksesan luar biasa di seluruh dunia, operator yang paling penting menjadi US Coast Guard yang helikopter, yang ditunjuk HH-65, yang diproduksi secara lokal di Amerika Serikat.

Tiga Dauphins bergabung dengan IAF Mei 1985, Angkatan Laut pengadaan dana untuk mengoperasikan rudal dari kapal Angkatan Laut. Bertugas untuk patroli maritim dan SAR, Dolphins (karena mereka dikenal di IAF) berada di bawah komando Angkatan Laut, walaupun ditempatkan di sebuah pangkalan IAF dan dioperasikan oleh skuadron helikopter maritim IAF's. Pada misi terbang bersama perahu rudal Angkatan Laut awak dua orang itu ditambah dengan seorang insinyur penerbangan dan seorang perwira Angkatan Laut untuk mengoperasikan radar pencarian helikopter dan berkoordinasi dengan pusat operasi tempur perahu '. The Dolphins sudah pensiun pada tahun 1997, digantikan oleh Panther Aerospatiale, sebuah Dolphin ditingkatkan.

Spesifikasi: Aerospatiale SA 366 Dauphin (Dolphin)
Jenis: dua awak patroli maritim dan helikopter SAR.
Mesin: 2 * Avco LTS Lycoming-101-750.
Kinerja: Kecepatan max - 257kmh, langit-langit - 2600m, rentang - 465km.
Bobot: kosong - 2717kg, berat max - 4048kg.
Dimensi: diameter rotor - 11.94m, panjang - 13.88m, tinggi - 3.98m.
Persenjataan: tidak ada.

Sabtu, 04 Desember 2010

Boeing CH-47 Chinook

Boeing CH-47 Chinook

Boeing CH-47 Chinook adalah helikopter sebaguna bermesin ganda yang diproduksi oleh Boeing Integrated Defense Systems. Chinook terbang pertama kali pada tanggal 21 September 1961 dan telah dibuat sebanyak 1179 unit lebih. Cikal bakal kelahiran CH-47 Chinook adalah pada tahun 1956, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) ingin menggantikan CH-37 Mojave sebagai helikopter kargo andalan US Army Air Force (pada saat itu US Air Force belum lahir dan AU dibagi menjadi US Army Air Force dan US Navy Air Force). Boeing menjawab permintaan itu dengan melahirkan prototipe Chinook, yaitu Boeing Vertol YCH-1B yang terbang pertama pada tanggal 21 September 1961. Nama "Chinook" sendiri diambil dari nama suku di AS, "Chinookan". Helikopter CH-47 Chinook pernah diterjunkan oleh AS ke Vietnam, Afganistan, dan Irak. Sedangkan oleh Inggris dan Argentina diterjunkan ke Falkland saat kedua negara ini memperebutkan pulau itu. Oleh karena itu CH-47 Chinook layak disebut sebagai mesin perang yang "battle proven".

SPESIFIKASI CH-47D CHINOOK

Crew: 3 (pilot, copilot, flight engineer)
Capacity: ** 33-55 troops or
24 litters and 3 attendants
28,000 lb (12,700 kg) cargo
Length: 98 ft 10 in (30.1 m)
Rotor diameter: 60 ft 0 in (18.3 m)
Height: 18 ft 11 in (5.7 m)
Disc area: 2,800 ft² (260 m²)
Empty weight: 23,400 lb (10,185 kg)
Loaded weight: 26,680 lb (12,100 kg)
Max takeoff weight: 50,000 lb (22,680 kg)
Powerplant: 2× Lycoming T55-GA-712 turboshaft, 3,750 hp (2,796 kW) each

Black Hawk UH-60

Black Hawk UH-60

Penerbangan pertama UH-60 Black Hawk helikopter itu pada 17 Oktober, 1974. Telah 2 tahun ketika Angkatan Darat AS menugaskan Sikorsky UTTAS atau Utility Tactical Transport Aircraft System.

Ketika Sikorsky memenangkan Boeing-Vertol untuk menjad produsen dari helikopter Black Hawk untuk Angkatan Darat, UH-60 Black Hawk helikopter menjadi model pertama mereka untuk menghasilkan.

Black Hawk UH-60 dilengkapi dengan rotor utama dan ekor empat-blade dan ini didukung oleh dua T700 mesin turboshaft GE. Memiliki bentuk, profil lama rendah untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat untuk mengangkut pesawat C-130 Hercules . Hal ini dapat membawa 11 pasukan dengan peralatan, angkat £ 2.600 (1.170 kg) kargo internal atau 9.000 lb (4.050 kg) kargo (untuk UH-60L / M) eksternal oleh sling.

Seri helikopter Black Hawk dapat melakukan berbagai macam misi, termasuk transportasi taktis pasukan, peperangan elektronik, dan evakuasi aeromedical. Sebuah versi VIP dikenal sebagai-VH 60N digunakan untuk transportasi pejabat pemerintah penting (misalnya, Kongres, Eksekutif departemen) dengan tanda panggilan helikopter dari "Marine One" ketika mengangkut Presiden Amerika Serikat

Pada operasi serangan udara dapat memindahkan pasukan dari 11 pasukan tempur atau reposisi sebuah howitzer M102 105 mm dengan tiga puluh amunisi putaran, dan kru empat orang dalam sebuah lift satu. Black Hawk dilengkapi dengan avionik canggih dan elektronik untuk meningkatkan survivabilitas dan kemampuan , seperti Global Positioning System.

Black Hawk UH 60 dapat dilengkapi dengan sayap rintisan di atas pesawat untuk membawa tangki bahan bakar atau berbagai persenjataan. Sistem rintisan awal sayap disebut Eksternal Toko Support System (ESSS) ini memiliki dua tiang pada setiap sayap untuk membawa dua 230 US gal (870 L) dan dua 450 US gal (1.700 L) tank secara total.. empat tangki bahan bakar dan garis yang berhubungan dan katup bentuk kisaran sistem bahan bakar eksternal diperluas (ERFS) ESSS juga dapat membawa £ 10.000 (4.500 kg) persenjataan seperti roket, rudal dan polong pistol.. ESSS mulai beroperasi pada 1986. Namun ditemukan bahwa dengan empat tangki bahan bakar itu akan mengganggu bidang penembakan senjata pintu. Untuk mengatasi masalah ini, sistem tangki eksternal (ETS) dengan sayap rintisan unswept untuk membawa dua tangki bahan bakar dikembangkan.
Biaya unit bervariasi dengan versi karena peralatan, spesifikasi yang bervariasi dan kuantitas. Sebagai contoh, biaya unit UH-60L Angkatan Darat Black Hawk adalah $ 5.900.000 sementara biaya unit Angkatan Udara MH-60g Pave Hawk adalah $ 10,2 juta.

Sejarah Operasional Black Hawk

Mogadishu

The-UH 60 memasuki layanan dengan 101 Penerbangan Angkatan Darat AS Tempur Brigade dari Divisi Airborne ke-101 pada bulan Juni 1979. Militer AS pertama kali menggunakan-UH 60 dalam pertempuran selama invasi Grenada pada tahun 1983, dan lagi di invasi Panama pada tahun 1989. Selama Perang Teluk pada tahun 1991, the-UH 60 berpartisipasi dalam misi serangan udara terbesar dalam sejarah Angkatan Darat Amerika Serikat dengan lebih dari 300 helikopter terlibat. Pada tahun 1993, Black Hawks menonjol dalam serangan di Mogadishu di Somalia. Black Hawk juga melihat aksi di Balkan dan Haiti pada 1990-an Tentara helikopter UH-60 dan lainnya yang dilakukan banyak serangan udara dan misi pendukung lainnya selama invasi Irak 2003.. The-UH 60 terus melayani dalam operasi di Afghanistan dan Irak.

Kolombia

Kolombia pertama yang diterima UH-60 dari Amerika Serikat pada tahun 1987. Kepolisian Nasional Kolombia, Kolombia Angkatan Udara, dan Angkatan Darat Kolombia menggunakan UH-60s untuk memobilisasi pasukan dan pasokan ke tempat-tempat yang sulit untuk diakses oleh tanah untuk kontra-pemberontakan (COIN) operasi terhadap organisasi narkoba dan gerilya, serta untuk pencarian & penyelamatan dan evakuasi medis. Kolombia juga memiliki versi tempur militer dari UH-60, dengan sayap rintisan, yang dikenal sebagai Arpia. (Bahasa Inggris: Harpy)

Israel

Angkatan Udara Israel Hawk UH-60 Black (Yanshuf)
Angkatan Udara Israel (IAF) menerima 10 surplus UH-60A Black Hawk dari Amerika Serikat pada bulan Agustus 1994 Dijuluki Yanshuf. (Bahasa Inggris: Owl), yang UH-60A mulai menggantikan helikopter Bell 212 utilitas dari Israel Angkatan Pertahanan. IAF pertama kali menggunakan UH-60 dalam pertempuran pada bulan April 1996, selama operasi "Grapes of Wrath" terhadap Hizbullah di Libanon selatan.
Pada bulan Maret 2000, tiga IAF UH-60 digunakan untuk feri Paus Yohanes Paulus II selama kunjungannya ke Israel, dengan satu helikopter yang membawa Paus, tim medis lain dan seorang siaga konstan ketiga yang tersedia di. IAF telah UH-60 beroperasi pada 2008 .

Meksiko

Angkatan Udara Meksiko memerintahkan pertama dua UH-60Ls pada tahun 1991, untuk mengangkut pasukan unit khusus, dan sejak itu membeli lagi 4 tahun 1994. Pada bulan Maret 2009, Amerika Serikat menyatakan akan memberikan diskon helikopter dan peralatan lain di bawah Mérida Initiative, untuk melawan kartel narkoba dalam perang narkoba Meksiko Pada bulan Juli dan Agustus 2009., Polisi Federal digunakan UH-60 dalam serangan terhadap pengedar narkoba. Pada tahun 2010, Angkatan Laut Meksiko memesan tiga UH-60Ms.
Republik China (Taiwan)
Taiwan telah dioperasikan S-70C-1/1A sejak ROC Angkatan Udara menerima sepuluh S-70C-1A dan empat S-70C-1 helikopter Bluehawk pada bulan Juni 1986 untuk SAR. Empat lanjut S-70C-6s adalah diterima pada bulan April 1998. Angkatan Laut ROC menerima yang pertama dari sepuluh S-70C (M)-1s pada bulan Juli 1990. 11 S-70C (M)-2s telah diterima awal April 2000. Pada bulan Januari 2010, AS mengumumkan Penjualan Militer Asing 60 UH-60Ms ke Taiwan untuk Angkatan Darat ROC. Turki
Turki telah mengoperasikan-UH 60 selama deployments NATO ke Afghanistan dan Balkan. The-UH 60 juga telah digunakan dalam konflik pemerintah dengan pemberontak Kurdi dekat dan sepanjang perbatasan

Irak.
UH-60L from B Company ("Lancers"), 5th Battalion, 101st Aviation Regiment, serangan udara di Iraq

The Black Hawk merupakan pesaing kuat dalam Penggunaan Umum Helikopter Turki Tender terhadap AW149 AgustaWestland. Dalam proyek ini Turki bermaksud untuk memesan sampai 115 helikopter dan menghasilkan banyak dari mereka indigenously. Turki Aerospace Industries akan bertanggung jawab untuk integrasi akhir dan perakitan.

Pengguna lain dan potensi

Uni Emirat Arab telah menerima 20 UH-60Ls pada bulan November 2010. Bangsa ini meminta 14 helikopter UH-60m pada bulan September 2008 melalui Jual Militer Asing. Paket ini termasuk laser dan sensor radar peringatan serta sistem senjata.

Brasil telah meminta tambahan 15 UH-60Ls melalui Penjualan Militer Asing di tahun 2008. Swedia meminta 15 UH-60Ms oleh Jual Militer Asing pada bulan September 2010.

Karakteristik umum

Crew: 3 11
Rotor Diameter: 16,36 m (53 ft 8 in)
Panjang: 19,76 m (64 ft 10 in)
Tinggi: 5,13 m (16 ft 10 in)
Disc area: 210 m² (2,260 ft ²)
Maksimum berat lepas landas: 11.113 kg (24.500 £)
Berat (Kosong): 4.819 kg (10.624 £)
Berat (Loaded): 7.375 kg (16.260 £)
Mesin: 2 × General Electric T700-700 free-turbin
Turboshafts, 1.560 hp masing-masing

Kinerja

Combat radius: 420 nm, 592 km (368 mi)
Disc loading: 35,4 kg / m² (£ 7,19 / ft ²)
Ferry range: 1.200 nm, 2.220 km (1.380 mi)
Kecepatan maksimum: 193 knot, 357 km / h (222 mph)
Power / massa: 158 W / kg (0,959 hp / lb)
Tingkat panjat: 3,6 m / s (700 ft / min)
Layanan langit-langit: 5.790 m (19.000 ft)

Persenjataan
Guns: 2 × 0.30 in (7,62 mm) M60 senapan mesin (M134 miniguns)

NH90 Tactical Transport dan ASW Helicopter

NH90 Tactical Transport dan ASW Helicopter

Program NH90 dibuat untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata negara-negara Eropa(NATO). Keinginan memiliki sebuah helikopter taktis dan untuk kebutuhan angkatan lautnya dalam menghadapi skenario baru militer abad 20.

Konsep program NH90 lahir langsung dari studi yang dilakukan oleh NATO Industrial Advisory Group “NIAG SG14” dan secara operasional di detailkan oleh NATO Staff Requirement.

Disain dan pengembangan di luncurkan oleh 4 negara (Perancis, Jerman, Itali dan Belanda) yang membentuk NAHEMO (NATO Helicopter Management Organisation).yang mencakup panitia program NH90 dan NAHEMA (NATO Helicopter Management Agency).

NAHEMA yang menjalankan program NH90 secara keseluruhan, bertanggungjawab atas kualifikasi sistem persenjataan untuk NH90 dan mewakili NH Industries dalam negosiasi, penempatan dan administrasi kontrak-kontrak perdana.

Hingga saat ini, Program NH90 merupakan program helikopter terbesar yang pernah ada di Eropa dan merupakan suatu langkah kemajuan besar dalam standarisasi, rasionalisasi dan interoperabilitas aset militer. Dipesan oleh kurang lebih 14 negara dengan jumlah pesanan lebih dari 500 unit hingga kini.

NH90 – Multi Mission Helicopter

NH90 merupakan helikopter multi-mission bermesin ganda yang dikembangkan dalam dua versi yaitu versi Tactical Transport Helicopter (TTH) dan NATO Frigate Helicopter (NFH).

Diawaki oleh 3 orang awak kabin yaitu, pilot, TACCO/Tactical Coordinator yang bertanggung jawab untuk manajemen misi dan seorang SENSO/ Sensor System Operator.

NH90 menggunakan sistem kontrol elektrik “fly-by-wire” dengan 4 axis (quadruplex system) yang dibuat oleh Goodrich Actuation Systems dan Liebherr Aerospace, untuk memudahkan pengendalian dan meningkatkan maneuver. Pada tahun 2003, NH90 menjadi helikopter angkut berukuran sedang pertama yang terbang sepenuhnya dengan kontrol fly-by-wire tanpa ada backup kendali mekanis.

Untuk navigasi penerbangan, dikokpit terdapat 5 buah multifunction LCD berwarna ukuran 8” x 8” yang juga berfungsi untuk sistem misi dan manajemen data. Selain itu, juga dilengkapi dengan radar cuaca Honeywell Primus 701A, IRS (Inertial Refference System) dengan GPS, radar altimeter, dopler velocity sensor, ADF (Automatic Direction Finder), 2 multi-mode Receiver (VOR,ILS,DME) serta sistem avionik ber-basis dual MIL-STD-1553B digital databus dibuat oleh Thales Avionics. MIL-STD-1553B adalah generasi dari MIL-STD-1553 yang pertama kali digunakan pada pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Amerika.

NH90 juga diperlengkapi dengan MilOWS (Millitary Obstacles Warning System) buatan EADS Defence Electronics. MilOWS merupakan pengembangan untuk versi militer dari HELLAS (Helicopter Laser Radar) yang berfungsi untuk menghindari pe-pohonan, kabel listrik tegangan tinggi dan sebagainya. MilOWS pada NH90 dikembangkan dari HELLAS-A (-Awareness).

Selain itu, untuk meningkatkan kesiagaan pilot dan kenyamanan serta kemudahan untuk mengoperasikan heli, pilot NH90 dilengkapi dengan TopOwl night vision helmet-mounted sight dengan display bersudut pandang 40°. Buatan Thales. Menggantikan sistem Night Vision Goggle konvensional, dimana night vision imej akan diproyeksikan ke dalam display di helm pilot dan dipadukan dengan simbologi penerbangan. Sehingga pilot dapat melihat suasana di luar helicopter dan monitor parameter penerbangan pada saat bersamaan. TopOwl juga melengkapi helikoter serang Tiger dan Rooivalk.

Dalam hal pertahanan diri, terpasang sistem peringatan serangan rudal EADS AN/AAR-60 MILDS. Sedangkan untuk peralatan peringatan ancaman (TWE/ Threat Warning Equipment) menggunakan buatan Thales yang dipadukan dengan perangkat penerima radar warning dan laser warning serta MBDA Shapir-M chaff dan flare dispenser.

Pada versi NFH, ada beberapa tipe perlengkapan pertahanan diri berbeda yang di pasang sesuai dengan permintaan negara pengguna. Seperti misalnya ITT AN/ALQ-211 Integrated Radio Frequency Countermeasures (IRFCM) untuk helikopter pesanan Norwegia dan Electronic Warfare (EW) buatan Saab Avionic – Avitronics untuk helikopter pesananan Swedia.

Sistem komunikasi dan identifikasi (CIS/ Communication and Identification System) menggunakan sistem komunikasi yang simultan dengan kualitas suara yang jernih dan terproteksi. Untuk mengenali kawan atau lawan, dipasangkan TSC2000 IFF (Identification Friend and Foe) buatan Thales yang dikembangkan atas kerjasama Jerman dan Perancis. Perangkat ini dapat mengeluarkan sinyal akustik (acoustic warning) dan identification tone kepada awak heli. Sedangkan untuk sistem komunikasi radio secure link - air to air dan air to ground, menggunakan TDL- Link 11 (Tactical Data Link – Link Eleven).

Khusus untuk versi NFH, sistem sensor juga berbeda-beda menyesuaikan dengan pesanan. Forward Looking Infra Red (FLIR) terpasang di hidung heli ini, Magnetic Anomaly Detector (MAD) dan juga Sonar. Untuk angkatan laut Perancis, digunakan Flash Sonics Sonar System buatan Thales Underwater Systems yang mengkombinasikan Flash Active dipping Sonar dengan TMS 2000 sonobuoy.

Angkatan laut Norwegia dan Swedia, menggunakan sistem Flash-S, cocok untuk di laut Baltik. Belanda, Itali dan Jerman, memilih dipping sonar HELRAS (Helicopter Long Range Active Sonar) buatan ELAC Nautik - Jerman.

Sementara itu, pada versi NFH, dibawah hidung heli dipasang surveillance radar ENR (European Navy Radar) 360° buatan Thales. ENR merupakan turunan dari Thales Ocean Master dan dikembangkan atas kerjasama EADS dengan Galileo Avionica. NFH Swedia menggunakan multi-mode surveillance radar AN/APS-143B(V)3 Ocean Eye buatan Telephonics – Amerika yang memiliki imaging mode SAR (Synthetic Aperture Radar) dan ISAR (Inverse Synthetic Aperture Radar).

Dapur Pacu

Ada dua jenis mesin yang dapat digunakan sebagai standar heli NH90 yaitu RTM322- 01/9 buatan Rolls-Royce / Turbomeca yang mampu menghasilkan tenaga hingga 2,427 shp (shaft horsepower) atau GE T700-T6E1 buatan General Electric yang dapat menghasilkan tenaga 2,500 shp.

Jika ingin meningkatkan kemampuan bisa digunakan mesin yang sudah di tingkatkan kemampuannya (enhanced), RTM322-01/9A (mampu meningkatkan tenaga hingga 7%) atau GE CT7-8F5 (mampu mencapai 3,000 shp).

Dua pilihan mesin diatas sudah terbukti kemampuannya, handal dan memiliki tenaga yang cukup besar. Semua mesin sudah memenuhi kualifikasi generasi terakhir FADEC (Full Authorithy Digital Engine) dan anti debu.

Sebagai perlengkapan standar, NH90 juga dilengkapi dengan APU (Auxiliary Power Unit) sehingga dapat di start pada segala kondisi cuaca dan dapat dioperasikan di darat dengan mesin mati.

NH90 – TTH (Tactical Transport Helicopter)

Fungsi utama heli ini adalah sebagai heli angkut taktis yang mampu membawa pasukan lengkap hingga 20 personil.

Sebagai heli yang berspesifikasi angkut taktis, NH90 di disain untuk dapat dioperasikan diberbagai medan area dengan kemampuan:

* Memiliki peralatan elektronik dengan spesifikasi EMC/EMI (Electromagnetic Compatibility/Electromagnetic Interference) yang dapat meminimalkan efek atau interferensi elektromaknet dari peralatan elektronik diluar atau dari dalam heli. Sehingga dapat mencegah kerusakan sistem elektornik (malfunction system).
* Mampu lepas landas atau pun mendarat pada siang/malam hari dengan berbagai kondisi cuaca baik yang ekstrim sekalipun (-40°C s/d +50°C).
* NOE (Nap of the Earth) atau terbang mengikuti kontur bumi pada ketinggian rendah.
* FEBA (Forward Edge of the Battle Area)
* Biaya perawatan murah

Bongkar pasang peralatan dapat dilakukan dengan mudah. Sehinggan memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk melaksanakan berbagai tugas di medan tempur. Misi utama heli ini adalah:

* Mengangkut 20 pasukan dengan peralatan lengkap
* Transportasi Logistik (Mengangkut kendaraan tempur taktis ringan, atau barang hingga 2500kg)
* Misi SAR (Search and Rescue) di darat maupun di laut
Selain itu, heli ini dapat juga di gunakan untuk misi-misi:

* Misi pendukung termasuk bantuan bencana alam
* Evakuasi korban bencana; CASualty EVACuation (CASEVAC)
* Dapat dikonfigurasi untuk:
o Evakuasi Medis; MEDical EVACuation (MEDIVAC)
o SAR Tempur (C-SAR) dan LIMited EXtraction (LIMEX)
o Operasi khusus termasuk counter-terrorism
o Perang elektronik
o Komando Udara (Airborne Command Post)
o Penerjunan
o VIP Transport

NH90 – NFH (NATO Frigate Helicopter)

NH90-NFH merupakan sistem persenjataan angkatan laut terpadu dan unik, yang dapat beroperasi di atas kapal perang sekelas frigat. Dapat beroperasi secara mandiri dan/atau bersama kapal laut induknya sebagai helikopter tempur anti kapal selam (ASW/Anti Submarine Warfare) atau pun anti kapal permukaan (ASuW/Anti Surface Warfare).

Misi utama yang dapat dilakukan adalah:

* ASW; mendeteksi, melacak, meng-klasifikasikan, meng-identifikasi tipe/jenis dan menyerang kapal selam.
* AsuW; mendeteksi, melacak, meng-klasifikasikan, meng-identifikasi jenis kapal permukaan.

Penyerangan pada sasaran-sasaran tersebut dapat dilakukan sendiri atau pun oleh kawan melalui prosedur OTHT (Over The Horizon Targeting).

SAR; di laut dan di darat/pantai.

Disain dasar NH90-NFH secara spesisik, fitur dibuat berdasarkan kebutuhan dan permintaan angkatan laut untuk dapat dioperasikan di atas frigat. Seperti: sepenuhnya anti karat, peralatan elektonik dengan spesifikasi EMC/EMI, mampu lepas landas dan mendarat di dek kapal laut hingga pada sea-state 6, kemampuannya yang tinggi namun perawatannya mudah dan dapat dilakukan di atas kapal perang.

Lebar, luas dan kabin yang lega dengan pintu geser di kedua sisinya, instalasi perlengkapan untuk misi dapat di rubah dengan cepat, membuat NH90-NFH memiliki fleksibilitas tinggi dalam memenuhi kebutuhan misi yang berbeda-beda pada saat “shipborne” atau pun operasi di darat.

NH90-NFH dapat dipasang hingga 14 kursi untuk pasukan (dapat dilipat), atau dapat dipasang hingga 9 buah tandu.

Mempunyai pintu darurat dan jendela pada kedua sisi helikopter.

Tempat penyimpanan eksternal dengan peralatan tambahan standar dan fumgsi-fungsi rilis daurat untuk mendukung persenjataan seperti torpedo dan rudal anti kapal jarak jauh.

Selain misi utama, heli ini juga dapat di tugaskan untuk misi-misi:

* Patroli laut
* Perang udara terbatas (AAW)
* Transportasi logistik / pendukung serbaguna
* Dikonfigurasi khusus untuk:
o VERtical REPlenishment (VERTREP); transportasi kargo antar kapal menggunakan helikopter
o Angkut pasukan
o CASualty EVACuation (CASEVAC)
o Operasi khusus termasuk anti terror

Dalam misi tempur, heli ini dapat dipersenjatai:

* ASuW: 2 Rudal anti kapal Marte MK2/S
* ASW : 2 torpedo (MU 90, MK-46 atau Stingray)