Selasa, 27 November 2012

CN-295



CN-295

Galeri wallpaper foto pesawat terbang CN-295 :

CN-295 atau yang punya nama lebih lengkap EADS CASA C-295 adalah pesawat terbang transport militer taktis dengan dua mesin turboprop yang dibuat oleh Airbus Military di Spanyol. Pesawat terbang yang bisa dioperasikan untuk berbagai misi ini merupakan pengembangan desain dari pesawat CASA CN-235 dengan penambahan lebih dari 50% kapabilitas payload dan mesin turboprop baru PW127G. C295 melakukan penerbangan perdana pada tahun 1998. Sedangkan pengguna pertamanya adalah Angkatan Udara Spanyol. Pesawat C295 diproduksi di fasilitas milik Airbus Military yang berlokasi di Bandara San Pablo Airport, Seville, Spanyol. Sebutan CN-295 adalah untuk versi produk yang dibuat bersama PT Dirgantara Indonesia. 

Pesawat ini dapat mengangkut hingga 71 pasukan, 49 penerjung payung dengan peralatan lengkap ditambah dengan satu orang penerjun utama. Untuk konfigurasi evakuasi medis (MEDEVAC), C295 dapat membawa hingga 24 tandu dengan 6 kursi tambahan untuk petugas medis. Airbus mengklaim, C295 memiliki kemampuan beragam. C295 juga memiliki APTS (Autonomous Pallet Transfer System – sistem transfer palet kargo otomatis) yang dapat diletakkan di bagian belakang pesawat. APTS ini memudahkan proses memasukkan/mengeluarkan palet kargo di daerah terpencil, tanpa membutuhkan peralatan dukungan darat.

CN-295 generasi baru ini merupakan pesawat yang ideal untuk misi militer maupun sipil bagi masyarakat – seperti misi kemanusiaan, pengawasan maritim dan pengawasan lingkungan. Berkat kekuatan, keterandalan dan sistem modern yang sederhana, pesawat taktis berukuran medium ini mempunyai kemampuan beragam dan fleksibilitas yang diperlukan untuk mengangkut personil, pasukan dan kargo dalam bentuk palet ataupun jumlah besar, evakuasi korban bencana, penugasan logistik dan komunikasi, serta kemampuan air-dropping tersertifikasi.

Kombinasi peralatan sipil/militer teknologi ganda memastikan sukses dalam menjalankan misi taktis, potensi pengembangan sistem peralatan di masa depan, serta kesesuaian dengan persyaratan lingkungan dirgantara sipil dewasa ini. Pesawat C295 merupakan bagian dari keluarga Airbus Military bagian pengangkut udara ringan dan medium, termasuk dengan pesawat yang lebih kecil seperti C212 dan CN235.

Airbus Military telah bekerjasama dengan industri penerbangan Indonesia sejak 1976 melalui kemitraan dengan PT Dirgantara Indonesia dan pendahulunya. PT DI terlibat aktif dalam produksi C212 dan CN235. Selama 35 tahun kerjasamanya, PT DI telah mengirimkan sebanyak 108 pesawat C212 dan 60 pesawat C235 untuk Airbus Military.

  • Crew: Two
  • Panjang: 24,50 m
  • Lebar Sayap: 25,81 m
  • Tinggi: 8,60 m
  • Luas Area Sayap: 59 m²
  • Berat Isi: 9.250 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas: 23.200 kg
  • Mesin Penggerak: 2 unit Pratt & Whitney Canada PW127G
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum: 576 km/jam
  • Kecepatan Jelajah: 480 km/jam
  • Jarak Jelajah: 4.300 km
  • Jarak Jelajah dengan angkutan penuh: 1.333 km
  • Jarak Jelajah Terjauh: 5.220 km
  • Ketinggian Terbang Maksimum: 7.620 m
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/02/c295-pesawat-terbang-multi-guna-dari.html

S-97 Raider



Sikorsky S-97 Raider

Sikorsky S-97 Raider adalah rancangan helikopter tempur berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh Sikorsky Aircraft dan menurut rencana akan ditawarkan sebagai helikopter serang kepada Angkatan Darat AS dan kepada peminat lainnya. 

Sikorsky S-97 Raider secara resmi diluncurkan pertama kali pada 20 Oktober 2010. Diharapkan helikopter ini bisa memenuhi kebutuhan Angkatan Darat AS yang akan menggantikan armada helikopter Bell OH-58D Kiowa Warrior. S-97 Raider bisa dioperasikan pada operasi militer khusus. Selain versi militer, helikopter ini juga tersedia dalam versi sipil. 

Sikorsky S-97 Raider dikembangkan dari desain Sikorsky X2 dan akan menggunakan mesin turboshaft General Electric T700. Secara khusus, sebuah mesin turbin yang lebih kuat sedang dikembangkan untuk helikopter tempur ini agar memiliki kecepatan jelajah diatas 200 knot. 

S-97 menggunakan rotor koaksial serta baling-baling pendorong yang terletak di belakang. Kendaraan udara ini dirancang untuk dapat membawa hingga 6 penumpang, tidak termasuk awak helikopter. Menurut rencana, 2 prototip dibuat pada bulan Oktober 2012 ini. 


Karakteristik Umum:
  • Awak : 2
  • Kapasitas Penumpang : 6 parjurit bersenjata lengkap
  • Panjang : 11 m
  • Berat Kotor : 4.057 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas : 4.990 kg
  • Diameter Rotor Utama : 10 m
Kinerja:
  • Kecepatan Jelajah : 407 km.jam (253 mph, 220 knot)
  • Kecepatan Maksimal : 444 km.jam (276 mph, 240 knot)
  • Jarak Jangkau : 570 km
  • Lama Operasional : 2 jam 40 menit
  • Batas Maksimum Ketinggian Penerbangan : 3.048 m
Persenjataan:
  • 1 unit meriam mesin kaliber .50 kapasitas 500 peluru
  • 7 poda roket

Hobart Class, Kapal Destroyer Generasi Baru Angkatan Laut Australia



Hobart Class Destroyer
Hobart Class Destroyer. Foto ini merupakan gambar reka komputer untuk tampilan kapal Air Warfare Destroyer (AWD) jika telah selesai dibangun. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Hobart Class, Kapal Destroyer Generasi Baru Angkatan Laut Australia.
HMAS Hobart adalah kapal perang jenis destroyer (perusak) generasi baru milik Angkatan Laut Australia yang sedang dalam proses pembuatan. Kapal ini bersama dua kapal sejenis yang akan menyusul dibangun, dikategorikan sebagai kapal AWD atau Air Warfare Destroyer. Selanjutnya generasi kapal perang baru ini masuk dalam kelas Hobart (Hobart Class Destroyer). 

Hobart Class Destroyer dipersiapkan untuk menggantikan armada kapal perang fregat dari kelas Adelaide dan Perth. Meskipun sebutan AWD Air Warfare Destroyer menggambarkan misi utamanya sebagai kapal perang untuk mengantisipasi serangan pesawat tempur dan rudal, kapal destroyer baru ini juga memiliki kemampuan operasi anti kapal permukaan dan kapal selam serta memberikan bantuan tembakan untuk pasukan yang sedang beroperasi di kawasan pesisir. 

Proyek AWD dimulai pada akhir tahun 2005 saat dibentuk AWD Alliance yang beranggotakanDefence Material Organisation, ASC (Australian Submarine Corporation), dan Raytheon. Sebagian besar proyek pembuatan kapal AWD ini dikerjakan oleh ASC yang bermarkas di Osborne, Adelaide, Australia Selatan. Namun desain kapal perang ini dikerjakan oleh Navantia dari Spanyol yang menggunakan kapal fregat kelas Álvaro de Bazan sebagai desain dasarnya. Rencana semula akan dibuat empat unit kapal AWD, namun akhirnya hanya tiga kapal yang akan dibuat. 

Upacara peletakkan lunas pertama sebagai tanda diawalinya proyek pembuatan 3 kapal AWD ini telah dilakukan pada 6 September 2012 (baca: Australia Memulai Proyek Pembuatan Kapal Destroyer Senilai US$ 8 Miliar). HMAS Hobart (AWD 01) adalah kapal AWD yang pertama dibuat dan diestimasikan rampung pada Maret 2016. Kemudian menyusul HMAS Brisbane (AWD 02) yang direncanakan selesai pembuatannya pada September 2017, lalu HMAS Sydney (AWD 03) diharapkan selesai dibangun pada Maret 2019. 

Spesifikai Kapal Air Warfare Destroyer atau Hobart Class Destroyer :

Karakteristik Umum :
  • Panjang : 147,2 meter
  • Lebar : 18,6 meter
  • Draft : 5,17 meter
  • Bobot : 6.250 ton
  • Bobot : 6.250 ton
  • Propulsi : 2 unit turbin gas 7LM2500-SA-MLG38 dan 2 unit mesin diesel Caterpillar Bravo 16 V Bravo
  • Kecepatan Maksimum : 28 knot (52 km/jam, 32 mph)
  • Jarak Jangkau : 9.300 km (5.800 mil laut) pada kecepatan 18 knot (33 km/jam, 21 mph)
  • Kapasitas Akomodasi : 234 orang
Radar dan Sensor
  • Radar S-band Raytheon AN/SPY-1D(V)
  • Radar X-band Northrop Grumman AN/SPQ-9B
  • Sistem kontrol tembakan Raytheon Mark 99
  • 2 unit radar navigasi X-band L-3 Communications SAM Electronics
  • Ultra Electronics Maritime Systems' Modular Multistatic Variable Depth Sonar System
  • Ultra Electronics Series 2500 electro-optical director
  • Sagem VAMPIR IR
  • Rafael Toplite
Perangkat Perang Elektronika dan Decoy
  • ITT EDO Reconnaissance and Surveillance Systems ES-3701 ESM radar
  • SwRI MBS-567A communications ESM system
  • Ultra Electronics Avalon Systems multipurpose digital receiver
  • Jenkins Engineering Defence Systems low-band receiver
  • 4 unit Nulka decoy launchers
  • 4 unit 6-tube multipurpose decoy launchers
Persenjataan :
  • Sistem peluncur vertikal : 48-cell Mark 41 untuk rudal RIM-66 Standard dan rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow
  • 2 unit peluncur rudal Harpoon (masing-masing berisi 4 rudal)
  • 1 unit meriam Mark 45 Mod 4 kaliber 127 mm
  • 2 unit peluncur torpedo Mark 32 Mod 9 untuk torpedo jenis Eurotorp MU90
  • 1 unit Phalanx CIWS
  • 2 unit meriam otomatis M242 Bushmaster
Fasilitas Landasan Udara :
  • 1 unit helikopter S-70B-2 Seahawk
http://prokimal-online.blogspot.com/2012/09/hobart-class-kapal-destroyer-generasi-baru-angkatan-laut-australia.html

Piranha, kapal perang tanpa awak berbahan Nanomaterial



Piranha USV
Kita sudah sering mendengar atau membaca tentang UAV (Unmanned Aerial Vehicle), sebutan yang digunakan untuk pesawat yang mampu beroperasi atau terbang tanpa awak / pilot. Tapi bagaimana dengan USV (Unmanned Surface Vehicle)? Ini sebutan untuk kendaraan permukaan (tanah dan laut) yang mampu berjalan atau bergerak tanpa pengemudi. 

Zyvex mungkin bisa jadi perusahaan pertama di dunia yang mengembangkan kapal tanpa awak (USV) dari bahan Nanomaterial. Perusahaan yang sebenarnya lebih banyak bergerak di bidang nano-teknologi ini telah mengembangkan kapal militer tanpa awak yang dinamakan Piranha. Pada November 2011 lalu, Zyvex mengumumkan bahwa kapal USV rancangan mereka sudah menjadi prototype yang lengkap. Byron Nutley, Vice President pada divisi Zyvex Marine, mengklaim bahwa Piranha adalah satu-satunya kapal di dunia yang terbuat dari bahan Nanomaterial. Tapi apakah Piranha memang sebuah kapal USV yang dilengkapi teknologi tercanggih, dan apa kapal ini memang dibutuhkan oleh pihak Angkatan Laut? 

Menurut info yang beredar, prototype Kapal USV Piranha masih jauh dari konsep awal. Kapal ini masih menggunakan Arovex, serat karbon ringan yang lebih menjanjikan peningkatan efisiensi dibanding bahan aluminium dan fiberglass. Hasil test prototype menunjukkan bahwa kapal dengan panjang 54 kaki ini hanya mengkonsumsi 45,4 liter bahan bakar per jam pada kecepatan jelajah 24 knot (44 km/jam). 75% lebih hemat dibandingkan kapal konvensional yang masih sekelas yang membutuhkan konsumsi bahan bakar 189 liter per jam. Artinya, Piranha mampu menempuh jarak 10 kali lebih jauh dibanding kapal biasa.

Dalam skala prototype yang lebih besar, bagi militer, kendaraan yang mampu menghemat bahan bakar dalam jumlah besar bisa menjadi keunggulan strategis yang signifikan. Terlebih untuk operasional militer jarak jauh. Dalam sebuah pernyataan, Zyvex menyampaikan : "Sejauh ini Angkatan Laut dan pemasok peralatan lebih memilih membangun USV dengan bahan dari karet, aluminium, dan fiberglass. Ini memang pilihan yang bagus, tapi masih kurang. Jika USAF dan RAF dapat mengendalikan pesawat tempur yang terbang di Afganistan dari sebuah ruangan di Nevada, lalu mengapa US Navy dan Coast Guard tidak dapat menyelesaikan misi-misi kapal patrolinya yang sepenuhnya dioperasikan dari jarak jauh?" 

Zyvex Marine juga menyampaikan bahwa mereka tidak hanya menawarkan Piranha kepada pihak Angkatan Laut. Perusahaan ini sudah mengumumkan 2 platform baru yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari kapal USV Piranha, yaitu LRV-11 dan LRV-17, yang keduanya akan ditawarkan dalam konfigurasi berawak dan tanpa awak. Tapi masih belum ada penjelasan tentang bentuk dan spesifikasi kedua model kapal itu. 

Pihak Zyvex menegaskan bahwa kapal ultra-modern akan menjadi era baru supremasi Angkatan Laut dimana penggunaan kapal konvensional yang biasanya dalam jumlah besar dinilai terlalu mahal dan juga sudah tidak diinginkan lagi. Kapal ultra-modern dengan kemampuan gerak yang lebih cepat dan gesit lebih dibutuhkan untuk mengantisipasi ancaman yang biasanya datang dari para pembajak, pelarian dan teroris bersenjata. Mungkin karena alasan ini Zyvex hendak menunjukkan bahwa kapal USV produksinya akan sangat berperan dalam pengawalan pelayaran dan patrol jarak jauh. Kapal USV juga dapat digunakan untuk sebuah pengintaian sebelum meluncurkan rudal Helfire atau torpedo Mark 54. 

Zyvex menyampaikan memang banyak misi kendaraan tempur yang masih membutuhkan campur tangan manusia karena banyak orang yang masih menginginkan kondisi seperti itu. Tapi konsep kapal USV Piranha lebih memiliki kecepatan dan kegesitan yang bisa menukar terbuangnya banyak waktu yang dibutuhkan oleh kapal konvensional untuk bisa secepatnya menuju tempat yang dibutuhkan. 

http://prokimal-online.blogspot.com/2012/04/piranha-kapal-perang-tanpa-awak.html

Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank



Spike LR
Spike LR adalah sistem peluncur rudal portable anti tank generasi keempat. Sistem peluncur rudal Spike LR digunakan oleh banyak kalangan militer untuk menggantikan MILAN. Beberapa fitur rudal yang sekarang dibuat juga oleh Jerman ini memiliki kemiripan dengan Javelin, rudal penjagal tank buatan AS. PROKIMAL ONLINE | Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank.
Rudal anti-tank buatan Israel ini dipergunakan untuk menggantikan MILAN sebagai rudal utama penghancur tank pada kesatuan Bundeswehr. Identitas Yahudinya dikubur setelah Rheinmetall Dusseldorf dan Diehl BGT Defence membentuk mayoritas saham Eurospike LR untuk membuatnya di Jerman berdasarkan lisensi. 70% dari total komponen diproduksi sendiri di Jerman. Jerman memiliki 4.000 MELLS (Multipurpose Guided Missile Systems), dan 311 diantaranya digunakan pada kendaraan tempur (ranpur) Puma. 

Spike LR memiliki sejumlah fitur yang kurang lebih mirip dengan Javelin milik AS. Prinsip dasarnya adalah pemakai mengunci sasaran (target) dengan menggunakan CLU (Command Launch Unit) yang berbasis infra merah, dan rudal akan mengikuti titik jatuhnya berkas sinar infra merah tersebut dalam kondisi terkunci sehingga tim penembak tak perlu mengunci sasaran secara terus-menerus. Setelah sasaran berhasil dihancurkan, tim penembak bisa melepas CLU dan tripod, serta membuang bekas tabung peluncurnya yang berbahan fiberglass.

Desain rudal Spike
Desain rudal Spike.
Rudal Spike terhubung dengan kawat fiber optik sehingga informasi dari CLU bisa diupdate ke dalam rudal yang sedang meluncur. Ini berarti sasaran bisa diubah dan terus mengikuti target yang bergerak (bermanuver). Tim penembak juga bisa meluncurkan rudal ke satu arah lalu membelokkannya ke arah target untuk menghindari kemungkinan lawan mendeteksi keberadaan tim peluncur Spike LR. Spike LR juga memiliki fitur soft launch, rudal terlontar terlebih dahulu, baru motor roket menyala sehingga Spike aman ditembakkan dari dalam ruangan tertutup. 

Agar mampu menjebol lapisan baja pada tank atau ranpur modern yang biasanya dilengkapi sistem perlindungan tambahan, Spike dibekali hulu ledak tandem berbasis shaped charge, yang pertama menjebol lapisan pelindung dan yang kedua untuk menjebol lapisan baja yang sesungguhnya untuk memastikan kesuksesan menghantam lawan. Dalam skenario tertentu, Spike LR bahkan dapat digunakan untuk menyasar helikopter. 

Kementerian Pertahanan Jerman membeli Spike LR untuk ranpur Puma AFV, peleton infanteri anti-tank, pasukan khusus KSK dan MSK. Untuk infanteri, satu orang prajurit didesain untuk membawa dua tabung peluncur sekaligus (berat total 28 kg), sementara prajurit lainnya membawa CLU. 


Desain : Rafael Advanced Defence Systems. 
Produksi : 1997 (digunakan AB Jerman sejak 2008).
Jenis : Rudal Anti-tank.
Bobot : 14 kg (hulu-ledak), 5 kg (CLU / Command Launch Unit), 2,8 kg (Tripod). 
Jarak Efektif : 4.000 meter. 
Panjang : 1.670 mm.

Pindad SS2



Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad
Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad ini telah digunakan oleh TNI sejak tahun 2006. SS2 merupakan pengembangan senapan serbu dari generasi sebelumnya, Senapan Serbu 1 (SS1). Menurut Wikipedia, lebih dari 25.000 unit SS2 dengan berbagai varian telah digunakan oleh TNI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pindad SS2 (senapan Serbu 2).
SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki berat yang lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006, TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2.

SS2 mulai dikembangkan antara tahun 2002 hingga 2003. Pada tahun 2005 senapan serbu ini mulai diproduksi. Semua kekurangan pada senapan serbu generasi sebelumnya (SS1) telah diminimalisir pada produk SS2.

SS2 digunakan oleh tentara Indonesia sejak tahun 2005, dan juga sudah diekspor. Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.

Varian SS2 (Senapan Serbu 2) :
  • SS2-V1 : Varian awal SS2 dengan basis SS1.
  • SS2-V2 : Varian karabin dari SS2-V1.
  • SS2-V3 : Produksi dibatalkan.
  • SS2-V4 : Varian laras yang diperpanjang, pisir (pembidik besi) diganti teleskop. Dirancang untuk penembak jitu dan pasukan khusus.
  • SS2-V5 : Versi kompak dari model SS2-V1.
Data-data Umum Senapan Serbu 2 (SS2) :
  • Tipe : Senapan serbu
  • Negara Asal : Indonesia
  • Sejarah Pemakaian : Digunakan 2006 - sekarang
  • Pengguna : Indonesia
  • Produsen : PT Pindad
  • Berat : 3,2 kg (kosong)
  • Panjang : 930 mm
  • Panjang Laras : 460 mm
  • Peluru : 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5.56 x 45 mm
  • Mekanisme : Piston gas, bolt berputar
  • Kecepatan Tembak : 700 butir/menit
  • Kecepatan Peluru : 710 m/s
  • Jarak Efektif : 450 m
  • Pengisian : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi (pisir)
wikipedia.org

WR-40 Langusta



WR-40 Langusta
WR-40 Langusta termasuk salah satu sistem persenjataan yang ada dalam daftar belanja pertahanan TNI. Hal ini ditandai dengan kunjungan ke Polandia pada tanggal 23 – 29 Oktober 2010 yang dilakukan oleh sejumlah pejabat TNI untuk melihat langsung uji coba dan kinerja dari sistem peluncur roket Artileri WR-40 Langusta buatan Polandia ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | WR-40 Langusta, Sistem Peluncur Roket Artileri Buatan Polandia.
Modul sistem peluncur roket multi laras (MLRS: Multiple Launch Rocket SystemWR-40 Langusta dibuat oleh Wojskowej HSW S.A, Polandia. Awalnya modul ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Polandia guna menggantikan BM-21 yang sudah lama dan usang. Dengan truck Jelcz P662D.35G-27 sebagai wahana pengangkutnya, MLRS WR-40 Langusta dapat dibawa menjelajahi medan hingga sejauh 650 km. 40 tabung peluncur yang terpasang dibadannya mampu memuntahkan roket sejauh 1,6 km - 42 km dengan sudut tembakan maksimal 30 derajat.

Sama halnya dengan RM-70 Grad Ceko yang dimiliki Marinir TNI AL, WR-40 Langusta buatan Polandia ini juga menggunakan kaliber 122 mm. Keduanya sama-sama hasil pengembangan dari artileri roket MLRS model lama BM-21 buatan Uni soviet (Rusia). Perbedaan yang mencolok pada kedua sistem peluncur roket artileri ini adalah RM-70 Grad dapat melakukan pengisian secara otomatis dengan sistim autoloader sedangkan pengisian ulang roket pada WR 40 Langusta dilakukan secara manual oleh awak unit dengan memakan waktu sekitar 7 menit.

Untuk penyesuaian medan, RM-70 Grad yang memiliki bobot tempur 25 – 30 ton dinilai masih kurang fleksibel di banding WR 40 Langusta karena para awaknya akan bekerja lebih ekstra untuk mencari lokasi yang tepat dijadikan sebagai tempat peluncuran roket kearah lawan. Berbeda dengan WR 40 Langusta dengan panjang yang lebih pendek dan ringan akan memudahkan awaknya mencari posisi atau lokasi untuk memberikan bantuan tembakan ke garis depan.

Selain memberikan payung tembakan terhadap pasukan infanteri kawan WR 40 Langusta juga dapat digunakan sebagai penghambat laju pasukan infanteri lawan dengan menembakkan amunisi yang sudah dimuati ranjau anti personel untuk ditebar dan ditanam di wilayah lawan.

Pada kabin WR-40 Langusta memiliki sistem pengaturan yang tergolong cukup canggih dikelasnya. Semuanya sudah terintegrasi dalam satu pusat kontrol yaitu dari dalam kabin. Di dalamnya terdapat panel pengatur tembakan serta sistem GPS yang dapat membantu memberikan tembakan akurat. Selain itu juga terdapat pengatur tekanan roda otomatis untuk memudahkan kendaraan melintasi medan berat serta tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.

Dari segi kebutuhan amunisi roket 122 mm untuk WR 40 Langusta dan RM 70 Grad, Departemen Pertahanan (Dephan) bekerjasama dengan industri strategis Indonesia seperti Lapan dan Pindad untuk melakukan riset pengembangan roket berdiameter 122 mm (Rhan). Meski saat ini daya jelajah roket hasil riset kedua institusi tersebut masih tergolong kurang maksimal yaitu 14 km namun akan terus dikembangkan sampai mencapai jarak yang diharapkan untuk menopang kebutuhan amunisi jenis roket yang dibutuhkan oleh TNI.

Secara taktis keberadaan WR 40 Langusta akan dapat membantu memobilisasi gerak pasukan infanteri untuk menerobos masuk kewilayah lawan dengan cepat serta memberikan payung tembakan yang akurat.

Spesifikasi WR 40 Langusta
  • Awak : 4 - 6 orang
  • Kendaraan angkut : Truck Jelcz P662D.35G-27
  • Sistem gerak : 6×6
  • Mesin : Diesel Iveco Aifo Cursor 8, daya 350 Hp
  • Kecepatan maks : 85 km/jam
  • Jarak operasional : 650 km
  • Berat total : 40 ton
  • Panjang : 8,58 m
  • Tinggi : 2,74 m
  • Lebar : 2,54 m
  • Kaliber roket : 122 mm
  • Jumlah laras : 40 tabung
  • Jarak tembak : 1.6 - 42 km

HK G36, Senapan Serbu Buatan Heckler & Koch, Jerman



HK G36
HK G36 merupakan senapan serbu yang populer di kalangan militer. Sejak pertama kali diproduksi, hingga kini tidak kurang dari 38 negara telah menggunakan HK G36 dengan berbagai varian. Senapan serbu HK G36 juga telah digunakan dalam konflik di Kosovo, Afghanistan, Irak, Ossetia Selatan, Irlandia Utara, Libya, dan Mexico. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | HK G36, Senapan Serbu Buatan Heckler & Koch, Jerman.
Jerman menunjukkan keperkasaannya dalam bidang inovasi teknologi dan enginering saat merilis Heckler & Koch G36 pada tahun 1997. Setelah melewati lima tahun masa pengembangan G36 lahir saat proyek besar G11 dibatalkan karena pembengkakan biaya dan ketidaksesuaian teknologi. Eksterior senapan serbu ini sangat revolusioner karena penggunaan bahan polymer yang dipadu dengan partikel logam didalamnya sehingga sangat kuat dan mampu menahan impak. Hal ini terbukti dari guide rail untuk bolt group yang dicetak menyatu dengan bagian dalamreceiver

Seperti diketahui, guide rail menjadi tempat berjalannya bolt carrier dalam gerak mundur ke belakang setelah menerima impak dari ledakan di kamar peluru, dan kembali lagi ke depan. Hingga saat ini hanya sedikit pabrikan yang mampu membuat upper lower receiver yang terbuat dari polymer seluruhnya. Di depan receiverterdapat handguard yang terintegrasi dengan popor lipat untuk menstabilkan senjata, yang terdapat pada varian G36 dan G36K. 

Mekanisme operasi HK G36 mengadopsi dari senapan AS-18 yang dibuat oleh George Sulivan. Sistemnya memanfaatkan piston untuk memukul balik bolt carrier kea rah belakang, menciptakan satu sistem dingin yang aman untuk mencegah terjadinya slam firel ledakan peluru tanpa tarikan pelatuk akibat suhu di kamar peluru yang terlalu panas. 

Sistem pasokan peluru G36 juga menggunakan magasen polymer tembus pandang sehingga penembak bisa mengetahui jumlah peluru yang tersisa. Magasen ini juga memiliki cantelan sehingga dua magasen dapat disatukan untuk pengisian peluru yang lebih cepat. Dua fitur ini rasanya pantas untuk menebus "dosa" karena magasen yang tidak standar dengan kesepakatan NATO. 

Senapan ini didesain agar ramah dioperasikan, dimana kontrol dibuat ambidextrous atau tersedia untuk pengguna normal maupun kidal. Hal ini Nampak pada selector pilihan penembakan, pengokang, dan tuas pelepas amunisi yang mudah diakses. 

Satu fitur lain yang mendahului jamannya adalah penggunaan teleskop sebagai alat bidik standar. Perbesaran teleskopnya mencapai 3,5 x, memadai untuk menyasar target sampai 300 meter, titik optimum efektifitas peluru 5,56 mm. Diatas teleskop masih ada optik reflex dengan sumber tenaga baterai. Pada varian G36A2, optik ini digantikan dengan rel sehingga berbagai jenis optik reflex bisa ditempelkan, dengan standarnya adalah Zeiss RSA-S reflex sight dengan lensa 30 mm yang luas. 

HK G36 standar merupakan senapan serbu yang digunakan seluruh infanteri didalam Bundeswehr. G36 versi karabin (G36K) digunakan oleh kesatuan dengan spesialisasi tertentuatau pasukan khusus seperti KSK, MSK, Fallschirmjager Spesiallzuge, Fernspaher, dan Feldjager, dengan sejumlah aksesoris tambahan seperti rel Picatinny pengganti foregrip dari pabrikan Brugger & Thomet atau KAC handguard

Standar yang digunakan infanteri saat ini termasuk modul laser / laser IR dan senter LLM01 buatan Oerlikon Contraves. Sementara varian G36C (compact) adalah varian mikro dengan laras yang amat pendek. Varian ini diperuntukan bagi unit kesatuan taktis polisi seperti GSG-9. 

Untuk menambah daya gempurnya, G36 bisa dipasangi dengan unit pelontar granat AG-36 yang melontarkan granat 40 mm, serta dilengkapi leaf sight di sisi kiri unit AG-36. Dengan mekanismeside loading atau pengisian peluru dari samping, AG-36 memiliki keunggulan karena bisa mengadopsi munisi yang lebih panjang dibanding pelontar granat standar AS, M203. 


Senapan G36 telah menjadi senjata utama bagi Bundeswehr sejak tahun 1995 dan telah digunakan juga oleh Angkatan Darat Spanyol sejak tahun 1999. Pada akhir tahun 1990-an, sejumlah kecil G36 dibeli oleh Angkatan Darat Inggris untuk pengetesan sebagai pengganti L85A2, namun keputusannya belum ditentukan. G36 juga dipakai oleh sejumlah satuan kepolisian di Eropa, antara lain, Unit Reaksi Bersenjata Kepolisian Inggris, RAID dan GIGN Perancis, Bundespolizei (Polisi Federal Jerman), Garda Republik Nasional Portugis, kepolisian Belanda, dan unit anti-teroris kepolisian Polandia serta di Malaysia oleh Grup Gerak Khas Angkatan Darat Malaysia dan Pasukan Gerak Khas Anti-teror Kepolisian Kerajaan Malaysia. Di Indonesia, H&K G36 juga digunakan oleh Kopassus & Denjaka. 


G36 dibuat dengan tiga varian utama, yaitu G36, G36K (kurz: pendek), dan G36C (compact/commando). Varian keempat adalah senapan SL8 yang dirancang khusus untuk pasar senjata sipil Amerika Serikat. Walaupun mekanisme SL8 hampir serupa dengan G36, SL8 dibuat tidak memiliki kemampuan menembak full-otomatis. Lubang magazennya juga dirancang agar tidak bisa menerima magazen kapasitas besar 30-butir. Gagangnya diganti dengan gagang popor berlubang, dan bidikan teleskop reflexnya diganti dengan bidikan besi biasa. Varian kelima adalah senapan mesin ringan LMG36 (Light Machine Gun), yaitu G36 standar dengan laras yang lebih berat, bipod, dan magazen drum 100-butir.