Senin, 20 September 2010

Aurora Strategic Reconnaissance (Pesawat Pengintai)

Aurora Strategic Reconnaissance (Pesawat Pengintai)

Nama “Aurora” pertama kali muncul pada sebuah dokumen anggaran tahun 1985 yang menyebutkan proyek ini akan menerima $80 juta pada tahun fiscal 1986 dan $2,2 miliar tahun fiscal 1987. Setelah nama tersebut muncul tepat setelah TR-1, banyak orang menyimpulkan bahwa program tersebut merupakan program pesawat berkecepatan tinggi untuk menggantikan SR-71. Pada awal 1979, AU AS mulai mempelajari sebuag “pesawat yang berkecepatan 4Mach dan mampu beroperasi pada ketinggian 200.000 kaki yang dapat mengikuti pesawat pengintaian strategis Lockheed SR-71 pada tahun 1990an”.
AU, NASA dan beberapa kontraktor pesawat terbang mulai mendesain pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan 5 Mach pada sekitar awal dan pertengahan 1980an, kemungkinan akan mensuplai informasi untuk pengembangan konsep pesawat ini. Kesulitan utama pada proyek ini adalah pengembangan mesin pesawat yang mampu memberikan kekuatan yang dapat menghasilkan kecepatan 5 Mach dan pengembangan struktur pesawat yang mampu bertahan pada suhu tinggi akibat kecepatan yang sangat tinggi.
Jika informasi di atas tidak ada, maka Auora akan seperti pesawat berkecepatan 3 Mach XB-70 Valkyrie atau National Aerospace Plane (NASP) X-30 milik NASA yang dibatalkan programnya. Kedua pesawat itu mempunyai bentuk segitiga dengan sayap delta. Keduanya melawan panas akibat kecepatan tinggi itu dengan mensirkulasi bahan bakar sepanjang permukaaan. Sementara XB-70 dilengkapi dengan mesin jet konvensional, X-30 memakai mesin ramjet atau scramjet canggih yang menggunakan bahan bakar cryogenic untuk dapat beroperasi pada kecepatan sampai 5 Mach.
Dengan perkembangan teknologi avionic ini dan adanya dana dari AS, banyak orang menganggap bahwa AU AS telah dapat mengembangkan, membuat dan menguji pesawat besar berkecepatan tinggi ini pada awal 1990an. Segera setelahnya, laporan mengenai ledakan “sonic” keras dan penampakan pesawat aneh di atas Inggris dan Kalifornia Selatan mulai muncul permukaan. Beberapa orang menganggap beberapa laporan ini adalah bukti keberhasilak AU AS membuat pesawat berkecepatan sangat tinggi ini yang menggunakan suatu mesin “exotic”.
Pemerintah AS sampai sekarang masih menyangkal keberadaan pesawat yang bernama Aurora atau sejenisnya ini untuk menggantikan pesawat SR-71. Setelah bukti-bukti yang mendukung keberadaan Aurora hanya merupakan dugaan kosong, hanya ada sedikit alasan untuk membantah pernyataan pemerintah AS.

HISTORY:
First Flight: possibly late-1980s
Service Entry: existence unconfirmed

CREW: possibly two: pilot and systems officer

DIMENSIONS:
Length: 115 ft (35 m)
Wingspan: 65 ft (20 m)
Height: 19 ft (6 m)
Wing Area 3,200 ft2 (300 m2)
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: 65,000 lb (29,480 kg)
Typical Load: unknown
Max Takeoff: 157,000 lb (71,215 kg)
Fuel Capacity: internal: 88,000 lb (39,920 kg); external: not applicable
Max Payload: 4,000 lb (1,815 kg)

PROPULSION:
Powerplant: possibly turbofan engines for subsonic flight and
ramjets, scramjets, or pulse detonation engines for supersonic flight
Thrust: unknown

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: possibly Mach 5 to Mach 8 (some suggest up to Mach 20); at sea level: unknown
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: 131,000 ft (40,000 m)
Range: 8,000 nm (15,000 km)
g-Limits: unknown

ARMAMENT:
Gun: none
Stations: none
Air-to-Air Missile: none (although some suggest a long-range AAM like the AIM-54 Phoenix might be carried)
Air-to-Surface Missile: none
Bomb: none
Other: cameras, IR sensors, other recon sensors

KNOWN VARIANTS:
Aurora: Possible high-speed advanced reconnaissance platform

KNOWN COMBAT RECORD: existence unconfirmed
KNOWN OPERATORS: United States (US Air Force)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar