Minggu, 06 Maret 2011

KRI Samadikun (341)

KRI Samadikun (341)

KRI Samadikun (341) merupakan kapal perang tentara laut Indonesia jenis kapal friget patroli yang kini telah dipensiunkan.

Kapal KRI Samadikun milik Indonesia merupakan kapal friget patroli. KRI Samadikun memenuhi kebutuhan Indonesia dan berperan mempertahankan Indonesia dari kapal-kapal musuh. KRI Samadikun dibangun oleh Avondale Marine, Westwego, LA, sebagai USS Claud Jones (DE 1034). Ia diluncurkan pada 1959, sebelum diserahkan kembali pada tahun 1973 di Subic Bay untuk penggunaan tentara laut Indonesia.

Kapal lain dalam kelas yang sama adalah KRI Samadikun, KRI Martadinata, KRI Mongisidi, dan KRI Ngurah.

Persenjataan
KRI Samadikun memiliki 171 orang anak kapal termasuk pejabat.

Kapal KRI Samadikun sepanjang 95.1 m; 11meter * 3.7meter (312kaki panjang * 38.9kaki * 12.1kaki) memiliki kecepatan bertempur pada 20 knot. KRI Samadikun memiliki bobot 1,970 ton.

Kapal KRI Samadikun awalnya dilengkapi dengan tiga tabung torpedo 12.75 inci kembar. Namun tidak dilengkapi rudal berpengendali.

Meriam utama kapal perang KRI Samadikun yang dipasang pada dek depan, adalah meriam tunggal 76.2 mm/50 kaliber yang menawarkan pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat sayap kekal dan pesawat sayap berputar.

Selain itu ia juga dilengkapi dengan dua senapan mesin 12.7 mm, satu 37 mm kembar dan satu senapan 25 mm kembar.
Penangkis "COUNTERMEASURES"

Kapal KRI Samadikun juga dilengkapi dengan sistem EW: WLR-1.
Detektor

KRI Samadikun memiliki radar detektor pencarian udara SPS-6E 2-D.

Selain itu, KRI Samadikun juga dilengkapi dengan sistem sonar EDO 786; SQS-45 (V); SQS-39 (V); SQD-42 (V) yang dipasang di badan kapal.
Dorongan

Kapal KRI Samadikun memiliki empat mesin disel tersambung ke kotak gear yang menghasilkan 7.000 bph secara berkelanjutan dengan satu gandar dan mampu bergerak pada kecepatan 20 knot.
KRI Samadikun (341) telah dipensiunkan pada 2003.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar